Akibat perceraian!!

Akibat perceraian!!
Kecelakaan..


__ADS_3

Pagi harinya, Heny berniat untuk mengantarkan Azkia pergi ke sekolah nya.


"Pa ... Kia berangkat ya" ucap Azkia berpamitan dengan Sulaiman.


"Iya nak kamu belajar yang rajin ya" jawab Sulaiman sambil meneguk susu yang sudah di siapkan sama pembantunya.


"Mas aku aja yang antar Azkia mulai hari ini ya" ucap Heny meminta izin pada Sulaiman.


"Terus kalau kamu disini, bagaimana murid mu di pesantren sana?" tanya Sulaiman dengan alibi murid nya Heny.


"Untuk apa aku mengajar anak orang lain, sementara anak abang ku disini terlantar? Bukan kah lebih baik aku mendahulukan keluarga ku dari pada kehidupan orang lain mas?" jawaban Heny membuat Sulaiman merasa tersinggung.


Pasalnya tugas merawat dan mendidik serta membesarkan Azkia adalah tanggung jawabnya, namun malah adik nya yang terus memikirkan masa depan putrinya itu.


"Ya sudah terserah kamu saja, yang pasti aku tidak mau disalahkan karena bukan aku yang meminta kamu untuk menetap disini ya" jawab Sulaiman dengan tegas.


"Tenang saja mas, aku tidak akan pernah menyalahkan kamu selama aku yang akan membesarkan Azkia" ucap Heny dengan penuh sindiran.


"Uma.. ayo.. katanya mau anterin Kia ke sekolah" ucap Azkia sambil menarik lengan nya Heny.


"Kami berangkat mas" Heny pun berpamitan dengan Sulaiman meski tidak mendapatkan respon dari Sulaiman sama sekali.


Heny pun berangkat ke sekolah nya Azkia dengan mengendarai mobilnya sendiri. Namun sebelum mobil Heny terlalu jauh dari rumah Sulaiman, dia sempat melihat melalui kaca spion mobilnya bahwa Yulia berada tepat di depan rumah Sulaiman.


"Dasar wanita murahan!!" gerutu Heny pelan namun terdengar oleh Azkia.


"Uma kenapa?" tanya Azkia yang penasaran.


"Haa.. tidak sayang Uma tadi tidak sengaja lihat perempuan dengan pakaian sexy dan tidak bermoral. Kamu jangan pernah memakai pakaian minim kalau sudah dewasa nanti ya" ucap Heny menjelaskan pada Azkia.


"Oh Kia mikirnya kalau sudah dewasa nanti mau seperti Uma saja, karena kalau mau seperti ibu.." mendadak raut wajah Azkia pun berubah sendu saat dia menyadari bahwa dia tidak pernah mengenal siapa ibu kandungnya.

__ADS_1


"Kia kenapa nak?" tanya Heny sambil menyetir mobilnya.


"Tidak Uma, Kia hanya penasaran sama ibu kandung nya Kia seperti apa ya Uma?" Azkia malah berbalik bertanya pada Heny.


"Ehh.. kenapa Azkia tanya seperti itu?" tanya Heny sebelum menjawab pertanyaan Azkia tersebut.


"Kan Kia tidak pernah melihat ibu kandung nya Kia Uma, seperti apa wajahnya, pakaian nya, sikap nya. Kia sangat ingin bertemu dengan nya Uma, minimal Kia ingin sekali melihat wajahnya, dalam foto saja pun nggak apa Uma" mendengar ucapan Azkia itu, Heny pun hanya bisa diam sejenak.


"Ibunya Azkia itu sangat cantik dan sholeha. Umi nya Azkia itu guru ngaji nak, dan Azkia juga.." Heny yang menceritakan tentang Zubaidah pun sedikit ragu saat ingin menceritakan rahasia tentang dirinya yang memiliki saudari kembar.


"Azkia kenapa Uma??" tanya Azkia yang semakin penasaran.


"Hmm.. tidak apa-apa nak" jawab Heny yang mengurung kan niatnya untuk bicara mengenai Azura pada Azkia.


"Aku tidak boleh terbawa perasaan, belum saatnya Azkia mendengar cerita yang sebenarnya itu" batin Heny.


"Uma buruan Uma, kita bisa terlambat Uma" ucap Azkia yang merasa bahwa Heny mengendarai mobilnya dengan sangat lambat.


