Ai, Love Me! Season 2 ; Willsh World

Ai, Love Me! Season 2 ; Willsh World
Chapter 11 ; Pembahasan Kitab


__ADS_3

“hah? ka-kalian ada disini? aku tidak bisa merasakan kehadiran kalian, hahaha. Aku lelah terlalu lama bertapa. Aku ingin istirahat” ucap Johan.


“kenapa kau menangis?” tanya sang wakil.


“hah? menangis?” tanya Johan mengusap air matanya yang bergelinang di pipinya.


“hahaha kau sangat mirip dengan kakekmu, dia juga sering bertapa. Namun bedanya, dia bertapa di atas batu besar di sungai Jamehaya. Saat kita melihatnya, dia selalu menangis walau dia tak sadar kalau dia sedang menangis. Kalian berdua sangat mirip sekali” ucap sang ketua.


“a-aku lelah, aku pengen dipijat” ucap Johan.


“sudah kuduga, kau sama seperti kakekmu. Kakekmu selalu meminta pijat kepada ketua setelah bertapa sebulan” jawab sang bendahara.


“HAAHHH‼?? SEBULAN!?” teriak Johan.


“kakekmu itu kuat. Walau kita tidak tau bagaimana rasa lelah setelah bertapa, tapi kita juga bisa merasakan emosi yang kuat dari seorang sehabis bertapa. Wajahnya begitu cerah seakan akan dia melepaskan semua emosi negatif dan menyerap semua emosi positif didalam tubuhnya” jawab sang bendahara.


“benar juga, dia juga berkata seperti itu barusan” jawab Johan.


“apa kau bertemu dengan kakekmu?” tanya sang wakil.


“aku baru saja diajari cara melepaskan emosi negatif dan mengunci emosi positif. Walaupun seperti itu, aku sangat kelelahan dan tidak mampu. Aku tidak tau telah bersemedi berapa menit, tapi mendengar kakekku mampu bersemedi dalam kurun waktu satu bulan, itu membuatku terkagum” jawab Johan.


“benar bukan? Sekarang ayo kita kembali ke kantor desa. Aku akan memijatmu. Kau juga bisa membaca buku milik kakekmu” ucap sang ketua.


“kalian kesanalah terlebih dahulu, aku ingin berbincang dengan Adam disini” jawab Johan.


“kalau begitu, kita menunggu kalian berdua di aula” jawab pak wakil.


“terimakasih banyak pak” jawab Johan.


Mereka semua pun berbondong bondong pergi dari sana dan menyisakan Johan dan Adam seorang di tempat itu.


“kau berfikir apa yang kufikirkan bukan?” tanya Johan.


“iya, mengenai kakekmu yang bersemedi” jawab Adam.


“kakek semedi satu bulan penuh, tanpa makan, tanpa minum, fokus untuk menjaga dan mengunci emosi positifnya dan membuang jauh jauh emosi negatifnya. Walau begitu, dia masih gagal saat memasuki dunia Willsh. Jika kakek yang kuat semedi satu bulan penuh pun tidak mampu menjalankan ujian di dunia Willsh, apa daya aku yang tak mampu bersemedi satu jam saja” jawab Johan.


“ini benar benar mustahil. Bagaimana caranya?” tanya Adam.


“aku merasakan kalau tubuhku sudah melemas sekarang. Kata kakekku, aku bisa bisa mati jika kehilangan energi disaat semedi. Dan juga barusan tidak hanya bertemu dengan kakek, aku juga berkomunikasi dengan Odessa” jawab Johan.


“hah? bagaimana bisa?” tanya Adam.


“aku juga tidak tau, tiba tiba aku mendengar suara Odessa. Saat aku mencabut alisku dan berusaha melihat sekeliling, aku tidak bisa melihat adanya Odessa. Tapi aku mendengar dengan sangat jelas bahkan berkomunikasi saat aku semedi. Di tengah tengah semediku, aku ternyataa juga mengundang kakek. Disana aku diajarkan beberapa oleh kakek, dan itu yang memotivasiku untuk berusaha sekeras mungkin saat semedi” jawab Johan.


“jangan terlalu keras saat berlatih, bisa bisa kau mati dahulu sebelum kau bisa masuk kedunia willsh” jawab Adam.


