Akan Kuperbaiki Hubungan Mereka

Akan Kuperbaiki Hubungan Mereka
Bab 29


__ADS_3

"Oi kenapa kalian berdua mengikuti aku?" tanya Andre.


"Yah haha, akhirnya kami Ketahuan ya. Maaf kami hanya penasaran dengan tempat tinggal kamu" Jawab Leon.


"Terus Sarah kenapa ikut juga?" tanya Andre.


"Aku jika tidak dipaksa oleh Leon, aku pun tidak akan mau kesini" Jawab Sarah.


"Hm terserah lah. Jika kalian mau ikut, ayo kita pergi" ujar Andre.


"Baik" jawab Sarah dan Leon.


Mereka pun pergi ke toko bunga Ana. Sesampainya disana, Andre langsung membuka pintu toko. "Aku pulang" kata Andre.


"Selamat datang" Jawab Indra. Ternyata Indra yang sedang menjaga toko. Indra pun menyadari kalau ada orang dibelakang Andre dan melayaninya. "Mau lihat apa dek, disini ada banyak bunga yang bagus, mau pilih yang mana" Indra menawari Leon dan Sarah.


"Bang, sudah hentikan itu. Mereka berdua itu adalah temanku" Andre menghentikan Indra.


"Teman?,...... Kamu punya teman Andre?" Tanya Indra.


"Jangan lebay begitulah" Jawab Andre.


"Yaudah Leon, Sarah ayo sini masuk" Ucap Andre.


Andre pun mengajak mereka masuk dan bertemu Ana. "Aku pulang kak". ucap Andre. "Iya selamat datang?,.. Itu siapa orang yang dibelakang mu Andre?" tanya kak Ana.


"Mereka ini adalah temanku" Ujar Andre. "Oh begitu, apakah kalian ingin cemilan?" tanya Ana kepada Leon dan Sarah.


"Tidak usah repot repot kak" Ucap mereka.


"Wah kalian sopan sekali ya" Ana kagum dengan mereka.


"Hehe terimakasih kak" ucap Sarah.


"Beda sekali dengan Andre. Jika ditawari seperti tadi pasti dia tidak akan basa basi" ucap Ana.


"Yah kalau ada kesempatan kenapa harus ditolak, ya kan" Jawab Andre.


Ana menunjukkan wajah kesalnya.


"Yaudah ayo kalian berdua ikut aku ke kamarku" Ucap Andre.


"Ok" jawab mereka.


Mereka bertiga pun pergi ke kamar Andre.


Sarah dan Leon memperhatikan dengan seksama tatanan kamar Andre. "Kamarmu rapi juga ya Andre" Sarah berkomentar.


"Aku selalu diajarkan untuk rapi oleh kakek dan nenek ku" Jawab Andre.


"Hm" ucap Sarah.

__ADS_1


"Oh benar juga Andre, coba kamu perlihatkan beberapa gerakan bela diri kepada kami" Ucap Leon.


"Boleh saja tunggu sebentar ya" Andre melihat terlebih dahulu berbagai macam gerakan dibuku yang berikan Sarah.


Dia mencoba menghafal dan memahami gerakannya. Ketika sudah siap dia mulai mempraktekkan nya.


Andre memulai nya dari kuda kuda. Lalu mencoba berbagai gerakan dasar dan baru lah dia mencoba teknik yang sedikit sulit.


Leon dan Sarah terpana dan kagum dengan gerakan Andre. Mereka memperhatikan dengan seksama setiap gerakan yang dipraktekkan Andre.


Andre pun beristirahat sebentar dan bertanya kepada mereka bagaimana hasilnya.


"Jadi bagaimana menurut kalian?" Tanya Andre.


"Kalau menurut ku sudah bagus kok" Jawab Leon.


"Tapi aku rasa gerakan mu itu masih sedikit kaku dan kurang stabil" Jawab Sarah.


"Iya aku pun merasa begitu, karena aku juga sudah cukup lama belum menggunakan teknik bela diri" Ucap Andre.


Ketika mereka sedang berbicara Ana datang ke kamar Andre. "Andre kalian sedang apa?" Tanya Ana.


"Tidak ada, mereka hanya melihatku berlatih saja" Jawab Andre.


"Kalau begitu ayo kita makan malam, dan juga kalian berdua sekalian aja ikut makan malam bersama kami" Ujar Ana.


"Bagaimana ini Ana terima saja atau tidak?" Bisik Leon kepada Sarah.


"Mana aku tau, terserah kamu saja, kan kamu tadi yang mengajak ku kesini" Bisik Sarah.


"Baiklah kami ikut saja" Jawab Leon.


