
Ini seriusan paman Alex. Aku tidak sangka akan bertemu dengannya secara kebetulan disini. Tapi ini benaran paman Alex?. Kenapa wujudnya jauh berbeda dengan yang dimasa depan?. Pikir Andre.
Dari sudut pandang ku, paman Alex yang sekarang ini terlihat lebih cupu dan mudah gugup. Sedangkan Alex yang dimasa depan, dia lebih gagah dan tegas. Apakah dimasa lalu ini dulunya dia pernah dirundung?. Pikir Andre.
Andre melihat ada sebuah lukisan yang dibawa oleh paman Alex.
"Alex kamu suka menggambar ya?" Tanya Andre.
Alex menganggukkan kepalanya. "Apakah aku boleh melihat lukisan milikmu?" Tanya Andre.
"m,hm" Awalnya Alex terlihat menutupi lukisannya. Namun akhirnya dia memberanikan diri untuk menunjukkannya.
Andre pun melihat lukisannya dan Andre kagum dengan betapa bagusnya lukisan milik Alex.
Memang tidak salah, paman Alex sudah memiliki bakat melukis sejak dulu. Bahkan karena sangking hebatnya dia didalam dunia seni, dia bisa menjadi seorang pelukis terkenal dimasa depan diusia mudanya. Pikir Andre.
"Lukisan milikmu sangat bagus ya Alex. Apakah kamu sebelumnya sudah pernah bergabung dengan klub menggambar?" Tanya Andre.
"Iya, aku suka sekali menggambar" Wajah Alex langsung senang.
"Jadi kamu sudah berapa lama menggambar?" Tanya Andre.
"Aku tidak tahu pasti, tapi kalau tidak salah sejak aku masih TK" Jawab Alex.
"Oh benarkah... Hei bagaimana jika suatu hari kamu menggambar wajahku?" Tanya Andre.
"Eh?!, Itu tidak akan bisa aku lakukan, nanti hasilnya tidak sesuai yang kamu harapkan" Jawab Alex yang gugup.
"Bicara apa kamu ini. Gambar yang sebagus ini kamu bilang tidak bagus. Hei aku sendiri saja tidak bisa menggambar sebagus ini" Ujar Andre meyakinkan Alex.
"Terimakasih, aku jarang mendapatkan pujian seperti yang kamu katakan tadi" Wajah Alex memerah karena terlalu bahagia dipuji Andre.
Ah lucunya.. Baguslah sekarang aku sudah bisa akrab dengan paman Alex. Siapa tau dengan akrabnya aku dengan paman Alex. Bisa membantu mempererat hubungan ayah dan ibu. Lagi pula mereka bertiga itu kan semuanya adalah teman dari kecil.
Lalu tiba tiba ada seseorang yang datang menghampiri Alex. "Alex kamu kenapa disini?" Tanya cewek itu.
"Ini Rena aku lagi bicara sama Andre" Jawab Alex.
"Andre?" Rena memperhatikan Andre dengan seksama.
"Kamu tidak macam macam dengannya kan?" Tanya Rena.
"Hah apa maksudmu?" Ujar Andre.
"Sudahlah lupakan saja" Ujar Rena.
__ADS_1
Ih apa sih nih cewek tidak jelas sekali. Pikir Andre yang kesal.
Alex pun mencoba menenangkan suasana. "Oh iya aku lupa mengenalkan dia padamu Andre. Dia ini adalah temanku dari kecil namanya Rena" Ujar Alex.
"Rena?" Andre mencoba mengingat sesuatu.
Tunggu sebentar, maksudnya Rena istri paman Alex?. Wah memang sepertinya ini sebuah kebetulan yang berganda, aku bisa bertemu dengan sepasang suami istri dimasa depan. Pikir Andre.
Andre memperhatikan Rena. Kalau aku lihat bibi Rena sepertinya tidak banyak perubahan ya. Dia masih terlihat sama seperti biasanya, dan cenderung wajahnya tidak bersahabat.
Andre yang memperhatikan Rena, Rena pun menjadi risih. "Hei kenapa dari tadi kamu memandangiku seperti itu" Ujar Rena.
"Oh maaf, aku tadi melamun" Jawab Andre.
"Maaf saja ya, jika kamu tertarik padaku, aku tidak bisa membalas mu. Aku sudah memiliki orang yang aku suka" Ujar Rena dengan percaya dirinya.
