
"paman sempat mengira ketika kamu lahir,maka hati ayah dan ibumu akan luluh,namun ternyata dugaan paman salah,karena keegoisan dan keras kepala kedua orangtuamu hubungan mereka tidak pernah membaik"
"karena mereka sudah memendam kebencian satu sama lain,terkadang ayahmu sering bermain dengan wanita lain begitu pula dengan ibumu juga sering bermain dengan Laki laki lain,padahal mereka berdua tau kalau mereka itu sudah berkeluarga"
"ayah dan ibu sampai melakukan hal itu?"
"sangking egois dan keras kepalanya ayah dan ibumu,mereka bahkan saling menyalahkan satu sama lain ketika tau kamu pergi dari rumah,dan akhirnya mereka pun bercerai"
"jadi begitu ya,aku tidak menyangka ada kejadian seperti itu sebelumnya"
"memang nya kamu gak mau tau masalah apa yang itu sebenarnya?"
"enggak perlu paman,garis besar masalahnya udah cukup kok"
"haha sudahlah,mau bagaimana lagi"
"ngomong-ngomong ayah ,ibu,paman,dan istri paman dulu nya bersekolah di SMA 7 loh"
"tunggu SMA 7,itu dulunya adalah tempatku bersekolah!"
"hm berarti kebetulan ya,lalu ayah dan ibumu adalah murid yang memiliki nilai tertinggi disekolah"
"sepertinya kepintaran ku menurun dari kedua orangtuaku ya"andre berbicara dalam hati
"orangtuaku memang tidak bisa dianggap remeh ya"
"lalu setelah kamu mendengar kisah tentang orangtuamu apakah kamu ingin menemui orang tuamu"
"sepertinya untuk saat ini tidak dulu paman,aku masih belum siap"
"yah itu terserah padamu"
"ada satu pertanyaan yang cukup mengganjal di pikiranku dari mana paman tau semua kisah itu?"
"kan paman sudah bilang sebelumnya kalau paman ini adalah teman dekat ayah dan ibumu,paman ini dijadikan tempat curhat oleh orangtuamu dan ada beberapa yang merupakan spekulasi paman"
"huh,jadi begitu,terimakasih banyak atas informasi yang paman berikan"
"sama sama,paman pikir itu adalah hal yang harus kamu ketahui sebagai anak mereka"
setelah pembicaraan mereka selesai mereka melanjutkan memakan pesanan mereka.
"hah kenyang nya"
"makan kamu banyak juga ya Andre"
"ya gitu lah paman"
"paman pergi bayar ke kasir sebentar ya"
"eh,gak usah paman biar aku aja yang bayar,kan tadi aku yang ngajak paman kesini"
"haha yah sudahlah kalau kamu memaksa,lumayan isi dompet paman masih utuh"
"iya iya,aku setelah membayar dikasir ini aku mau langsung pulang ya paman"
"oh iya hati hati dijalan ya"
andre pun pergi membayar ke kasir
"total nya 400.000 pak"
"oh iya sebentar ya"
andre memperhatikan wajah penjaga kasir itu
"kamu tadi orang yang ngantar pesanan saya ya?"
"iya pak,kenapa"
"aduh kenapa lagi ini mau kena masalah lagi gua nih"pelayan itu berbicara dalam hati
andre langsung menggenggam tangan pelayan itu
__ADS_1
"ini bayaran pesanannya dan hadiah untuk kamu"
"heh apa ini pak?"
"itu hadiah buat kamu"
"tapi ini terlalu banyak buat saya pak"
"udah gak apa terima aja,rezeki lo"
"ya udah terimakasih banyak ya pak"
"iya sama sama"
andre menghampiri meja tempat karyawan nya sedang berkumpul
"kalian semua saya pulang duluan ya,selamat malam"
"iya pak selamat malam,hati hati dijalan"
andre pun menelfon sopir nya
"pak tolong jemput saya ya di restoran…"
"baik bos saya segera kesana"
akhirnya jemputan andre pun tiba
"silahkan naik pak"
"iya"
andre pun masuk ke mobilnya dan mereka mulai berangkat
"hah gara gara cerita tentang tante ana,aku jadi rindu sama tante ana,sepertinya aku akan mampir sebentar kerumah tante ana"berbicara dalam hati
"pak tolong antar kan saya ke jalan…ini ya"
"saya hanya ingin mampir kerumah almarhum tante saya saja"
"oh begitu ya pak,baiklah akan saya antarkan bapak kesana dengan selamat"
andre pun akhirnya sampai kerumah tante ana
"untung aku selalu membawa kunci rumah tante ana"
andre membuka pintunya dan masuk kedalam
"permisi"
"uhuk uhuk,berdebu nya disini,ya pastilah andre rumah inikan udah lama gak dihuni"
andre melihat lihat rumah tante ana kembali
"hah,rindunya dengan rumah ni"
lalu andre memasuki kamar tante ana dan melihat kedalam lemari tante ana.
