Akibat perceraian!!

Akibat perceraian!!
Azkia di culik.


__ADS_3

Azura mengangguk pelan dan tersenyum. "Umi, Azura naik dulu ya." ucapnya yang kemudian meninggalkan Zubaidah seorang diri.


Setelah masuk kamar, Azura menghubungi sahabat nya, Safa. Dia menceritakan kedatangan Davi, dan juga menjelaskan semuanya pada Safa.


Sementara Safa yang mendengar cerita Azura setelah menutup panggilan nya, langsung menghampiri kakaknya Kenzi.


"Ada apa lagi?" tanya Kenzi sambil bermain laptop nya.


Safa duduk di pangkuan kakaknya dengan manja, "Mas, barusan aku dapat kabar, kalau Davi mendatangi rumahnya Azura. Dan dia meminta Azura untuk menolak pekerjaan dari orang tua nya. Tapi, si Azura itu keras kepala, dia malah tetap ingin bekerja." ucapnya sambil mencibir kan bibirnya.


"Kata Davi, kalau orang tuanya memutuskan untuk serius menjodohkan Azura dengannya. Tapi Davi menolak, mas." lanjut Safa.


Kenzi memeluk Safa, "Lalu, kamu maunya bagaimana? Apa mas harus bertindak sekarang?" tanya Kenzi sambil menatap adik kesayangan nya itu.


"Aku hanya khawatir mas, mungkin sekarang Azura belum berminat menerima Davi, tapi bagaimana kalau pikiran nya berubah nanti?" jelas Safa.


Kenzi menggeser tubuh Safa, dan dia berdiri lalu berjalan ke dekat jendela kamarnya. "Kita lihat dulu beberapa hari ini, kalau keadaan nya semakin memburuk, mas akan bertindak." ucapnya sambil memunggungi Safa.


"Aku tidak mau Azura celaka ya, mas. Aku cuma mau dia tidak menikah dengan Davi, itu saja, Mas." pintanya.


Kenzi membalikkan tubuhnya, lalu tersenyum. "Tenang, mas sudah punya rencana." ucapnya.


Safa mengernyitkan dahinya karena penasaran, tapi dia tidak ingin mendengar apapun rencana kakaknya itu. "Ya sudah, Safa balik kamar ya, Mas." Safa pun keluar dari ruang kerja Kenzi dan kembali ke kamar nya.


Sementara Kenzi, menghubungi seseorang di ponsel nya. "Bro, aku butuh bantuan darimu. Besok temui aku di tempat biasanya." ucap Kenzi, kemudian dia menutup panggilan yang singkat itu, dan tersenyum sinis.


Sementara hal yang buruk tengah dihadapi oleh Azkia. Azkia yang sedang makan malam bersama teman-teman nya, diculik saat berjalan ke toilet restoran.


"Hei, lepaskan aku. Siapa kalian, dan mau apa kalian, haa?" teriak Azkia.

__ADS_1


Tiga pria membawa nya secara paksa ke dalam sebuah mobil. "Diam!!" bentak seorang pria yang memaksanya untuk masuk dalam mobil.


"Mau apa kalian?" Azkia masih memberontak.


Namun, Azkia tidak bisa berkutik lagi setelah mulut nya diberikan obat bius. Ketiga pria itu dengan mudah memasukkan Azkia ke dalam mobil, dan membawanya pergi.


"Bos, kami sudah mendapatkannya." ucap seorang pria saat menghubungi seseorang dari ponselnya.


"Bawa dia ke pelabuhan sekarang juga, dan pastikan tidak ada yang curiga saat kalian membawanya. Mengerti!" jawab pria di seberang panggilan tersebut.


"Baik, bos. Kami langsung menuju lokasi." jawab pria itu.


Mereka pun segera melajukan mobil dengan kecepatan penuh, dan membawa Azkia menuju pelabuhan sesuai perintah bosnya.


Sesampainya di pelabuhan, Hendra sudah menunggu mereka. "Cepat naikkan dia ke atas kapal, dan kalian bisa pergi. Aku ambil alih dari sini." perintah Hendra.


"Baik, bos." jawab ketiga pria yang telah menculik Azkia, kemudian setelah menyelesaikan pekerjaannya, mereka pun segera turun dari kapal tersebut.


"Pastikan dia tidak akan kabur, dan bila dia mulai siuman, berikan obatnya lagi, Mengerti!" Hendra memberi perintah kepada anak buahnya yang lain.


