
“hah? aku manusia kok” jawab Johan.
“apa menurutmu kakekmu tidak mempertimbangkan lebih jauh ketika kau memiliki simbol itu? apakah manusia bisa melihat roh? Apakah manusia biasa bisa menghubungi roh yang sudah mati? Apakah manusia bisa menghentikan hujan? Apakah itu masuk akal? Tidak bukan?” sahut tegas dari sang ketua.
“itulah sebabnya kau bisa berkomunikasi dengan Greisha. Namun kau belum sama sekali berkomunikasi dengan Kruger. Cobalah untuk berkomunikasi dengannya di dunia willsh kelak. Karena Kruger yang menjaga dunia itu” ucap sang sekretaris.
“aku manusia setengah roh? Yang bener aja?” teriak Johan.
“yaelah sok sokan kaget aja, padahal mah kemampuanmu udah dari dulu. Seharusnya kau terkejut saat pertamakali bisa bermimpi dengan Greisha” ucap sang sekretaris.
“kalau begitu, kau harus latihan sekarang juga agar kau bisa mengendalikan emosi negatif dan positifmu. Kau juga harus mempererat hubungan dengan Odessa” jawab Adam.
“lintinglah tembakau dan cengkeh, ambillah kulit kayu milik sisa tebangan pohon milik Odessa dan campurkan. Hisaplah sekali dan letakkan di sebelahmu ketika kau bersemedi. Kau akan lebih mudah berkomunikasi dengannya tanpa perlu menghabiskan begitu banyak tenaga karena terlalu konsentrasi” jawab sang wakil ketua.
“hah gimana caranya?” tanya Johan.
“kemarilah, sudah waktunya untukmu berlatih bersama kita berempat” jawab sang bendahara.
“aku akan ikut, riana, kau bersamalah mereka semua tetap disini” jawab Adam.
“baiklah” jawab riana.
“jangan terlalu memaksakan diri, Johan” ucap Jehian.
“atau kalau tidak kau mati” jawab Nyoman.
“huuss gaboleh ngomong gitu” sahut Naomi.
“hati hati, Johan” ucap Lia.
Johan hanya merespon menganggukkan kepalanya dan kemudian berjalan keluar, selepas mereka semua keluar dari ruangan, yang tersisa hanyalah riana dan semua teman teman Johan.
“apa kau yakin Johan bisa menyelamatkan Odessa?” tanya Farel kepada riana.
“aku tidak tau. Yang penting adalah hubungan antar dua orang yang erat. Aku berharap Johan kembali dalam sosok manusia utuh, tanpa adanya simbol kembali” jawab riana.
“kenapa?” tanya Lia.
“bahkan di dalam kitab ini, kakek Johan pun merasa bersalah karena telah menurunkan simbol itu kepada Johan. Namun kakek Johan tidak pernah menyesal sebab kakek Johan merasa kalau Johan lebih baik dari beliau. Kakek telah memberikan beban yang berat kepada Johan hingga membuat Johan berurusan dengan Greisha, dengan Kruger, dengan dunia willsh dan hingga mencintai seorang roh” jawab riana.
“jadi kakek Johan ingin Johan kembali menjadi manusia biasa?” tanya Farel.
“tidak bisa dipungkiri jika menjadi seorang manusia setengah manusia memang membebani hidup. Kita harus berurusan dengan apa yang seharusnya diluar tangan kita. bahkan kita harus memikirkan hal yang diluar nalar manusia. Kakek ingin Johan kembali menjadi manusia umum sama seperti kalian, tanpa memikirkan roh, tanpa mencintai roh, dan tanpa berurusan dengan roh” jawab riana.
“memang benar. Kalau dilihat lihat berapa kali Johan mempertaruhkan nyawanya hanya demi roh” ucap Lia.
“maka dari itu, aku sebagai roh bukannya ingin berpisah dengan Johan, namun kita sebagai roh juga berfikir kalau menjadi manusia setengah roh lebih ribet dan lebih membebani lebih dari tugas roh itu sendiri. sebagai manusia setengah roh, tidak memiliki tugas inti, memiliki kebebasan dalam melakukan apapun namun memiliki tanggungan yang besar. Itulah mengapa aku sangat menyayangkan seorang Johan menjadi manusia setengah roh” jawab riana.