"Baiklah kita akan percepat ya, kamu jangan kaget ya" jawab Heny sembari tersenyum.


"Loh ini rem nya kenapa tidak bisa ya, perasaan kemarin baik-baik saja" gerutu Heny yang masih berusaha untuk menginjak rem mobilnya.


"Uma.. awas Uma.. Uma..." Azkia pun mulai berteriak dengan keras.


"Duarr.. Brukkkk.." mobil yang dikendarai oleh Heny dan Azkia akhirnya banting setir karena nyaris menabrak sebuah truk yang melintas didepan mereka.


Kepala nya Heny terbentur oleh setir mobilnya dan akhirnya Heny pun hilang kesadaran lalu pingsan.


Sementara Azkia yang tidak menggunakan sabuk pengaman mobil pun tercampak keluar dari kaca depan mobil itu dan jatuh keluar dari mobil. Azkia tergelincir cukup jauh dari mobil, dan akhirnya jatuh ke sungai dengan arus yang cukup deras.


"Ada kecelakaan.. ada kecelakaan.." beberapa orang yang melihat kejadian dengan cepat dan berbondong-bondong segera melakukan penyelamatan untuk pengendara mobil itu.

__ADS_1


Beberapa warga setempat pun langsung membuka pintu mobil Heny dengan paksa, mereka memecahkan kaca pintu mobil Heny agar dapat membuka pintu mobil tersebut.


Setelah cukup lama berusaha, akhirnya warga berhasil mengeluarkan Heny dari dalam mobil dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri.


Begitu pula tim medis dan tim kepolisian yang dengan cepat langsung tiba di lokasi kejadian.


Pihak tim medis dengan cepat membawa tubuh Heny yang sudah bersimbah darah itu, menuju ke rumah sakit terdekat.


Sementara itu di rumah Sulaiman, sejak Heny berangkat bersama Azkia, entah mengapa Sulaiman merasa resah dan gelisah.


"Hay sayang I'm coming" ucap Yulia yang masuk begitu saja ke dalam rumah itu.


"Kamu kenapa masih berani datang sih Yul, aku kan sudah peringatkan jangan datang kesini kecuali aku yang meminta mu" ucap Sulaiman dengan kesal saat melihat Yulia berada tepat dihadapan nya.


"Mas.. kamu jangan coba menghindari aku cuma karena adikmu itu yah. Sebentar lagi dia juga akan pergi dari hidup kita untuk selamanya mas" mendengar ucapan Yulia tersebut, Sulaiman pun langsung menatap nya dengan sangat tajam.


"Apa maksud dari ucapan mu itu Yulia?" tanya Sulaiman dengan sangat panik.


"Haa.. bukan apapun mas, aku hanya memberinya pelajaran saja" jawab Yulia tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Memberinya pelajaran?? Maksud kamu apa??" Sulaiman pun mulai ketar ketir dan khawatir.


"Yaa maaf kalau caraku salah, tapi aku kesal sih, jadi tadi tuh aku sengaja memotong rem mobil adikmu itu, biar dia bisa sadar siapa lawan nya saat ini" jawaban Yulia yang tanpa ragu itu membuat Sulaiman lemas dan terduduk kembali di sofa.


Sulaiman tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengarkan. Namun dia cepat menyadari bahwa putrinya pun saat ini berada bersama Heny di dalam mobil tersebut.


"Azkia.. tidak.. kamu gila Yulia.. putriku ada dalam mobil itu Yulia..!!" Sulaiman dengan penuh emosi pun berteriak keras pada Yulia.


Sedangkan Yulia yang tidak menyadari perbuatan nya menjadi panik, dia sama sekali tidak mengira bahwa putri dari pacar nya akan berada dalam bahaya juga.


"Astaga mas.. maafin aku, aku tidak tau kalau Azkia ada bersama wanita sok alim itu" Yulia masih tetap bicara kasar dan menjelekkan Heny walau dia sudah berbuat hal keji.

__ADS_1


"Dengarkan aku baik-baik yah, jika sampai terjadi sesuatu pada putriku atau adikku, aku bersumpah akan membunuh mu Yulia..!!" hardik Sulaiman dengan penuh emosi.


BERSAMBUNG...


__ADS_2