
Andre yang tubuhnya sudah lelah dan sakit, Andre pun pergi mengganti baju dan berisitirahat sebentar.
Leon dan Sarah menghampiri Andre yang sedang beristirahat dan menertawakannya.
"Jadi bagaimana Andre?, apakah itu semua sakit?" Tanya Leon yang tertawa.
Andai saja dia bukan ayahku, mungkin sudah aku hajar dan aku banting tubuhnya ke lantai.
"Apakah kamu sudah jerah Andre?" Sarah pun ikut tertawa.
Kenapa sih ayah dan ibuku seperti ini. Padahal mereka dimasa depan sangat dingin, tapi sekarang... ah sudahlah. Pikir Andre.
Leon dan Sarah terlihat sedikit khawatir namun lebih banyak tertawa diatas penderitaan Andre.
Setelah pembicaraan yang tidak penting itu, karena Andre sudah lelah, akhirnya dia pun memutuskan untuk pulang dan berpisah dengan Leon dan Sarah disekolah.
Sesampainya dirumah, Ana dan Indra terkejut melihat keadaan Andre yang baru pulang itu.
"Kamu kenapa andre?, kok jadi memar gini wajahmu?" Tanya Ana yang khawatir.
"Bwahaha" Indra malah tertawa terbahak bahak melihat tubuh Andre yang babak belur.
Karena kesal ditertawakan Andre pun mendekati Indra dan membanting tubuhnya ke lantai. "Ohok" Indra kesakitan.
Ana yang tidak terima suaminya disakiti, Ana pun memukul kepala Andre. "Aduh".
"Hahaha" Indra tetap saja masih tertawa.
"Hei kalian berdua sudahlah hentikan itu!" Ujar Ana.
Ana pun membantu mengobati tubuh Andre yang memar itu. "Kamu kenapa bisa sampai seperti ini Andre?" Tanya Ana.
"Yah aku tadi kalah bertanding melawan senior ku" Jawab Andre.
"Loh katanya bisa menang, eh tapi kok malah kalah?, hm" Indra meledek Andre.
Berisik eh.. Pikir Andre.
"Benar juga Andre, bukannya kamu itu sudah terbiasa berlatih bela diri?, tapi kenapa kamu bisa kalah?" Tanya Indra.
__ADS_1
"Sepertinya aku salah memilih lawan, senior Raku yang aku lawan adalah orang yang ahli dalam bela diri" Jawab Andre.
"Tunggu sebentar, maksudmu orang yang kamu lawan itu adalah Raku yang telah berhasil meraih berbagai penghargaan?" Ujar Indra.
"Benar dia orangnya" Jawab Andre.
"Wah kalau begitu kamu seharusnya merasa bangga karena kamu bisa berhadapan dengannya secara langsung" Ujar Indra.
"Bangga iya, tapi tubuhku memar semua jadinya" Jawab Andre.
"Iya itu deritamu" Ujar Indra.
"Baguslah ada orang yang bisa menjatuhkan harga diri Andre yang telah jauh melambung tinggi itu. Bagaimana apakah rasanya sakit?" Ujar Ana.
Yah sepertinya ini akibat jika aku terlalu percaya diri, jujur saja aku merasa tidak kesal dengan kekalahan ku ini. Tapi aku lebih merasa senang, karena aku bisa melakukan apa yang aku mau sekarang ini.
Dulu aku terlalu sibuk belajar dan mencari uang untuk kelangsungan hidupku. Ketika aku sudah sukses, baru aku bisa menikmati hidup. Namun itu sepertinya sudah terlambat.
Aku sempat lupa, dimasa depan ada seorang yang juara bela diri yang meraih berbagai penghargaan dan aku tidak sangka ternyata malah bertemu dengannya di waktu ini. Dan aku dengan beraninya menantang dia.
Tapi Raku hebat juga ya. Dia bisa bertahan melakukan bela diri hingga dewasa. Pikir Andre.
Aku pun bodoh waktu paman bilang ingin memberitahukan masalahnya tapi aku malah menolak. Yah tapi itu kan bukan salahku juga. Siapa juga yang menyangka aku akan kembali ke masa lalu.
Anggap saja itu nantinya akan menjadi kejutan untukku. Pikir Andre.