“mau bagaimanapun juga ini telah dialami oleh Johan, dan Johan juga telah mencintai roh bernama Odessa. Dia akan melakukan segala cara demi bisa menyelamatkan Odessa. Aku berharap semoga Johan dan Odessa menjadi manusia utuh, tanpa berhubungan dengan simbol aneh dan roh lagi” jawab Nyoman.
“hal itu berkesinambungan dengan apa yang dilakukan oleh kakek. Namun dahulu kakek juga memiliki konflik batin di dalam dirinya sendiri. otaknya berdebat dengan hatinya. Kakek merasa bingung”
“hah? bingung apa?” tanya Lia.
“kakek bingung untuk memilih menjadi manusia atau menjadi roh” jawab riana.
“mengapa kakek ingin menjadi roh?” tanya Lia.
“karena dengan itu kakek bisa bersama dengan nenek selamanya, abadi, tanpa meninggal, selama daerah teritori penjagaannya masih sehat dan masih lestari, mereka akan abadi. Namun naas, daerah teritori nenek masih bersih namun jiwanya yang direnggut. Hal itu tidak dapat dikembalikan lagi” jawab riana.
“ibaratnya Odessa yang dibunuh tapi pohonnya masih utuh, maka Odessa tidak akan bisa dikembalikan lagi. apa seperti itu?” tanya Naomi.
__ADS_1
“benar sekali” jawab riana.
“semoga rencana Johan untuk menyelamatkan Odessa berjalan lancar” ucap Farel.
“sepertinya Johan akan berada didalam dunia willsh akan sedikit lebih lama, lebih dari tiga hari” ucap riana.
“hah? kenapa?” tanya Lia sedikit terkejut.
“Johan pastinya memiliki konflik batin yang sama seperti kakeknya. Antara memilih menjadi roh atau manusia. Dan juga Johan adalah keturunan dari kakeknya yang pernah berusaha untuk menyatukan dua dewa dewi yang saling mencintai, antara Greisha dan Kruger. Pastinya tidak hanya willsh yang didatangi oleh Johan, melainkan dunia dengan dimensi yang sangat jauh yaitu dimensi dewa dewi yang melibatkan manusia yang berusaha menyatukan dua dewa dewi yang saling konflik. Itulah kenapa aku sangat yakin kalau Johan mampu menyelamatkan Odessa, namun aku tidak yakin bisa menyelamatkan dirinya sendiri” jawab riana.
“setidaknya Johan berangkat bersama dengan empat tetua desa yang memang bawahan dari Kruger sendiri” jawab Callysta.
“semoga Johan bisa melalui semua ini” jawab riana.
Disisi lain, para tetua desa bersama dengan Johan dan Adam pun sampai di depan sisa penebangan pohon milik Odessa. Johan disana mengeluarkan belatinya, mengelupas kulit pohonnya dan kemudian melintingnya bersama dengan cengkeh dan tembakau yang telah disiapkan.
“apa sebelumnya kau pernah merokok?” tanya sang wakil.
“pernah tapi berhenti” jawab Johan.
“jadi kau tidak akan batuk untuk menghisap ini?” tanya wakil.
“semoga tidak, tergantung jenis tembakau yang dipilih” jawab Johan.
“aku telah memilihkan jenis tembakau yang sedikit lebih ringan dan mudah untuk dihisap. Sekarang bakar lintinganmu” ucap sang wakil.
Johan pun membakar rokoknya, menghisapnya dan kemudian menghembuskan asap tersebut keluar. Seketika isi fikiran Johan dipenuhi oleh kenangan Odessa, sebelum dibangunnya rusun, sebelum Odessa bertemu dengan Johan, sebelum hutan terbakar, bahkan pada saat Odessa bertemu dengan kakeknya.
“siapa kau?” tanya Odessa.
