
"Oh benarkah?" Ucap Andre.
"Kami selalu satu kelas selama SD dan SMP. Hanya ketika di SMA ini kami berbeda kelas" Ujar Sarah.
"Hm, lalu apakah kalian mengenal Rena?" Tanya Andre.
Mereka berbicara sambil berjalan menuju kelas.
"Kami mengenal Rena" Ujar Leon.
"Kami dulu sempat beberapa kali sekelas dengannya di SD maupun SMP. Dan sepertinya kali ini dia sekelas dengan Alex" Ujar Sarah.
"Kalau aku boleh tahu, aku tadi melihat Alex seperti orang yang memiliki tekanan, bagaimana memangnya disekolah?" Tanya Andre.
"Dia itu dari dulu memang sudah tertutup seperti itu. Kami berdua bahkan tidak tahu mengapa dia seperti itu. Dia juga jarang berbicara kepada kami" Ujar Sarah.
Jadi paman itu adalah orang yang tertutup ya?, tapi mengapa?. Pikir Andre.
"Dan juga Rena yang kamu lihat itu tadi, dia adalah orang yang selalu bersama Alex, bahkan rumah mereka berdua saja bersebelahan. Rena itu selalu menemani Alex layaknya lem. Dia selalu menempel kepada Alex kemanapun Alex pergi" Ujar Leon.
"Yah begitulah dia kira kira" Ujar Sarah.
Untuk masalah ini sepertinya akan kupikirkan nanti saja. Dan sekarang pertanyaannya, bagaimana cara membuat dua orang ini menjadi dekat.
Sebenarnya rencana yang kulakukan tadi seharusnya berhasil. Namun karena ketidak peka an mereka ini membuat semuanya jadi rumit.
Aku coba baca sajalah nanti di internet, hal apa yang bisa mendekatkan mereka berdua ini.
Dan Andre pun belajar hingga waktu sekolah telah selesai. Dia pulang tanpa membawa hasil apa pun.
Sesampainya dirumah, dia langsung membantu Ana dan Indra berkerja. Selagi dia berkerja, tiba tiba dia mendapatkan sebuah petunjuk.
Benar juga!, kenapa aku tidak bertanya saja kepada bang Indra, bagaimana dulunya dia membuat hal yang romantis. Pikir Andre.
"Bang Indra apakah aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Andre.
"Tentu saja apa itu?" Jawab Indra.
"Bagaimana caramu untuk membuat suasana romantis?" Tanya Andre.
"Eh?, kenapa kamu menanyakan hal itu?. Apakah kamu mempunyai perempuan yang kamu taksir?" Ujar Indra yang menggoda Andre.
"Bukan!, sudahlah katakan saja cepat" Ujar Andre.
"Hmm, kalau ditanya hal yang romantis aku lakukan, jujur saja aku jarang melakukan hal yang seperti itu. Sebelumnya sudah pernah kukatakan bukan, jika aku ini adalah seseorang yang pendiam" Ujar Indra.
"Lalu?" Kata Andre.
__ADS_1
"Tapi bukan berarti aku tidak pernah melakukan hal yang romantis. Coba aku ingat, dulu setelah menikah, aku pernah mengajak Ana pergi ke taman bermain" Ujar Indra.
"Taman bermain?" Andre memikirkan sesuatu tentang hal itu.
Kembali ke saat Indra mengajak Ana berjalan jalan.
Saat itu Indra sedang berjalan menuju rumah setelah pulang dari kantor.
Indra merasa lelah karena seharian berkerja. Dia ingin mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya.
"Hah capeknya... Tapi untungnya aku memiliki seorang istri yang sedang menunggu kepulangan suaminya" Indra bahagia.
Ketika dia sedang berjalan, wajahnya tertutupi oleh sebuah kertas. Dia pun melihat kertas apa itu. "Hm kertas apa ini?" Tanya Indra.
Ternyata itu adalah sebuah poster yang berisi pengumuman mengenai pembukaan taman bermain yang baru.
"Ada taman bermain yang baru dibuka ya?.... Benar juga, kenapa aku tidak pergi kesini bersama Ana. Kebetulan kan besok hari libur" Indra langsung pulang kerumah terburu buru untuk menemui Ana.
Sesampainya dirumah, ia langsung mencari Ana.
"Ana! kamu dimana?!" Indra memanggil.
