Ai, Love Me! Season 2 ; Willsh World

Ai, Love Me! Season 2 ; Willsh World
Chapter 6 ; Greisha dan Kruger


__ADS_3

“baru jam segini udah pada pulang” ucap papah.


“mungkin mereka cape” jawab Johan.


“nak Callysta, udah masuk kamar, besok sekolah” tegas sang ibunda.


“tapi kan aku besok mau-“ ucap Callysta terhenti.


Spontan Johan memegang tangan Callysta dan mencengkramnya erat erat seraya berbisik “jangan sampe mereka tau kalo aku mau ke desa kalo engga aku nggak bakal dibolehin kesana!” tegas Johan.


“mau kemana besok?” tanya ibunda kepada Callysta.


“e-enggakk besok ada acara jadi pulangnya agak maleman, hehe” jawab Callysta.


“yaudah, besok bawa bekal aja” jawab ibunda.


“i-iya mah hehe” jawab Callysta.


“sakit anjeng udah lepasin!” bisik Callysta.


“jangan ikut atau-“ ucap Johan terhenti.


“bodoamat, kak Lia sendiri yang ngajak aku. jadi kak Lia yang bakal bilang kalo dia yang kasih ijin, bweek!” jawab Callysta menjulurkan lidahnya.


“disana bahaya, tetaplah bersama mereka! aku gamau kamu kenapa-napa!” teriak Johan hingga terdengar oleh kedua orangtuanya.


“ada apa? Kalian mau kemana?” tanya papah.


“apa? Kenapa?” tanya sang ibunda.


“dahlah aku capek, mau istirahat. Apa kamarku masih tetap diatas?” tanya Johan.


“kamu sementara pake kamar adik kamu, biar kamarmu dipakai Callysta” jawab papah.


“diih ogah, kamarnya bau pandan” jawab Callysta.


“yeee sembarangan, kamarku wangi kopi kok” sahut tegas Johan.


“cuma sementara” ucap sang ibunda.


“gapapa, aku bisa naik keatas kok. Aku mau tidur duluan” ucap Johan.


“biar kubantu” jawab Callysta.


Maka Callysta pun mengangkat tubuh Johan, membantunya berjalan ke atas hingga kedalam kamar. Sudah sangat lama sekali Johan tidak merasakan kamarnya sendiri, kamar yang bersih, tetap dengan pajangan Action Figure nya dan aroma yang khas yaitu bau pengharum ruangan perasa kopi.


“aahhhh aku dah laam banget gak masuk kamarku sendiri” gumma Johan merebahkan tubuhnya ke kasurnya.


“kalo butuh apa apa telfon aku aja” jawab Callysta berjalan keluar kamar.


“eh tumbun baik banget” ucap Johan.


“berisik” jawab tegas Callysta sembari membanting pintu kamar Johan.


“ehh kasar bangett” jawab Johan.


Johan mengambil pakaiannya dari lemari dan mulai mengganti pakaiannya. Ia lupa untuk mencuci muka dan menggosok gigi sebelum tidur dan langsung merebahkan tubuhnya ke kasur.


Ia meletakkan ponselnya ke meja samping ranjangnya dan kemudian mulai menutup matanya. Ia tidak berfikir apa apa sebelum tidur, ia langsung saja memejamkan matanya. Kantuk mulai datang, ia pun tertidur lelap ke alam bawah sadarnya.


“takkan kubiarkan kau terus terusan merenggut anak anakku!” teriak Greisha kepada seorang lelaki berpakaian layaknya gamis berwarna hitam dengan topi mirip blangkon berwarna merah gelap dengan motif batik tanaman ditengahnya.

__ADS_1


“apa kau sudah lupa dengan perjanjian kita?” tanya lelaki dihadapan Greisha dengan tawa sinisnya.


“iya benar itu adalah perjanjian kita, tapi aku tidak akan menyerahkannya kepadamu yang satu ini. dia akan diselamatkan oleh seorang lelaki manusia di bumi” teriak Greisha.


Johan terbangun di semak semak disamping tebing yang tinggi. Ia terbangun karena mendengar suara perdebatan dua orang yang saling bertengkar.


Ia mengintip dari balik semak semak dan ternyata ia melihat Greisha bersama dengan seorang lelaki seumurannya. “spertinya mereka berdua sedang bertengkar. Lagipula tempat apa ini? langitnya abu abu gelap, seperti di pegunungan. Dan juga, sepertinya aku mengenal seseorang disamping Greisha. Siapa ya?” gumam Johan.


“HAH!? GAK MUNGKIN!? ODESSA!? APA BENAR DIA Odessa!?” tanya Johan begitu terkejutnya ketika melihat perempuan disamping Greisha.


“aku tidak akan memberikan Odessa kepadamu, lagipula dia akan diselamatkan!” teriak Greisha.


“oleh siapa!?” tanya teriak lelaki dihadapannya.


