
Raku langsung menjauh dari Andre. "Maafkan aku, semua perkataan yang tadi aku katakan tadi hanyalah sebuah omong kosong belaka. Aku tidak ingin melawan orang yang bahkan tidak bisa menahan serangan ku barusan. Namun aku salah ternyata kamu bisa menjadi lawan ku" Ujar Raku.
Apa lagi lah ni orang. Aku pikir semua masalah sudah selesai tadi, tapi dia malah nambah mengungkit masalah itu lagi. Dan lagi apa tadi itu maksudnya, semua yang dibilang itu hanya omong kosong belaka, huh jangan bercanda. Pikir Andre.
Raku melihat sekeliling murid murid yang menonton mereka. "Andre, kamu tidak inginkan mengecewakan semua orang yang disini?. Mereka semua rela kesini hanya untuk menonton pertandingan kita kamu tau" Ujar Raku.
Tentu saja aku tau akan hal itu. Apa lagi alasan mereka datang kesini jika tidak melihat mu bertanding. Kamu itu sendiri adalah orang yang menguasai teknik bela diri, tentu saja orang orang akan tertarik melihatnya. Pikir Andre.
"Dan juga aku tidak pernah bilang mengijinkan salah seorang dari kalian untuk merekam pertandingan ini bukan!" Raku menatap tajam wajah seorang murid yang sedang merekam.
Heh, ada juga ya orang yang merekam hal ini. Pikir Andre.
"Dengar semuanya!, aku tidak ingin siapa pun dari kalian merekam atau mengambil gambar pertandingan kali ini. Pertandingan ini hanyalah pertandingan antar senior dan adik kelasnya. Jadi bila aku mengetahui ada yang memotret atau merekam, lihat saja kalian nanti akibatnya" Ujar Raku.
Murid murid ketakutan dan langsung mematikan kamera mereka.
Boleh juga ucapan mu itu senior. Pikir Andre.
Lalu ada seorang wasit yang masuk ke arena. "Apakah kedua bilah pihak telah bersedia?" Ujar wasit itu.
"Sudah" Ujar Raku. "Hm" Andre mengangguk.
Andre langsung memasang kuda kuda untuk menyerang. "Baiklah, dalam hitungan ketiga kalian bisa mulai. 1, 2, 3, mulai!" Ujar wasit.
Raku bergerak sangat cepat mendekati Andre. Raku melancarkan serangan tendangannya.
Cepat sekali gerakannya!. Andre terkejut dan langsung menahan serangan dari Raku.
"Wah wah boleh juga kamu" Ujar Raku.
"Hehe tentu saja" Jawab Andre. Murid murid merasakan ketegangan dari pertandingan Raku dan Andre. Mereka bersorak sorak.
Raku langsung mundur menjauh. Andre dengan gesit melancarkan serangan tinjunya ketika Raku mundur. Raku yang menyadari serangannya langsung menunduk dan berhasil menghindari serangan Andre.
Oh tidak dia menghindar. Pikir Andre. Raku yang menemukan celah langsung meninju perut Andre. "Ohoook" Andre kesakitan. Andre dengan postur yang lemah menjauh dari Raku.
__ADS_1
Memang benar, kemampuan nya memang seperti orang yang sangat ahli dibidang ini. Kepalan tangannya yang kuat meninju perutku dengan sangat keras. Itu cukup untuk membuat ku kesakitan. Pikir Andre.
"Haha ada apa Andre?, apakah itu tadi sakit?, bagaimana apa mau menyerah saja sekarang?" Tanya Raku yang meremehkan Andre.
"Aku akui kemampuan memang tidak bisa diremehkan senior, tapi untuk saat ini aku masih belum mau menyerah" Ujar Andre.
"Woooo" Murid murid bersorak untuk Andre.
Andre kembali melaju kedepan untuk menyerang Raku. Raku mundur terus menerus dan memutari arena. Andre dan Raku yang terlihat seperti sedang bermain kejar kejaran, Andre merasa kesal dan bergerak berlawanan arah dan berhasil mendekati Raku.
Ketika ada kesempatan Andre langsung melancarkan tendangannya. Tendangan Andre berhasil mengenai wajah Raku dan membuat Raku terhempas menjauh.
"Hah rasakan itu!" Andre merasa puas dengan serangan balasannya.
Raku bangkit dan mulai menyerang Andre kembali. Andre hanya bisa menangkis serangan Raku dan kesulitan untuk menyerang balik. Pertarungan mereka menjadi sangat sengit.