Ana pun langsung menghampiri Indra. "Jangan berteriak kenapa?, aku tidak kemana mana kok" Ujar Ana.
Indra langsung menunjukkan poster yang didapatkannya tadi. "Sayang ayo kita pergi kesini besok!" Ujar Indra.
"Kamu sajalah yang pergi sendiri, aku ingin dirumah saja besok" Ujar Ana.
"Eh kenapa?" Tanya Indra yang kecewa.
"Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin berisitirahat saja besok" Jawab Ana.
"Hoo... yasudahlah..." Indra terlihat sangat kecewa dan sedih.
Ana yang melihat reaksi Indra pun tertawa. "Haha!.. maafkan aku, aku tadi hanya bercanda. Ayo besok kita kesana bersama" Ana mengelus kepala Indra.
Indra pun menjadi geram karena dibohongi. "Kamu ini ya.. nanti aku jadikan bubur loh" Indra mencubit pipi Ana.
"Haha coba saja kamu lakukan itu" Ujar Ana.
"Baik rasakan ini" Indra menggelitik perut Ana. "Wuaahaah!... berhenti Indra!.. aku menyerah.. hiaahaha" Ana tertawa terbahak-bahak.
"Tidak, ini akibatnya karena kamu tadi menantang ku" Ujar Indra.
Mereka pun bercanda hingga puas.
Keesokan harinya sesuai yang direncanakan, mereka pergi mengunjungi taman bermain tersebut.
__ADS_1
....
"Ah sampai juga kita disini" Ujar Indra.
"Ayo kita masuk" Ujar Ana.
Ana dan Indra pun masuk sambil berpegangan tangan. Mereka melihat sekeliling. Terlihat banyak sekali kios makanan dan permainan.
"Wah ada banyak sekali yang bisa kita coba disini" Ujar Indra.
Ana lalu melihat ada sebuah kios Ice cream dan ia ingin membelinya. "Sayang ayo kita beli ice cream disana!" Ujar Ana.
"Oh ok ayo" Jawab Indra.
Mereka pun pergi membeli eskrimnya.
Mereka melihat lihat rasa eskrim apa yang ingin dibeli. "Kamu ingin rasa apa Ana?" Ujar Indra.
Ana tersenyum. "Aku ingin rasa coklat 1, vanilla 1, strawberry 1, kopi 1, dan pisang 1 ya kak" Ujar Ana.
Indra terkejut karena memesan terlalu banyak eskrim. "Hei Ana bukankah kamu terlalu rakus" Ujar Indra.
"Tidak apa apa, mumpung kita kesini" Ujar Ana.
Indra pusing melihat tingkah istrinya.
Eskrimnya pun dibuat. Karena Ana memesan 6 rasa yang berbeda, membuat eskrimnya itu menumpuk tinggi. "Ana pegang eskrim nya dengan kuat, nanti terjatuh" Ujar Indra.
"Baik" Ana terlihat sangat menikmati eskrimnya. Dan Indra juga ikut senang karena Ana terlihat bahagia.
... Ana pun memakan eskrimnya sambil berkeliling.
Ana melirik Indra. "Indra apakah mau mencobanya?" Tanya Ana.
"Apakah boleh?" Ujar Indra. "Hm hm" Ana mengangguk.
Indra pun mencoba eskrimnya. Indra yang belum sempat mencoba memakan eskrimnya, dia merasakan pandangan yang menusuk dari seseorang.
Ia melihat Ana dan melihat Ana menatapnya dengan tajam. Seolah dia mengatakan dia tidak rela memberikan eskrimnya kepada orang lain.
Huh, kalau kayak begini kan aku jadi berat hati untuk mencobanya. Akhirnya Indra hanya mencoba memakan eskrimnya secuil saja.
Dan terlihat di wajah Ana yang terlihat sangat lega. Kamu ini sebenarnya rela berbagi atau tidak sih Ana?. Pikir Indra.
Lalu Indra menyadari bahwa ada eskrim yang menempel di wajah Ana. "Kamu ini makannya belepotan seperti anak kecil aja" Indra membersihkan wajah Ana.
"Hehe terimakasih Indra" Ana membuat yang sangat manis hingga membuat Indra tersipu.
__ADS_1
Giaahh!... Kenapa istriku bisa semanis ini!. Indra menutupi wajahnya karena terlalu senang.