Akibat perceraian!!

Akibat perceraian!!
Mulai pencarian


__ADS_3

Setelah merasa jauh lebih tenang, Saripah menceritakan apa yang telah dialami oleh putri angkatnya, Anggun. Saripah menceritakan kronologi sesuai dengan cerita yang dia dengar dari Diva.


Polisi juga mengintegrasi Diva sebagai saksi kejadian tersebut. Diva pun menjelaskan semua yang dia lihat kemarin malam.


"Baiklah, Bu. Kami akan segera melakukan investigasi untuk kasus hilangnya anak anda. Kami akan mulai melacak dari CCTV di restoran tersebut." polisi pun akhirnya memberikan keputusan untuk membantu Saripah dalam mencari keberadaan Anggun.


"Terima kasih banyak, Pak. Mohon hubungi saya apabila ada kabar lanjutan ya, Pak." pinta Saripah dengan penuh harapan.


"Baik, Bu. Kami akan langsung mengabarinya." jawab polisi tersebut.


Saripah, Nuning, dan Diva menyalami polisi itu untuk mengucapkan rasa terima kasih mereka. Kemudian mereka bergegas keluar dari kantor polisi.


Namun, saat belum melangkah keluar, Saripah menabrak seorang pria. "Maaf, Nak. Ibu tidak fokus melihat jalan." ucap Saripah yang sudah lemah.


Pria itu menatap wajah lesu Saripah, "Ibu tidak apa-apa?" tanya nya.


"Bagaimana seorang ibu bisa baik-baik saja kalau putrinya diculik." mendengar ucapan Saripah yang spontan itu pria di hadapannya pun bingung.


Pria itu mengernyitkan dahinya lalu berkata kembali, "Apa ibu sudah membuat laporan di dalam?" tanya nya lagi, dan Saripah hanya mengangguk.


Nuning memeluk pundak Saripah, dan menuntun nya untuk melangkah keluar. Akhirnya mereka keluar bersama dan mengabaikan pria itu.


Sementara pria tersebut menatap punggung ketiga wanita yang berlalu dari hadapannya itu. Pria itu pun masuk ke dalam kantor polisi, dan menemui seorang petugas kepolisian.


"Mas, aku baru saja berpapasan dengan tiga orang wanita di depan, dan dia bilang anaknya menjadi korban penculikan, Mas. Apa itu benar, Mas?" tanya pria itu.


"Kamu ini, apa pekerjaan di mall kurang banyak, ya?" polisi itu bukan menjawab, malah bertanya hal yang lain.


"Ah, Mas. Memang nya salah kalau aku mampir kesini, aku kan hanya mengunjungi abangku seminggu sekali saja." jawabnya.


Polisi itu pun tertawa pelan, "Iya, anaknya kemarin malam diculik, dan temannya tidak sengaja melihat kejadian itu. Ini mas mau ke lokasi kejadian, kamu mau ikut?" jelas polisi yang ternyata adalah kakak laki-laki dari pria itu.

__ADS_1


"Bolehkah, Mas?" tanya nya.


"Raihan, untuk adikku apa sih yang tidak boleh, hmm." jawaban polisi membuat Raihan sumringah.


"Perhatian semuanya!!" Polisi yang bernama AKP Khairil Prasetya itupun memanggil semua bawahannya.


"Siap Pak." jawab serempak beberapa petugas polisi lain yang segera berdiri di hadapan Khairil, dan memberikan hormat padanya.


"Kita ada misi penting hari ini, kasus penculikan seorang gadis berusia 18 tahun, ini fotonya. Juan, kamu perbanyak foto ini dan bagikan kepada seluruh kantor polisi lain, juga bandara, dan pelabuhan. Cek CCTV jalan di lokasi penculikan, dan gali informasi dari petugas restoran tempat kejadian tersebut." Khairil pun memberikan perintah pada anak buahnya.


"Baik, Pak." jawab Juan yang segera mengambil selembar foto di tangan Khairil.


Sementara Raihan merasa tidak asing saat melihat foto itu sekilas. "Maaf, Pak Juan. Bisa saya lihat sebentar fotonya?" pinta Raihan.


Juan menoleh pada Khairil, dan melihat Khairil memberikan isyarat setuju Juan pun memberikan foto tersebut pada Raihan.


