Ai, Love Me! Season 2 ; Willsh World

Ai, Love Me! Season 2 ; Willsh World
Chapter 2 ; Membaiknya Hubungan Naomi


__ADS_3

Kuranglebih sekitar 1 jam berjalan kaki, Adam Abraham pun sampai dirumahnya yang ada di komplek Permata Zamrud berbatasan dengan komplek rumah Nyoman. Ia melepas sepatunya dan kemudian berjalan memasuki rumah. Menemui adiknya yang sedang memakan ikan sarden kalengan bersama dengan nasi merah membuat Adam berfikir fikir “entah sampai kapan persediaan makanan kita akan bertahan”


“apa kau habis pergi menemui riana lagi?” tanya adik perempuannya seraya memainkan ponsel miliknya di meja makan.


“dia ingin istirahat sejenak” jawab Adam.


“bukan itu maksudku. Apa kalian berdua sedang bertengkar? Kenapa riana tidak pernah kerumah?” tanya balik adiknya.


“itu terserah kemauannya, entah dia ingin jungkir balik atau lompat dari gedung, itu urusannya”


Adam mulai mengambil mangkuk kecil dari dapur dan duduk disamping adiknya seraya mengadah nasi merah dari rice cooker didekatnya.


“bagaimana sekolahmu?” tanya Adam.


“aku ikut olimpiade matematika, tapi aku hanya juara 2. Aku sedikit lengah di soal terakhir” jawabnya.


“siapa yang juara pertama?”


“dia dari kelas sebelah, namanya Callysta. Aku tidak begitu kenal dengannya, tapi dia punya banyak teman. Dan juga, aku sedikit membencinya karena dia luar biasa pintar gak ngotak. Dari 45 soal, dia hanya salah 1 soal sementara aku salah 2 soal”


“Callysta?” tanya balik Adam sedikit terkejut.


“kenapa? Apa abang kenal?” tanya balik adiknya itu.


“tidak, namanya seperti adik temanku bernama Johan” jawab Adam kembali menyuap makanannya.


“yang bernama Callysta tidak hanya satu orang. Anaknya kepala sekolah juga” jelas adiknya.


“anaknya kepsek namanya Callysta?” tanya Adam.


“nggak, namanya Budi” jawab adiknya.


“lalu, apa temanmu masih boneka yang kubelikan tahun lalu?”


“bukannya aku tidak memiliki teman dikelas, banyak yang mendekatiku dan mengajakku makan bersama di kantin, tapi aku hanya tidak terbiasa dengan itu. mereka melakukan hal yang tidak berguna. Menggosip kakak kelas lelaki? Itu hal yang sangat bodoh buatku. Aku tidak butuh teman yang tidak berguna seperti itu” tutur adiknya.


“walaupun mereka itu payah dan sampah, tapi setidaknya kau tidak sendirian di sekolah” sahut Adam.


“aku tidak sendirian, baru baru ini aku diajak makan bersama dengan kakak kelas lelaki dari kelas ipa. Walau dia sedikit tampan buatku, tapi dia tidak bisa menjaga ucapannya” tutur balik.


“kau jadi mengingatkanku dengan temanku yang bernama Nyoman”


“jadi kau mengenalnya? Bagaimana mulutnya? Apa dia menyemburkan gas air mata dari mulutnya?” tanya adiknya balik dengan ekspresi sedikit terkejut.


“kau makan siang bersama dengannya? Apa mulutnya pedas?” tanya balik Adam.


“bukan masalah buatku”


“aku sarankan agar kau tidak begitu dekat dengannya, apalagi dengan seseorang yang bernama Jehian” jawab Adam.


“Jehian? Apa yang abang maksud adalah pacar dari Callysta? Aku baru mendengarnya kemarin kalau perempuan yang memenangkan olimpiade matematika berpacaran dengan lelaki yang super bodoh dan hampir tidak naik kelas. Apa aku benar?” tanya balik adik perempuannya.


“huft, ternyata aku terlambat memberi peringatan” gumam Adam.


“aku pernah diajak makan oleh kak Nyoman dan kak Farel, tapi saat itu kak Farel sedang menemani kak Lia yang tidak enak badan di ruang UKS, jadi aku hanya makan berdua dengan kak Nyoman” jawabnya.

__ADS_1


“terus? Apa yang terjadi?” tanya balik Adam.


“kak Nyoman menembakku dan dia ingin aku menjadi pacarnya” jawab adiknya.


“hah? yang benar?” teriak Adam begitu terkejut.


