Akan Kuperbaiki Hubungan Mereka

Akan Kuperbaiki Hubungan Mereka
Bab 27


__ADS_3

Kembali ke obrolan Indra dan Andre.


"Dan setelah aku berhasil menyatakan perasaanku dan kami menjadi sepasang kekasih. Lalu ketika sudah tamat kuliah aku pun melamar Ana dan kami menikah dan mulai membuka toko bunga sama seperti sekarang ini" Ujar Indra.


....


"Namun, ada suatu masalah yang menimpa kami" Ujar Indra yang bermuka murung.


"Masalah?" Tanya Andre yang bingung.


"Setahun kami menikah, tapi kami tidak kunjung juga mendapatkan momongan" Ujar Indra.


Benar juga, dimasa depan, tante Ana pernah menceritakan soal ini. Pikir Andre.


"Karena merasa ada yang salah, kami pun berkonsultasi ke dokter. Dan dokter mengatakan hal yang cukup membuat kami sedih" Ujar Indra.


Ketika Indra dan Ana berkonsultasi dengan dokter. Dokter itu pun berkata.. "Setelah yang saya analisis, dinyatakan kalau pihak perempuan tidak akan bisa hamil" Ucap dokter.


"Apa, saya tidak bisa mempunya anak dok?! Tanya Ana yang kesal.


"Dengan berat hati, memang benar seperti itu". Ujar dokter.


Ana langsung menangis sekencang-kencangnya dipangkuan Indra. Indra hanya bisa terdiam dengan apa yang terjadi. Walau Indra hanya berdiam diri, sebenarnya didalam hatinya, Indra sangat sedih. Indra pun mencoba menenangkan Ana. Dan membuat Ana tetap semangat agar bersikap seperti biasanya.


Indra berjanji kepada Ana bahwa dia akan selalu berada disamping Ana, hingga ajal menjemputnya. Mendengar hal itu, Ana sangat bersyukur karena mempunyai suami yang sangat perhatian dan baik seperti Indra disisinya.


Setelah masalah itu mereda. Ana dan Indra mulai menjalani hidup seperti sedia kala.


Kembali ke obrolan Indra dan Andre


....


"Dengan datangnya masalah itu, tidak pernah sekalipun terpikir olehku untuk meninggalkan Ana. Karena rasanya hanya karena masalah itu, jika aku meninggalkannya, aku merasa seperti pecundang" Ujar Indra.


"Dan pastinya perjuanganku selama ini mendapatkan hati Ana akan sia sia, tujuan awal ku kan, memang hidup bahagia bersamanya." Ujar Indra yang kembali tersenyum.


Selesai bercerita Indra melihat kearah Andre dan terkejut melihat wajah Andre yang telah berlinang air mata. "K kamu kenapa Andre?" Tanya Indra.

__ADS_1


"Hiks, aku terharu mendengar kisah cintamu yang sangat penuh makna itu. Hiks, hiks, kamu memang bucin sejati ya bang Indra" Ujar Andre yang terharu.


"Kamu ini Andre, aku serius bercerita tapi kamu malah meledek ku" Ucap Indra yang kecewa.


"Hiks, maafkan aku bang. Tapi serius aku sangat terharu dengan kisah mu itu" ujar Andre.


"Terimakasih banyak kalau begitu pendapat mu" Ujar Indra.


"Aku masuk dulu ya bang, besok aku mau sekolah" Ujar Andre.


"Iya" Jawab Indra.


Indra pun membalikkan badannya dan terkejut melihat Ana yang mengintip dan menguping pembicaraan Indra dan Andre.


Sebelum Andre bersuara karena terkejut, Ana memberikan isyarat untuk tetap diam agar Indra tidak dengar.


Andre pun langsung masuk kedalam toko dan ketika Andre melihat lebih seksama wajah Ana. Terlihat wajah Ana yang cukup memerah.


"Kak kamu bahagia ya sekarang ini?" Tanya Andre. berbisik


"Hussh, sana kamu pergi tidur, jangan ganggu orang lagi senang" Jawab Ana yang mengusir Andre.


Wajah Andre terlihat sangat bahagia dengan suasana yang terjadi antara Indra dan Ana. Aku harap mereka berdua selalu bahagia seperti ini. Pikir Andre.


Setelah Andre pergi, Ana langsung menghampiri Indra dan memeluknya dari belakang. Indra kebingungan karena Ana tiba tiba memeluknya.