“kau benar, aarrgghh aku bingung” ucap lantang Johan mengacak acak rambutnya sendiri.


“sekarang lebih baik kau istirahat terlebih dahulu, besok aku dan riana akan mencari semua jawabannya dari buku kitab kuno milik kakekmu. Dan selama kita berdua mencari jawabannya, kau berlatihlah” jawab Adam.


“kau benar. Aku sekarang capek banget parah” jawab Johan.


“apa perlu ku gendong?” tanya Adam.


“maaf merepotkan” jawab Johan.

__ADS_1


“tenang aja, dari keliatannya aja beratmu dan berat Lia sama sama ringannya” jawab Adam.


“hah? emangnya kau bernah menggendong Lia?” tanya Johan.


“gapernah sih, tapi kelihatannya dia tambah gendut akhir akhir ini” jawab Adam.


“jika dia mendengarmu, dia pasti akan membuatmu cosplay singkong” jawab Johan.


“hah!? maksudnya gimana!?? Oohh paham paham. Dasar kurang ajar!” tegas Adam diikuti tawa Johan.


Selang beberapa menit, nyatanya Adam kualahan akan perjalanannya. Bukan karena tubuh Johan yang berat, namun dia harus menopang tubuh temannya disepanjang perjalanan yang tidak dekat. Hingga sampai pada akhirnya, ketika sampai di depan kantor desa, mereka semua melihat para tetua desa telah menyiapkan beberapa peralatan kuno.


“apa saking lemasnya kau sampai tidak bisa jalan sendiri?” tanya sang bendahara.


“nggak lemes sih, akumah bisa jalan sendiri, tapi katanya Adam mau menggendongku, jadi yaahh aku terima terima aja” jawab Johan.


“hah? kau bisa jalan sendiri? dasar lucknut, tau gitu aku tinggal aja disana biar jalan sendiri teriak Adam melepaskan tubuh Johan.


“hap! Akumah bisa jalan sendiri, hehe” jawab Johan turun dari punggung Adam.


“sekarang masuklah kedalam kamar, biar kupijat” jawab sang ketua.


“baik” jawab Johan.


Johan memasuki kamar yang dahulu pernah rombongan Johan gunakan untuk menginap. Johan memasuki kamar itu dan melihat kalau teman temannya sudah rebahan santuy bersama dengan memakan cemilan yang mereka beli saat berangkat tadi pagi.


“weehhh, enak banget rebahan sama nyemil kek gaada beban hidup” ucap Johan memasuki kamar tersebut.


“idup tuh dinikmatin bre” jawab Farel.


“iya nih, nak Johan aja nyuruh gue buat mijitin die, enak banget die” ucap sang ketua diikuti tawa seisi ruangan.


“bertahan dikit ya” ucap pak ketua.


Selama kuranglebih 15 menit, Johan hanya bisa menahan sakit dan geli akibat tekanan dari ibu jari milik pak ketua. “benar benar enak, tapi sakit juga e”


“aku hanya menekan beberapa otot yang kaku akibat terlalu lama duduk. Padahal otot tersebut tidak begitu dilatih, maka terjadi nyeri otot. Pijatanku ini melemaskan otot yang bereaksi akibat terlatih secara tidak sengaja. Jadi setelah ini kau harus tidur agar pemulihannya lebih maksimal” jawab sang ketua.


“i-iyah, iyaaAAAAAAHHHH‼” teriak Johan ketika ibujari sang ketua menekan tulang punggungnya.


Selepas itu, Johan kembali memakai pakaiannya dan membuka salah satu bungkusan roti milik adiknya.


“aku buka ya” ucap Johan.


“itu punyaku, kenapa tadi ngga beli sendiri” sahut Callysta.


“yaelah cuma buka satu doang masa gaboleh” tegas Johan memakan roti tersebut.


“gaboleh” tegas Callysta.


“yaudah nih ambil lagi” ucap Johan membuka mulutnya.


“yeee jorok” jawab Callysta diikuti tawa Johan disana.


“sampai kapan kau akan disini, Johan?” tanya Nyoman.


