
"Tunggu sebentar, kenapa aku merasa tidak asing dengan wajah guru ini ya?"
Guru itu pun mulai memperkenalkan dirinya.
"Ya halo semuanya, perkenalkan nama ibu adalah Erika, dan mulai hari ini saya adalah wali kelas kalian untuk tahun ini"
Andre yang mendengar nama Erika mencoba mengingat sesuatu.
"Erika... Erika, hah bu Eri?!"
Andre baru menyadari bahwa guru nya saat ini adalah gurunya dimasa depan.
"Kebetulan macam apa lagi ini?, aku tidak terlalu terkejut jika hal seperti ini terjadi lagi"
"tapi aku sedikit keberatan jika dia menjadi guru ku"
Andre merasa tidak nyaman jika bu Erika menjadi guru nya untuk saat ini.
Ketika Andre masih bersekolah di SMA 7 ini, bu erika pernah mengajarinya selama 1 tahun.
Bu Erika adalah guru yang cukup tegas kepada murid muridnya.
Namun Andre berpikir bahwa bu Eri hanyalah seorang guru yang sangat cerewet.
Waktu bu Eri sedang mengajar dikelas Andre, bu Eri itu sangat sensitif dengan suasana dikelasnya.
Bahkan sangking tenangnya dikelas, ketika ada sebuah benda yang terjatuh dari atas meja, bu Eri akan langsung menyadarinya dan menegur.
Maka dari itu Andre merasa kalau bu Eri hanyalah seorang guru yang cerewet.
"Huh kurasa ini akan menjadi tahun yang sangat menyebalkan"
Bu eri mulai melihat buku daftar murid dikelasnya dan berkata...
"Baiklah semuanya untuk saat ini sepertinya kita tidak akan belajar terlebih dahulu"
"yey"murid murid senang
"Kita hari ini mungkin lebih baik saling mengenal satu sama lain"
"Maka dari itu mungkin lebih baik kalian memperkenal diri kalian masing masing"
"Untuk perkenalannya dimulai dari urutan yang paling depan ya"
"Baik buk"
Akhirnya murid murid dikelas mulai memperkenalkan dirinya masing masing.
Lalu ayah dan ibu andre memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan namaku adalah Leon, umurku 16 tahun, dan suka bermain sepak bola"kata ayah andre
lalu ibu Andre memperkenal dirinya
"Perkenalkan namaku adalah Sarah, umurku 16 tahun, dan hobiku adalah bernyanyi"
"Hm kalian berdua adalah murid yang mendapatkan nilai tertinggi ditahun ini ya"tanya bu Eri
__ADS_1
"haha iya bu"
Lalu perkenalan dikelas berlanjut hingga tiba untuk Andre memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan namaku adalah Andre, umurku 16 tahun, dan aku orangnya tidak suka melakukan hal yang merepotkan"
Bu Eri langsung menyadari kalau orang yang bikin heboh di aula sekolah tadi adalah Andre
"Andre kamu tadi orang yang bikin heboh di aula sekolah tadi kan"
"Iya bu"
"Ibu tidak menyangka dihari pertama kamu sekolah kamu udah cari lawan aja"
Huh sudah berapa kali aku mendengar kata kata yang seperti itu.
"Yah kupikir itu akan menarik makanya aku lakukan hal itu"
"Tepat seperti kata pak sekolah kamu memang beda ya Andre"
Pak surya?, apa lagi yang dibicarakan oleh pak tua itu kepada orang orang
"Sekarang bagaimana kalau kita memulai pemilihan Ketua kelas dan wakil ketua?"
"oh boleh tuh buk"murid murid setuju
"Nah untuk pemilihan nya disini kalian bisa menuliskan nama dikertas lalu masukkan kedalam Kotak ini"
Bu Eri sudah menyiapkan sebuah kotak kosong untuk memasukkan kertas nama pemilihan didalamnya.
"Nanti kita akan ibu hitung hasil suaranya"
Anak anak dikelas mulai menuliskan nama yang ingin dijadikan ketua dan wakil dikelas ini.
sementara itu Andre bingung ingin memilih siapa
Hah, Baiklah sekarang ini siapa yang harus aku pilih, dikelas ini aku hanya mengenal ayah dan ibu, namun siapa yang harus aku pilih diantara mereka berdua menjadi ketua kelas.
