Akan Kuperbaiki Hubungan Mereka

Akan Kuperbaiki Hubungan Mereka
Bab 26


__ADS_3

Kembali kepercakapan Indra dan Andre.


"Dan begitulah dengan pertemuan yang tidak disengaja itu kami menjadi dekat. Selama bersamanya aku mulai memiliki perasaan kepadanya, Namun waktu itu aku pikir apakah dia akan menerima ku" ucap Indra


"Hm, lalu bagaimana caramu bisa mendapatkan hati kak Ana?" tanya Andre.


"Kalau itu.." kembali ketika Indra dan Ana masih kuliah.


Indra yang waktu itu menyadari perasaannya kepada Ana, ingin menyatakan perasaannya.


Ketika dia sedang berjalan di kampus. Dia mendengar ada sekolompok mahasiswa yang membicarakan Ana.


"Hei apakah kamu pikir aku bisa menjadi kekasih Ana?" Tanya mahasiswa A.


"Haha apakah kamu bercanda. Ana itu kan adalah idola di kampus kita. Jadi mana mungkin orang seperti dia mau menerima orang biasa seperti kita" ucap mahasiswa B.


"Mendengar hal itu, aku merasa ingin menyerah mendapatkannya" ucap mahasiswa A yang sedih.


Indra yang mendengar obrolan para mahasiswa itu mulai berpikir. "Benar juga katanya, Ana mana mungkin mau dengan orang yang biasa biasa saja" Indra melihat lihat penampilan nya di cermin kampus.


Dia mulai berpikir untuk merubah penampilan. Indra mulai tubuh dan menghasilkan bentuk tubuh yang ideal. Dan juga dia memperhatikan pola makan dan mengubah penampilannya sedikit lebih rapi.


Ana yang selalu bersama dengan Ana menyadari perubahan yang dialami Indra.


"Indra penampilan kamu banyak yang sudah berubah ya, berbeda jauh dari saat kita bertemu pertama kali" ucap Ana.


"Tidak aku hanya lebih memperhatikan penampilan ku saja" jawab Indra.


Yes, Ana menyadari perubahan ku. Dalam waktu dekat ini akan aku pastikan, bahwa perasaan ku akan sampai padanya.


Indra semakin percaya diri karena sudah diperhatikan Ana. Indra berencana mengajak Ana berjalan jalan di taman dan menyatakan perasaannya disana.


"Ana, sabtu besok kamu mau jalan jalan ke taman gak?" Tanya Indra.


"Boleh, nanti jemput aku ya" Ana menyetujui tawaran Indra.


"Ok" Indra sangat senang karena tawarannya diterima.


Hari sabtu pun tiba. Indra berpenampilan semenarik mungkin agar Ana memperhatikan nya. Ketika Indra sudah selesai, Indra langsung pergi menjemput Ana dirumah nya. Karena Ana belum bersiap, akhirnya Indra terpaksa menunggu.


Selagi menunggu Indra digoda dan diberi banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan oleh ayah dan ibu Ana. Tentu saja Indra kesusahan karena keadaan itu.

__ADS_1


Pada akhirnya Ana selesai bersiap dan mereka segera pergi menuju taman.


Indra dan Ana menikmati suasana asri dan keindahan di taman. Setelah berkeliling cukup lama di taman. Karena Indra merasa bahwa suasananya ini sudah pas, Indra mencoba untuk menyatakan perasaannya kepada Ana.


"Ana!" ucap Indra.


"Ada apa Indra?" tanya Ana.


"Sebenarnya..... Aku sudah lama...." Indra yang belum menyelesaikan kalimatnya sudah dihentikan bicaranya oleh Ana.


Ana menutup mulut Indra dan berkata. "Sebelum kamu ingin mengatakan hal itu, aku memiliki sebuah tantangan untukmu" Ujar Ana.


"Tantangan?, tantangan apa itu?" Tanya Indra yang kebingungan.


"Kamu harus menghafal seratus jenis bunga dan menghafal makna dari bunga tersebut bagaimana?" Ujar Ana.


Mendengar ucapan Ana, Indra mulai berpikir.


Bunga, jadi dia suka bunga ya. Pantas ketika aku melihat dia pertama kali di perpus sedang membaca buku tentang bunga. Yosh, kalau segitu hanya masalah kecil lah. Pikir Indra.