"Ok, ayo kita semua turun" Ucap Ana.


Mereka berempat pun turun untuk makan malam. Terlihat Indra sudah duduk terlebih dahulu di meja makan. Leon dan Sarah pun ikut duduk. Sedangkan Andre dan Ana menyiapkan menghidangkan makan malamnya.


Setelah selesai dihidangkan mereka semua pun makan dan menikmatinya.


"Jadi bagaimana rasa masakan kakak?" Tanya Ana.


"Enak kok kak" Jawab Leon. "Hm" Sarah mengangguk.


"Baguslah kalau begitu, aku kira masakan ku hari ini rasanya buruk" Ana merasa lega.


"Tapi tetap saja masakannya tidak seenak masakan ku" Ujar Andre.


"Kamu nanti aku usir dari rumah ini ya Andre" Ucap Ana yang kesal.


"Hm" Andre pun terdiam. Cih, jadi orang terlalu terbawa perasaan kali. Pikir Andre.


Ketika makan Andre mencoba memperhatikan suasana di sekelilingnya.

__ADS_1


Benar juga, aku dimasa depan jarang makan dengan tenang bersama ayah dan ibu. Karena dulu ayah dan ibu selalu bertengkar, mereka jarang sekali makan dirumah dan sekalipun mereka dirumah. Mereka tidak makan dimeja makan. Dan karena hal itu juga aku selalu makan sendirian di kamarku.


Hah andai saja saat seperti ini bisa bertahan selamanya. Apa sih yang aku pikirkan, mana mungkin hal seperti itu akan terjadi, waktu kan selalu berlalu dengan sendirinya. Pikir Andre.


Dan mereka semua pun makan malam dengan tenang.


Leon dan Sarah pun pamit pulang. "Kak, bang terimakasih atas jamuan nya" Ucap Leon.


"Iya sama sama, kapan kapan datang aja lagi kesini ya" Ucap Ana.


"Iya kak" Jawab Leon dan Sarah.


Leon dan Sarah pun pulang.


"Oh iya Leon siapa nama teman teman mu itu" Tanya Ana.


"Yang cowok namanya Leon dan cewek itu Sarah. Mereka yang kemaren itu meminjamkan aku uang ketika aku lupa bawa uang jajan" Ucap Andre.


"Jadi mereka orangnya, apakah kamu sudah ganti uangnya?" Tanya Ana.


"Aku tidak mengganti uang mereka. Karena mereka sendiri yang bilang tidak perlu dikembalikan" Jawab Andre.


"Kamu tidak bohong kan Andre?" Tanya Ana dengan tatapan yang sinis.


"Serius kak" Jawab Andre.


"Ok yasudah ayo kita masuk" Mereka pun masuk kembali kedalam rumah.


Keesokan harinya pun tiba. Setelah bersiap Andre pamit dan langsung pergi kesekolah.


Sesampainya disekolah dia bertemu dengan Leon dan Sarah. Mereka semua pun belajar dengan baik hingga waktu pulang tiba.


Seperti yang dijanjikan kemarin lusa. Andre dan senior Raku akan bertanding di ruangan klub bela diri.


Karena berita mengenai Andre dan Raku yang akan bertanding menjadi pembicaraan hangat sebelumnya. Murid murid yang lain hari itu ikut menonton pertandingan nya.


Andre telah berganti pakaian bela diri, begitu pula dengan Raku. Mereka yang sudah bersiap langsung pergi ke arena.


Raku dan Andre saling bertatapan tajam. Ketika mereka saling menatap satu sama lain, tiba tiba Raku menundukkan tubuhnya dan minta maaf. "Maafkan aku Andre, aku tidak akan bisa melawan mu saat ini" Ucap Raku.


"Heeeeeh" Murid murid yang menonton langsung gempar.


Apa lagi maksud dari orang ini, bukannya dia kemarin bilang akan siap bertanding. pikir Andre.


"Apa maksudmu senior?" Tanya Andre.


"Aku baru ingat bahwa kemampuan bela diri yang kumiliki ini tidak boleh digunakan seenaknya" Ujar Raku.


Baguslah jika dirimu sadar akan hal itu. Aku juga sebenarnya berat hati untuk melanjutkan pertandingan ini.


"Baiklah kalau begitu senior aku akan pergi dulu" Ucap Andre. Andre pun berbalik.

__ADS_1


Ketika dia berbalik, Raku tiba tiba berdiri dan menyerang Andre dari belakang. Sebelum Raku berhasil mengenai Andre. Andre refleks langsung menahan serangan Raku.


Andre pun menjadi kesal. "Apa maksudnya ini senior?" Tanya Andre yang marah.


__ADS_2