Aku Balas Pengkhianatanmu, Mas!

Aku Balas Pengkhianatanmu, Mas!
Bab 28


__ADS_3

Bab 28


Mirna merapikan penampilannya di depan pintu ruangan Jordy, sementara sekretaris Jordy sudah kembali ke mejanya. Mirna sudah yakin dengan tujuan utama datang ke kandang buaya ini, apapun yang terjadi ia harus bisa mengambil kamera yang kemarin ia tinggalkan di sini. Sebenarnya Mirna bisa saja langsung meminta bantuan kepada Juna, pria itu pasti dengan mudah turun tangan membantunya, tapi Mirna tidak mau hutang budi lebih banyak kepada pria itu, Juna sudah cukup disibukkan dengan menghandle perusahaan keluarganya juga menjaga mamanya selama ini.


Belum sempat Mirna mengetuk pintu, daun pintu itu sudah terbuka dari dalam. Jordy merentangkan tangan seperti ingin memeluknya.


"Sayang, kamu udah datang?" Wajah Jordy ceria menyambut Mirna. Mirna masih tidak mau masuk sebelum ia persilahkan. "Kenapa bengong?" Jordy menarik tangan Mirna masuk ke ruangannya, kemudian ia menutup pintu lalu memeluk Mirna dari belakang. "Aku suka wangimu," ucap Jordy sambil menghirup aroma wangi di cengkuk leher Mirna.


Mirna menggoyangkan kepala seperti menahan geli akibat ulahnya. "Harum ini mengingatkan aku sama seseorang," bisik Jordy tepat di telinga Mirna. Jika memang Mirna adalah Nana Jordy sangat menyesal sudah menyiakan istrinya itu.

__ADS_1


Mirna setengah mati menahan kesalnya, ia berusaha tetap tenang agar Jordy tidak curiga padanya. Tapi, tangan Jordy malah semakin tidak terkendali meraba bagian tubuhnya.


"Kamu nggak sabar banget, sih? Kamu lupa ya kalau aku nggak suka kamu samakan dengan orang lain." Mirna menahan tangan Jordy yang hampir meraba bagian da da miliknya.


Jordy langsung melepaskan Mirna kemudian memutar tubuh wanita itu menjadi menghadapnya. Wajahnya cemberut. "Iya, maaf ... tapi, apa cuma aku yang kangen sama kamu? Aku pikir kamu datang ke sini karena mau kasih apa yang aku minta," ucap Jordy memasang wajah melas.


"Iya aku tau ... aku juga kangen sama kamu. Tapi, aku masih capek, Mas. Aku kan baru datang, bahkan belum kamu suruh duduk." Mirna mencubit pipi Jordy dan bicara manja. "Sabar ya, Mas... hari ini aku milik kamu." Dibelainya pipi Jordy dengan lembut.


"Silahkan duduk, Sayang. " Jordy menggandeng Mirna menuju sofa yang ada di sudut ruangan lalu duduk menghimpit Mirna agar tidak bisa menjauhinya.

__ADS_1


"Kamu mau minum apa?" Suara Jordy terdengar lirih bahkan nyaris tidak terdengar, ia merapikan rambut halus yang hampir menutupi mata cantik Mirna.


"Nanti aja, adanya kamu di dekatku sudah menghilangkan dahagaku, Mas." Percayalah rasanya Mirna mau muntah di wajah Jordy.


Jordy tertawa lalu mencium kening Mirna. "Kamu semakin menantang dan menggoda aja." Mata Jordy tertuju pada tahi lalat yang menghiasi kening Mirna, itu sama persis yang dimiliki Nana. Timbul pertanyaan di dalam hati Jordy, bagaimana bisa dua orang yang beda memiliki tahi lalat di titik yang sama persis nyaris tanpa adanya perbedaan?


Menyadari raut wajah Jordy seperti memikirkan sesuatu, membuat Mirna cepat-cepat mengalihkan pikiran dan perhatian pria itu.


"Ace di ruangan ini nyala, gak sih, Mas?" Mirna sengaja membuka dua kancing kemejanya kemudian mengibaskan tangan seperti orang yang kepanasan.

__ADS_1


"Gerah ...," ucapnya sembari mengibaskan rambutnya.


Jordy tertawa lalu mencubit pipi Mirna yang sangat menggemaskan di matanya. "Kamu yang buat aku gerah."


__ADS_2