“aku adalah pemimpin desa ini, jangan begitu was was seperti itu, aku adalah pecinta alam” jawab sang kakek.
“kenapa kau bisa melihatku sedangkan aku tidak mengijinkanmu melihatku” ucap Odessa menyiapkan kuda kuda dikedua kakinya.
“hah!? a-anda adalah!?” ucap Odessa begitu terkejut.
“iya, aku adalah manusia setengah roh. Pohonmu unik, pohon hornbeam dari ukraina namun berbunga sakura dari jepang” jawab sang kakek.
“te-terimakasih” jawab Odessa.
“apa kau sudah diberi nama oleh seseorang?” tanya sang kakek.
“belum” jawab Odessa.
“untuk sementara, aku akan memberimu nama Odessa Ai, Odessa adalah nama dari kota terpadat keempat di negara ukraina tempat pohonmu tumbuh, dan Ai berasal dari kata cinta dari bahasa Jepang” jawab sang kakek.
“Odessa Ai, nama yang bagus” jawab Odessa.
“kalau begitu, jagalah pohonmu. Aku melihatmu tidak begitu akrab dengan beberapa roh pohon yang menjaga pepohonan disini. entah karena jarakmu yang sedikit lebih jauh dari mereka. tapi kau juga harus memiliki teman” ucap sang kakek.
“aku baru saja berinteraksi dengan manusia untuk yang pertama kalinya denganmu. Aku telah salah fikir mengenai semua manusia yang ingin pohonku ditebang” ucap Odessa.
“tenang saja, akan banyak manusia yang mencintai pohonmu. Aku ingin mengenalkanmu dengan cucuku, dia baru saja kehilangan sosok ibu kandungnya, dan dia merasa depresi. Aku bisa merasakannya dari sini” ucap sang kakek.
“benarkah? Kasihan sekali. kalau boleh tau namanya siapa?” tanya Odessa.
“namanya adalah Mahesa Johan” jawab sang kakek.
Spontan Johan menggelengkan kepalanya dan kemudian mendelangah kepalanya ke arah depan. namun semua ingatan dari Odessa perlahan mulai memasuki isi fikiran Johan kembali. Johan melihat bahwa pohon Odessa diserang oleh sekelompok orang.
“hey perempuan kecil, kenapa kau malam malam ada disini? desamu sedikit jauh dari sini, apa kau tidak kedinginan?” tanya seorang lelaki pembawa gergaji mesin disana.
__ADS_1
“apa yang kau akan lakukan!?” teriak Odessa.
“pohon dibalikmu itu memiliki khasiat yang super untuk pengobatan. Saat ini pihak dari berbagai perusahaan farmasi membutuhkan kayu dari pohonmu yang langka. Jika kita bisa menjualnya, kita akan jadi miliarder dalam sesaat” jawab lelaki tersebut diikuti tawa ketiga lelaki disampingnya.
“ini adalah pohonku dan aku yang merawatnya, kalian tidak boleh menyentuhnya” tegas Odessa.
“dasar perempuan aneh. kau dicari orangtuamu dirumah. Kau terlihat kedinginan, apa kau butuh kehangatan sayang?” tanya salah satu lelaki pembawa senter disana.
“dasar mesum, pergilah dari sini” teriak Odessa.
Spontan sang kakek muncul dari balik mereka semua bersama dengan nenek. Mereka berdua memukul keempat lelaki tersebut menggunakan kayu di belakang leher mereka dan membuat mereka berempat pingsan ditempat.
“apa kau tidak apa apa, Odessa?” tanya sang kakek.
“kakek? Terimakasih banyak” jawab Odessa berlari memeluk sang kakek.
“dia siapa?” tanya sang nenek.
“dia roh yang menjaga pohon langka ini. aku sudah berjanji untuk menjaga pohon ini. mau bagaimanapun juga, dia masih kecil dan pohonnya masih muda” jawab sang kakek.
“kalau begitu, ayo kita belajar masak. Nenekmu ini roh yang sangat pintar memasak” ucap sang nenek kepada Odessa.
