
Johan membuka matanya, berdiri dari tempat duduknya dan kemudian mencabut alis kanan miliknya itu. saat ia meletakkannya ke simbolnya dan menggenggamnya, benar saja jika sangat amat banyak roh yang sedang mengintipnya.
“bagaimana Johan? Apa kau sudah menghubungi riana? Bagaimana kasusnya? Riana tidak mau keluar” ucap Adam.
Saat Johan melihat wajah Adam yang begitu ketakutan, ia melihat pula tubuh Riana dibaliknya dengan menangis tersedu sedu. Air matanya bergelinang sembari menggenggam kertas sobekan dari buku kuno milik kakek Johan.
“dia tidak menghilang, dia hanya tidak ingin menampakkan wujudnya kepadamu” jawab Johan.
Mendengar ucapan itu, spontan riana melihat ke arah Johan. Nyatanya Johan juga menatap ke arah kedua mata riana saat itu. seketika riana mengusap air matanya dan kemudian berjalan kearahnya.
“apa kau bisa melihatku?” tanya riana.
Jawaban Johan hanya mengangguk dan tersenyum kepada riana.
“hah? kenapa dia melakukannya?” tanya Adam.
“aku tidak tau” jawab Johan.
Seketika Johan berteriak kearah danau dengan sekencang kencangnya dan berkata “jika kau tidak keluar, Adam akan khawatir kepadamu. Keluarlah dan bicarakan semuanya kepada Adam agar dia tidak khawatir kepadamu”
Mendengar hal itu, riana pun menampakkan wujud aslinya. Dikarenakan Johan hanya mencabut alis mata kanannya, maka Johan hanya bisa melihat roh di mata kanannya. sementara jika mata kanannya saja yang tertutup, maka semua roh akan menghilang karena Johan tidak dapat melihat roh dengan mata kiri. Namun saat riana menampakkan wujudnya, Johan melihat bahwasanya tubuh riana yang sebelumnya sedikit transparan sekarang mulai pekat dan Johan dapat melihat riana menggunakan mata kirinya.
“sekarang, balik badanmu dan lihat siapa dibalikmu” ucap Johan.
“hah? memangnya siap-“ ucap Adam tersahut henti.
Seketika tubuh Adam dipeluk kencang oleh riana hingga tubuh Johan terdorong kebelakang. Dengan begitu emosionalnya yang meledak, Adam memeluk erat tubuh riana dengan tangan bergetar. Ia berfirasat buruk akan apa yang terjadi dengan riana karena riana tak kunjung muncul disaat ia berkali kali memanggilnya.
“kenapa kau tidak segera keluar saat kupanggil?” tanya Adam.
“yaahh,.. itumaahh,… hehehe” ucap riana menggaruk kepalanya sendiri.
Spontan Johan membalikkan badannya dan kemudian melemparkan batu ke arah salah satu pohon yang berada di belakangnya. Adam dan riana pun kebingungan akan apa yang dilakukan oleh Johan.
Johan pu berteriak agak kencang dan berkata “aku tau kau daritadi mengintip, wahai roh pohon berambut pirang. Kau yang dahulu bersama dengan Odessa dan bersandiwara seolah olah kau adalah suaminya. Keluarlah atau akan kukirimkan kau ke Kruger!”
Seketika roh pohon lelaki berambut pirang itupun berjalan sembari memegang pergelangan tangan kanannya dan memasang raut wajah ketakutan. Roh tersebut berjalan kearah Johan dan Adam serta riana dengan tatapan yang ketakutan.
“ma-maaf, aku tidak bermaksud mengintip. Walau aku mengintip, kau masih tetap bisa melihatku, bagaimana bisa” tanya roh rambut pirang tersebut.
“katakan yang sebenarnya, hubunganmu dengan Odessa itu seperti apa?” tanya Johan.
“tidak, aku tidak sengaja bertemu dengannya dan dia meminta tolong kepadaku agar dia berpura pura menjadi istriku. Kukira aku jatuh cinta kepadanya secara langsung tapi aku hanyalah roh. Aku tidak tau apakah perasaanku kepadanya benar benar rasa cinta atau tidak. Jadi yaah, aku minta maaf kalau dia memang sudah punya pacar, apalagi pacarnya manusia asli yang mengenal Kruger” jawab lelaki tersebut.
“kuperingatkan kepadamu jangan dekat dekat dengan Odessa lagi! dan juga jangan suka mengintip seseorang. Walau bukan aku, tapi siapapun juga akan merinding jika ditatap oleh roh terlalu lama” tegas Johan.
“ma-maaf”
“sekarang beristirahatlah kedalam pohonmu dan jangan suka mengganggu hubungan orang lagi” tegas Johan.
