Aku Balas Pengkhianatanmu, Mas!

Aku Balas Pengkhianatanmu, Mas!
37


__ADS_3

37


Semua mata tertuju pada layar proyektor raksasa yang menayangkan vidio berisikan dua orang yang dikenal sedang berdabat membahas kematian Nana. Mereka tidak menyangka kalau Zora dan Jordy sempat mendorong wanita itu ke sungai.


"Ini jebakan! Pasti ada orang yang sengaja mau merusak nama baikku!"


Didalam vidio itu terdengar jelas percakapan antara Jordy dan Zora yang menyebut nama nana, juga mengungkit perselingkuhan yang dilakukan ketika Jordy masih berstatuskan suami Nana.


Zora baru sadar kenapa begitu mudahnya ia masuk ke tempat yang dijaga ketat oleh beberapa pengawal di luar sana. Padahal, penampilannya tidak termasuk kriteria tamu undangan. Rambut berantakan, pakaian lusuh tapi tidak ada seorang pun yang mencoba menghentikannya, malah yang ada ia diantar sampai ke tempat acara.


Sebelumnya ia pun dibebaskan dari sekapan orang yang tidak dikenal dan dibiarkan keluar dari rumah yang terpencil itu. Zora yakin semua pasti ada hubungannya dengan Juna. Ya, pria itu pasti sengaja memancingnya sampai datang ke tempat ini.

__ADS_1


"Siapa yang sudah lancang merekam video itu tanpa izinku?" Zora menggila, ia merusak apapun yang bisa dijangkau olehnya, beberapa meja yang semula tersusun rapi sudah berantakkan karena ulahnya.


Sedangkan Jordy pun hampir tidak bisa berkata. Wajahnya menjadi pucat pasih, ia merasa ditelan**ngi di depan umum. Bahkan, vidio itu diambil di ruangan kantornya. Tapi, siapa yang diam-diam sudah menyembunyikan kamera itu?


"Hentikan! Jangan diputar lagi!" Jordy berteriak sambil berusaha mematikan vidio yang sudah mencoreng wajah dan nama baiknya. Disaat itu tanpa sengaja ia menatap Nana yang sudah lebih dulu melihatnya. Sontak, ia mendekati Nana.


"Kamu pura-pura menjadi Mirna supaya bisa menipu dan menjebakku seperti sekarang? Kenapa kamu bisa setega ini? Di mana Nana yang selama ini aku kenal?"


Di hari itu hanya Nana dan Zora yang masuk ke ruangannya. Zora tidak mungkin menggali kuburannya sendiri. Jadi, bisa dipastikan kalau Nana yang sudah menyembunyikan kamera untuk memauntau kegiatnnya di kantor.


"Nggak! Kita bisa bicarakan semua ini baik-baik. Aku mohon masalah ini jangan dibesar-besarkan. Semua aset milikmu yang pernah aku curi pasti aku kembalikan. Tapi, tolong maafkan aku!"

__ADS_1


Jordy tidak siap mendekam dibalik jeruji besi. Membayangkannya saja sudah membuat sekujur tubuhnya menggigil ketakutan.


Nana tersenyum remeh,"Kamu nggak akan bisa mengembalikannya!"


"Bisa, butikmu saja sudah ditanganmu lagi. Aku yakin Jordy mau ngembalikan rumah dan perusahaanmu." Kali ini Zora pun ikut bicara. Zora sadar sudah tidak akan ada lagi tempat untuk bersembunyi, sebab semua orang sudah tau kebenaranya.


"Apa kalian bisa mengembalikan calon anakku yang sudah pergi karena kejahatan kalian itu? Apa kalian lupa bagaimana aku memohon agar kalian mau menyelamatkan anakku? Perlu kalian tau, tidak ada harta yang paling berharga selain anakku itu! Tapi, kalian sudah merampasnya dari hidupku untuk selamanya. Bisa-bisanya kalian mau aku menukarnya dengan harta yang sebenarnya masih milikku sendiri!"


Mendengar itu membuat Zora dan Jordy sama-sama berlutut di hadapan Nana.


"Maafkan kami, tolong maafkan kami."

__ADS_1


Tapi, telinga Nana seakan menuli.


3 bab lagi yang ya, Bestie


__ADS_2