
"Anak yang bernama Andre, diharapkan untuk segera maju kedepan!"
"hah apa?"
"Andre tolong maju kedepan!"
"apa!!!"
sangking terkejutnya Andre, dia hingga berteriak karena kaget.
"sial, kenapa sih kok malah aku yang dapat nilai tertinggi disekolah ini, padahal aku hanya berencana untuk mendapatkan nilai yang pas supaya dapat beasiswa"
"hah, dasar aku ini terlalu ceroboh"
karena terpaksa Andre pun segera maju kedepan.
"jadi dia yang memiliki nilai tertinggi disekolah ini?"
murid-murid mulai membicarakan Andre
"tuh kan, aku malah jadi bahan gosip disini"
andre pun mendekati pak surya dan berbicara dengan berbisik
"pak kenapa sih malah aku yang dapat nilai tertinggi?"
"ya karena nilai ujian kamu tinggi, makanya kamu yang menjadi perwakilan murid"
"tapi kenapa harus aku, dua orang ini saja udah cukup kan, kenapa harus sampai 3 orang lagi?"
"ya terserah saya dong, saya kepala sekolah disini"
"cih, seenaknya dia memainkan kekuasaannya"
"hei apakah kamu baru saja mencapak?"
"haha enggak kok, bapak salah dengar kali"
Sarah dan Leon terkejut karena ternyata anak yang memiliki nilai tertinggi daripada mereka berdua adalah Andre
"oh jadi dia yang memiliki nilai tertinggi disekolah ini?"
"hai leon bukankan dia anak yang tadi kita lihat ditegur oleh guru?"
"hm, kamu benar dia kan orang yang tadi kita lihat"
Leon dan sarah baru menyadari bahwa orang itu adalah Andre
"nah jadi andre ini adalah murid yang memiliki nilai tertinggi sekaligus siswa yang memperoleh beasiswa disekolah ini"
"wuah, dia hebat sekali, bisa mendapatkan beasiswa"
para siswa dan siswi kagum kepada Andre
"ni orang, dibiarin malah ngelunjak ya"
"padahal aku enggak berniat untuk jadi pusat perhatian"
"lihat saja pak, suatu saat akan saya kerjai balik anda"
andre sudah merencanakan pembalasan kepada pak surya
"nah Andre, silahkan kamu berikan sebuah pidato kepada murid murid disini"
__ADS_1
"pidato?, tapi saya belum menyiapkan apapun soal itu?"
"kamu kira leon dan sarah ini sudah menyiapkan hal ini sebelumya?"
"hah iya iya, saya akan berpidato"
raut wajah andre benar benar terlihat kesal, karena pak surya
"haha, kasian sekali kamu Andre, kamu itu orang nya terlalu percaya diri andre"
"makanya saya melakukan ini padamu, saya ingin melihat apa yang akan kamu lakukan dalam situasi yang seperti ini?"
ternyata semua ini telah direncanakan oleh pak surya
andre dengan cepat memikirkan kata-kata dan mulai berpidato dan ketika memikirkannya ia malah tersenyum
"kenapa dia tersenyum?"pak surya heran
"ya halo semuanya, jadi sebenarnya saya benar-benar malas untuk memberikan pidato kali ini"
"woi apa ini kok gini sih?"
murid murid ada yang protes
"jika saya tidak terpaksa mungkin saya tidak akan melakukan hal yang merepotkan begini"
"kamu memang menarik andre"
pak surya tertarik dengan sikap andre
"aku tidak berencana untuk mendapatkan nilai terbaik disekolah ini, sebenarnya saya hanya mengincar beasiswa, tapi tak kusangka hal yang seperti ini akan terjadi"
"tapi karena hal seperti ini sudah terjadi, maka saya sekarang berencana akan mendapatkan nilai terbaik disekolah ini selama masa sekolah ini, jujur saja sekolah ini hanya bagai batu loncatan bagiku"
murid murid berteriak karena kagum dengan Andre
"tapi kalian jangan harap bisa menggantikan posisi ku sebagai murid terpintar disekolah ini, karena bagiku kalian itu hanya sebuah batu kerikil yang sangat pantas untuk diinjak"
"woi woi apa ini, sombong sekali dirimu, lihat saja kami akan mengalahkan mu suatu saat"
murid murid marah marah dan kesal kepada andre karena perkataannya
"haha, selama aku bersekolah disini baru kali ini aku temui murid yang seperti dia"
"kamu benar dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi sepertinya"
"perlukah kita beri dia pelajaran?"