“baik”
Roh tersebut pun pada akhirnya menghilang walau Johan masih bisa melihat tubuhnya perlahan transparan. Roh tersebut berjalan ke arah yang berlawanan dari pohon yang sebelumnya ia pergunakan untuk mengintip.
__ADS_1
“hey kau mau kemana!? Kembali ke pohonmu!” teriak tegas Johan.
“aku cuma mau pipis. Yaampun pipis aja gaboleh. Masa iya aku pipis didepan manusia yang bisa melihatku” ucap lelaki itu.
“ya-yaahhh makanya jangan minum!, kau roh tidak butuh minum. Kalau minum kau kebelet pipis kan!” tegas Johan.
“terserahku lah, mau minum mau makan itu terserahku” ucap lelaki itu.
“loh ngelunjak kau! Ku tebang pohon kau biar tau rasa kau! Kukirimkan kau ke Kruger biar dihukum kau!” teriak Johan.
“i-iya bang iya bang, aku abis pipis langsung balik bang” ucap lelaki itu.
“yaudah” jawab Johan membalikkan tubuhnya kembali kearah Adam dan riana.
“kau bisa melihat roh? Kok bisa?” tanya Adam.
“yaahh aku baru tau sekarang sih. Baru diberitahu ama Greisha pas aku semedi. Alisku kucabut dan kutaruh di telapak tangan kiriku. Selama aku masih pegang alisku, aku masih bisa melihat roh. Jadi aku bisa memanfaatkan ini untuk mencari informasi mengenai Odessa melalui para roh yang pernah dekat dan berkomunikasi dengan Odessa” jawab Johan.
“yaelah kok Greisha baru ngasih tau sekarang sih?” tanya Adam.
“aku juga baru tau kalo ada cara itu. sebenernya aku udah baca dari buku itu mengenai manusia yang bisa melihat roh, tapi aku baru tau kalau hanya beberapa orang yang punya simbol saja yang bisa melihat roh. Aku juga baru baca yang mengenai semedi untuk memanggil Greisha, dan yang bisa hanyalah orang yang punya simbol saja” jawab riana.
“kapan kau baca?” tanya Adam.
“sudah lama sih, tapi kalian pasti sudah mendengar tentangku yang tak sengaja dilihat oleh orang desa” ucap riana.
“iya iya, itu kenapa? Kenapa kau ceroboh karena menampakkan dirimu kepada mereka? bagaimana kalau nasibmu sama seperti nenek?” tanya Johan.
“apa karena itu kau menangis barusan?” tanya Johan.
“hah? kau menangis? Kenapa?” tanya Adam.
“ini mengenai kisah sedih dewa dewi yang terpaksa terpisah karena tugas” jawab riana.
“biar kutebak, apa itu Greisha dan Kruger?” tanya Johan.
“hah? siapa?” tanya Adam.
“bener banget. kok tau?” tanya riana.
“yaah cuma nebak” jawab Johan.
“kalo nebak gamungkin bisa tau nama Kruger. Kau tau itu darimana?” tanya riana.
“aku abis mimpi” jawab Johan.
“mimpi apa?” tanya riana.
“kalo aku ceritakan sekarang, kasian penulis yang ngetik novel ini. pasti capek habis sekolah langsung ngetik mimpiku dua kali. Biar di skip aja ceritanya. Pura pura langsung ngerti aja” ucap Johan.
Dikarenakan Johan kasihan dengan penulis novel ini karena capek abis pulang sekolah, masa iya harus ngetik isi mimpi Johan lagi. kan capek :(
Kuranglebih sekitar 5 menit Johan menceritakan seisi mimpinya mengenai ia bertarung dengan Kruger dan mimpinya yang tidak bisa dikendalikan, riana mulai paham mengenai jalan ceritanya walau tak semua riana pahami.
__ADS_1
“jadi begitu. Sekarang kau tau kan kalau Kruger adalah seorang dewa yang bertugas untuk menyiksa para roh ketika seorang roh tidak patuh akan tugasnya. Semua roh sebelum dilahirkan diberikan persetujuan jika seorang roh tidak berhasil melakukan tugasnya, mereka akan dihukum. Mereka akan dihukum di bulan Ruwah. Ruwah disini setelah kuhitung dengan perbandingan kalender romawi berada di bulan Oktober dan sekarang tanggal 20 agustus. Tinggal beberapa hari saja sebelum 1 Oktober atau Ruwah. dan juga tinggal sedikit pula waktumu untuk menyelamatkan Odessa”
“aku tau itu, tapi aku baru tau kalau bulan yang dimaksud Ruwah adalah bulan Oktober. Aku harus cepat menyelamatkan Odessa di Willsh. Apa kau memiliki informasi lain yang diperlukan?” tanya Johan.
