Aku Ini Milikmu, Bukan Miliknya

Aku Ini Milikmu, Bukan Miliknya
Bab 15


__ADS_3

Setibanya Marsel disana, tempat Anto berada saat ini, ia langsung melihat Anto tengah duduk seorang diri ditemani musik.


Jangan Sakiti Aku (Radja)


Jika sudah begini adanya


Walau kita saling suka


Namun kita saling beda


Jangan kita saling memaksa


Satu dengan yang lainnya


Walau tak semudah cinta


Jadikan aku pilihanmu


Untuk yang pertama


Jadikan aku pilihanmu


Untuk selamanya


Jika kau pilih diriku


Aku pilihanmu


Ku pasti mencintaimu


Jika kau miliki aku


Akulah milikmu


Jangan kau tinggalkan aku


Jadikan aku pilihanmu


Untuk yang pertama


Jadikan aku pilihanmu


Untuk selamanya


Jadikan aku pilihanmu


Untuk yang pertama


Jadikan aku pilihanmu


Untuk selamanya


Jika kau pilih diriku


Aku pilihanmu


Ku pasti mencintaimu


Jika kau miliki aku

__ADS_1


Akulah milikmu


Jangan kau tinggalkan aku


Jika kau pilih diriku


Aku pilihanmu


Ku pasti mencintaimu


Jika kau miliki aku


Akulah milikmu


Jangan kau tinggalkan aku


Jadikan aku pilihanmu


Untuk yang pertama


Jadikan aku pilihanmu


Untuk selamanya


Jadikan aku


********


"Ada apa?" Marsel mendudukkan diri hadapannya sembari menatap Anto meneteskan air mata.


Kemudian Anto tersenyum menyedihkan, hatinya benar-benar begitu sangat hancur setelah sang kekasih pergi meninggalkannya.


"Apa ini masalah wanita?".


Marsel menatap iba, "Jangan menangis seperti itu, orang lain bisa melihat mu".


Namun Anto bukannya berhenti menangis, ia malah semakin tersedu-sedu tanpa perduli dengan sekitar mereka.


"Apa kamu pernah merasakan apa yang saat ini aku rasakan Marsel? Hati ku sangat hancur, aku benar-benar sangat hancur sekali hari ini aaarrrkkkhh hiks.. hiks...".


"Aku tau apa yang kamu rasakan, karna itu aku datang kemari" Marsel lalu memberikan tissue di hadapannya. "Masih banyak wanita lain, jangan hanya menangisi satu wanita saja meskipun kamu dan dia sudah menjalani hubungan selama itu".


Anto menatap Marsel, ia kemudian tersenyum menyeringai mendengar Marsel berkata demikian. Sedangkan Marsel yang di tatap seperti itu, ia langsung menarik nafas panjang mencoba untuk memberikan ketenangan kepadanya.


"Jangan melihat ku seperti itu. Aku sudah katakan kepada mu kalau aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Dan jika kamu akan seperti ini terus, apa kamu bisa melupakannya? Apakah kamu ingin berlarut-larut dalam kesedihan mu?".


"Hhhmmss... Kalau begitu aku ingin bertanya kepada mu. Apa kamu pernah jatuh cinta?".


Marsel terdiam.


"Kenapa? Ayo jawab aku dulu Marsel. Apa kamu pernah jatuh cinta?".


"Pernah" jawab Marsel melihat raut wajah Anto seketika berubah tidak memercayai kalau pria yang berada di hadapannya itu pernah jatuh cinta. "Kamu mau tau wanita itu siapa? Dia adalah Selin, wanita yang dulunya sangat populer di sekolah kita. Bahkan dari sekolah lain saja datang menghampiri sekolah kita hanya untuk melihat wajahnya. Dan kamu tau yang paling parahnya lagi, aku pernah mengatakan perasaan ku kepadanya, tapi dia menolak ku dan malah mempermalukan aku di depan umum saat itu".


"Apa?" kaget Anto. "Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kami tidak tau kejadian ini Marsel?".


"Karna itu aku berkata kepada mu aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Kesedihan mu cukup untuk hari ini saja, jangan menyiksa dirimu lagi untuk besok, wanita yang jauh lebih baik di luar sana sedang menanti mu".


