
"Indra...!!"tatapan tajam dari penjaga
"Hii"Indra ketakutan
Penjaga itu langsung mendekati Indra dan menjewer telinga serta memarahinya.
"Kamu ini memang lah ya Indra, kamu kira udah kesekian berapa kalinya kartu perpus milikmu rusak terus. Dijaga dengan baik bisa gak sih"Ujar penjaga yang marah.
"Ma maafkan aku kak, aku pun tidak tahu jika tinta penaku bocor"ujar Indra yang ketakutan.
"Baiklah kali ini akan aku maafkan kamu, tapi sekali lagi kamu merusak kartunya, aku serius akan melarang kamu untuk masuk kembali kesini"Ujar Penjaga dengan tegas.
"B baik kak"Ujar Indra
Setelah memarahi Indra habis habisan, penjaga perpus itu kembali melanjutkan perkerjaan nya.
Indra pun berjalan menuju ketempat Ana dengan kepala yang menunduk. Ketika dia melihat ke wajah Ana, terlihat kalau misalnya wajah Ana yang berisi tatapan kosong.
Ana yang dari tadi memperhatikan tidak berekspresi apapun.
Indra berpikir jika Ana memikirkan sesuatu yang buruk tentang nya. Namun itu semua juga kesalahan nya sendiri.
"A ana ayo kita segera pergi"ujar Indra yang gugup
Tanpa menjawab Ana hanya mengikuti pergerakan Indra.
Setelah mereka berdua melewati pintu keluar perpus.
Ana tiba tiba berhenti berjalan dan mengambil nafas sedalam dalamnya.
Indra kebingungan kenapa Ana berhenti.
Setelah Ana menarik nafas cukup dalam, Ana tiba tiba tertawa cukup keras.
"Haha haha haha"Ana tertawa sambil memegang perutnya.
Indra terkejut karena Ana tertawa
"Kamu kenapa tertawa Ana?"kata Indra yang kebingungan
"Haha, aku tertawa karena reaksi mu lucu sekali ketika dimarahi tadi"kata Ana
"Terus kenapa kamu baru tertawa sekarang?"kata Indra
"Kan di perpus tidak boleh berisik, makanya aku dari tadi berusaha menahan tawaku, haha"Ujar Ana yang masih tertawa.
Hoho, aku kira tadi dia terdiam karena merasa jengkel denganku ternyata pikiranku saja yang berlebihan.
Tapi Indra tetap kesal karena Ana tertawa diatas penderitaan Indra
"Duak"suara Indra menepuk kepala Ana.
"aduh"ujar ana yang kesakitan
"Kamu ini orang lagi kena sial tapi kamu malah tertawa"ujar Indra
Ana merasa kesal karena dia tiba tiba dipukul Indra, karena tidak terima Ana pun membalas Indra.
__ADS_1
"Bugh Bugh Bugh"suara pukulan Ana.
Indra tidak merasakan apapun karena pukulan ana yang begitu lemah.
"Kamu lagi mukul ya?"ujar Indra
"iya lah radakan ini, uh, uh"kata Ana
"Sudah sudah maafkan aku ya karena memukul kepalamu tadi"Ujar Indra sambil mengusap kepala Ana.
Indra yang mengusap kepala Ana. Ana merasa nyaman ketika kepalanya diusap orang lain. Indra yang tersadar karena menyentuh Ana langsung menjauhkan tangannya.
"M maaf Ana"ujar Indra
Ana yang tadi merasa nyaman karena kepalanya diusap, marah karena usapannya dilepas. Ana langsung mengambil tangan Indra dan meletakkan nya kembali di kepala Ana.
Indra merasa malu karena tangannya dipegang oleh Ana.
"Eng, apa kamu mau diusap lagi?"tanya Indra.
"hm hm"Kata ana sambil mengangguk kan kepalanya.
Jadi dia suka kepalanya diusap ya, lucunya dia seperti kucing yang sedang dimanjakan. pikir Indra
Dan itu berlangsung cukup lama hingga orang orang disekitar mereka memperhatikan tingkah Indra dan Ana.
Indra yang menyadari kalau mereka sedang diperhatikan orang orang menjadi malu, dan dia berbicara kepada Ana secara bisik bisik untuk segera pergi dari sana.
