
“apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Adam.
“aku ingin menanyakan pendapatmu ketika misalnya aku menjadi roh. Apa reaksimu?” tanya Johan.
“aku tidak bisa menerimanya. Kebebasanmu akan direnggut dan kau akan dipenuhi beban dalam menjaga alam” jawab Adam.
“tapi kan aku abadi selama alamku masih lestari” jawab Johan.
“mau bagaimanapun kau masih tetap roh. Kau harus menjaga yang bukan jiwamu. Dan kebabasanmu tentunya terenggut” jawab Adam.
“apa kau percaya kalau kakek lebih bijak dari kita berdua?” tanya Johan.
“tentu saja. kakekmu adalah manusia yang hebat. Dia begitu pintar dalam menganalisa keadaan. Dia juga mampu untuk mengendalikan emosinya” jawab Adam.
“kalau kau memang berfikir kalau kakek lebih bijak dalam mengambil keputusan dari kita berdua, kenapa dia memilih untuk menjadi roh saat menyelamatkan nenek di dunia willsh?” tanya Johan.
Satu pertanyaan yang mampu membungkam mulut Adam. Pertanyaan yang membuat satu ruangan seketika berubah menjadi begitu sunyi, hanya terdengar suara hujan dan gemuruh dari kejauhan.
“mengapa kau berkata seperti itu?” tanya Adam.
“aku telah membaca satu lembar kertas yang riana sobek. Aku mengetahui kebenarannya” jawab Johan.
“kebenaran apa? Bukannya aku tidak berbohong tentang apa yang ku baca?” tanya Adam.
“kau memang tidak berbohong. Semua yang kau baca memang benar adanya. Tapi ada satu kertas yang tidak kau baca. Itu adalah kertas dari robekan riana. Karena riana tau, jika kau membaca kertas itu, kau tidak akan pernah sekali pun menceritakan apapun tentang willsh. Kau akan berusaha mati matian untuk mencegahku memasuki dunia willsh. Namun, barusan aku membacanya. Aku dapat membaca kertas itu jika aku bersemedi. Aku membcanya sendiri dan mengetahui apa yang tidak kau ketahui” jawab Johan.
“kau membacanya? Kau mengetahui apa yang tidak ku ketahui? Memangnya apa?” tanya Adam.
“berjanjilah kalau kau tidak pernah menentangku atas semua keputusanku” jawab Johan.
“aku akan selalu menentangmu ketika kau memilih keputusan yang salah” tegas Adam.
“maka kau seperti menentang kakek karena menurutmu kakek memilih keputusan yang salah menurutmu” jawab Johan.
“Johan, jangan bilang kalau-“ ucap Adam tersahut henti.
“benar, siapapun yang masuk kedalam dunia willsh, maka jiwanya akan direnggut. Jiwa manusia lebih berharga dari roh. Jiwaku akan direnggut dan akan ditransplantasikan dan dibagi menjadi dua jiwa roh. Salah satu jiwa rohku akan memasuki fisikku dan jiwa roh satunya akan memasuki roh yang ingin diselamatkan. Kakek telah berhasil melaksanakan semua tugas di dunia willsh. Ia telah membunuh setiap orang yang dikenalnya yang seharusnya sudah mati, dan dia juga telah menyelamatkan nenek tanpa terlambat sedikitpun. Dia menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Tapi apakah kau tau apa yang terjadi jika kakek tidak menyelesaikan tugasnya di dunia willsh?” tanya Johan.
“apa?” tanya balik Adam.
“ibaratnya kakek adalah aku sendiri. jalur pertama adalah jika aku tidak membunuh manusia yang seharusnya mati namun menyelamatkan Odessa sebagai sosok roh yang ingin kuselamatkan, maka Odessa akan hidup menjadi manusia. Karena aku sama seperti memberikan jiwa manusiaku kepada Odessa agar dia bisa hidup menjadi manusia. Namun nasibku, aku akan menjadi roh yang menggantikan Odessa saat disiksa oleh Kruger saat Ruwah. jalur kedua begitupula sebaliknya. Jika aku hanya membunuh manusia yang seharusnya meninggal tanpa menyelamatkan Odessa, aku hanya membuang buang waktu. Aku akan berubah menjadi roh ketika aku bangun tanpa membawa apapun saat bangun. Odessa juga akan tetap disiksa oleh Kruger. Jalur ketiga adalah jika aku menyelamatkan Odessa dan membunuh manusia yang seharusnya mati disana, kita berdua akan terbangun dan tinggal di bumi tanpa ada yang tersiksa oleh Kruger, tapi kita berdua akan tetap menjadi roh. Jadi ada tiga jalur disini yang semuanya berujung kepada dampak negatif. Semuanya merujuk kepada aku yang menjadi roh” jawab Johan.
“jadi, pilihan kakekmu adalah?” tanya Adam.
