
kembali ketika Indra dan ana pertama kali bertemu.
Saat itu Indra membawa banyak sekali buku sekaligus ditangannya.
Sudah kuduga, aku kesusahan membawa semua buku ini. Seharusnya aku membawanya secara berangsur saja. Pikir Indra.
Tapi jika aku tidak membawanya sekaligus, nanti aku akan kena denda karena batas waktu peminjaman buku ini. Aku harus bertahan hingga sampai ke pustaka. kata Indra.
Indra terlihat sangat kesulitan membawa banyak buku sekaligus.
Tanpa sengaja Indra kakinya tersandung batu ketika sedang berjalan.
"Aduh"kata Indra yang jatuh.
Karena Indra terjatuh, buku buku yang dibawanya semuanya berserakan dijalan.
"Yah bukunya berserakan kemana mana lagi"kata Indra.
Lalu Indra langsung mengumpulkan buku nya satu persatu.
Ketika dia sedang mengumpulkan bukunya. Orang orang yang berjalan melewati Indra. Hanya mengabaikan nya saja dan tidak ada satu orang pun yang mau berniat menolongnya.
Aku harus cepat mengumpulkan semua buku ini, jika tidak buku ini bisa rusak karena terinjak kaki orang lain. Pikir Indra.
Lalu Ana yang juga sedang berjalan menuju ke kampus. Melihat Indra yang sedang kesulitan karena bukunya terjatuh.
Orang itu sepertinya sedang kesulitan, aku bantu saja lah ya. Pikir Ana.
Ana pun mendekati Indra dan membantu mengambil buku buku milik Indra.
Indra yang terkejut karena tiba tiba ada orang yang membantunya langsung menghentikan Ana karena segan.
"Eh, tidak usah dibantu aku bisa sendiri"kata Indra.
"Tidak apa, kamu kelihatannya kesulitan makanya aku bantu"jawab Ana
Ana dan Indra pun mengumpulkan semua bukunya.
Ketika semua sudah terkumpul Ana memberikan buku yang dikumpulkan nya tadi.
"Ini semua bukunya"kata Ana
"Terimakasih banyak ya"kata Indra sambil menundukkan kepalanya.
"Iya sama sama"kata ana
Indra yang masih menundukkan kepalanya, berniat ingin berkenalan dengan cewek dihadapannya karena telah membantu nya.
Dia pun menegakkan kepalanya dan berkata, "Apakah aku boleh berkenalan denganmu?!"kata Indra dengan posisi tangannya yang siap untuk berjabat tangan.
Namun ketika dia menegakkan kepalanya untuk berkenalan dengan cewek itu, ternyata dia telah pergi dari pandangan Indra.
"Loh heh, kemana dia pergi?"tanya Indra.
__ADS_1
Tapi sepertinya aku tidak asing dengan wajah nya, seperti aku sering melihat wajahnya di kampus ini.
Nanti saja deh kalau aku bertemu dengan dia lagi, aku akan berkenalan dengannya.
Indra pun melanjutkan perjalanannya menuju ke perpustakaan.
Sesampainya disana dia langsung mengembalikan semua buku yang pinjam nya ke penjaga perpustakaan.
"Ini kak semua buku yang aku pinjam"kata Indra
"Sebentar ya saya cek dulu"jawab penjaga perpus.
Penjaga perpus itu pun mengecek kelengkapan buku yang dibawa Indra.
Selagi menunggu buku nya di cek, Indra pergi berkeliling melihat perpus.
Ketika dia sedang melihat lihat buku yang ingin dibacanya. Indra melihat cewek yang tadi menolongnya.
Karena dia mau berterimakasih sekaligus berkenalan dengannya. Indra pun menghampirinya.
Indra terlihat sangat gugup untuk mendekatinya namun dia berpikir jika tidak sekarang maka kesempatan nya akan hilang begitu saja.
Indra pun langsung mendekatinya dan berbicara dengannya.
Karena didalam perpustakaan ia berbicara dengan suara yang kecil.
"Anu permisi"kata Indra.
Ketika Indra memperhatikan dengan seksama ternyata cewek itu sedang mendengarkan MP 3 menggunakan handfree.
Ditambah suara Indra yang kecil ketika memanggil nya membuat cewek itu semakin sulit untuk mendengar.