“OLEHKU!” teriak Johan keluar dari semak semak dan membuat terkejut kedua pihak. Nyatanya mereka tak menyangka bahwa Johan akan berada di tengah tengah dari mereka. Johan berjalan ke arah Greisha dan Odessa dengan kedua kakinya yang sehat wal’afiat.


“Johan? Kenapa kau bisa disini?” tanya Greisha begitu terkejut.


“ohh, jadi kau adalah Johan? Dan kau adalah manusia? Kenapa kau bisa masuk ke dimensi ini? apa kau adalah manusia setengah dewa?” tanya lelaki dihadapannya.


“aku? aku hanyalah manusia biasa yang mencintai anak dari Greisha. Perempuan itu bernama Odessa Ai, dan aku berjanji akan menyelamatkannya” teriak Johan.


“tempatmu bukan disini. kembalilah sekarang atau aku yang akan membunuhmu” tegas lelaki dihadapannya.


“aku tidak akan menyuplai roh kepadamu jika kau membunuh Johan, Kruger!” teriak Greisha menyebut nama lelaki dihadapannya.


“ohh, jadi namamu Kruger” ucap Johan.


“aku adalah kruger, penjaga willsh dan aku adalah penerima jiwa dari para roh yang telah mati selama 6 bulan di dunia. Aku adalah dewa penghukum roh yang lalai akan tugasnya” jawab kruger.


“kalau begitu, aku yang akan menentangmu. Aku tidak akan pernah melepaskan Odessa begitu saja!” teriak Johan.


“a-apa yang kulakukan? Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri. kenapa aku berbicara seperti itu kepada orang yang lebih tua dariku?” ucap Johan dalam hati.


Kruger berada di belakang tubuh Johan dengan membawa belati yang sama seperti belati yang Johan bawa saat melawan para penebang pohon.


Namun spontan, Greisha menendang tubuh kruger dari samping dan membuat kruger terpental ke arah tebing samping dengan keras. Spontan dengan gerakan super cepat tiba tiba Johan teleportasi ke arah depan tubuh kruger seraya berkata “aku tidak akan melanggar ketetapan dunia. Kau boleh saja menghukum roh pohon yang tak taat aturan. Tapi kau adalah bawahanku dan kau juga menghukum seorang roh padahal bukan Ruwah. Jangan sok tau dan menganggap kalau kau masih diatas Greisha. Dan juga kau tidak akan pernah bisa membunuhku karena aku adalah manusia. Seorang dewa tidak akan pernah bisa membunuh manusia. Camkan itu. Waktumu untuk mengeksekusi selalu di Ruwah, aku akan memantau mu, jika kau masih saja belum bisa melihat spot biru di Ceres, berarti kau masih belum tau benar waktu untuk menghukum para roh di bumi. Camkan itu baik baik”


“sebenarnya kau siapa?” tanya Kruger menahan kesakitan.


“jika aku memberitahukan identitasku kepadamu, kau tidak akan pernah belajar secara mandiri. Kau masih kurang dewasa, Kruger” tegas Johan dengan tatapan matanya yang berubah menjadi merah gelap.


“maafkan aku, aku akan menaati ucapanmu” jawab kruger.


Johan pun berdri dari sana dan berjalan kearah Greisha dan Odessa. Dengan pupil mata yang kembali menghitam, Johan pun mulai dapat mengendalikan tubuhnya kembali.


“Greisha? Odessa? Apa kalian baik baik saja?” tanya Johan sedikit berlari kearah mereka berdua.


Nyatanya Johan ditabrak dari depan oleh Odessa yang secara brutal berlari dan memeluk erat tubuh Johan. Odessa berlari dan menabrak tubuh Johan dengan sangat kencang sehingga Johan dan Odessa terjatuh kebelakang.


“aww sa-sakit” ucap Johan memegangi punggungnya.


“kau kembali, aku sangat ketakutan disini. aku ingin kembali ke bumi. Tolong selamatkan aku!” teriak Odessa dengan menangis tersedu-sedu di pelukannya.


“dia benar, kau harus segera menyelamatkannya” ucap Greisha.


“sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Johan.


“aku paham apa yang baru saja terjadi barusan. kau harus segera bangun dan ambil buku itu. pelajari isinya. Setelah itu, hubungi aku dengan semedi. Itu yang bisa kau lakukan untuk saat ini. kerjakan sekarang dan gigit tanganmu itu” tegas Greisha.


“baiklah” jawab Johan.

__ADS_1


“jangan pergi lagi, Johan. Aku ketakutan di sini” ucap Odessa.


“hanabi. Janji hanabi. Kau tidak melupakannya bukan?” tanya Johan.


“aku tidak akan pernah melupakannya” jawab Johan.


“kalau kau memang percaya denganku, maka percayalah dengan janji hanabi. Aku akan kembali dan pasti akan menyelamatkanmu” jawab Johan.


“janji?” tanya Odessa.


“janji ku kepadamu masih belum selesai. Janji hanabi kita. itu adalah satu satunya janji antara kita” jawab Johan.


