Akan Kuperbaiki Hubungan Mereka

Akan Kuperbaiki Hubungan Mereka
Bab 35


__ADS_3

Ana dan Indra menikmati segala hiburan yang ada disana hingga puas. Ketika sudah lelah mereka pun menuju kerumah mereka.


Lalu ketika diperjalanan itu Ana melihat ada sebuah warung mie dan menghentikan Indra.


"Indra berhenti!" Ujar Ana.


Indra pun mengerem mendadak. "Hah hah, ada apa Ana, kenapa kamu memberhentikan aku?" Ujar Indra.


"Itu kita makan mie di warung itu yuk" Ujar Ana sambil menunjuk tempatnya.


Indra pun melihat kearah yang ditunjuk Ana dan dia kesal. "Kamu ini ya Ana, aku tau kamu itu lapar, tapi lihat situasi dulu lah. Gimana jika tadi kita kecelakaan?" Ujar Indra yang mencubit pipi Ana.


"Iya maaf" Ana tampak sedih.


"Ah iya iya, ayo kita makan malam disana" Ujar Indra.


"Yey" Ana terlihat gembira.


Kembali ke obrolan Indra dan Andre.


"Aku tidak menyangka kalau kak Ana serakus itu orangnya" Andre terkejut mendengar cerita dari Indra.


"Ya begitulah perempuan yang aku nikahi" Ujar Indra.


"Taman bermain ya?, sepertinya itu hal yang bagus. Baiklah terimakasih bang atas informasinya" Ujar Andre.


"Iya iya" Jawab Indra.


"Sayang!, Andre!, ayo sini kita makan malam!" Ujar Ana.


"Iya Ana!" "Iya kak" Jawab Indra dan Andre.


Mereka pun akhirnya makan malam bersama seperti biasanya.


Ketika mereka sedang memakan malam Indra dan Ana memberikan sesuatu kepada Andre.


"Andre ini ada sebuah hadiah untukmu" Ujar Ana.


Ana memberikan sebuah kotak hadiah kepada Andre. "Apa isinya ini kak?" Tanya Andre.


"Buka saja dulu" Ujar Ana.


"Baiklah" Andre pun membuka kotak tersebut.


Setelah dilihat isinya ternyata itu adalah sebuah telepon genggam. Telepon genggam?. Andre heran.

__ADS_1


"Ini untuk apa kak?" Tanya Andre.


"Tentu saja itu untukmu" Jawab Ana.


"Iya tapi untuk apa kakak memberikanku telepon genggam ini?" Tanya Andre.


"Apakah kamu tidak ingin berkomunikasi dengan temanmu dari jarak jauh?" Tanya Ana.


"Untuk apa melalukan itu?" Ujar Ana.


"Eh?" Ana heran.


"Sudah aku bilang sebelumnya kan Ana, tidak ada gunanya memberikan dia telepon genggam itu" Ujar Indra.


Andre melihat telepon genggam itu. Wah ini kan telepon genggam model lama, eh maksudku bukan lama juga sih. Kalau di zaman ini kan, telepon ini saja masih terbilang baru.


Andre mencoba menekan nekan layar telepon nya. Haha apa yang aku lakukan?, tentu saja ini tidak bisa disentuh kan. Pikir Andre.


Andre pun memikirkan apa bisa dia lakukan dengan telepon itu. Apa yang bisa aku lakukan dengan benda ini?. Pikir Andre.


Andre tiba tiba mendapatkan sebuah ide untuk memanfaatkan telepon tersebut.


"Hm yasudahlah Andre, jika kamu tidak ingin menggunakannya, biar kakak jual kembali saja telepon itu" Ana menjulurkan tangannya untuk mengambil telepon itu.


Namun Andre menangkis tangan Ana. "Maafkan aku sebelumnya kak. Terimakasih ini akan sangat berguna untukku. Aku bisa dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain" Ujar Andre.


"Hm ya yah, kita lihat saja nanti" Ujar Indra.


Esok hari pun tiba. Andre berangkat kesekolah seperti biasanya. Dia juga membawa telepon yang baru didapatkannya semalam.


Sesampainya disana. Dia merapikan dan membersihkan mejanya. Hehe akan aku pamerkan telepon ku ini kepada ayah dan ibu. Pikir Andre.


Leon dan sarah pun tiba. Andre langsung menghampiri mereka. "Hei Leon, Sarah lihat ini, aku sekarang mempunyai telepon sendiri" Andre memamerkan teleponnya.