Andre yang dari tadi hanya bisa menangkis serangan, menemukan cara untuk menyerang balik. Ia berencana untuk menjatuhkan kaki Raku. Ketika waktu telah tepat, Andre menundukkan badannya dan mengincar kaki Raku.
Sebelum Andre berhasil mengenai kaki Raku. Raku terlebih dahulu menyadarinya dan melompat untuk menghindarinya.
Apa bagaimana bisa?!. Andre terkejut. Raku yang melompat langsung menendang wajah Andre dan membuat Andre terpental.
"Ok aku menyerah sekarang" Ujar Andre sambil terbaring.
Orang orang yang menyaksikan Andre menyerah, mereka pun bersorak untuk Raku.
Raku mendekati Andre. "Jadi apakah kamu benar benar menyerah?" Tanya Raku.
"Iya aku menyerah, aku tidak akan bisa mengalahkan mu" Jawab Andre sambil terbaring.
Raku mengulurkan tangannya kepada Andre. "Ayo bangun" Ujar Raku. Andre pun tersenyum dan menggenggam tangan Raku dan berdiri.
Setelah Andre berdiri tiba tiba Raku memeriksa seluruh tubuh Andre dengan teliti. Raku khawatir jika Andre terluka karena serangannya tadi. "Andre kamu tidak ada yang sakit kan?, mau diobati gak?, atau mau pergi kerumah sakit?" Raku menunjukkan wajah yang penuh khawatir.
"Eh?" Andre bingung dengan perubahan sikap Raku yang begitu drastis. Ada apa sebenarnya dengan senior?. Pikir Andre.
__ADS_1
Lalu ada seorang teman Raku yang menghampiri mereka. "Hoi Raku, berhentilah melakukan itu, lihat lah dia menjadi tidak nyaman?" Ujar temannya.
"Oh benar, maafkan aku Andre" Ucap Raku.
"Dek, maafkan Raku ya. Dia ini sebenarnya orangnya suka cemas. Raku hanya bersikap serius seperti ini saja, Raku tidak lebih hanyalah seorang anak yang polos" Ujar temannya.
Jadi begitu ya. Tapi memangnya ada orang seperti itu. Pikir Andre.
"Haha iya tidak apa senior" Ucap Andre.
"Apakah kamu serius tidak ada yang sakit Andre?" Tanya Raku.
"Kalau yang sakit ada sih, badanku saja yang nyeri, nanti tinggal istirahat juga sembuh kok" Jawab Andre.
"Haa syukurlah. Nah Andre sebagai permintaan maaf ku, jika ada orang yang mengganggu mu, beritahu saja kepadaku. Biar aku hajar orang itu nantinya". Ucap Raku.
"Hm, yang mengganggu ya?" Andre melihat kearah Leon dan Sarah. Leon dan Sarah kebingungan.
"Kenapa Andre?, apakah mereka mengganggu mu?" Tanya Raku.
"Itu benar senior. Mereka selalu saja mengusik ku, bahkan mereka menjadi penguntit dan mengikuti hingga kerumah ku" Ujar Andre dengan wajah yang sedih.
"Apa?, kalau itu sudah kelewatan namanya. Biar aku yang hajar mereka berdua" Raku mencoba mendekati Leon dan Sarah
"Woi woi Andre, apa yang kamu katakan?!" Ujar Leon yang panik.
"Iya benar, cepat jelaskan semuanya Andre, bercanda mu ini tidak lucu loh Andre!!" Sarah panik.
"Haha, perutku sakit" Andre tertawa terbahak bahak.
Andre pun menghentikan Raku dan menjelaskan semuanya. "Senior, maafkan aku, aku tadi hanya bercanda, mereka tidak pernah mengganggu ku. Aku hanya ingin mengerjai mereka saja" Ujar Andre yang masih tertawa.
"Oh jadi begitu ya" Raku wajahnya terlihat sangat marah.
Andre pun menjadi ketakutan. "Ke kenapa senior?" Ujar Andre yang gugup. "Rasakan ini" Raku meninju wajah Andre dan membuat Andre terpental. "Ohook".
__ADS_1
Teman Raku pun mendekati Andre yang terbaring. "Ha, aku lupa mengatakannya. Raku dia tidak suka orang yang berbohong, jadi jika ada yang berbohong, dia akan langsung marah" Ujar teman Raku.
"Terlambat, seharusnya kamu mengatakan hal itu dari tadi" Ujar Andre.