
"Kenapa begitu?"tanya Andre
"Ya gimana perutku gak jadi buncit. Itu semua karena Ana selalu memaksaku memakan masakannya sampai habis"jawab Indra
"Memaksa?"kata Andre
Ketika Indra dan Ana baru baru menikah.
Indra sedang melihat Ana yang sedang memasak makan malam untuk pertama kalinya.
"Ana kamu sedang memasak apa?"tanya Indra
"Ini aku lagi masak sup"jawab Ana
Indra mencoba melihat ke yang sedang dimasak Ana. Dan Indra benar benar terkejut dengan tampilan dari masakan Ana.
"Sayang, apakah kamu yakin kamu tidak salah menggunakan resep?"tanya Indra dengan wajah yang khawatir
"Tidak aku sudah mengikuti resepnya dari awal dengan benar"jawab Ana
Indra masih menatap tampilan masakan makanan Ana dengan wajah yang heran.
Tidak mau mengungkapkan isi hatinya lagi.
Walau dia bilang begitu, namun kenapa warna air sup nya itu berwarna keruh.kata Indra
Sepertinya aku tidak perlu lagi berkomentar tentang masakannya lagi. Takutnya dia malah sedih jika aku salah ngomong nanti.
Ana yang melihat Indra terus memperhatikan masakannya bertanya.
"Kenapa kamu melihat masakan ku seperti itu?"tanya ana
"Enggak kok, aku hanya penasaran bagaimana rasa dari masakan istriku ini"jawab Indra yang gugup
Setelah itu Ana telah selesai membuat masakannya dan meletakkan di meja untuk makan malam.
Indra yang melihat tampilan masakan Ana benar benar khawatir dengan rasanya.
Apa ini aman untuk dimakan, aku takutnya nanti sakit perut lagi, tapi jika aku tolak memakannya dia sudah susah payah membuatnya.
Mau tidak mau aku harus memakan ini.kata Indra dengan penuh pasrah
Indra pun mencoba memakan masakan ana dan dia merasakan sesuatu yang tidak biasa pada lidahnya.
Ukh, apa rasa masakan ini. Ada campuran antara asin, asam, pedas, dan manis. Rasanya ini sangat aneh.kata Indra dengan raut wajah yang aneh.
Ana yang melihat wajah Indra yang berubah setelah memakan masakannya pun bertanya.
"Sayang, wajahmu kenapa seperti itu?, apakah rasa makanannya tidak enak?"tanya ana yang khawatir
"Tidak kok, ini benar benar enak, aku hanya terkejut dengan rasanya"jawab indra yang gugup
Ana terus menatap wajah dan mata indra ketiak dia sedang berbicara.
__ADS_1
"Kamu jangan bohong Indra, jujur saja padaku, bagaimana rasa dari masakan ku itu?"kata ana dengan tegas
Indra yang melihat tatapan wajah Ana, dia pun tidak sanggup lagi untuk berbohong. Hingga akhirnya dia mengatakan yang sebenarnya.
"Jujur saja masakan mu ini rasanya sangat aneh, ada berbagai campuran rasa di masakan ini, aku bahkan tidak mau lagi memakannya"kata Indra dengan tegas
Ana yang mendengarkan perkataan Indra pun merasa sangat sedih dan terpukul karena dia ternyata belum ahli dalam memasak.
"Hiks, hiks, jadi begitu rasa dari masakan ku"kata ana sambil menangis.
Yah yah, kok dia malah nangis, kan dia tadi yang suruh berkata jujur, apa mungkin perkataan ku tadi itu terlalu berlebihan ya?kata Indra yang khawatir
Indra hanya terdiam saja dan tidak berbuat apapun untuk menenangkan Ana.
Hingga akhirnya Ana pun tenang dan berbicara.
"Maafkan aku ya, masakan ku rasanya jadi tidak karuan"kata Ana
"Tidak apa apa kok, kamu kan baru belajar memasak, jadi itu hal yang biasa terjadi"kata Indra
"Kamu benar, maka dari itu selanjutnya kamu akan menjadi orang selalu mencoba semua hasil masakan ku ya"kata Ana
"Semuanya?"tanya Indra
"Iya"jawab ana yang tersenyum
Kembali ke obrolan Indra dan Andre
Indra berbicara secara kepada Andre dengan berbisik bisik.