Keesokan harinya pun tiba. Seperti biasa Andre belajar dengan baik disekolah. Karena sebelumnya dia telah bertekad untuk mempererat hubungan ayah dan ibunya. Andre memikirkan segala cara untuk melaksanakannya.
Jam istirahat telah berbunyi. "Andre ayo kita ke kantin" Ujar Leon.
"Aku hari ini tidak ikut dulu deh, aku hari ini ingin dikelas aja" Jawab Andre.
"Oh yasudah kami pergi dulu kalau begitu" Ujar Leon. Leon dan Sarah pun pergi menuju kantin.
Aku harus sebisa mungkin memberikan waktu untuk mereka berdua saja. Aku akan mengawasi mereka dari jauh aja deh. Pikir Andre.
Andre pun mengikuti dan mengawasi mereka berdua dari kejauhan.
Seperti biasa Leon dan Sarah memesan pesanan mereka.
__ADS_1
Andre yang mengawasi mereka dari kejauhan memiliki sebuah rencana untuk mendekatkan ayah dan ibunya.
Ditangan Andre sudah sebuah botol plastik. Dia berencana untuk membuat ibunya terjatuh dan berharap ayahnya akan menangkap ibunya. Dan dari situ dia pikir akan anda hal romantis yang akan terjadi.
Walau cari ini sedikit berisiko, tapi maafkan aku ibu, ini demi kebaikan kalian berdua. Pikir Andre. Andre pun menggelindingkan botol plastik itu kearah ibunya. Ketika ibunya berjalan, ibunya menginjak botol itu dan akan terjatuh.
Bagus berhasil, ayo tangkap ayah. Pikir Andre.
Ketika Sarah akan terjatuh, Leon tidak bereaksi apa apa, dia hanya melihat saja. "Aduh.. botol plastik siapa sih ini" Sarah menjadi kesal.
Ah, apa yang dilakukan ayahku yang bodoh satu ini. Seharusnya ayah menangkapnya, bukan hanya terdiam seperti itu saja. Andre kecewa dan kesal.
Tapi masih ada satu hal lagi yang bisa ayah lakukan, dia harus mengulurkan tangannya untuk membantu ibu berdiri. Pikir Andre.
"Apakah kamu bisa berdiri sendiri Sarah?" Tanya Leon.
"Iya aku bisa" Tanpa dibantu oleh Leon, Sarah berdiri dengan sendirinya.
Hah sudahlah, ayah dan ibu orangnya tidak peka sama sekali. Aku benci dengan mereka yang seperti ini. Padahal dari pertama kali bertemu mereka. Aku ingin ada hal yang romantis terjadi diantara mereka. Tapi kenapa susah sekali untuk mendapatkan moment romantis untuk ayah dan ibu. Andre sudah pasrah dengan apa yang terjadi.
Andre yang kecewa karena rencananya tidak berhasil, ia pun memutuskan untuk pergi ke kelas.
Ah dasar, kenapa rencana ku tadi tidak berhasil sih. Apa lagi yang harus aku coba untuk mendekatkan mereka. Aku lumayan sering membaca komik dan novel romantis sih. Tapi adegan mana yang cocok untuk mereka agar tidak terlalu lebay dan natural. Pikir Andre.
Ketika Andre sedang berjalan menuju ke kelasnya. Dia menabrak seseorang. "Uh"
Andre mencoba melihat orang yang ditabraknya. "Oh maaf kan aku" Ujar Andre.
"Iya aku baik baik saja" Jawab orang itu.
Tunggu sepertinya untuk mempermudah keberadaan ku disekolah ini, aku harus memperbaiki nama baikku sendiri. Mungkin aku akan mencoba mulai dengan orang ini terlebih dahulu. Pikir Andre.
"Maaf sebelumnya, kalau boleh tahu, nama kamu siapa ya?" Tanya Andre yang mengulurkan tangannya.
"N namaku Alex, aku berada dikelas 1-C" Jawab Alex yang gugup.
Tunggu, apa?, Alex?, maksudnya orang ini adalah paman Alex?. Andre terkejut karena mendadak bertemu dengan paman Alex.
Andre memperhatikan Alex dari bawah hingga atas tubuhnya.
__ADS_1