"Ada apa Ana, kenapa kamu memelukku?" Tanya Indra.


"Terimakasih Indra, tidak salah aku memilikimu di hidupku. Aku sangat bersyukur karena kamu selalu berada disisiku selama ini" Ujar Ana.


"Ada apa dengan mu malam ini Ana?, apakah kamu salah makan?" Tanya Indra yang wajahnya memerah dan sedikit senang.


"Tidak, aku hanya ingin melakukan hal ini saja" Jawab Ana.


"Hmm?" Indra bingung.


Sementara itu Andre telah berbaring dikasurnya. Ada suatu hal yang sedang terbesit pikirannya.

__ADS_1


Aku benar benar terharu dengan kisah romantis Tante ana dan om indra. Andai saja orangtuaku kisahnya lebih menarik seperti ini. Ngomong ngomong soal orang tuaku.


Padahal baru sebulan lebih aku berada pada zaman ini. Tapi aku sudah terbiasa dengan suasana yang terjadi disini. Aku ingin memikirkan sekali lagi bagaimana caraku bisa sampai di zaman ini.


Yang pertama aku rasa pemicu aku bisa datang ke waktu ini adalah karena aku memiliki keinginan yang kuat untuk memperbaiki hubungan ayah dan ibu. Padahal mereka yang punya masalah tapi malah aku yang bersusah payah memperbaikinya. pikir Andre.


Lalu sampai berapa lama aku akan berada disini?, apakah aku akan berada terus disini hingga tujuanku tercapai atau akan ada masa aku kembali lagi ke masa depan.


Kalau soal aku pergi kesini, kalau tidak salah, aku tertidur di malamnya. Dan ketika bangun tanpa disadari aku sudah berada disini. Lalu ada hal ganjil yang lainnya juga.


Sepertinya benda yang menempel pada tubuhku akan ikut terbawa ke waktu ini. Contohnya dompetku. Untung saja uang dimasa depan masih belum berubah dari masa ini, jadi aku masih bisa menggunakan uangku. Tapi sayang sekali uangku yang berada di ATM, tidak bisa digunakan. Pikir Andre.


Hah, semakin lama aku memikirkan hal ini, kepalaku menjadi sakit. Jika memikirkan teori tentang waktu, maka itu tidak akan ada habisnya. Tapi yang benar saja, jika aku tidak memiliki mental yang kuat, mungkin aku sudah menjadi gila dengan apa yang sudah terjadi disini.


Dan juga jika aku meminta bantuan ke orang lain, yang ada aku malah dianggap gila dan di interogasi. Jujur saja itu akan menjadi pengalaman yang terburuk jika itu sampai terjadi.


Kalau begini bisa bisa genre hidupku akan berubah menjadi Fantasy. Padahal aku mengharapkan kehidupanku bergenre comedy, agar aku selalu tertawa bahagia setiap saat.


Mulai saat ini, mungkin aku harus memikirkan banyak hal lagi agar hubungan ayah dan ibu menjadi semakin dekat. Atau mungkin lebih baik aku mengawasi mereka saja dan mengikuti arusnya. Dan baru bertindak jika sudah ada masalah?. Ah sudahlah kita lihat saja nanti bagaimana akhirnya.


Karena kepalanya yang sedikit sakit memikirkan berbagai hal. Andre pun memilih segera tidur agar pikirannya kosong.


Keesokan harinya...


Seperti hari sebelumnya, Andre bersiap siap untuk pergi ke sekolah. Dia mandi dan sarapan bersama Ana dan Indra. Lalu Dia membantu membuka toko pada pagi hari nya. Tanpa tahu malu ketika ingin pergi kesekolah dia meminta uang jajan seenaknya kepada Indra dan Ana.


"Kak, bang, minta uang jajan dong" ucap Andre.


"Mau berapa?" Tanya Indra.


"100 rb, kalau boleh?" ujar Andre tanpa rasa beban.


"Kamu dikasih hati malah minta jantung ya Andre, nih segini saja uang jajan mu. Itu sudah lebih dari cukup" Ujar Indra.


"Bercanda bang, makasih banyak ya, aku pergi dulu kak, bang" Ujar Andre.


"Iya hati hati" jawab Indra dan Ana.

__ADS_1


Andre pun langsung berangkat kesekolah.


__ADS_2