“sampai sekarang aku masih belum menerimanya, tapi aku tidak perlu terlalu memikirkannya. Menurutku hubungan seperti itu hanya khayalan bodoh dan hanya membuang waktu” jawabnya.


“setidaknya berikan jawabanmu kepadanya agar tidak tidak terlalu menunggu jawabanmu” jawab Adam.


“jadi, aku harus menerimanya atau menolaknya?”


“itu semua tergantung kau sendiri. kau bisa menilai Nyoman seperti apa kepribadiannya dan cara berperilakunya kepadamu” jawab Adam.


“benar juga” jawabnya.


“kalau sudah selesai makan, cuci piringnya. Aku baru membeli sabun cuci piring yang baru. Usahakan untuk mengiritnya. Kalo perlu satu tetes buat satu tahun” ucap Adam masih menyuap makanan kedalam mulutnya.


“itu bukan ngirit, itu jorok namanya” jawab adiknya berjalan ke arah wastafel dapur.


Selepas itu, adiknya pun mengambil ponselnya yang ada di meja makan dan kemudian berjalan ke lantai atas rumahnya. Ia hendak pergi ke kamarnya untuk istirahat. “aku masuk kamar dulu. Selamat malam”


“yap selamat malam. besok bangun pagi dan pergi sekolah” jawab Adam sedikit berteriak dari ruang makan lantai bawah.


Adik perempuannya itu masuk kedalam kamarnya dan mulai merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk nan hangat. kasur tersebut sebelumnya adalah kasur milik abangnya sendiri yaitu milik Adam. Namun Adam menyuruhnya untuk menggunakan kasur milikna karena kasur sebelumnya sudah tak layak pakai.


Ia mulai memutar lagi favoritnya di YouTube dan mulai menatap langit langit kamatnya. Dirinya masih saja memikirkan tentang ucapan Nyoman yang telah menembaknya hari kemarin. Dan itu yang selalu menghantui dirinya di setiap malam sebelum tidur.


“kak Nyoman terlalu baik. Aku tidak bisa menolaknya, disaat aku sendirian di kelas, dengan berani dia memasuki kelasku dan mengajakku makan di ruang kesenian yang sepi. Dia juga sering menemaniku pulang kerumah dan membelikanku eskrim. Walau arah jalan kita berbeda, tapi dia masih sempat untuk mengantarku pulang. apa aku harus menerimanya? Jika aku sudah menerimanya, apa yang akan terjadi?”


Keesokan paginya, ia terbangun di jam 5 pagi. Sudah saatnya untuk bersiap pergi kesekolah. Seperti biasa, ia menyiapkan bak mandi berisi air panas dan air dingin untuk menjadikannya air hangat. ia mulai berendam di dalam bathtub tersebut dengan busa yang terbilang terlalu banyak. “sial, jika abangku melihat aku menumpahkan terlalu banyak shampo di bak mandi, dia pasti akan cosplay menjadi squarez dan menggigit pundakku”


Di tengah tengah ia berendam di air hangat, secara tidak sengaja pundaknya memutar kran air panas yang ada di sebelah kirinya dan membuat kulitnya seketika terbakar air panas di sana. Spontan ia begitu terkejut akan apa yang telah terjadi. ia segera mematikan kran air tersebut dan melihat luka bakar yang ada di ujung pundak kirinya. “sial, panas sekali. kenapa pagi ini fikiranku kacau sekali”


Ia segera meninggalkan kamar mandi dan kemudian berjalan menaiki tangga pergi ke lantai atas. Memakai seragam sesuai ketentuan hari dan memakai kaus kaki. Jangan lupa untuk memakai syal karena pagi hari di musim gugur mulai mendingin. Saat ia menuruni tangga sembari membawa tas sekolahnya, ia mendapati jika abangnya telah menyiapkan sarapan berupa roti panggang dan susu hangat di meja makan. “setidaknya perutmu tidak kosong saat berangkat sekolah nanti” tegasnya.


“terimakasih bang, tapi tumben sekali abang udah bangun. Biasanya masih ngiler dikamar. Abang mau kemana?” tanya adik perempuannya.


“kemungkinan besar nanti malam aku akan membawa berita baik” jawab Adam dengan senyum penuh percaya dirinya.


“firasatku tidak enak, jangan tiduran di samping danau lagi atau kita akan mendapatkan sanksi tegas lagi dari aparat” tegas adiknya sendiri.


“iya iya” jawabnya mengelus kepala adiknya itu.


