Aku Ini Milikmu, Bukan Miliknya

Aku Ini Milikmu, Bukan Miliknya
Bab 20


__ADS_3

Setibanya dirumah, Keysa langsung masuk ke dalam kamarnya. Dan ia juga terlihat sedang marah kepada Marsel yang sudah berani mengancam Nadira untuk segera menikahinya.


"Dasar pria kurang aj*r! Berani-beraninya dia mengancam Nadira hanya karna aku tidak mau bertemu dengannya?" Lalu Keysa menghubungi nomor ponsel Marsel sampai panggilan tersebut di jawab olehnya.


"Iya?".


Keysa tersenyum sinis, "Akhirnya kamu menjawab panggilan ku juga".


Begitu juga dengan Marsel, ia pun ikutan tersenyum menyeringai menebak kalau Nadira pasti sudah memberitahunya.


"Ada apa?".


"Haahhh... Tidak usah pura-pura tidak tau setelah apa yang kamu lakukan dengan pembantu ku. Sekarang katakan, apa mau mu?".


Marsel tertawa, "Kamu bertanya apa mau ku?".


"Yah.. Apa kamu sedang bercanda dengan ku?" suara Keysa terdengar kasar. Namun sama sekali tidak terpengaruh oleh Marsel, pria itu malah semakin tertawa lantang mengejek Keysa yang sedang terbawa emosi hingga membuat Keysa berteriak histeris.


"Hahahaha... Kamu sangat menakutkan sekali. Tapi aku tidak sedang bercanda dengan mu nona Keysa yang terhormat. Aku mengatakan yang sebenarnya kalau aku akan menikahi pembantu mu itu sebagai gantinya agar kedua orang tua ku tidak memaksa ku lagi sesuai dengan kehendak mereka. Selebihnya aku serahkan kepada mu, kamu mengerti kan maksud ku?".


"Apa?" Keysa semakin dibuat mengeram meremas ponselnya. "Yah, kamu pikir kamu sedang bicara dengan siapa?".


"Oh tentu saja dengan nona Keysa Herlambang. Atau apakah aku salah bicara dengan orang lain?".


Kemudian Keysa mematikan ponselnya secara sepihak, ia benar-benar sangat marah sekali telah di permainan seperti ini oleh Marsel.


"Aarrkkhhh... Aarrkkhhh.. Sial.. Sial... Sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar terjebak olehnya. Pria itu benar-benar sangat licik".


Lama memikirkan ini semua, ia bukannya bisa menemukan ide baru, ia malah dibuat semakin kebingungan apa yang harus ia lakukan? Ia benar-benar jatuh terperangkap dalam jebakannya sendiri.


.


Hingga esok harinya Keysa datang menghampiri kedua orang tuanya. Ia melihat sepasang suami-isteri itu telah berada di meja makan untuk menikmati sarapan pagi mereka. Dengan senyum tipis ia bertanya, "Papa mau ke kantor?".

__ADS_1


Barhan tersenyum, "Iya sayang. Papa mau berangkat ke kantor".


"Terus bagaimana dengan mama?".


"Mama?".


"Mmmmm".


"Mama hari ini mau kemana yah?" Meta berpikir ia akan pergi kemana selain berada di dalam rumah selama seharian. "Oh iya, mama sampai lupa loh menanyakan hubungan kamu dengan Marsel Key" wanita paruh baya itu tertawa senang menunggu jawaban Keysa. "Bagaimana Key? Apakah sudah ada perkembangan?".


Sejenak Keysa terdiam.


"Ada apa? Kenapa kamu jadi diam seperti ini? Ayo beritahu mama sayang. Kita berdua penasaran mendengarnya".


Masih saja diam, lalu menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


"Maafkan aku mah pah" tiba-tiba wajah sepasang suami istri itu berubah. "Maafkan aku tidak bisa menjadi putri yang bisa kalian banggakan".


"Maksud kamu Keysa?" Meta semakin penasaran. "Ayo katakan sayang, ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa wajah mu tiba-tiba murung seperti ini? Apa terjadi sesuatu dengan mu dan juga Marsel? Ayo beritahu kami sayang. Jangan hanya diam saja".


Deng!


Mereka pun langsung terdiam.


