
35
Malam yang ditunggu pun tiba. Satu per satu tamu undanga sudah terlihat memenuhi lokasi acara. Ntah apa yang direncanakan Arjuna, yang jelas dia sendiri yang menyambut para tamunya termasuk Jordy malam itu. Bahkan, satu harian ini dia belum juga menghubungi Nana.
"Selamat malam Pak Arjuna, lama tidak bertemu Pak Juna semakin tampan saja." puji seorang wanita yang datang bersama Jordy dan beberapa orang yang lain.
Juna tersenyum tipis mendengarnya, ia sudah terbiasa mendengar pujian dari bibir para wanita yang tak diharapkan. Tapi, tidak sekalian dia mendengar pujian itu dari Nana, mungkin Nana memang tidak punya rasa padanya.Juna semakin tersenyum masam.
Tapi, tanpa di sadari ada orang yang salah mengartikan senyuman Juna. Dia pikir saat ini Juna senang-senang saja dikelilingi banyak wanita, Juna bahkan tidak segan bercerita sambil tertawa. Itu yang dilihat Nana dari jauh. Awalnya Nana ingin memberikan kejutan untuk Arjuna, lihatlah betapa cantiknya Nana malam ini. Tapi, seperti itu tidak akan berpengaruh apapun. Pantas saja seharian ini Arjuna mengacuhkan dirinya.
"Semua laki-laki sama saja," cicitnya, berbalik badan kembali ke tempat di mana seharusnya ia berada.
Beberapa saat kemudian, MC membuka acara. Arjuna sudah membuka acara dengan sangat baik, semua orang tertarik pada produk baru mereka. Dan kini waktunya ia memerkenalkan Mirna.
Riuh tepuk tangan menyambut Mirna. Bak seorang model profesional wanita cantik itu melenggak-lenggokkan tubuh dihiasi senyuman manis di wajahnya. Gaun yang ia kenakkan tidak terlalu sexy, hanya saja menonjolkan lekukan tubuh wanita dewasa yang memesona setiap mata yang mandangnya.
__ADS_1
Bahkan, mata Jordy hampir keluar dari wadahnya. Dia duduk di deretan paling depan memegang buket bunga mawar untuk wanitanya.
Sementara Juna mengepalkan tangan, ia emosi melihat beberapa mata keranjang itu dipenuhi naf su menatap Nana. Juna menyesal karena sebelumnya dia tidak mengecek gaun yang dipakai Nana.
Ingin rasanya Arjuna menutup semua mata itu jika perlu untuk selamanya.
"Mawar cantik untuk wanita paling cantik di dunia ini." Jordy naik ke atas panggung memberikan bunga mawar untuk kekasihnya.
Nana cukup terkejut karena di tengah keramaian seperti ini Jordy berani mendekatinya. Untng saja moment di malam ini cukup membantu, jadi tidak akan ada yang bicara buruk tentang mereka.
Bukan itu saja yang dilihatnya, wanita muda yang berdiri disamping Juna pun menarik perhatiannya. Baru sekarang Nana melihat Juna berdekatan dengan seorang wanita selain dirinya. Ntah mengapa rasanya ia cemburu.
"Nana!!!"
Teriakan seorang wanita memanggil nama Nana memutuskan pandangan mereka. Bukan cuma Nana dan Arjuna, semua orang yang ada di sama menatap Zora penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Zo-zora?" Jordy malu melihat penampilan Zora berantakkan, rasanya ingin sekali ia menyeret Zora keluar dari ruangan ini.
"Kenapa? Kalian heran melihatku seperti ini? Perlu kalian tau aku seperti ini karena disekap sama perempuan penipu itu!" Zora bicara lantang sambil menunjuk Nana.
Nana terkejut karena tidak merasa melakukan seperti apa yang dituduhkan Zora di depan banyak orang.
Jordy mendekati Zora. "Jangan bicara omong kosong di sini!" ucapnya sambil mencekal tangan Zora.
Zora menghempaskan tangan Jordy.
"Kamu bodoh kalau masih membela dia! Buka matamu biar kamu sadar kalau dia itu Nana!" Zora menggila karena tidak ada yang percaya padanya.
***
Karena sudah mau tamat, aku izin promosi ya. Mampir ya mentemen 🤧 makasih
__ADS_1