“oohh iya aku lupa memberitahukan ini kepada kalian. aku tidak tau kalau menyelamatkan Odessa tinggal sedikit. Maksudku aku hanya bisa menyelemaatkan Odessa sampai sepuluh hari kedepan. Sebisa mungkin aku harus berlatih dan terus terusan berlatih hingga hari yang ditentukan tiba, apalagi Adam masih belum membaca kitab itu. aku masih belum tau apa apa mengenai dunia yang ditempati Odessa. Oleh karena itu, kalau memang kalian memiliki kepentingan mendesak di kota, aku sarankan untuk pulang terlebih dahulu. Kalian juga harus sekolah” jawab Johan.

__ADS_1


“kau juga harus balik ke kota” tegas Lia.


“aku akan kembali, bersama dengan Odessa kesana” jawab Johan dengan senyum lebarnya.


“semoga saja senyum lebarmu itu tidak menjadi wajah datar ketika pulang kerumah. Pastinya kita akan pulang duluan dan tidak mungkin menemanimu sepuluh hari disini. karena itu, kau harus hati hati disini dan pulang membawa Odessa. Aku tidak akan memaafkanmu kalau kau tidak pulang bersama Odessa, apalagi kau tidak pulang sebagai manusia” tegas Jehian.


“aku tau maksudmu. Kalian doakan saja aku bisa menyelesaikan tugasku dengan sempurna” jawab Johan.


“maksudnya tidak pulang sebagai manusia?” tanya Naomi.


“yaahh itu rahasiaaa” jawab Johan.


“eh yang bener, apa kak Johan mau perang sampe meninggal?” tanya Naomi.


“yaahhh, kedengarannya keren bukan?” tanya Johan.


“tidak keren sama sekali” sahut Lia.


Tidak lama setelah itu, Adam memasuki ruangan sambil membawa buku kitab tersebut. Adam disana membawa buku bersama dengan sobekan yang telah ia ambil dari riana.


“apa kau yakin bisa membacanya sendiri tanpa riana?” tanya Adam.


“kau terlalu meremehkanku. Dia mengajariku hingga aku fasih berbahasa” jawab Adam.


“kalau begitu, aku tidak masalah. Kalau ada yang kurang paham, kau bisa membahasnya bersama riana” ucap Johan.


“hmm iya” jawab Adam.


“apa kak riana ada disini?” tanya Naomi.


“emm,.. dia lagi sekolah” jawab Adam.


“yaelah copas jawaban orang” ucap Johan.


“berisik” sahut Adam.


Mereka diruangan itu selama kuranglebih 5 jam. Mereka tidur, beristirahat, bermain ponsel, makan cemilan, dll. hingga sampai jam menunjukkan pukul 3 sore, Johan terbangun dari tidurnya, melihat riana sudah berada di dalam ruangan tengah membacanya bersama dengan Adam.


Disisi lain, ia hanya bisa melihat Naomi dan Nyoman sedang menonton fim di netflix bersama menggunakan ponsel milik Nyoman, ia juga melihat adiknya sedang asyik memakan mie cup instan bersama dengan Jehian dan melihat pula Lia sedang asyik minum kopi dan mengobrol bersama dengan Farel.


“siapa lagi yang ingin berduaan didepanku silahkan aja, hatiku panas banget ini” gumam Johan.


Ia berdiri di hadapan mereka semua dan kemudian dengan lantang berkata “ini kamar kantor aula desa bukan SCBD seenaknya aja pacaran disini. apa kalian tidak memikirkan tentang nasibku?”


“ehh, yang baru bangun mulai panas nih” ucap adiknya sembari menyeruput mie dihadapannya.


“aku tau perasaanmu” jawab Farel.


“perasaan perasaan berisik kumbang” sahut Johan.


“kau emosi karena laper, mandilah dan buatlah mie di dapur” jawab Jehian.


“ogah, aku gak laper. gimana, Adam? Apa kau sudah menyelesaikannya?” tanya Johan.


“sisa 5 lembar lagi dan itupun hanya penjelasan dari beberapa lambang simbol yang tergambar di buku ini. biar aku aja yang menceritakannya sekarang dan riana yang melanjutkannya” jawab Adam.


“iya benar” jawab riana.

__ADS_1


“baiklah kalau begitu, aku akan mulai cerita” ucap Adam.


__ADS_2