Ai, Love Me! Season 2 ; Willsh World

Ai, Love Me! Season 2 ; Willsh World
Chapter 3 ; Bersemedi


__ADS_3

Disisi lain, Johan yang baru saja terbangun di jam 7 pagi pergi ke kamar mandi hanya sebatas BAB dan mencuci muka serta menggosok gigi. Seperti biasa, hanya ada Adam yang menemani Johan disana. bercanda, berbagi cerita dan menemani Johan adalah hal yang bisa dilakukan oleh Adam saat ini.


“bagaimana Naomi, apa dia sehat sehat?” tanya Johan.


“syukurlah, dia masih bisa menghemat sabun cuci piring untuk tahun ini” jawabnya.


“apa kau sudah membulatkan tekadmu untuk bekerja di toko roti? Tenang saja, kau hanya bertuga menjadi kasir disana” jelas Johan.


“aku sangat siap untuk itu” jawabnya.


“aku sudah menelfon orangtua Nyoman, dan dia sangat menerimamu disana. bahkan ibu Nyoman sangat membutuhkan seorang kasir untuk sementara menjaga toko. Hanya sebagai kasir. Beliau berkata jika yang memasak roti adalah dirinya sendiri, jadi kau tidak perlu cemas” jawab Johan.


“aku sangat berhutang Ahmad kepadamu” ucap Adam menundukkan kepalanya.


“berhutang Budi! Ahmad saha ieu?” sahut tegas Johan.


“tidak apa apa, mari kita sama sama saling menyelamatkan orang yang tercinta kita. demi Odessa dan demi Naomi juga” jawab Johan.


Beberapa saat setelah itu, Johan mendengar sebuah ketukan pintu yang tidak dapat didengar oleh Adam. Johan berkali kali berteriak “masuk” namun seseorang yang mengetuk pintu tersebut tak kunjung masuk kedalam ruangan Johan.


“kenapa kau berteriak dan berkata masuk?” tanya Adam.


“apa kau tidak mendengarnya? Ada suara ketukan di pintu” jawab Johan.


“aku sama sekali tidak mendengar apapun” jawab Adam.


“tapi aku mendengarnya secara jelas” jawabnya.


“jangan menakutiku dasar bocah!” ucap Adam sedikit kesal.


“beneran, sumpah! Aku mendengarnya” jawab Johan.


“biar aku cek apakah ada orang yang mengetuk pintu” ucap Adam.


Adam beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah pintu kamar rumah sakit. saat Adam membukanya, Adam tidak melihat apapun disana. namun di mata Johan, ia begitu terkejut setengah mati jika ia melihat kehadiran Greisha yang berdiri di hadapan Adam.


“aku tidak melihat siapapun” jawab Adam.


“jangan bercanda!, didepanmu ada orang” teriak Johan.


“kau jangan menakut-nakuti aku!” ucap Adam menjulurkan tangannya.


Saat Adam menjulurkan tangannya, lengan kanan Adam menembus perut milik Greisha. Tangannya menembus seakan akan tidak ada apa apa di hadapannya.


“hah? tangannya menembus?” teriak Johan begitu terkejut.


“sudahlah, jangan melakukan sandiwara yang aneh. sebentar lagi aku harus membersihkan gudang rumah, jadi jangan menakut-nakutiku” ucap Adam menyaku kedua tangannya di saku celananya.


“lebih baik kau membersihkannya sekarang, aku pengen tidur” ucap Johan.


“apa aku harus memanggilkan perawat untukmu?” tanya Adam.


“tidak perlu. Kemarin malam aku tidak bisa tidur, kurasa aku hanya kurang tidur” jawabnya.


“okelah kalau begitu” jawab Adam.


Ia berjalan memasuki kamar hanya sebatas mengambil tasnya dan memakai sepatu miliknya. Setelah itu, ia pamit kepada Johan kalau ia akan kembali kerumahnya.


“yap, hati hati di jalan” jawab Johan.


Adam keluar dari kamar dan menutup pintu rumah sakit dari luar. Sementara itu, Greisha masih berdiri di depan pintu dan hanya melihati Adam yang keluar dari ruangan Johan.


“kamu boleh masuk sekarang” teriak Johan dari dalam.

__ADS_1


“aku masuk” jawab Greisha berjalan menembus pintu.


“heh? Kau bisa menembus pintu?” teriak Johan begitu terkejut.


“memangnya kenapa?” tanya balik Greisha sang dewi alam.


“kenapa tidak dari tadi kau melakukannya, kenapa harus ketuk pintu? Asal kau tau ya aku takut jarum suntik, jadi aku selalu waswas ketika perawat mengetuk pintu” tanya Johan.


“kamarmu adalah privasimu. Jadi aku takut jika aku sampai merusak ruangan privasimu” jawab Greisha.