Setelah beberapa jam berangkat dari pelabuhan Belawan, Azkia pun mulai sadar. Namun belum sempat dia bicara, atau sadar sepenuhnya, dia sudah ditaklukkan kembali dengan obat bius. Hampir 24 jam Azkia dibuat pingsan oleh Hendra dan anak buahnya.


"Kalau gadis ini siuman, jangan berikan dosis nya lagi, dia bisa saja mati. Biarkan dia makan dan minum, biarkan dia menikmati waktunya selama 1 jam, setelah itu, baru kalian bius lagi." Hendra pun memberikan perintah lagi, saat melihat kondisi Azkia.


"Baik, Bos." ucap kedua pria yang terus berjaga di dalam ruangan itu.


Sementara di rumahnya Azkia, Nuning dan Saripah sangat panik saat mendengar cerita dari salah satu temannya Azkia.


"Apa kalian melihat wajah orang yang membawa Anggun?" tanya Saripah pada Diva, temannya Azkia.

__ADS_1


"Tidak, buk. Kami hanya melihat mereka membawa paksa Anggun, dan memaksa nya masuk ke dalam sebuah van. Tapi wajah mereka semua memakai masker dan topi, jadi tidak bisa jelas terlihat, bu." jelas Diva setelah menceritakan apa yang terjadi pada Anggun atau Azkia di restoran.


"Bu, kita harus lapor polisi ... saya khawatir kalau non Anggun akan dijual, bu." ucap Nuning yang juga ikutan cemas.


"Iya, Ning. Kita harus buat laporan nya, mungkin saja polisi bisa segera menemukan Anggun." jawab Saripah.


Saripah masuk ke dalam kamarnya, dan mengambil tas. Lalu dia segera bergegas keluar dari rumah, bersama dengan Nuning dan juga Diva sebagai saksi mata. Mereka pun pergi ke kantor polisi menggunakan mobil Diva. Saripah yang telah membesarkan Azkia selama ini seperti anak kandungnya sendiri, merasa panik dan khawatir.


"Mungkin ini salahku, karena terlalu memanjakan Anggun, seharusnya aku bisa lebih keras padanya." batin Saripah sambil menoleh ke luar jendela mobil Diva.


Nuning yang sudah bekerja selama ini untuk membantu Saripah membesarkan Azkia, ikut merasakan khawatir. "Bu, ibu tenang saja. Saya yakin si non baik-baik saja. Dia kan jago bela diri, bu." ucap Nuning memberikan ketabahan untuk Saripah.


Saripah pun menoleh dan tersenyum pada Nuning sambil berkata, "Iya, kamu benar, Ning. Hanya saja, bagaimana kalau yang menculik Anggun membiusnya? Dia tidak akan berkutik untuk melawan nya, Ning." Saripah masih tetap khawatir walau dia tau Anggun memiliki ilmu bela diri.


"Kita berdoa saja, semoga Anggun baik-baik saja, Bu. Ibu jangan terlalu khawatir, pikirkan juga kesehatan ibu." sahut Diva sambil menyetir mobilnya. Saripah mengangguk pelan setelah mendengar ucapan Diva.


Setelah 20 menit mereka menempuh perjalanan menuju kantor polisi, Saripah langsung berlari masuk dan menemui seorang petugas kepolisian.


"Pak, saya mau lapor, anak saya sudah di culik kemarin malam, Pak." ucap Saripah dengan kepanikan.


Polisi yang melihat kondisi Saripah, menyuruh nya duduk, kemudian polisi tersebut mengambilkan sebotol air mineral, dan memberikan nya pada Saripah. "Anda minumlah dulu, dan tenangkan diri anda." ucap polisi tersebut.


Saripah memang merasa sangat haus karena panik dan khawatir, dia meraih air mineral tersebut, dan segera meminum nya hingga berkurang setengahnya.


"Sekarang, ibu tarik nafas dan buang perlahan, biar lebih rileks. Kemudian ibu bisa cerita kan perlahan-lahan apa yang terjadi dengan anak ibu." ucap polisi tersebut.


Saripah pun menuruti ucapan polisi tersebut, dia menarik nafas, dan menenangkan dirinya terlebih dahulu, kemudian menceritakan semua kronologi nya, sesuai dengan apa yang dia dengar dari Diva, sahabat nya Anggun.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN PESAN DI KOLOM KOMENTAR YA GUYS.


TERIMA KASIH..


__ADS_2