Akan Kuperbaiki Hubungan Mereka

Akan Kuperbaiki Hubungan Mereka
Bab 25


__ADS_3

Indra terkejut ketika Ana tiba tiba mengajaknya pergi kerumahnya.


"Iya ayo, kebetulan ayah dan ibuku ada dirumah" ujar Ana


Pergi kerumahnya seriusan nih, terus ada orang tuanya dirumah lagi. Terima aja kali ya. pikir Indra


"Sebelum kamu membawa seorang cowok kerumah mu, lebih baik kamu tanyakan dulu kepada orang tua mu" Ujar Indra


"Oh baik sebentar ya, aku telepon dulu" Ana langsung menelfon kedua orang tuanya.


Dia meminta izin untuk mengajak Indra makan malam dirumah dan orang tuanya langsung menyetujuinya.


"Kata orang tua ku, kamu boleh ikut makan dirumah" ujar Ana


"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi" ujar Indra


Indra dan Ana langsung pergi menuju kerumah Ana.


Sesampainya didepan rumah Ana. Indra terlihat sangat gugup. Dia merasa ingin melarikan diri dari sana.


"Em, Ana sepertinya aku pulang duluan saja ya, ada yang harus aku kerjakan" ujar Indra yang berbohong.


"Eh kenapa?, padahal kita baru saja sampai disini" ujar Ana yang kecewa.


Lalu ketika Indra yang ingin pergi dari sana. Tiba tiba ayah dan ibu Ana keluar rumah. Ayah dan ibu Ana langsung menyambut Indra.


"Kamu pasti cowok yang ingin ikut makan disini kan?" ujar ayah Ana.


"Bukan ingin sih om tapi diajak" ujar Indra.


"Ayo kamu langsung masuk saja, tante sudah membuatkan banyak sekali makanan yang lezat" ujar ibu Ana


"T tapi maaf om, tan, saya harus pulang dulu soalnya ada perkerjaan" ujar Indra.


"Eeeeh" ujar ayah dan ibu Ana yang kecewa.


"Sudahlah santai saja anak muda, kamu kan bisa melanjutkan perkerjaan mu nanti saja, yang penting perut itu harus terisi terlebih dahulu" ujar ayah Ana yang meyakinkan Indra.


"Kamu sudah mau pergi saja padahal tante sudah bersusah payah membuat banyak sekali makanan" ujar ibu Ana yang mengeluarkan air mata buatan.


Kalau sudah begini aku kan jadi merasa bersalah. Bagaimana cara aku bisa menolaknya Jiak mereka berdua seperti ini?. Yasudah lah. Pikir Indra.


Karena tidak bisa menolak Indra pun menerima tawarannya.


"Permisi" ujar Indra.


Indra langsung dibawa keruang makan.

__ADS_1


Ketika melihat meja makan, Indra terkejut dengan apa yang tersaji diatas nya.


Ini benaran nih, makanan sebegini banyaknya. Ini memang porsi normal mereka yang biasanya, atau ini karena aku yang datang kerumah ini?. pikir Indra yang kebingungan.


Indra pun langsung duduk dan mencoba untuk makan.


"Baik selamat makan" ujar Indra.


Ketika Indra baru mau mengambil nasinya, ayah dan ibu Ana langsung heboh menawari berbagai makanan untuk Indra.


"Ini kami coba ikan ini Indra, rasanya gurih dan enak" ujar ibu Ana sambil menyodorkan makanan


"Kamu juga harus mencoba sup sayuran ini nak, agar tubuhmu itu tetap sehat" ujar ayah Ana dan meletakkan sayuran di piring Indra.


Indra kebingungan dengan segala perhatian yang diberikan ayah dan ibu Ana, akhirnya Indra hanya mengikuti alurnya saja.


ketika sudah selesai menawari, tanpa disadari piring Indra telah terisi penuh dengan berbagai macam makanan disana.


Buset, banyak kali yang harus aku habiskan ini. Tapi sepertinya aku bisa menghabiskan semuanya dan juga semua makanan ini terlihat lezat. pikir Indra


Indra pun menikmati dan menghabiskan semua makanan hingga perutnya kenyang.