“baiklah. aku akan menunggumu” jawab Odessa.


“aku pergi dulu, Odessa” ucap Johan.


“baiklah” jawab Odessa mengusapkan air matanya ke pakaian yang dipakai Johan.


Johan pun menggigit tangan kirinya dan mimpi pun berakhir. Ia terbangun dari tempat tidurnya dengan nafas yang ngos ngosan, keringat bercucuran membasahi bantal dibawahnya dan mata yang rabun layaknya kamera yang kehilangan titik fokusnya. Ia membuka mata dan menatap wajah yang mirip dengan Odessa.


“Odessa!?” tanya Johan.


“hah? Odessa? Apa kau mimpi dia lagi dasar badut?” tanya Adam begitu terheran.


Spontan Johan memeluk tubuh Adam begitu eratnya dengan kedua tangannya yang bergetar tak karuan. Nafasnya ngos-ngosan dan keringatnya membasahi rambutnya hingga menetes ke pakaian yang Adam kenakan.


“to-tolong aku, Adam tolong aku” ucap Johan dengan suara begitu ketakutan.


“ada apa? Tenangkan dirimu terlebih dahulu” tegas Adam.


“Odessa, dia, Greisha, kruger, dunia willsh, mereka semua, pengorbanan, kerasukan, disana mereka, melakukan kesalahan, tidak bisa kembali. Adam,…”


“tenangkan dirimu terlebih dahulu. Ada apa? Apa yang kau mimpikan!?” tegas Adam sedikit berteriak.


“Odessa, dia takkan mungkin kembali” ucap Johan. Spontan ia menutupi wajahnya di pundak kanan Adam dan menangis disana. pundaknya bergetar, meluapkan semua emosi negatifnya, membayangkan mimpinya dan memikirkan Odessa.


“tenangkan dirimu terlebih dahulu” ucap tenang Adam menepuk pundak Johan berkali kali dengan halus lembutnya.


Kuranglebih 5 menit berlalu, setelah Johan menangis membasahi pakaian Adam, ia merasa sedikit tenang. ia duduk bersandar di dinding yang menempel dengan kasurnya dan menceritakan semua yang ia mimpikan.


“kau merasa kerasukan? Kau tidak bisa mengendalikan mimpimu seperti biasanya padahal ada Greisha? Dan kau bertemu kruger? Siapa dia?” tanya Adam.


“aku juga tidak tau siapa dia. tapi jawabannya semua ada dan tertulis di kitab buatan kakek di engkobappe. Sebentar lagi kitab itu akan dijual dan kita harus segera mengambilnya” jawab Johan.


“tenang dulu. Apa kau yakin kalau itu bukanlah mimpi biasa?” tanya Adam.


“ada di beberapa fase aku bisa mengendalikan tubuhku. Tapi di fase saat aku kerasukan oleh seseorang yang ditakuti oleh kruger, aku tidak bisa mengendalikan tubuhku, namun aku masih sadar akan apa yang kukatakan” jawab Johan.


“jadi semua indra mu berfungsi saat kerasukan sosok yang ditakuti oleh kruger tapi kau tidak bisa mengendalikan laju tubuhmu? Dan kau berada di tempat yang tidak kau kenal. Sepertinya itu bukanlah willsh” jawab Adam.


“hah? kenapa?” tanya Johan balik.


“nyatanya willsh adalah dunia dimana semua emosi negatif dikunci rapat dan emosi positif dibuang. Kau tidak akan sadar dan ingat tujuan awalmu. Hubungan yang erat adalah kunci agar kau bisa mengingatnya kembali. willsh adalah replika dunia asalmu dimana semua orang yang kau cinta akan hidup kembali. seperti kakek nenekmu, kedua orangtua kandungmu dan kau sendiri. hubungan orang terdekat yang telah hilang dari kehidupanmu akan membuatmu terbutakan oleh nikmatnya dunia itu dan melupakan tujuan aslimu yaitu menyelamatkan Odessa. Sementara di ceritamu tadi, kau bahkan tidak mengenal tempat itu. apalagi suasana yang mencekam dimana langit berwarna abu-abu gelap” jawab Adam.


“jadi? itu dimana?” tanya Johan.


“aku juga gatau. Bahkan dari ceritamu tadi kau melihat Greisha dan kruger terkejut akan kehadiranmu. Bisa disimpulkan kalau mereka berdua tidak tau kalau kau muncul disana. kemungkinan besar itu adalah dunia dimana kruger dan Greisha sering bertemu. Tapi aku tidak tau letaknya dan nama dunia itu” jawab Adam.


“tapi setidaknya kita sudah mengetahui sampai kapan Odessa akan bisa bertahan. Kita akan memanfaatkan waktu itu sebisa mungkin” jawab Johan.


“kau benar. Dan juga aku memiliki saran kepadamu” ucap Adam.

__ADS_1


“apa itu?”


__ADS_2