Dan cewek itu terlihat sangat fokus membaca buku yang sedang dipegangnya.
terlihat dia sedang membaca buku tentang bunga.
Karena Indra tidak ingin mengganggu nya, Indra menunggu hingga dia selesai membaca dan ikut membaca buku juga disampingnya.
Tidak lama kemudian tiba tiba buku yang sedang dipegang cewek itu terjatuh dan Indra juga yang menyadari kalau buku itu terjatuh membantu mengambilkan bukunya.
Indra pun memberikan bukunya kepada cewek itu.
"Ini kak bukunya"kata Indra
"Iya terimakasih"kata cewek itu
Cewek itu yang melihat wajah Indra menyadari kalau dia sudah bertemu dengan Indra sebelumnya.
"Kamu orang yang tadi buku nya terjatuh ya?"Ujar ana
"Iya kak betul, untuk yang tadi terimakasih banyak ya kak sudah mau membantu ku"Ujar Indra yang berterimakasih.
"Iya tidak apa apa, ngomong ngomong nama kamu siapa?"ujar ana
__ADS_1
Loh heh?. Gak salah ni orang lain yang malah mengajak ku berkenalan, tidak aku harus segera merespon nya.
"Namaku Indra, kalau kamu siapa?"Ujar Indra yang gugup
"Aku Ana, salam kenal ya"ujar ana sambil tersenyum.
Indra berpikir untuk membalas kebaikan Ana berterimakasih saja tidak cukup. maka dari itu Indra ingin mengajaknya untuk makan siang, namun dia ragu tawarannya akan ditolak.
Tapi dia telah meneguhkan niatnya dan berbicara kepada Ana.
"Ana apakah kamu sudah makan siang?"ujar Indra yang gugup
"kebetulan belum, kenapa?"jawab Ana
"Ha kalau begitu apakah kamu makan siang bersamaku, nanti aku traktir"kata Indra
"Boleh"jawab ana sambil tersenyum
Baguslah dia menerima tawarannya, kata Indra yang lega.
Selagi Indra dan Ana sedang berbicara, petugas perpus yang tadi masih mengecek buku Indra telah selesai.
Namun ketika dia memangil Indra, Indra entah hilang kemana. Karena penjaga itu tidak bisa pergi dari tempatnya, dia memanggil nama Indra lewat mikrofon. Dan suara panggilan nya terdengar ke semua sudut ruangan perpus.
..."Untuk orang yang bernama Indra, dimohon untuk ke tempat saya, karena bukunya telah selesai saya cek"...
ujar penjaga perpus itu.
Indra yang terkejut namanya tiba tiba dipanggil merasa malu karena dihadapannya ada Ana.
"Haha, sepertinya aku dipanggil, tunggu sebentar ya aku kesana terlebih dahulu"kata Indra
"Tidak apa aku ikut saja"kata Ana
"oh baik ayo"kata Indra
Sesampainya disana indra langsung berbicara kepada penjaga perpus itu.
"Ini semua buku kamu sudah selesai saya periksa, dan kamu telah lengkap membawa semuanya, jadi bisa berikan kartu perpus mu"kata penjaga
"Oh baik sebentar"kata Indra. Indra mencari cari kartu perpus yang berada didalam tas nya. Ketika dia sedang merogoh tasnya, tiba tiba tangannya terasa basah dan ketika tangannya dikeluarkan jari jarinya telah berwarna hitam.
"Uwah kenapa jariku jadi hitam begini"ujar indra yang terkejut.
Lalu Indra mencium bau cairannya itu dan ternyata itu adalah aroma dari tinta pena.
Waduh sepertinya pena ku bocor ya, tapi kenapa perasaan ku gak enak tentang hal ini ya. ujar Indra yang ketakutan.
Ia kembali merogoh tasnya dan ternyata dia menemukan sesuatu yang mengejutkan.
Ketika dia mengeluarkan benda yang dipegangnya itu dan itu ternyata adalah kartu perpus milik nya yang telah basah dan tertutupi oleh tinta pena miliknya.
Dia sangat terkejut melihat kondisi dari kartu perpus nya. Dan Indra memiliki perasaan yang buruk karena hal ini. Ia mencoba melirik ke penjaga perpus dan Indra ketakutan dengan ekspresi tatapan tajam yang ditujukan penjaga ke Indra.
__ADS_1