Raihan mengamati foto tersebut sesaat, lalu dia pun ingat dengan wajah di dalam foto tersebut. "Gadis ini kan ...." ucap Raihan pelan.


"Apa kamu mengenal wanita itu, Rai?" tanya Khairil yang juga mendengar ucapan Raihan.


"Mas, aku ingin bergabung ya. Aku masih ada urusan dengan gadis itu, Mas. Jadi, aku mau bantu untuk menemukan dia juga." pinta Raihan.


Khairil menghela nafas, kemudian mengangguk pelan pada Raihan. "Kalau begitu, kita pergi dengan mobil mu saja." ucap Khairil yang kemudian bergegas keluar bersama Raihan.


Pihak kepolisian pun dengan cepat bergerak, mereka bekerja keras untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan Anggun saat ini.


Mereka mendatangi restoran tempat terakhir Anggun berada, dan diculik. Kemudian mereka menyisir ke stasiun, kemudian ke bandara, juga pelabuhan sebagai opsi terakhir.


Semua tempat yang mereka datangi, akan diperiksa mulai dari rekaman CCTV, dan juga daftar penumpang, atau apapun yang bisa menjadi informasi bagi kepolisian.


Pihak kepolisian, dan juga Raihan, tiba di pelabuhan saat malam, dan sudah jam 9 malam. "Cek semuanya, CCTV selama 2 hari terakhir. Dan juga daftar penumpang yang berangkat selama 2 hari ini. Jika ada hal yang mencurigakan segera laporkan!" perintah Khairil pada Juan.

__ADS_1


"Siap, Pak!" jawab Juan dengan tegas.


Sementara itu, Raihan dan Khairil menyisir pelabuhan tersebut, mereka menanyakan kepada para pedagang, dan semua orang yang mungkin saja melihat gadis dalam foto, yang mereka tunjukkan.


"Permisi, Bu. Apa anda pernah melihat gadis ini di dekat sini?" tanya Raihan yang berpencar dengan Khairil untuk mencari Anggun. Namun semua orang tidak ada yang melihatnya sama sekali.


"Mas." Raihan memanggil Khairil dan menggeleng kan kepalanya, lalu dia menghela nafas karena merasa lelah sudah seharian mencari tanda keberadaan Anggun.


Khairil sendiri pun merasa usahanya tidak membuahkan hasil. Tepat beberapa derik sebelum Khairil menyuruh anak buahnya untuk bubar, dan kembali ke kantor, seorang wanita tua menghampiri mereka.


"Permisi, Pak." suara berat wanita yang sudah lanjut usia itu membuat Khairil dan Raihan menoleh.


"Iya, Nek. Ada yang bisa saya bantu." ucap Khairil.


"Saya melihat gadis itu kemarin malam, Pak." ucapan si nenek pun membuat semua polisi dan termasuk Raihan, saling berpandangan.


Disaat mereka hampir putus asa, karena tidak menemukan informasi apapun, akhirnya mereka dapat titik terang juga.


"Coba nenek perhatikan baik-baik lagi, apa nenek yakin gadis di foto ini yang nenek lihat kemarin malam?" tanya Khairil untuk memastikan nya, sambil menunjukkan foto Anggun padanya.


Si nenek meraih foto tersebut, kemudian mengamati foto itu beberapa detik. "Ya, ini gadis itu." jawabnya.


"Bisa nenek jelaskan kapan dan bagaimana keadaan wanita di foto ini saat nenek melihat nya?" selidik Khairil.


Si nenek pun terdiam beberapa saat untuk mengingat kejadian kemarin malam. "Kemarin malam, saya tidak sengaja menabrak beberapa pria saat sedang meminta sedekah." ucap si nenek memulai ceritanya.


"Lalu, Nek?" tanya Khairil lagi.


"Pria itu mendorong ku, lalu aku pun terjatuh, tapi aku tidak sengaja menarik kain selimut yang ternyata menutupi seorang gadis yang sedang tidak sadar, dan duduk di kursi roda." lanjut si nenek. Khairil, Raihan dan semua petugas kepolisian yang berada di tempat itu mendengar dengan seksama penjelasan nenek tersebut.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN PESAN DAN KRITIK DI KOLOM KOMENTAR YA GUYS.


TERIMA KASIH..


__ADS_2