“aku masih membaca setengahnya dan perlu satu harian sampai aku membaca seluruh bukunya. Aku hanya menyelesaikan mengeni bab Memasuki dunia Willsh dan bab Penyelamatan roh di Willsh. Aku masih belum mengenal jauh mengenai Kruger dan Greisha. Jadi aku perlu buku itu kembali agar aku bisa membacanya” jawab Riana.
“kalau begitu, apa kau bisa menyelesaikannya besok? Besok kau harus sudah menyelesaikannya. Karena targetku adalah, lusa aku harus bisa masuk kedunia willsh” jawab Johan.
“bisa, kuranglebih tinggal 40 halaman dari 90 halaman yang telah kubaca. Setelah semuanya telah terbaca, aku akan meringkasnya dan kemudian menceritakan semuanya kepadamu tentang itu” jawab riana.
“kalau begitu, kau mulai membacanya esok hari. Sekarang aku dan Johan akan beristirahat. Dan juga cuacanya mendung. Kita gamau kehujanan disini” ucap Adam.
“eh btw aku abis baca, ternyata kau bisa menghentikan hujan. Caranya adalah-“ ucap Riana terhenti.
“maaf, aku udah dikasih tau sama Greisha sendiri. aku juga udah praktek, jadi terimakasih informasinya” sahut Johan.
“haahhhh‼?? Kalau begitu, aku juga udah tau caranya agar kau bisa berkomunikasi dengan Greisha dengan semedi” ucap riana.
“barusan aku praktek” jawab Johan.
“kalau begitu, aku tau gimana caranya agar insingmu dan indra penglihatanmu menguat” ucap riana.
“itu satu paket dengan semedi” jawab Johan.
“jadi aku baca 50 halamaan itu sia sia aja?” tanya riana.
“tidak sia sia, aku masih belum tau didalam Willsh itu ada apa dan bagaimana caranya untuk menyelamatkan seorang roh disana. aku menantikan jawabanmu lusa” jawab Johan.
“baiklah kalau begitu. Aku akan menghilang. Oh iya, jangan lupa jangan terlalu lama menggenggam alismu di telapak tangan kirimu, nanti kau akan cepat lelah” ucap riana.
“ohh iya, aku lupa. Makanya kok dari tadi tubuhku capek padahal ngga ngapa ngapain. Yaudah kita berdua balik dulu ya” ucap Johan bersamaan dengan membuang alisnya.
“iya” jawab riana.
Disaat Johan membuang alisnya, seketika Johan tidak dapat melihat roh disekelilingnya lagi. lingkungan disekitarnya juga sedikit lebih tenang sebab insting Johan tidak terbuka seperti sebelumnya. Johan tidak mendengar suara gelombang air kecil dari danau yang disebabkan oleh daun yang jatuh dan Johan juga tidak salah fokus mengenai semut yang berada di pohon.
Mereka pun berjalan sambil mengobrol mengenai kejadian tadi, dimana insting dan indra Johan mulai menguat dan perlahan melemah kembali.
“yaahh setidaknya kalau instingku melemah, dunia seakan akan lebih enteng” ucap Johan.
“bagaimana rasanya instingmu menguat?” tanya Adam.
“kedengarannya sih keren, tapi sebenarnya bikin lelah. Apalagi indra yang menguat, itu membuatku seakan akan berada di keramaian walau aku ditengah padang rumput yang sepi. Aku selalu salah fokus tentang hal kecil yang bergerak, seperti dedaunan yang jatuh, tetesan embun dari dedaunan yang jatuh ke tanah dan lain lain. hal itu membuatku aneh” jawab Johan.
“bukannya semakin instingmu kuat kau juga semakin merasakan kehadiran roh?” tanya Adam.
“aku bisa melihat roh walaupun mataku tertutup. Bukan melihat sih, lebih ke arah merasakan dengan begitu detail”
“apa kemampuanmu itu didapatkan ketika kau semedi?”
“iya, saat bertapa, walaupun aku tidak memanggil Greisha, namun saat aku membentuk lambang love terbalik menggunakan tanganku, aku seketika merasakan semua kehadiran roh yang luarbiasa banyak, berbeda seperti aku ketika semedi di dalam kamar”
Lalu tibalah mereka di aula desa, tempat pertama mereka datang kemari. Mereka memasuki aula dan mengetuk pintu ruangan meja bundar. Beberapa ketukan mereka tidak direspon sama sekali, maka mereka memutuskan untuk memasukinya.
__ADS_1