“tapi aku lebih terkejut lagi jika kau bisa masuk kedalam duniaku. Aku kira kamu hanya bisa menghampiriku dari mimpi saja” jawab Johan.


“kalau difikir fikir lagi, baru pertama kali ini aku turun kebumi dan menemuimu seorang. Kamu adalah orang kedua dan menjadi alasan mengapa aku turun ke bumi.” jawab Greisha duduk di kursi yang sebelumnya dibuat duduk oleh Adam.


“hah? siapa yang pertama?” tanya Johan.


“kakekmu” jawab Greisha.


“lalu, apa urusanmu kemari?” tanya Johan.


“apa kamu tidak merasakan hal yang aneh?” tanya balik Greisha.


“hah? ada apa? Aku tidak merasakan apapun” jawabnya.


“semenjak kamu masuk kedalam rumah sakit, aku tidak pernah menemuimu di dalam dunia mimpi. Apa kamu tidak sadar?” tanya Greisha.


“ohh, iya juga ya. Aku sudah lama tidak bermimpi denganmu” jawab Johan.


“apa kamu tau alasannya?” tanya Greisha.


“aku tidak tau” jawabnya.


“jika kamu membuka perban di tangan kananmu, kamu akan tau alasannya” jawab Greisha.


“jangan terlalu memaksakan diri. Aku datang kepadamu bukan untuk membuka perbanmu, tapi untuk memberikan simbol baru kepadamu” jawab Greisha.


“hah? maksudnya? Apa simbol di tangan kananku hilang lagi?” tanya Johan sedikit terkejut.


“iya, simbol di tangan kananmu kembali menghilang” jawab Greisha.


“bagaimana bisa? Padahal aku sedang bukan di alam mimpi. Apa aku harus menggigit tangan kananku?” tanya Johan.


“jangan bodoh” jawab Greisha.


“lalu? Bagaimana bisa?” tanya Johan.


“apakah kamu sudah mendengar kalau kakek dan nenekmu sebelumnya adalah seorang roh sungai?” tanya Greisha.


“aku mengetahui itu dari Adam” jawab Johan.


“jadi, kamu pasti tau kenapa kamu memiliki simbol itu di tanganmu” ucap Greisha.


“aku masih tidak tau” jawab Johan.


“siapapun yang bisa masuk kedalam dunia willsh, itu adalah manusia setengah roh. Dan untuk saat ini, kamu adalah manusia seratus persen dan bukan roh” jawab Greisha.


“jadi maksudnya, aku sebelumnya adalah manusia setengah roh?” tanya Johan begitu terkejut.


“seperti yang kamu ketahui sendiri, kakekmu pernah menyelamatkan nenekmu saat nenekmu sudah meninggal. namun saat kakekmu gagal dalam ujiannya, simbol tersebut jatuh kepada keturunannya. Simbol itu turun ke tanganmu untuk menyelamatkan siapapun yang kamu ingin selamatkan di dunia willsh” jawab Greisha.


“jadi, aku adalah manusia setengah roh. Katakan padaku, jika aku roh, alam apa yang harus kujaga?” tanya Johan.


“kamu menjaga sungai yang dijaga oleh kakekmu itu. dikarenakan kakekmu sudah meninggal, maka tanggungjawab tersebut telah dilemparkan penuh kepadamu” jawab Greisha.

__ADS_1


“lalu, jika aku bukan seorang roh lagi, siapa yang menjaga sungai itu?” tanya Johan.


“tidak ada yang menjaganya” jawab Greisha.


“kenapa simbolku bisa menghilang? Bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau selama kamu masih hidup, simbol di tanganku tetap akan ada?” tanya Johan.


“sama seperti kasusmu yang dahulu. Namun kau yang sekarang sudah harus lebih berhati hati dalam mengenali lingkungan disekitarmu” tegas Greisha.


“iya iya, aku tidak akan menggigit tanganku sendiri” jawab Johan.


“kalau begitu, aku akan menghilang ketika simbol itu sudah ada di telapak tanganmu lagi. dengan begitu, kita masih dapat berkomunikasi seperti semula melalui mimpi”


“baik, teirmakasih” jawab Johan.


Kedatangan Greisha yang begitu singkat mengisyaratkan kalau hanya sekedar memberi simbol ditangan Johan yang sebelumnya menghilang. Selepas simbol yang dimaksud telah tertanam kembali di tangan Johan, Greisha kembali keluar ruangan dan meninggalkan Johan seorang diri didalam kamar.


Karena masih penasaran dan ingin bertemu dengan Greisha kembali, maka Johan memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di kasur dan menonton anime yang sampai sekarang masih belum ia tamatkan. Sembari menonton, ia menunggu sampai ia mendapatkan jatah obat hari ini. setidaknya, ia akan lebih mudah tertidur menggunakan obat yang membuat kantuk.