"ini semua pakaian tante ana,semuanya sudah berdebu tapi masih bagus dan tidak rusak"
"sepertinya sayang jika tidak digunakan,besok akan kusuruh orang untuk memindahkan barang barang disini untuk disumbangkan,kan percuma kalau gak dipakai"
"kira kira dikamar ku ada apa aja ya?
andre pun memasuki kamarnya
"uhuk,uhuk disini debu nya yang paling parah"
andre mengecek-ngecek Kamarnya
"jadi disini masih ada peralatan sekolahku ya"
lalu andre menemukan pakaian SMA nya dan mengingat perkataan paman alex mengenai orang tuanya yang pernah bersekolah disekolah yang sama dengan nya.
__ADS_1
"jadi ini pakaian yang dulu digunakan ayah dan ibu ketika bersekolah"
andre mencoba membersihkan debu debu pakaian nya dan menggunakannya.
"wah tak kusangka kalau pakaian ini masih sedikit muat denganku"
"tunggu sebentar apa ini berarti dalam beberapa tahun ini aku tidak tumbuh besar?"
"ah sepertinya tidak,pertumbuhan ku saja yang dulunya terlalu cepat"
andre melihat dirinya dengan seksama di kaca cermin
"hm,kalau dilihat lihat muka gua tampan juga ya"
andre yang sadar akan ucapannya itu sendiri merasa malu pada dirinya sendiri
"ah,apa yang aku katakan,percaya diri sekali kamu andre"
Ring-ring-ring
ada sebuah panggilan yang masuk ke Hape andre,ternyata pembantu rumahnya yang menelfon
"ya halo,ada apa bi?"
"pak,apa bapak bisa pulang segera disini ada masalah pak"
"ada apa bi,kenapa suaramu panik begitu"
"ini pak,pak satpam sepertinya keracunan, mulutnya sampai berbusa busa,saya lagi sendiri dirumah,jadi gak bisa minta bantuan"
"hah iya iya sebentar saya akan segera pulang"
andre langsung bergegas meninggalkan rumah tante ana dengan masih memakai pakaian SMA nya dan memasukkan dompetnya disaku belakang celananya
"oalah kok bisa ada kejadian seperti ini"
andre langsung masuk mobil
"pak pak,ayo cepat kita pulang kerumah"
"baik pak"
andre pun langsung ngebut pulang kerumah dan akhirnya mereka sampai dirumah
lalu tiba tiba ada bibi yang sedang menunggu didepan pintu
"mari kesini pak,ini lihat pak,pak satpam mulutnya berbusa,kayaknya dia pingsan pak"
"sini coba saya lihat dulu"
andre memeriksa pak satpam,lalu andre mendengar suara orang yang mendengkur.
"oh tidur ya rupanya"
"bi,tolong ambilkan segelas air"
"ok pak"
andre langsung menyiram muka pak satpam dan pak satpam langsung terbangun
"wuaah dingin"
"nah,bangun juga kamu"
"eh loh,kok pak satpam bangun,bukannya dia keracunan?"
bibi kebingungan
"heh bibi taukan kalau pak satpam ini kalau tidur itu kaya kebo,jadi dia tidur memang kayak orang yang udah mati"
"hah,ada apa ini pak,kenapa saya disiram"
"enggak saya bangunin kamu karena dari tadi bibi rindu sama kamu,bibi udah susah payah dari tadi bangunin kamu tapi gak bangun bangun juga"
__ADS_1