Aku Balas Pengkhianatanmu, Mas!

Aku Balas Pengkhianatanmu, Mas!
Bab 27


__ADS_3

Bab 27


"Tunggu!" Nana menghadang langkah Zora. "Kau mau ke mana? Apa kau pikir kau masih pantas ada di sini? Apa kau pikir aku akan diam saja melihatmu berkuasa di butikku? Aku nggak sebodoh itu, Zora. Aku kasih waktu 10 menit untuk merapikan semua barang-barangmu, jangan lupa pasikan tidak ada satupun yang tersisa setelah itu pergi dari sini!"


Tangan Zora terkepal kuat, ucapan Nana membuat beberapa orang berbisik dan menatapnya sinis.


"Apa kau lupa kalau butik ini sudah menjadi milikku? Jadi, buang mimpimu untuk mengusirku dari sini!"


Dengan isyarat tangan Nana memanggil orang suruhannya, laki-laki berbaju hitam itu pun memberikan apa yang diminta Nana.


"Kamu lihat ini, butik yang kalian curi sudah kembali ke pemiliknya yang semula, jadi jangan cari masalah yang membuat aku semakin marah, Zora!"

__ADS_1


Zora merampasnya dari tangan Nana, seketika kedua matanya membola melihat sertifikat itu. Zora menolak dan merobeknya. "Ini nggak mungkin, aku nggak mau keluar dari sini, ini butikku!Kau yang harus pergi dari sini!" teriak Zora hampir frustasi dibuat Nana. Kini, apa yang ia khawatirkan menjadi kenyataan, si bod oh Jordy itu sudah benar-benar masuk ke dalam perangkap Nana.


"Aku masih punya banyak salinannya kalau kau mau!" Nana berbalik badan kembali ke mobil di mana sopir masih setia menunggunya.


Beberapa pria berbaju hitam yang mengawal Nana pun langsung menjalankan tugasnya, mereka membawa Zora masuk ke butik dan memaksanya untuk mengemas barang-barangnya.


"Nggak salah Juna mengirimkan orang-orang itu untukku," gumam Nana setelah sopir melajukan mobilnya, ia baru tahu kalau ternyata Juna menyebar beberapa orang untuk membuntuti dirinya ke manapun pergi.


"10 menitmu sudah berjalan, atau kau mau detik ini juga kami menyeretmu ke luar?!" bentak salah satu orang suruhan Nana.


Zora ketakutan mslihat pria berbadan kekar itu melototinya, ia hanya bisa mengumpat di dalam hati, tidak punya pilihan selain mengemas barang-barang pribadi miliknya.

__ADS_1


'Kalau aku nggak bisa menghubungi Jordy, maka aku sendiri yang akan menemuinya di kantor nanti.' batin Zora penuh dendam, ia tidak akan pernah membiarkan Nana menang melawannya. Setelah ini Zora berencana datang ke kantor Jordy dan menceritakan semua kebenaran ini.


***


"Kosongkan semua jadwalku, jangan biarkan ada orang lain masuk ke ruanganku kecuali Nona Mirna. Aku sudah ada janji dengannya, paham?" titah Jordy setelah menonaktifkan ponselnya, pesan yang baru dikirimkan Nana membuat suasana hatinya berbunga-bunga, tidak ada angin dan tidak ada hujan wanita itu akan datang ke kantor hanya untuk menghabiskan waktu berdua dengan dirinya.


"Baik, Pak," jawab sekretaris Jordy kemudian keluar dari ruangan bosnya.


"Ini kesempatanku untuk mencari tahu apa dia memang perempuan yang sama seperti dugaan Zora atau bukan. Kalau memang dia Nana itu artinya aku masih berhak memilikinya termasuk menikmati tu buhnya, tapi tidak akan ada yang berubah kalau dia bukan Nana karena bagaimanapun dia gak akan bisa lepas dariku!" Jordy tertawa melihat jam yang terus berputar, ia tidak sabar menyambut kehadiran Mirna.


***

__ADS_1


Mohon maaf lahir batin men temen. Maaf kalau banyak typo, maaf jarang update. Makasih sudah setia di sini 🤗


__ADS_2