"tenang dulu jangan terburu-buru, nanti saja kita pikirkan hal itu"
para senior tertarik dengan sikap andre dan sepertinya para senior sedang merencanakan sesuatu kepada andre
"haha, aku tidak menyangka kamu akan mengatakan hal seperti itu andre"
pak surya terkejut dan cukup kagum kepada Andre
"ha apa kalian katakan, kalian akan mengalahkan ku suatu saat nanti, hah jangan mimpi, jika kalian benar benar serius tunjukkan usaha kalian itu kepadaku"
"lihat saja kamu nanti salah satu dari kami akan membuatmu menggigit lidahmu sendiri"
"haha silahkan coba saja, baik sekian pidato dari saya"
Aula sekolah menjadi ribut karena pidato yang diberikan andre
__ADS_1
"aku sengaja memprovokasi seluruh murid disini, karena aku pikir itu akan menjadi suatu hal yang menarik"
"apa lagi aku sudah menjadi pusat perhatian sebelumnya, jadi kenapa tidak kulanjutkan saja permainan ini"
andre melihat ke Leon dan Sarah, dan ia memasang wajah seperti meremehkan ketika melihat mereka.
"huh"andre memasang wajah yang meremehkan
"hoi hoi andre, apa yang baru saja kamu lakukan?, kenapa aku tadi memasang wajah seperti itu?"
"bukankah itu terlihat seperti aku menantang mereka, apalagi mereka berdua itu adalah orang tuaku"
"aku harap mereka tidak terprovokasi seperti murid yang lainnya"
sementara andre berpikiran seperti itu, tanggapan dari leon dan sarah mereka berdua malah tertawa kecil
"haha, orang bernama Andre ini adalah orang yang benar benar menarik"
"iya kamu benar Leon, berani juga dia berbicara seperti itu didepan semua orang, haha"
Andre yang melihat wajah mereka yang tertawa kecil merasa lega.
"hah untunglah, mereka berdua tidak marah"
andre mendekati pak surya dan berkata…
"apakah seperti ini yang anda mau?"
"hm, kamu memang menarik Andre"
"oh terimakasih kalau begitu atas pujiannya, saya akan kembali ketempat duduk saya"
"silahkan"
ketika andre berjalan menuju ketempat duduknya, andre tetap saja masih disoraki oleh murid murid disekolah.
"ternyata semeriah ini hasilnya, ini cukup menarik"
"tapi ini juga salah si om yang seenaknya memainkan kekuasaannya disekolah ini"
"sebenarnya aku sedikit takut dengan tindakan ku ini, karena banyak dari mereka yang dendam kepadaku"
"yah jika itu memang terjadi akan kuhadapi dengan cara yang paling gampang"
akhirnya acara pembukaan penerimaan murid baru telah selesai dan pak surya mengumumkan sesuatu…
"baiklah semuanya, karena acara pembukaan kali ini telah selesai, maka saya akan mengumumkan mengenai pembagian kelas, untuk pembagian kelas itu telah dilakukan"
"kalian tinggal melihat nama kalian sesuai dengan tingkatan kalian, di mading sekolah kita"
"Baiklah sekian, silahkan kalian tinggalkan tempat ini dan pergi ke kelas Masing-masing"
"baik pak"
para senior dan murid murid baru langsung pergi menuju ke mading sekolah untuk melihat letak kelas mereka masing masing
andre yang sampai disana cukup terpana dengan situasinya…
"hei hei, tidak bisakah kalian beraturan untuk melihatnya, sekarang ini kalian malah terlihat seperti gerombolan semut"Andre berbicara dalam hati
"oh iya ayah dan ibu dimana?, seharusnya mereka disekitaran disini sih, aku akan memperhatikan mereka dari jauh saja"
andre mencari ayah dan ibunya dan akhirnya menemukan mereka
__ADS_1
"ah itu mereka, loh mereka sedang apa?"