"Aku benar-benar minta maaf pah mah.. Keysa benar-benar minta maaf".


Kemudian Meta memeluk putrinya itu, ia juga bisa merasakan kesedihan yang Keysa rasakan saat ini.


"Iya sayang, mama juga minta maaf jika pada akhirnya memang harus seperti ini, mama tidak bisa berkata apa-apa lagi. Berhentilah menangis, ini bukan salah mu".


"Terima kasih mah pah, terima kasih sudah mengerti Keysa. Aku akan selalu mencintai kalian sampai kapan pun".


Tidak lama setelah itu Barhan berangkat ke kantor, begitu juga dengan Meta yang ikutan juga pergi menemui Darita ditempat biasa mereka bertemu.

__ADS_1


Keysa tersenyum, "Akhirnya, aku akan melakukan segala cara untuk melawan pria sombong itu. Sekarang, apa lagi yang akan dia katakan kepada orang tuanya? Tidak mungkin dia benar-benar mau menikahi pembantu itu" ia kemudian mencari keberadaan Nadira.


Sedangkan Nadira yang tengah membersihkan taman depan, ia sadari tadi hanya diam saja seperti ada banyak masalah membuat Reva penasaran ada apa dengannya.


"Kamu baik-baik saja Dira?" tanya Reva. Namun Nadira belum menjawabnya, ia masih asik dengan lamunannya sendiri. Hingga Reva kembali mengulangi pertanyaannya dengan cara menyentuh bahu membuat Nadira tersadar. "Ada apa dengan mu? Kenapa kamu diam melamun seperti itu? Kamu baik-baik saja?".


Nadira geleng kepala, "Tidak, aku tidak baik-baik saja Reva. Aku sedang banyak masalah, tapi aku tidak tau bagaimana caranya aku menyelesaikan masalah ini. Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan Reva?".


"Apa?" Reva dibuat bingung. "Masalah apa Dira? Kalau kamu tidak memberitahu ku, bagaimana caranya aku bisa membantu?".


"Ada apa ini?" tiba-tiba Keysa menghentikan keduanya. "Ada apa? Kenapa kalian jadi diam seperti ini?".


"Tidak nona! Tidak ada apa-apa" jawab Reva tersenyum.


"Benarkah?" ia melirik Nadira hanya diam saja. "Lalu bagaimana dengan mu? Kenapa kamu diam seperti itu?".


"Tidak nona, saya hanya...


"Kamu ikut aku sekarang juga" Keysa berjalan duluan meninggalkan mereka. Nadira lalu mengikuti dari belakang, sedangkan Reva yang melihatnya dari kejauhan dibuat semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan keduanya. Tetapi ia tidak berani ikut campur, dan memilih mengurung niatnya mengikuti mereka.


"Kamu tidak usah khawatir lagi, aku sudah menyelesaikan masalah ini. Kamu puas mendengarnya?".


"Apakah nona Keysa sudah membicarakan ini dengan dia? Bagaimana kalau dia..


"Kami sudah membicarakan ini meskipun dia masih bersikeras menolak. Tapi kamu tidak usah khawatir, kedua orang tua ku tidak akan memaksakan perjodohan ini lagi. Mereka sudah aku manipulasi".


"Benarkah nona? Tapi... Tapi bagaimana kalau dia tiba-tiba datang dan..


"Dan mengatakan perjodohan ini harus berlanjut?".


"Iya nona. Terus apa yang akan terjadi dengan ku?".


Keysa berpikir, "Ya mau bagaimana lagi? Terpaksa dia harus menikahi seorang pembantu seperti kamu, dan itu sudah pilihan dia. Lagian, harus berapa kali lagi aku katakan kepadanya kalau aku tidak mau menikahi pria seperti dia? Dianya saja yang tidak mendengarkan ku. Sekarang dia jadi merasa paling tersakiti haahhhh... Dia pikir dia bisa membodohi ku? Lihat saja nanti, kalau dia masih tetap pada pendiriannya, dia akan lihat apa yang aku lakukan kepadanya".

__ADS_1


"Aku sangat takut sekali nona, aku sangat takut kalau sampai dia membawa keluarganya juga datang kemari".


__ADS_2