"Oh bagus lah" Leon dan Raiha tidak terkejut.


Eh loh, kok mereka tidak bereaksi. Andre kembali mencoba memamerkan teleponnya.


"Ini aku udah punya telepon sendiri lo?" Ujar Andre.


"Iya terus kenapa?" Leon dan Sarah heran.


Andre masih saja bingung. "Bukankah ini adalah sesuatu yang hebat untuk seorang anak sekolahan?" Tanya Andre.


"Ehm sebenarnya itu hal yang sudah biasa sih, kami saja juga punya telepon milik kami sendiri" Ujar Leon. Leon dan Sarah menunjukkan telepon mereka.

__ADS_1


Apa?, ayah dan ibu juga memiliki telepon. Tunggu sebentar bukan kah harga dari telepon ini cukup mahal?. Andre mencoba mengingat sesuatu.


Benar juga, seharusnya aku tidak perlu terkejut lagi, kakek dan nenek kan adalah orang kaya, jadi itu bukan lah hal yang mengherankan bagi mereka. Pikir Andre.


Kalau harga telepon ini mahal, lalu bagaimana kak Ana dan bang Indra membelikan telepon genggam semahal ini, dan juga ini sepertinya adalah model yang paling baru. Aku akan mencoba mengganti uang mereka nantinya. Pikir Andre.


"Baiklah karena kamu sudah mempunyai telepon sekarang. Bagaimana jika kita saling tukaran nomor telepon?" Tanya Leon.


"Hm boleh juga, kemarikan hp kalian berdua" Ujar Andre.


Andre pun menyimpan nomor ayah dan ibunya.


Hehe akan aku berikan nama yang bagus pada kontak mereka. Andre memberikan nama pada kontak ayah dan ibunya. Untuk ayahnya dia memberikan nama "Ayah bodoh", lalu untuk ibunya, "Ibu cerewet".


Maafkan aku ayah dan ibu, ini hanyalah bentuk dari kekesalan ku kepada kalian berdua. Andre tersenyum.


Leon dan Sarah heran karena Andre tersenyum sendiri. Lalu bu Eri datang, dan mereka belajar seperti biasanya.


Lalu ketika Andre sedang berkeliling sekolah saat istirahat. Dia bertemu dengan Alex dan Rena. Terlihat mereka berdua sedang makan siang bersama.


Andre pun menghampiri dan menyapa mereka.


"Hei Alex, Rena!, apa yang sedang kalian lakukan disini?" Tanya Andre.


"Oh hai Andre, ini kami sedang makan siang bersama" Jawab Alex.


Rena terlihat kesal setelah Andre datang. "Apakah kamu tidak punya mata?, bisa kamu lihat sendiri kan kalau kami sedang makan siang bersama" Kesal Rena.


Wah wah, sepertinya aku datang disaat yang kurang tepat ya, tapi tante Rena sangat sensitif sekali ya. Tante Rena yang aku kenal itu orangnya lebih kalem dari pada ini. Pikir Andre.


"Kamu mau ikut kami gabung makan siang tidak Andre?" Alex menawari Andre.


Mendengar perkataan Alex, Rena langsung menatap tajam dan membuat raut wajah kesal kepada Andre.


Kalau aku jawab iya, yang ada akan memperburuk kesan tante Rena kepadaku. Untuk saat ini aku tidak ingin cari musuh lagi, karena bisa saja, nanti aku akan membutuhkan bantuan tante Rena. Pikir Andre.


"Haha tidak apa Alex, aku sudah makan siang duluan tadi. Oh iya apa kalian punya telepon" Andre menunjukkan teleponnya.


"Iya, aku memilikinya, kenapa kamu bertanya?" Tanya Alex.


"Kalau begitu apakah kalian berdua ingin bertukar nomor telepon denganku?" Tanya Andre.


"Tentu saja nih, silahkan kamu simpan kontak ku" Alex memberikan teleponnya.


"Baik terimakasih" Andre pun menyimpan nomor Alex dan mengembalikan teleponnya.

__ADS_1


Andre melirik kearah Rena, agar Rena memberikan nomornya. "Rena apakah kamu tidak ingin memberikan nomor mu juga kepadanya?" Tanya Alex.


"Hah?, untuk apa aku harus melakukan itu?" Ujar Rena.


__ADS_2