Akibat perceraian!!

Akibat perceraian!!
Azkia hilang...


__ADS_3

"Maafin aku mas.. Ini semua kan salah kamu mas, kalau saja kemarin kamu bisa memihak ku dan tidak membiarkan adikmu itu bersikap buruk terhadap ku, aku juga tidak mungkin mengambil resiko seperti ini mas" Yulia malah menyalahkan Sulaiman atas apa yang sudah dia lakukan.


"Kamu... arghh.. aku harus segera menyusul mereka sebelum terjadi masalah" Sulaiman hendak memukul Yulia, namun dia lebih memikirkan keselamatan anak dan adiknya saat ini.


Dengan cepat Sulaiman pun mengambil kunci mobilnya lalu keluar. Yulia yang bingung harus berbuat apa hanya bisa mengikuti Sulaiman. Tanpa memikirkan hal lain, Sulaiman pun membiarkan Yulia ikut bersama dengan nya.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Sulaiman melihat sebuah keramaian yang tak terlalu jauh dari lokasi sekolah nya Azkia.


Jarak rumah Azkia ke sekolah nya memang hanya butuh waktu 20 menit untuk berjalan kaki. Itupun melewati gang sempit saja. Namun jika harus menggunakan mobil, maka jalan menuju sekolah Azkia harus memutar arah. Dan kebetulan sekolah Azkia terletak tidak jauh dari sungai kecil, namun tetap saja sungai itu memiliki arus yang sangat deras.


"Mas coba lihat itu seperti nya mobil adikmu" ucap Yulia saat memperhatikan keramaian di dekat sekolah Azkia itu. Dengan cepat Sulaiman pun langsung menepikan mobilnya.


"Permisi.. permisi.." Sulaiman berusaha menembus warga yang tengah beramai-ramai melihat kondisi mobil yang baru saja mengalami kecelakaan itu.


"Maaf ini korban nya dimana ya, ini yang bawa mobilnya dimana, ini mobil adik saya pak" Sulaiman yang panik pun langsung menghampiri polisi yang sedang memasang garis kuning milik kepolisian.


"Apa anda keluarga dari pemilik mobil ini pak?" tanya balik seorang polisi pada Sulaiman.


"Iya benar pak, dimana adik dan anak saya pak?" tanya Sulaiman yang sangat mencemaskan keadaan adik dan anaknya itu.


"Maaf Pak korban sudah di bawa ke rumah sakit terdekat, jadi anda bisa menemuinya di sana. Saat ini kami sedang memeriksa keadaan mobil untuk memastikan penyebab kecelakaan ini" jawab polisi itu dengan sangat jelas pada Sulaiman.


"Bagaimana keadaan adik dan anak saya saat kecelakaan pak, mereka berdua masih hidup kan pak?" tanya Sulaiman lagi dengan menangis.


"Mohon maaf Pak, tapi korban hanya ada satu orang, dan hanya satu wanita dewasa menggunakan pakaian syar'i saja, tidak ada korban lainnya" mendengar ucapan pihak kepolisian, Sulaiman pun menjadi bingung.


"Tidak pak, mobil ini ditumpangi oleh dua orang pak, yang satu wanita berusia sekitar 28 tahun dan menggunakan syar'i berwarna krem dan yang satu lagi anak kecil berusia lima tahun, dan menggunakan seragam sekolah itu pak, anak saya murid di sekolah itu pak" ucap Sulaiman menjelaskan identitas adik dan putrinya lagi.

__ADS_1


"Tapi maaf sekali lagi pak, korban nya cuma ada satu, dan saat kami memeriksa mobil, kaca depan mobil pecah seperti nya ada yang terlempar keluar sih mungkin pak" polisi yang mengatakan itu pun menunjukkan bukti kaca depan mobil yang memang sudah sangat hancur di bagian kirinya.


"Apa mungkin Azkia terlempar keluar saat kecelakaan ya?" ucap Sulaiman seorang diri.


Sementara itu, Yulia menjadi panik saat melihat banyak polisi yang sedang menyelidiki kecelakaan itu. Di dalam mobil Sulaiman, Yulia hanya bisa mengamati saja. Dirinya sangat takut untuk turun dan bertemu langsung dengan pihak kepolisian.


"Pak bantu saya cari anak saya pak, kemungkinan anak saya terlempar keluar dari mobil ini saat kecelakaan terjadi pak" ucap Sulaiman memohon agar pihak kepolisian segera mencari keberadaan Azkia.