"Yang sabar itu sudah terlanjur menjadi deritamu"kata Andre
"Indra apa yang kamu bicarakan?"tanya ana
"Ini aku tadi hanya mengatakan ke andre bahwa hasil masakan mu itu terus membaik"jawab Indra
"Oh, aku pergi dulu ya, masih ada yang mau dikerjakan"kata ana
Ana pun pergi keluar dari kamarnya Andre
Andre melihat Indra yang masih belum keluar dari kamarnya.
"Bang, kenapa kamu masih disini, sana keluar"kata Andre
"Oh berani kamu ya ngusir aku, padahal ini rumahku lo"kata Indra yang kesal
"Hehe maaf, maksudku abangku silahkan keluar terlebih dahulu ya, aku mau beres beres terlebih dahulu"kata Andre dengan nada suara yang direndahkan.
"Yasudah aku keluar dulu"kata Indra
Indra pun keluar dari kamarnya Andre.
Andre sempat berpikir mengenai perubahan sikap yang ia miliki sejak ia tinggal di zaman ini.
__ADS_1
Ini perasaanku atau memang kenyataannya ya. Entah kenapa sikapku sekarang ini sepertinya lebih seenaknya kepada orang lain, padahal aku dulu aku tidak seperti ini.
Aku jadi bingung kenapa begini jadinya. kata andre yang kebingungan
Andre pun merapikan kamarnya dan membersihkan tubuhnya.
Setelah dia selesai membersihkan tubuh dia turun kebawah untuk mengecek keadaan.
Andre melihat ana yang masih duduk di meja makan namun tidak melihat Indra disana.
"Kak, bang Indra dimana?"tanya andre
"Itu ada lagi didepan toko, sedang nyantai didepan"jawab ana
"Aku kedepan dulu ya kak, mau lihat bang Indra"kata andre
"iya"kata ana
Andre pun pergi melihat Indra keluar.
"Bang kenapa kamu diluar sini?"tanya Andre
"Tidak ada aku hanya ingin merasakan angin malam"jawab Indra
Andre sempat kepikiran mengenai yang diceritakan Indra ketika Indra dan ana baru pertama kali menikah.
Ia penasaran bagaimana cara mereka bertemu hingga bisa menikah.
Aku jadi penasaran dengan masa lalu mereka. tapi nanti jika aku tanya malah dibilang kepo. Tapi kalau aku tidak tanya aku akan mati penasaran.
Aku tanya aja deh. kata Andre
"Bang aku boleh tanya sesuatu gak?"tanya Andre
"Tanya apa?"jawab Indra
"tadi kan kamu sudah menceritakan tentang kehidupanmu dengan ana ketika baru pertama kali menikah, aku jadi penasaran bagaimana pertama kali kalian saling bertemu?"tanya Andre
"Dari situ ya, tapi cerita ku tidak terlalu menarik"jawab Indra
"tidak apa apa, akan kudengarkan"kata Andre yang duduk disamping Indra.
"Aku dan Ana sebenarnya belum cukup mengenal satu sama lain"kata Indra
"Kami pertama kali bertemu ketika di kampus"
"Ana dulunya adalah orang sangat terkenal dikalangan mahasiswa lainnya, dan orang orang banyak bercerita tentang nya"
Jadi kak ana dulu terkenal juga ya.kata Andre
"Aku dulunya hanyalah anak kutu buku, yang jarang bersosialisasi dengan orang lain"
"Kalau dibandingkan Aku dengan Ana ya, aku itu adalah kebalikan dari dirinya. Dia selalu menjadi pusat perhatian sedangkan aku selalu terabaikan"
__ADS_1
"Kami pertama kali bertemu ketika aku sedang berjalan menuju ke perpustakaan dengan membawa banyak sekali buku"kata Indra