"Ah terimakasih atas makanannya" perut Indra membuncit.


Setelah semua orang selesai makan ayah dan ibu Ana mengajak Indra mengobrol.


"Nama saya Indra om" jawan Indra.


"Oh Indra ya. Sejak kapan kamu kenal dengan anak om?" tanya ayah Ana.


"Kami baru saja kenal, malahan baru hari ini kami kenalnya" ujar Indra.


"Ha hari ini?!" ujar ayah dan ibu Ana yang heran.


"Iya, kami bertemunya ketika aku terjatuh ketika membawa buku, Ana yang menolongku, makanya aku mendekati Ana untuk berterimakasih dengannya." Ujar Indra.


"Hm" ayah dan ibu Ana mengerti.


Dan perbincangan dilanjutkan dengan santai.


Karena waktu sudah terlalu malam. Indra pun harus segera pulang dan pamit kepada orang tua Ana.


"Om, tante terimakasih atas jamuan nya" ujar Indra.


"Kalau ada waktu silahkan mampir kesini lagi ya" ujar ibu Ana.


"Iya tan, om" jawab Indra.

__ADS_1


"A biar aku antarkan kamu kedepan Indra" ujar Ana.


Ana mengantar Indra keluar rumah.


"Maafkan orang tua ku ya Indra karena telah merepotkan kamu" ujar Ana.


"Eh enggak kok, malahan aku berterimakasih karena sudah diberi makanan. Tapi aku malah senang ternyata kamu mempunyai orang tua yang se asik itu." ujar Indra.


"Kamu benar, tapi sangking terlalu santainya sikap ayah dan ibuku. Terkadang mereka akan terlihat seperti anak anak" ujar Indra.


"Haha tidak apa, mungkin mereka ingin mencoba masa muda mereka kembali. Kalau begitu aku pulang dulu ya" ujar Indra.


"Iya hati hati dijalan" kata Ana sambil melambaikan tangan.


Indra pun segera pergi dari rumah Ana.


Ketika Ana ingin masuk kedalam rumah, ia pun berbalik, ia pun terkejut ketika ternyata ada ayah dan ibunya yang sedang menguping.


"Ayah, ibu kalian menguping dari tadi ya?" tanya Ana


"Haha maafkan kami nak, soalnya kami sedikit penasaran" ujar ayah Ana.


"Ngomong ngomong dimana kamu temukan cowok itu Ana?" tanya ibu Ana


"Nemu nemu, itu orang ya bukan barang. Seperti yang dia bilang tadi kami bertemu di kampus. Terus aku melihat dia kesusahan dan aku membantunya, dari situ kami mulai berkenalan" ujar Ana.


"Jadi apakah kamu sudah jatuh hati kepadanya?" tanya ibu Ana.


"Apa sih bu, lagi pula dia itu temanku dan kami baru saja kenalan, mana mungkin aku semudah itu jatuh hati kepadanya" Jawab Ana dengan tegas.


"Eh kenapa, si Indra itu kan terlihat seperti pria yang baik, jadi tidak ada salahnya jika kamu jatuh hati kepadanya." ujar ibu Ana.


"Hm hm" ayah Ana mengangguk dengan gaya yang meyakinkan.


"Ibu dan ayah ini terlalu ikut campur. Ah sudahlah aku mau masuk dulu ke kamarku" ujar ana langsung pergi kedalam rumah.


"Hei dengarkan dulu kata ayah dan ibumu" ujar ibu Ana


"Nana nana" Ana pura pura tidak mendengar


Setelah cukup lama, Indra pun sampai dirumahnya. Dirumah dia langsung membersihkan dirinya dan membersihkan rumahnya.


Ketika sedang membersihkan rumah dia sempat berpikir mengenai Ana.


Kenapa dari tadi aku terus kepikiran tentang ana ya?. Apakah mungkin setelah sekian lama aku akhirnya jatuh hati juga kepada orang lain?. pikir Indra.


Aku tidak keberatan sih jika aku menjadi kekasihnya, namun masalahnya adalah apakah dia mau nantinya menjadi kekasihku?. pikir Indra.

__ADS_1


Setelah berpikir Indra segera menyelesaikan pekerjaannya dan tidur.


__ADS_2