"Baik lah pak kami akan berusaha semaksimal mungkin" jawab polisi itu memberikan ketenangan untuk Sulaiman.


"Sebaiknya anda menemui korban yang berada di rumah sakit dulu pak, mungkin saat ini beliau dalam keadaan kritis, dan membutuhkan bantuan anda, dan masalah anak anda yang hilang, akan segera kami cari dan kami akan temukan secepatnya" ucap polisi itu lagi.


"Baik Pak, terima kasih untuk kerja sama nya" jawab Sulaiman yang kemudian kembali ke dalam mobilnya.


Saat melintasi mobil Heny yang terlihat sangat buruk akibat kecelakaan itu, Sulaiman kembali menangis tersedu, dia tidak mengira bahwa adiknya akan mengalami hal buruk itu.


"Mas.. kamu jangan diam terus dong, aku khawatir ini mas" Yulia masih tetap ngoceh dan mengusik pikiran Sulaiman.


"Ciiitttt" Sulaiman menghentikan mobilnya dengan mendadak.


"Turun kamu.. aku sudah muak melihat wajah manusia yang tidak beradab seperti mu, nyawa adikku dalam keadaan kritis, sedangkan anakku masih belum ditemukan, apa kamu puas?? itu yang ingin kamu dengar bukan? kamu bukan mengkhawatirkan keadaan mereka, tapi kamu lebih mengkhawatirkan keadaanmu sendiri Yulia. Jadi sebaiknya kamu keluar dan turun dari mobil ku ini" ucap Sulaiman dengan sangat kasar dan memaksa Yulia untuk segera turun.


"Tapi mas.. aku tidak bermaksud.." Yulia masih saja membela dirinya.


"Kalau kamu tidak mau turun, aku akan mengantarkan mu ke kantor polisi dan mengatakan bahwa kamu lah penyebab kecelakaan mobil adikku itu" ancam Sulaiman dengan tegas.


"Cepat turun....!!!" bentak Sulaiman yang memaksa Yulia untuk segera turun.

__ADS_1


Dengan sangat lambat, Yulia pun turun dari mobilnya Sulaiman dengan perasaan yang nggak karuan.


"Aku harus segera bertemu dengan Heny" ucap Sulaiman yang kemudian bergegas kembali mengendarai mobil nya dan menuju ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Sulaiman langsung bertanya pada pihak resepsionis.


"Permisi mba, korban kecelakaan yang baru saja dibawa kesini, seorang wanita dengan syar'i dimana ya?" tanya Sulaiman dengan sangat panik.


"Apa anda keluarga nya korban pak?" tanya perawat balik.


"Iya benar, saya abang kandung korban" jawab Sulaiman tanpa ragu.


"Mari pak saya akan antar kan anda, korban saat ini kehilangan banyak darah dan butuh transfusi darah pak" ucap seorang perawat sambil mengajak Sulaiman berjalan bersama nya menuju ruang ICU.


"Dok.. ini keluarga korban itu dok" ucap perawat saat tiba di depan pintu ruang ICU, dan tidak sengaja dokter pun baru saja keluar dari dalam ruang ICU.


"Dok bagaimana keadaan adik saya? apa saya bisa melihat kondisinya dok?" tanya Sulaiman dengan sangat khawatir.


"Saat ini pasien masih belum sadarkan diri pak, pasien masih dalam keadaan kritis akibat benturan yang cukup keras di bagian kepalanya. Jadi kami belum bisa mengizinkan anda untuk menjenguk nya pak" jawab dokter menjelaskan.


"Tapi dok, saya ingin mengetahui dimana keberadaan anak saya dari adik saya itu dok" Sulaiman yang tidak lagi peduli dengan ucapan dokter hanya mencoba ingin mengetahui dimana anak nya berada saat ini.


"Mohon maaf Pak, percuma kalau anda masuk saat ini pak, karena pasien tidak bisa menjawab apapun, pasien masih belum sadarkan diri. Saat ini kami membutuhkan donor darah untuk pasien pak, jika anda adalah keluarga nya, pasti golongan darah anda dan pasien bisa cocok" jawab dokter kembali menjelaskan keadaan Heny saat ini.


"Huffttt.. baiklah dok saya akan mendonorkan darah saya untuknya" ucap Sulaiman setelah menghela nafas panjang.


"Mari pak ikut saya, kami akan periksa lebih dulu golongan darah anda cocok apa tidak dengan pasien" ucap perawat sambil mengarahkan Sulaiman ikut bersamanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2