Selepas sarapan, ia segera memakai sepatunya yang ada diluar dan kemudian berangkat kesekolahnya. Hingga jam 6:45 pagi, ia sampai di depan pintu gerbang sekolah. Disana ia bertemu dengan Farel dan Lia yang baru saja datang sama seperti dirinya.


“eh, Naomi?” tanya Farel kepada Silica Naomi, adik dari Adam Abraham.


“eh kak Farel sama kak Lia, tumben kalian berdua berangkat bareng” jawab Naomi.


“yaahh, habis ini kita ada kelas gabungan. Sebagai ketua dan wakil OSIS, kita berdua harus mempersiapkan kelas semaksimal mungkin” jawab Lia.


“kelas gabungan?” tanya Naomi bingung terheran.


“yaaah, pokoknya nanti akan ada dari kelas 11 yang akan memilih juniornya kelas 10 untuk dibantu saat pelajaran berlangsung. Bisa dibilang, menjadi private teacher” jawab Farel.

__ADS_1


“ide dari siapa itu?” tanya Naomi.


“itu dari aku sendiri” sahut Kahfi dari kejauhan.


“aku tidak menyangka kalau ide cemerlang akan datang dari orang bodoh sepertimu” jawab Naomi.


“kau jangan menghinaku, sebagai wakil ketua dari organisasi besar Majelis Perwakilan Kelas, aku memperhatinkan nilai teman seangkatanku yang sangat buruk. Dengan bantuan kepala sekolah, aku bisa mengusulkan ideku dan kemudian menetapkannya menjadi satu program yang besar” jawab Kahfi dengan nada begitu percaya dirinya.


“aku tidak peduli, kau melakukan hal seperti itu supaya bisa satu kelas sama kak Gheyska dari kakak kelas kan?” jawab Naomi.


“sudahlah kalian berdua cepat masuk kedalam kelas” sahut Farel.


“untuk Kahfi, cepat masuk kedalam kelas dan jangan nongkrong di kamar mandi lagi atau aku akan mengadukanmu kepada mamah” tegas Lia.


“kabur ah, cepu” sahut Kahfi berjalan meninggalkan mereka semua.


“kalau begitu, aku juga ikutan masuk ya kak Lia, kak Farel” jawab Naomi kepada mereka berdua.


“iya hati hati” jawab Farel dan Lia bersamaan.


Hingga pada akhirnya, Naomi menyusul Kahfi yang sudah didepan untuk masuk kedalam kelasnya. Faktanya, Naomi dan Kahfi duduk di kelas yang sama yaitu di kelas X-IPS2, namun berbeda dengan Callysta yang saat itu di kelas X-IPS1.


“apa kau sudah mengerjakan tugas fisika kemarin?” tanya Kahfi kepada Naomi.


“udah” jawabnya.


“aku liat”


“nyoh” jawab Naomi memberikan buku tulisnya.


Namun, tidak lama setelah tu, Nyoman tiba tiba saja mengetuk pintu kelas dengan masih menggunakan jaket. Nyoman melihat sekitar untuk memastikan apakah Naomi hadir atau tidak.


*tok tok tok


“permisi…” ujar Nyoman berjalan memasuki kelas.


“kak Nyoman?” tanya Naomi begitu terkejut.


“di sekolah wajib melepas jaket!” tegas Kahfi.


“jangan berisik orangtua, sebaiknya kau cabut ubanmu yang udah menumpuk. Rambut atasmu udah mirip lampu Philips dari kejauhan” jawab Nyoman.


“mulutmu tetap bau seperti semula” ucap Kahfi.


“yang penting ketiakku tidak bau seperti ketiakmu” jawab Nyoman dengan nada juteknya.


“dasar kurang ajar!” teriak Kahfi tersulut emosi.


“ada apa kak Nyoman?” tanya Naomi dengan pipi yang mulai memerah.


“tidak apa, aku hanya memastikan apa kamu masuk sekolah atau tidak. Kalau begitu, aku masuk kelasku dulu, bye…” ucap Nyoman seketika berjalan keluar kelas.


“ehh i-iya, makasih” jawab Naomi menganggukkan kepalanya.


“padahal aku ingin menjawab perasaan kak Nyoman kepadaku” gumam Naomi.

__ADS_1


Jam 7 pagi, bel masuk berbunyi terdengar di seluruh kelas. Semuanya bersiap menyambut guru yang akan mengajar di kelas masing masing terkecuali Jehian yang masih tetap saja tertidur di kelas sebab kemarin malam terlalu lelah membantu orangtuanya berjualan di bazar taman kota.


__ADS_2