“pilihan kakek ada di jalur ketiga, yaitu sama sama hidup walau menjadi roh” jawab Johan.
“apa kau ingin mengikuti jalur kakekmu?” tanya Adam.
__ADS_1
“tidak, menurutku itu adalah jalur yang egois. Kakek tidak benar benar menyelamatkan nenek. Buktinya adalah nenek masih bisa terbunuh” jawab Johan.
“jadi?” tanya Adam.
“aku akan mengambil jalur yang lain” jawab Johan.
“Johan, jangan bilang kalau kau!?” tanya Adam menunjukkan ekspresi yang begitu terkejut.
Kemudian, disisi lain mereka semua sedang asyik bermain kartu uno di kamar mereka. yang ikut bermain adalah para tetua dan teman teman Johan kecuali Lia dan Farel yang saat itu sedang bermain hp masing masing.
Ditengah tengah permainan mereka, mereka dikejutkan oleh suara kegaduhan hingga melibatkan pecahan dari sebuah piring. Spontan mereka semua keluar dan kemudian berlari ke arah kegaduhan tersebut.
Sontak terkejut, mereka begitu melongo melihat Johan dan Adam sedang bertengkar di ruangtamu hingga menjatuhkan gelas kopi milik pak Abdi. mereka melihat Johan dan Adam saling adu jotos, saling mendorong dan saling menjatuhkan satu sama lain.
Spontan pak ketua dan wakil memegang tubuh Adam sementara pak sekretaris dan bendahara memegangi tubuh Johan. Terlihat dari pertengkaran mereka, Johan berkelahi dengan begitu tenang. pasalnya dia begitu lihai dalam menghindari pukulan dari Adam walaupun ada beberapa pukulan yang terkena tubuhnya. Johan hanya bisa mendorong tubuh Adam tanpa melukainya. Sementara Adam, dia tidak terluka sedikitpun.
Tubuh Adam masih memberontak ketika dipengangi oleh pak wakil dan ketua sementara Johan hanya mengusap hidungnya yang perlahan mengeluarkan darah segar.
“AKU MELAKUKAN INI KARENA AKU SAYANG KEPADAMU. KARENA AKU PEDULI DENGANMU. JANGAN MELAKUKAN HAL YANG SANGAT BODOH‼” teriak Adam.
“emosimu meluap. Cobalah untuk menahan emosimu” jawab Johan.
“AKU TIDAK PEDULI ENTAH EMOSIKU MELUAP ATAU DARAHKU YANG MENDIDIH. AKU TIDAK INGIN JOHAN TERLUKA‼” teriak Adam.
“karena emosimu sendiri, kau tidak sadar kalau kau juga sudah melukaiku” jawab Johan menatap tajam ke arah kedua mata Adam.
“apa kau sudah gila, aku sudah sejauh ini dan kau akan menggagalkan upayaku. Seharusnya aku tidak menceritakan ini kepadamu” jawab Johan.
“kau bilang kau sudah bisa mengendalikan emosi sama seperti kakekmu. Tapi nyatanya apa? Kau mengambil keputusan tanpa pikiran. Itu adalah keputusan yang jauh lebih tidak masuk akal daripada pilihan kakek” jawab Adam.
“jika kau berada di posisiku, kau juga akan melakukan hal yang sama” jawab Johan.
“jika kau berada di posisiku, kau juga akan menghentikanku melakukan hal yang sama” jawab Adam.
“tenangkan dulu kalian berdua. sebenarnya ada apa?” tanya pak ketua.
“kalian bicaralah sendiri, ceritakan semuanya kepada mereka, Adam. Tapi satu hal yang kau harus tau, pilihanku adalah pilihanku. Tidak ada yang bisa menghentikanku. Jangan sampai aku menyuruh seluruh roh yang ada di hutan ini untuk menahan kalian yang berusaha menggagalkan rencanaku” jawab Johan seraya berjalan keluar aula dan menembus hujan.
Mereka hanya bisa melihat Johan dengan tatapan tajam dan begitu seriusnya berkata seperti itu tanpa emosi sama sekali. tanpa berteriak, Johan sudah meyakinkan kepada mereka semua disana bahwa Johan serius mengatakan hal itu.
“apa yang sebenarna terjadi, Adam?” tanya Lia.
“sepertinya aku harus mengatakan hal ini kepada kalian semua. Aku juga baru tau tentang ini karena dia menceritakannya secara langsung. apa boleh buat, aku harus menentangnya”
Selama 5 menit bercerita, perlahan mereka semua paham apa yang dimaksud oleh Adam. Sama seperti Adam, mereka juga tidak terima dengan keputusan Johan.
“apa jangan jangan Johan ada rencana lain sehingga dia sangat amat yakin dengan pilihannya?” tanya Nyoman.
