Akibat perceraian!!

Akibat perceraian!!
Siapakah Yulia?


__ADS_3

Azkia, Raihan dan wanita genit yang menempel pada Raihan, pun langsung menatap tajam pada wanita yang dipanggil Raihan, sebagai tante itu.


"Tante, mengenalnya kah?" pertanyaan Raihan membuat Azkia merasa bingung.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Azkia.


Wanita itu menundukkan kepalanya sesaat, lalu mengangkat kepalanya kembali dan menoleh pada Azkia, "Tidak, aku hanya mengira kamu seseorang yang pernah aku kenal." ucapnya sambil tersenyum. Azkia masih merasa bingung dan dia mengernyitkan dahinya.


Namun, saat Azkia menoleh pada Raihan, "Ini kesempatan buatku untuk kabur, mana mungkin aku mau menggantikan ponselnya yang mahal itu." benak Azkia pun terlintas pemikiran untuk kabur disaat Raihan lengah.


Dan, cuss tentu saja Azkia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dia berlari dengan kencang, "Hey, kamu mau kemana!" teriak Raihan yang hendak mengejarnya, namun lengan nya terus dipeluk erat oleh gadis manja di sebelah nya itu.


"Hunie, kamu mau kemana, sih?" tanya gadis centil itu.


"Ck ... Ah ... Lepasin dong, Beby. Wanita itu sudah merusak ponsel ku, dan dia kabur sebelum mengganti nya." Raihan pun berdecak kesal pada gadis di sebelah nya.


"Ha? Ponsel kamu rusak hunie, hum. Sudah lah hunie, beli yang baru saja. Wanita itu saja terlihat sangat kumuh, mana mungkin dia mampu mengganti ponselmu. Bagaimana kalau aku belikan ponsel keluaran terbaru hunie?"


"Masalahnya dia harus meminta maaf terlebih dahulu lah, Beby." ucap Raihan.


"Sudah lah lupakan saja, kamu pilih mau ponsel yang mana, biar aku yang bayar." ucap Beby.


Disaat Raihan dan Beby masih berdebat masalah ponsel, ibunya Beby masih terus diam sambil menatap ke arah Azkia pergi. "Aku tidak mungkin salah, dia adalah Azkia. Sudah lama aku mencari tau keberadaan nya, dan aku sangat yakin, gadis itu adalah dia." batin mamanya Beby.


"Ma, Mama kenapa, Ma?" tanya Beby yang menyadari mamanya hanya diam.


"Ah, tidak ada apa-apa Beby sayang." ucap Mamanya.


"Raihan, tante mau minta tolong sama kamu, nanti tolong antarkan Beby pulang, yah. Tante ada urusan." ucap Mamanya Beby.

__ADS_1


Raihan menoleh, dan mengangguk pelan pada calon ibu mertuanya tersebut. Mamanya Beby pun berlalu dari hadapan mereka. "Sepertinya ada yang aneh dari Tante Yulia, tapi apa ya?" tanya Raihan dalam hatinya.


Yulia, Mamanya Beby, pergi keluar dari Mall. Lalu dia melakukan panggilan kepada seseorang. "Aku ingin bertemu." entah siapa yang dia hubungi dengan singkat seperti itu, lalu dia bergegas masuk ke dalam mobilnya, dan melaju dengan cepat.


Ternyata Yulia pergi ke sebuah cafe yang jaraknya lumayan jauh dari Mall. Setelah menunggu beberapa menit, seorang pria pun datang menghampiri nya, pria itu menggunakan jaket kulit dan topi, sehingga sulit untuk orang melihat wajahnya.


"Ada apa?" tanya pria itu.


Yulia menyodorkan sebuah foto, "Aku ingin kamu menculik gadis ini, kemarin Mami Amel bilang dia butuh gadis perawan, kan?" jawab Yulia.


Pria aneh itupun mengambil foto yang diberikan Yulia, dan mengamati wajah gadis di dalam foto tersebut. "Siapa dia?" tanya pria itu.


"Kamu tidak perlu tau siapa dia, yang pasti dia adalah barang bagus untuk mami Amel. Jadi kamu harus menculiknya, agar dia bisa bekerja bersama mami Amel." ujar Yulia.


"Hmm, Kamu ini lucu sekali Yul, menyuruhku menculik gadis untuk bekerja di rumah bordil nya mami Amel, tapi kamu tidak mau memberitahu aku siapa gadis ini. Minimal aku harus tau lah, apa alasanmu untuk menjualnya." ucap pria itu dengan ketus.