Sepertinya rasa percaya diri bibi Rena dari dulu memang tidak berubah ya. Walau dirinya itu cantik, aku tidak akan semudah itu terpikat oleh seorang gadis.
"Maafkan Rena.. Andre. Dia sebenarnya orang baik kok, tapi memang cara bicaranya yang sedikit kasar" Ujar Alex.
"Iya tidak apa apa" Jawab Andre.
"Hei apa maksudnya itu?" Ujar Rena yang menatap tajam ke wajah Alex.
"Tidak aku hanya bergumam saja. Dan lagi pula sejak kapan kamu menyukai seseorang?, kenapa kamu tidak memberitahu aku?" Tanya Alex.
"Hoo jadi begitu ya kamu sekarang, yasudah terserah kamu saja" Ujar Alex yang cemberut.
"Haha lucunya" Rena mencubit pipi Alex.
Andre yang mendengar percakapan mereka dari tadi pun tersenyum.
"Haha" Andre tertawa kecil.
"Kenapa kamu tertawa?, apa nya yang lucu?" Ujar Rena.
Andre mendekati Rena dan berbisik. "Jadi orang yang kamu suka itu Alex ya" Bisik Andre.
Wajah Rena langsung memerah dan dia menjadi gugup. "B bagaimana kamu mengetahui hal itu?" Tanya Rena yang salah tingkah.
"Yah itu hal yang mudah ditebak dari reaksi mu" Jawab Andre.
"Nmm" Rena menjadi kesal.
"Rena kenapa wajahmu memerah?" Tanya Alex.
__ADS_1
"Oh dia itu sebenarnya suka sama.." Belum sempat Andre menyelesaikan kalimatnya, Rena yang kesal menendang kaki Andre terlebih dahulu "Diam kau sialan!" dan akhirnya membuat Andre kesakitan. "Aww"
Setelah menendang kaki Andre, Rena langsung pergi menjauh dari sana.
"Hei Rena jangan lari!" Ujar Alex. Andre menghentikan Alex. "Sudah tidak apa apa biarkan saja dia" Ujar Andre.
"Sekali lagi maafkan dia ya" Ujar Alex sembari membungkuk.
"Iya tidak apa" Jawab Andre.
Lalu ditengah pembicaraan itu ternyata Leon dan Sarah melihat mereka dan menghampirinya.
"Andre apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Leon.
"Tidak ini aku hanya sedang ngobrol sama Alex" Jawab Andre.
Leon dan Sarah akhirnya menyadari bahwa ada Alex disamping mereka. "Oh ternyata ada kamu disini Alex" Ujar Leon.
"I iya" Terlihat dari raut wajah Alex seperti orang yang sedang ketakutan. "Em aku pergi duluan ke kelas ya, sampai jumpa nanti" Ujar Alex. Alex langsung terburu buru pergi dari sana.
"Iya sampai jumpa" Ujar mereka bertiga.
Kenapa paman Alex terlihat ketakutan?... Dan anehnya dia seperti itu ketika sesudah datangnya ayah dan ibu kesini. Sebenarnya apa yang sedang terjadi disini?. Pikir Andre merasa ada yang aneh.
"Andre kamu kenapa termenung?" Tanya Sarah.
"Aku tidak termenung kok bu" Ujar Andre.
"Ibu?" Mereka kebingungan.
Wah gawat aku salah bicara lagi. "Eh maksudku tidak apa kok Sarah" Ujar Andre.
"Ini Andre ada roti yang aku beli untukmu" Leon memberikan roti kepada Andre.
"Terimakasih ay.. maksudku Leon"... Aduh jangan salah bicara lagi lah Andre.
"Iya sama sama. Ngomong ngomong kapan kamu kenal dengan Alex?" Tanya Leon.
"Itu tadi aku tidak sengaja bertabrakan, dan tanpa disadari kami malah jadi akrab" Jawab Andre.
"Oh begitu" Ujar Leon.
Ini saat yang tepat untuk bertanya lebih dalan soal hubungan mereka. Walaupun aku sudah tau garis besarnya. Setidaknya sekarang aku akan pura pura lugu.
"Benar juga, kamu tau Alex dari mana Leon?" Tanya Andre
__ADS_1
"Aku dan Sarah sebenarnya adalah teman Alex dari kecil" Ujar Leon.