Tidak lama setelah itu, seorang perawat memberikan sarapan pagi dan memberikan jatah obat diruangan Johan. Secepatnya Johan makan dan meminum obat yang telah perawat tersebut berikan kepadanya. Ia pun kembali merebahkan tubuhnya untuk menunggu kantuknya.


Cuaca diluar sangat tidak menentu, saat Johan menunggu tertidur, awan mendung menyelimuti seisi kota. tidak lama setelah itu, hujan deras melanda kota tersebut dengan sangat amat deras. Bahkan televisi yang Johan tonton bahkan tidak terdengar sebab suara berisiknya hujan. Johan mematikan televisi tersebut dan menunggu suara rintik hujan membawa melodi yang dapat membuatnya tertidur.


Dan alhasil, ia pun tertidur ditengah tengah melodi alam yang menenangkan. Sama seperti yang ia harapkan, ia bertemu dengan Greisha di tempat sebelumnya. Ia terbangun di bawah pohon di tengah padang rumput, dengan terik matahari yang cerah namun tak begitu panas. Ia berlari kearah Greisha yang tengah berdiri tak jauh dari hadapannya.


“selamat siang! eh apakah sekarang siang? aku tidak tau di dunia asalku sekarnag masih siang atau sudah malam” ucap Johan seraya berjalan menghampiri Greisha.


“sekarang masih pagi. Kau teriduran karena hujan yang kuturunkan” jawab Greisha.


“eh iya bener juga. aku baru ingat hehe” ucap Johan.


“kau benar benar datang kemari lagi. sudah sekian lama” ucap Greisha.


“iya kau benar. Aku sampai maksa tidur padahal aku tidak mengantuk. Leherku pegel kelamaan rebahan” ucap Johan.


“kalau kau memang hanya ingin berkomunikasi denganku, kau bisa melakukan cara lain yang lebih praktis. Namun juga tidak butuh waktu lama seperti kau tidur” ucap Greisha.


“hah? bagaimana caranya?” tanya Johan.


“kau cukup melakukan meditasi seperti umumnya namun dengan posisi tangan tertentu. Seperti ini” ucap Greisha memperagakan tangannya.


“biar kucoba” ucap Johan.


Johan melakukan gerakan sama seperti Greisha, dimana dia membuat kedua tangannya seperti bentuk love. Kedua ibu jari bersentuhan sementara keempat kuku yaitu kuku jari telunjuk kanan dan kiri, kuku jari tengah kanan dan kiri, kuku jari manis kanan dan kiri serta kuku jari kelingking kanan bersentuhan dengan kiri.


Setelah kedua tangannya membentuk love, ia memutar tangannya sehingga membentuk love terbalik dengan posisi ibu jari berada diatas sementara keempat jari dengan kuku yang saling bersentuhan berada dibawah. Setelah itu, Johan duduk bersila dan kemudian merilekskan tubuhnya.


“ingat, syarat terpentingnya ialah kau harus memikirkan namaku dan rupaku. Kau juga harus mengetahui untuk apa kau membayangkanku dan untuk apa kau menghubungiku. Setelah kau memejamkan matamu, nantinya kau akan mendengar suaraku dari dalam otak atau batinmu. Dengan begitu, kita akan saling berkomunikasi sama seperti kita melakukan telfon” ucapnya.


“baik, aku akan mencobanya sekarang” ucap Johan.


“jelas tidak bisa lah! kau masih ada di dunia mimpi” tegas Greisha.


“aku masih penasaran, jadi akan kucoba di duniaku sendiri” ucap Johan dengan seketika menggigit tangannya sendiri.


Setelah ia terbangun dari tidurnya, ia mendapati bahwasanya jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Ia begitu terkejut saat melihat jam dinding karena ia merasa kalau ia hanya tertidur beberapa menit saja.


“yaahh namanya aja mimpi siapa tau perbandingan waktunya. Kadang mimpinya cepet tapi bangun dah magrib, kadang mimpinya lama tapi masih malem” ucapnya mengeluh.


Seketika ia teringat akan apa yang akan ia lakukan sebelumnya. Ia pun segera mempraktekannya di atas ranjang. Ia mulai duduk bersila, membentuk lambang love terbalik di tangannya dan meletakannnya di kedua paha, kedua lengannya bertumpu di kedua pahanya dan kemudian ia mulai memejamkan mata.


Ia menghirup nafas begitu dalam dan menghembuskannya. Berulangkali seperti itu hingga ia fokus akan tujuannya. Ia memikirkan Greisha dan menyebut namanya dalam batin. Ia ingin menghubungi Greisha karena ia ingin berkonsultasi kepada Greisha. Dengan ekspresi yang datar, ia sangat berusaha menenangkan diri.


Hingga sampai pada akhirnya

__ADS_1


__ADS_2