"Sudahlah intinya aku mau kamu segera membawanya dari kota ini, dan serahkan dia pada mami Amel di Jakarta." Yulia pun masih tetap bersikeras, dia tidak ingin mengatakan apa alasannya.


"Namanya Azkia, eh bukan. Namanya Anggun." jawab Yulia.


Pria itu mengernyit kan dahinya karena bingung. "Azkia atau Anggun? kenapa kamu jadi ragu?" tanya nya.


"Nama aslinya Azkia, tapi dia lupa ingatan, dan orang yang mengadopsi nya, memberikan dia nama baru, Anggun." pria itu mendengarkan sambil mengangguk.


"Hmm, sepertinya kamu sangat mengenal gadis ini yah, Yul?" pria itu masih berusaha mengorek informasi dari Yulia, tapi terlalu sulit bagi Yulia untuk membuka mulutnya.


"Katakan saja kamu sanggup atau tidak? Kalau kamu tidak sanggup, aku akan cari orang lain." ancam Yulia.


"Iya, aku akan lakukan. Berikan aku uang!"

__ADS_1


"Ini, aku akan membayar sisanya setelah kamu berhasil membawanya pada mami Amel. Kamu bukan cuma mendapatkan upah dari mami Amel saja, tapi dariku juga." ucap Yulia sembari menyodorkan sebuah amplop.


Pria itu pun meraihnya, dan membukanya. Mata pria itu menyipit sejenak, kemudian dia tersenyum miring. "Baiklah, uang ini aku rasa cukup untuk uang muka. Aku akan membawanya segera pada Mami Amel." ucap pria itu sambil manggut-manggut.


"Oke, kalau begitu aku harus pergi sekarang. Aku masih ada janji dengan dengan Sulaiman." Saat Yulia menyebutkan nama Sulaiman, dan hendak pergi, pria itu langsung menahan langkah nya.


"Ada apa lagi?" Tanya Yulia.


"Kamu masih berhubungan dengan pria tidak bertanggung jawab itu?" Pria yang berada di hadapan Yulia bertanya dengan suara yang cukup keras.


"Bukan urusanmu!" bentak Yulia sambil menghempaskan tangannya.


"Akan menjadi urusanku bila itu berhubungan dengan Beby." mendengar ucapan pria itu, Yulia pun menjadi panik.


Dia segera mendekati pria itu, dan menutup mulutnya dengan tangannya. "Hendra, aku harap kamu tidak akan pernah membahas masalah ini lagi. Aku tidak mau pernikahan ku dan Mas Wira hancur hanya karena masa laluku." ancam Yulia.


"Kalau begitu, berhentilah kamu menemuinya. Jika kamu masih terus berhubungan dengannya, maka aku akan memberitahukan pada Wira, dan aku sangat yakin, dia akan segera membuang mu ke jalanan." Hendra balik mengancam Yulia dengan ucapannya.


Yulia pun semakin panik dan cemas, "Sudah lama aku tidak berhubungan dengan Sulaiman, tapi hari ini aku sengaja ingin menemuinya. Aku harus memastikan sesuatu sebelum dia mengetahui bahwa anaknya ternyata masih hidup." jelas Yulia.


Hendra mengernyitkan dahinya. "Apa maksud kamu Yul?" Hendra sangat penasaran dengan ucapan Yulia barusan.


"Sudahlah, semua ini urusanku. Bukan urusanmu Hen, jadi sebaiknya diam dan tutup saja mulutmu itu!" Ucap Yulia dengan kasar.


Hendra pun hanya bisa menghela nafas panjang lalu dia berkata, "Baiklah, kali ini aku akan diam, tapi jika aku mengetahui kamu menjalin hubungan dengan Sulaiman kembali, aku tidak akan diam lagi." Ucapan Hendra sangat tegas dan berat.


Yulia pun segera pergi dan berlalu dari hadapan Hendra. Sementara Hendra masih berdiam di tempat duduk nya, dia mengingat kehidupan masa lalunya saat pertama mengetahui bahwa Yulia sudah hamil sehari sebelum pernikahannya dengan suaminya.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN PESAN DAN MASUKAN KALIAN DI KOLOM KOMENTAR YAH GUYS..


TERIMA KASIH..


__ADS_2