“baik nek” jawab Odessa.
Hal yang sama terulang kembali, setelah Johan menggelengkan kepalanya, ingatan dari Odessa muncul kembali kedalam otak Johan. Bertubi tubi ingatan Odessa memasuki otak Johan.
“kakek, dimana nenek?” tanya Odessa bertanya kepada sang kakek yang tengah menangis dan bersandar di kayu pohon Odessa.
“nenekmu dibunuh oleh penduduk desa. Walaupun kakekmu ini sudah menjadi roh karena menyelamatkan nenekmu di dunia willsh, tapi kalau jiwa nenekmu yang direnggut, kakek tidak berdaya. Kakek tidak bisa menyelamatkan nenekmu lagi” jawab sang kakek meletakkan kepalanya ke kedua lututnya yang ditekuk.
Namun Odessa melihat dari kejauhan, beberapa orang berseragam serba putih berlarian menyiram rumah warga dan pepohonan menggunakan bensin. Kemudian mereka melemparkan korek api dan seketika puluhan bahkan ratusan pohon dan rumah warga terbakar habis. Banyak korban bergelimpangan begitupula dengan banyaknya roh yang ikut terbakar didalam pohon.
“kakek ada yang membakar pohon dan rumah warga!” teriak Odessa.
“iya kakek tau” ucap sang kakek.
“kakek kan pemimpin desa, kenapa kakek diam saja. tangkap mereka semua kek!” teriak Odessa.
“kau bisa diam atau tidak!” teriak sang kakek seraya menampar pipi kiri Odessa.
Seketika Odessa terdiam di sebelah kakek. Sang kakek melihat dengan tatapan yang penuh haru seraya berkata “kakekmu yang menyuruh mereka membakar seisi desa, tapi kakek tidak ingin membakarmu. Setelah ini, kakekmu ini akan beristirahat. Anggaplah manusia yang melindungi alam sebagai orang yang melindungimu. Karena kau adalah roh yang baik hati, Odessa” ucap sang kakek.
“kakek!? Kakek mau kemana!?” tanya Odessa.
“kakek mau pulang, kakek mau istirahat, titipkan salam kakek kepada cucu kakek” ucap sang kakek berjalan kearah rumahnya yang terbakar habis.
“kakek! Rumah kakek kebakaran! Jangan masuk kek!” teriak Odessa.
“cintai Ai maka Odessa akan mencintaimu” jawab sang kakek seraya berjalan memasuki rumah yang terbakar hebat.
“kakek!” teriak Odessa berteriak histeris memanggil sang kakek.
“riana, bantu kakek! Panggil ibu untuk menurunkan hujan!” teriak Odessa kearah danau dibawahnya.
“kau kira aku manusia setengah roh sampai bisa memanggil Greisha? Sudahlah, biarakan manusia yang penuh emosi negatif itu berulah. Itu adalah ulah manusia sendiri. apa yang ditanam maka itu yang dituai” jawab riana.
Odessa hanya bisa menangis, melihat kakek berada di dalam rumah kayunya yang terbakar hebat. Perlahan api mulai mendekati dan membakar beberapa pohon disekelilingnya. Roh yang ada disekelilingnya berteriak kesakitan, kepanasan terbakar hidup hidup. Odessa melihat pemandangan yang sangat mengerikan.
“a-apa yang!? apa yang terjadi?” tanya Odessa
Odessa hanya bisa terdiam, melotot tak berkedip, menangis tak bersuara, meteskan air mata membasahi tanah dibawahnya. Hingga sampai petugas pemadam kebakaran tiba, menyelamatkan tubuh kakek yang telah gosong terpanggang di dalam rumah, dan beberapa pihak kepolisian yang membantu memakamkan tubuh kakek di makam sebelah desa.
__ADS_1
Ingatan Odessa yang terakhir membuat Johan meneteskan airmatanya tanpa kesadarannya. Tubuh Johan digoyahkan beberapa kali namun tak ada reaksi sama sekali. air mata Johan keluar dari kelopak mata yang masih tertutup.