__ADS_1
“walaupun ada rencana lain, dia tetap tidak akan bebas dari resiko yang menjeratnya. Resikonya terlalu besar. Makanya tadi aku bilang ke kalian kalau kalian harus mengikat tubuh Johan dan membawanya pulang atau kalau tidak dia benar benar memasuki dunia willsh” ucap Adam.
“kau benar, mau tidak mau kita harus menentangnya” jawab Farel.
“bagaimana? Pak tetua, kalian semua tidak setuju dengan Johan bukan?” tanya naomi.
“konteksnya berbeda, kita tidak bisa melawan sama sekali. tugas kita hanya melindungi pemilik simbol itu, yaitu Johan. Dengan begitu, apapun situasinya kita tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa melindungi Johan” jawab sang ketua.
“tidak bisa dipungkiri jika kita tidak ingin kehilangan Johan. Kita juga harus menyelamatkan nyawa Johan saat berada di willsh esok hari. Tapi kalau itu memang keinginannya, kita yang harus mewujudkannya” jawab sang sekertaris.
“kalian bertugas untuk melindungi Johan agar Johan tidak mati. Jika Johan mati kalian akan dihukum oleh Kruger. Tapi kalian malah ingin mewujudkan keinginan Johan? Yang benar aja” tegas Adam disana.
“kita tidak egois, kita tidak memaksakan kepentingan kita jika memang orang itu ingin berkehendak demikian. Apakah kita harus selalu memberikan nafas buatan kepada seseorang yang telah koma? Tidak bukan?. Kita akan semakin merasa bersalah akibat kejadian itu. dengan begitu, sudah diputuskan kalau memang Johan akan pergi ke willsh besok hari dan kita akan mempersiapkan ritualnya” jawab sang sekretaris diikuti gemuruh petir selepas ucapannya.
“tidak kusangka kalau semua rencananya akan begitu berantakan seperti ini. sepertinya kita juga harus menghentikan kalian semua” jawab Lia.
Seketika mereka semua pun menghilangkan fisik mereka dan berkata di dalam seisi ruangan yang menggema “kita adalah roh dan kita yang bisa membandingkan semua resiko dan keuntungan yang terjadi. kalian salah jika melawan kita. tunggu saja kabarnya dan kalian akan mengetahui apakah Johan masih hidup atau kembali dengan wajah tertutup”
Setelah ucapan dari sang tetua seperti itu, seluruh ruangan begitu sunyi. Hanya terdengar suara rintik hujan dari luar. Nampaknya mereka semua kebingungan dan tidak tau apa yang harus dilakukan di sana.
“bagaimana ini? keadaannya menjadi kacau seperti ini. jika saja aku tau apa yang Johan baca sebelum kita berangkat kemari, aku tidak akan pernah menceritakan masalah willsh kepadanya” ucap Adam.
“sudahlah, kita tidak perlu berberat fikiran seperti itu” jawab Farel.
“ohh iya, sekarang adalah hari senin. Jika kalian tetap disini dan menunggu Johan, kalian tidak akan masuk sekolah. Aku ingin setelah ini kalian tidur dan besok pagi kalian kembali. aku yang akan bicara dengan pak Abdi” ucap Adam.
“tidak, aku tidak akan pulang sebelum melihat kondisi dari abang” sahut tegas Callysta disana.
“biar aku yang menjaganya disini. biar aku yang memastikan kondisinya baik baik saja. kalian semua pulanglah” jawab Adam.
“apa kau yakin?” tanya Lia.
“Johan sudah tidak akan pernah mendengarkan suara kita lagi. dia sudah memiliki pilihannya sendiri. aku yang akan berusaha semaksimal mungkin supaya Johan tetap hidup” jawab Adam.
“baiklah kalau begitu” jawab Lia.
“dan untuk naomi, jika kau lapar atau untuk uang saku, di kamar abang ada tabungan abang. Pecahkan saja itu dan ambil secukupnya sampai abang pulang. piringnya dicuci setelah digunakan. Jangan lupa mengirit sabun cuci piring. Aku minta tolong kepada Nyoman, jaga adikku baik baik” jawab Adam.
“abang mau kemana?” tanya naomi.
“aku tidak ingin melihat Johan yang bertapa semalaman. Aku yang akan memastikan kalau dia tidak kehujanan. Mungkin aku akan menginap di rusun itu. jadi kalau aku tidak kembali besok pagi, maka pulanglah kalian semua. Aku akan selalu memberikan kabar tentang keadaan Johan kepada kalian” jawab Adam.
“tolong ya, kak Adam” ucap Callysta.
“serahkan saja urusan Johan kepadaku” jawab Adam.
Adam pun berjalan, mengambil payung yang menggantung dibelakang pintu dan kemudian berkalan menembus hujan. Ia berjalan kuranglebih 10 menit hingga Adam sampai di depan rusun. Benar saja dugaannya, ia melihat Johan sedang hujan hujanan dan bertapa di atas sisa tebangan pohon milik Odessa.
__ADS_1