Aku sendiri belum terlalu mengetahui sifat ayah dan ibu untuk saat ini, karena sifat mereka dimasa depan itu jauh berbeda.
Andre berpikir keras siapa yang ingin dipilihnya dan akhirnya dia telah memutuskan nya.
"Baiklah anak anak, jika kalian sudah selesai menulis nama yang kalian pilih dikertas, segera kumpulkan didalam kotak ini ya"
Anak anak dikelas pun mulai mengumpulkan kertas nama tersebut.
dan akhirnya semua kertas nama telah dikumpulkan dan saat dihitung oleh Bu Eri
"Baiklah ini akan ibu hitung sebentar, dan hasilnya nanti akan tulis dipapan tulis ya"
Huh kira kira siapa yang akan terpilih, kalau menurutku sih antara ayah dan ibu, karena mereka berdua adalah orang yang populer disekolah ini.
Dan karena aku tidak menentukan untuk memilih siapa jadi aku menuliskan namaku sendiri saja.
Dan pada akhirnya bu Eri telah selesai menghitungnya.
"Karena ibu telah selesai menghitung, sekarang ibu akan menuliskan hasilnya dipapan tulis"
__ADS_1
"Karena jumlah murid disini ada sekitar 20 orang jadi disini yang paling banyak akan menjadi ketua kelas ya"
Hm, jadi dikelas ini ada sekitar 20 murid ya.
"Baiklah untuk nama yang pertama adalah Leon"
Ayah yang duluan ya?
"Leon mendapatkan sekitar 5 suara"
Hah, hanya segitu saja 5 suara, kukira akan lebih dari segitu, jika itu tidak ayah kemungkinan ibu yang akan menjadi ketua kelas.
"Lalu Sarah mendapatkan sebanyak 5 suara"
Ibu juga hanya mendapatkan 5 suara, jika 5+5 kan baru 10 suara lalu kemana 10 suara lagi.
"Dan ini adalah nama terkakir yang memiliki suara paling banyak"
Waduh perasaan aku gak enak nih
Andre merasa akan ada masalah yang menimpanya.
"Yang mendapatkan suara paling terbanyak adalah Andre"
Hah sudah kuduga hal ini akan terjadi lagi, tapi bagaimana mungkin aku bisa terpilih?, bukannya seharusnya orang orang tidak akan memilihku?, ini membingungkan.
Andre melihat sekitarnya dan melihat orang orang dikelas melihatnya dan tersenyum kecil.
Ah aku paham sekarang, jadi mereka semua sekongkol untuk mengerjaiku.
Lalu Andre melihat kearah ayah dan ibunya dan mereka berdua juga ikut tersenyum kecil.
Seriusan nih bahkan ayah dan ibu juga.
Tapi aku masih bisa membalikkan semua keadaan ini, dan malah hal ini akan menguntungkan bagiku.
Andre lalu maju kedepan, dan mengambil nafas yang dalam untuk mulai berbicara dengan serius.
"Sejujurnya aku berterimakasih kepada kalian semua dikelas ini yang telah memilihku"
"Namun disini aku dengan berat hati menolak menjadi ketua kelas"
"Kenapa begitu Andre?"bu Eri bertanya
"Sebelumnya saya kan sudah bilang, kalau misalnya saya itu tidak suka melakukan hal yang merepotkan, maka dari itu akan saya tolak tawaran ini"
"Yah gak bisa gitu dong kamu kan udah kepilih jadi ketua kelas Andre"
Anak anak dikelas protes
Sudah kuduga kalau mereka akan protes dengan apa yang kukatakan.
Sekali lagi Andre angkat bicara dengan suara yang cukup tenang
"Sekarang coba kalian pikirkan, jika aku menjadi ketua kelas, jujur saja aku pasti akan lalai dalam tugas ini"
"Maka dari itu aku akan menyarankan, ayah dan ibuku yang menjadi ketua kelas"
__ADS_1
"Ayah dan ibu?"