Indra tidak menyerah, dan menerima tantangan Ana. Indra dari saat itu mulai menghafalkan berbagai macam jenis bunga berserta maknanya. Indra mulai meminjam dan membaca semua buku yang berkaitan mengenai bunga di perpus.


Karena Indra terlalu bersemangat, dia berhasil menghafal semua bunga itu hanya dalam waktu 4 hari. Merasa sudah siap, Indra langsung mengatakan kepada Ana.


"Cepat sekali, apakah kamu yakin sudah menghafal semuanya dengan benar?" Ujar Ana.


"Aku sangat yakin" Ujar Indra yang penuh percaya diri.


"Baiklah, sore ini kamu jemput aku, dan kita pergi ke taman. Disana akan kamu buktikan semua perkataan mu itu" Ujar Ana.


…………


Waktunya telah tiba. Indra dan Ana pun pergi ke taman. Di taman itu terdapat berbagai macam jenis bunga. Disana Ana menguji Indra dengan menyuruh Indra menebak bunga yang ditunjuk nya secara acak.


"Kalau bunga yang disana itu bunga apa?" Tunjuk Ana ke bungan yang berwarna warni.


"Itu bunga aster. Bunga aster memiliki makna yaitu kesederhanaannya. Dengan wujudnya yang biasa saja namun bisa menarik perhatian orang lain" ujar Indra.


"Kamu benar, kalau begitu selanjutnya...." Ana pun melanjutkan menguji Indra dengan menunjuk berbagai bunga secara acak.


Hingga pada akhirnya dengan seluruh hasil kerja keras Indra. Indra berhasil menjawab seluruh pertanyaan Ana, dan dia sangat senang karena berhasil menyelesaikan nya.

__ADS_1


"Baik sekarang aku sudah menjawab semuanya dengan benar. Maka kamu harus mendengarkan seluruh perkataan ku" Ucap Indra.


"Aku sebenarnya.." Ketika Indra ingin menyelesaikan kalimatnya. Ana tiba tiba memeluknya dan berkata.. "Aku juga merasakan hal yang sama Indra" ujar Ana sambil memeluk Indra.


"Eh, apa maksud dari perkataan mu itu?" Indra kebingungan karena tingkah Ana yang tidak jelas.


"Kamu ingin menyatakan perasaanmu kan, maka jawabanku adalah aku juga merasakan hal yang sama denganmu" Ujar Ana.


Indra yang kaget mendengar perkataan Ana langsung salah tingkah dan grogi.


"Itu artinya sekarang kita telah menjadi sepasang kekasih?" tanya Indra yang kegirangan. ujar Indra.


"Hm" Ana mengangguk.


"Wah, eh, tapi tunggu, kenapa aku merasa belum puas ya?" ucap Indra yang merasa ada yang kurang.


"Apa lagi, kan tujuanmu sudah tercapai?" ujar Ana.


"Iya tapi, tujuanku yang sebenarnya kan adalah menyatakan perasaanku padamu dengan kalimat yang keluar dari mulutku sendiri, bukan diterima langsung begini" Ujar Indra yang kecewa.


"Kalau begitu kita ulangi saja lagi" ujar Ana.


"Tapi bukankah nanti itu akan menjadi canggung?" ujar Indra.


"Tidak apa, anggap saja kita sedang bermain drama" ujar Ana


"Baiklah" Indra mulai bersiap diposisi, menarik nafas yang dalam dan mengulangi pernyataannya.


"Ana, sebenarnya aku sudah lama punya perasaan kepada mu, jadi apakah kamu mau menjadi kekasihku?" Ujar Indra yang gugup.


"Mm, enggak" Ujar Ana.


"Heee, kenapa lagi?" Ujar Indra yang bingung.


"Maaf maaf aku tadi hanya bercanda" Ana mengulangi kalimatnya kembali.. "Iya aku mau jadi kekasihmu" Ana berlari dan memeluk Indra.


Indra pun membalas pelukan Ana.


Dengan perasaan yang senang itu, mereka melanjutkan jalan jalan di taman. Lalu Indra berkata.


"Ana, bukankah diawal tadi kamu terlalu percaya diri menerima pernyataan ku?. Bagaimana jika tadi aku mengatakan hal yang lain dan bukan menembak mu?" Tanya Indra.

__ADS_1


"Kalau memang seperti itu, aku yang akan menyatakan perasaanku padamu" Ujar Ana.


Indra senang mendengar jawaban Ana. "Hm itu baru Ana yang aku kenal" Ujar Indra.


__ADS_2