"Sst, Ana ayo kita pergi dari sini"kata Indra
Ana tidak mendengarkan Indra karena terlena dengan kenyamanan usapan di kepalanya.
Indra berlari hingga sampai ke jalanan.
"Hahah hah"Ana dan Indra kehabisan nafas.
"Kamu ini kenapa sih Indra tiba tiba main lari aja"kata Ana dengan nafas yang terengah engah.
"Kamu ini gak sadar ya kalau kita tadi jadi pusat perhatian"ujar Indra
"Biarin aja lah, kamu ini terlalu sensitif"ujar Ana
"terserah lah"jawab Indra
Indra dan Ana pun beristirahat dan menenangkan pikirannya.
Ketika mereka sedang bersantai, ada tukang eskrim yang lewat.
Kebetulan Indra lagi kehausan, dia ingin pergi membeli es krimnya dan menawari Ana.
"Ana apakah kamu mau es krim?"Tanya Indra
"Boleh deh 2 ya, 1 stroberi ,1 lagi coklat""jawab Ana dengan santainya.
Ni orang gak tahu malu apa ya, udah ditraktir juga tapi malah minta lebih.Pikir Indra
Indra segera pergi membeli eskrim sesuai pesanan Ana.
__ADS_1
"Pak eskrim nya 3 ya, 1 stroberi, 1 coklat, 1 lagi vanila"kata Indra
"Baik dek, sebentar ya" penjual eskrim itu segera membuat eskrimnya, dia memasukkan eskrimnya kedalam cup berukuran sedang.
Akhirnya eskrim siap dibuat.
"Ini dek"Penjual itu memberikan eskrimnya.
"Ini pak uangnya"Indra memberikan uang kepada penjual itu.
Setelah membayar Indra langsung pergi ketempat Ana dan memberikan eskrimnya.
"nih ana"ujar Indra sambil memberikan eskrimnya
"terimakasih Indra"kata Ana sambil tersenyum
Ana mencampur 2 eskrim miliknya kedalam 1 cup dan dengan itu dia bisa menikmati 2 rasa sekaligus. "Mm enaknya"kata Ana yang menikmati eskrimnya.
Indra yang melihat Ana berpikir. Jadi sebenarnya dia mau mencampurkan kedua eskrim itu, sepertinya itu terlihat lezat. pikir Indra sambil memperhatikan eskrim Ana
Ana melihat Indra berpikir kalau Indra ingin mencoba eskrim miliknya dan menawari nya.
Ana menyendoki eskrimnya dan mendekatkannya kehadapan Indra.
"Ini silahkan dicoba Indra"kata Ana
Tanpa pikir panjang Indra langsung memakan eskrimnya. "Mm, terimakasih"kata Indra
Karena Indra telah memakan eskrim milik Ana, Ana meminta tukaran untuk eskrimnya tadi.
"Indra, karena kamu telah memakan eskrim milikku, maka aku minta setengah eskrim mu dong"kata Ana
"Loh kok gitu?"ujar Indra
"Ya iyalah kan kamu udah makan eskrim ku jadi harus ada gantinya dong"kata Ana
"Rakusnya dirimu Ana, yaudah kemarikan cup milikmu"kata Indra
Indra pun memberikan setengah dari eskrim miliknya dan mencampurnya kedalam cup eskrim milik Ana.
"Wah hebat sekarang aku bisa merasakan 3 rasa dalam sekali suapan"kata Ana
"Yah nikmati saja kebahagiaan mu yang sementara itu"kata
Ana dan Indra menikmati eskrimnya hingga habis. Setelah mereka selesai menghabiskannya Indra merasa kalau dirinya belum puas hanya sekedar memakan eskrim saja.
"Makan eskrim tidak membuat kenyang ya"ujar Indra
"Iya lah mana mungkin bisa kenyang hanya memakan eskrim saja"Ujar Ana
Indra melihat langit. terlihat kalau langit mulai gelap.
Indra berpikir untuk mengajak Ana untuk makan malam.
"Hei karena ini sudah mau malam, kita pergi makan malam saja ya"Ujar Indra
"Boleh, ayo ikut kerumah ku, kamu ikut makan saja sekalian disana"Ujar Ana
__ADS_1
"Heh apa? rumahmu?"Ujar Indra yang kebingungan.