Anto pun langsung terdiam, karna apa yang baru saja Marsel katakan sangatlah benar. Untuk apa dia memperjuangkan wanita yang tidak bisa ada untuknya dan memilih pria lain? Kini saatnya ia harus melupakan wanita tersebut dan mencari wanita yang tulus mencintai dirinya apa adanya.

__ADS_1


.


Pagi seperti bisanya Nadira kembali bekerja di dalam rumah istana milik Keysa bersama dengan Reva yaitu membersihkan taman belakang dan juga taman depan.


Lalu keduanya melihat Keysa berjalan kearah mereka, dan Reva yang melihatnya merasa khawatir, ia merasa takut kalau sampai sesuatu yang tidak ia inginkan terjadi.


"No-nona Keysa" Reva tersenyum kaku. "Selamat pagi nona, ada yang bisa kami bantu?".


Keysa menjawab tidak, lalu membawa Nadira pergi dari sana meninggalkannya seorang diri.


"Astaga, ada apa ini? Kenapa nona Keysa membawa Nadira pergi entah kemana?" dengan rasa penasaran Reva memperhatikan mereka sampai keduanya menghilang di ujung sana. "Tamat sudah dia, aku tidak tau kesalahan apa yang dia lakukan sampai nona Keysa memecatnya".


Tetapi apa yang tengah Reva pikiran tidaklah seperti sesuai dengan kenyataannya. Keduanya saat ini sedang membicarakan apa yang harus Nadira lakukan malam nanti saat berkencan dengan Marsel.


"Kita mau kemana nona?".


"Mencari pakaian yang cocok untuk mu, sekarang ayo masuk ke dalam mobil".


Tidak menolak ajakan Keysa, Nadira pun langsung masuk ke dalam mobil hingga mereka tiba disalah satu toko langganan Keysa membeli pakaian-pakaian brend ternama.


"Ayo turun" ucap Keysa.


Lalu saat keduanya masuk, si pelayan yang mengenali wajah Keysa segera menyambut kedatangan mereka dengan senyum ramah.


"Selamat datang nona Keysa! Lama tidak bertemu" ucap mereka menyapa.


Kemudian Keysa membalas senyuman mereka sambil berkata, "Tolong berikan gaun yang paling mahal untuk wanita ini".


Mereka melihat Nadira, "Baiklah nona, kami akan mencarikan gaun yang paling mahal untuknya. Mari ikut kami".


"Ya" angguk Nadira mengikut mereka dari belakang. Dan sambil menunggu si pelayan membawakan gaun tersebut, Nadira menatap Keysa yang sedang bermain ponsel.


Tidak lama setelah itu, si pelayan membawakan gaun dan memberikan di hadapan Nadira. "Wah, gaun ini sangat cantik sekali".


"Silakan di coba, semoga nona menyukainya".


"Mmmmm" senang Nadira segera mencobanya.


Dan tidak menunggu lama, begitu ia selesai memakaikan gaun tersebut, ia langsung menatap kagum tubuhnya yang begitu sangat sempurna.


"Cantik sekali, aku benar-benar sangat menyukai gaun ini".



"Apa kamu sudah selesai? Keluarlah, nona Keysa ingin melihat mu".


Dengan senyum mengembang di wajah Nadira, ia keluar dari dalam melihat Keysa berdiri dihadapannya tanpa ekspresi.


"Bagaimana nona? Apakah dia sudah terlihat cantik?" tanya si pelayan toko menatap Nadira dengan kagum. "Gaun ini sangat bagus sekali ia kenakan. Siapa nama nona?".


"Nadira mbak" jawabnya.


"Nadira! Nama yang bagus. Terus, bagaimana dengan mu nona Nadira? Apa kamu juga menyukai gaun itu? Ini masih keluaran terbaru".


"Sangat mbak, saya sangat menyukainya. Guan ini benar-benar sangat cantik sekali".


Mereka tertawa senang, "Terima kasih nona Nadira telah menyukainya. Kami sangat senang sekali mendengarnya".


Lalu Keysa mengangguk, "Kalau dia suka saya juga pasti suka. Silahkan kalian peking gaun itu".

__ADS_1


"Baiklah nona, mari nona Nadira pakaiannya di lepas lagi".


"Iya" dengan senang hati Nadira segera menggantinya.


__ADS_2