Aku Ini Milikmu, Bukan Miliknya

Aku Ini Milikmu, Bukan Miliknya
Bab 16


__ADS_3

Sepulang dari toko, Keysa membawa Nadira singgah disebuah mall. Keduanya lalu masuk ke dalam toko pakaian. Kemudian Nadira bertanya, kenapa mereka melihat pakaian lagi? Sedangkan pakaian yang akan nanti malam ia pakai sudah mereka ambil.


Tetapi Keysa tidak menjawab pertanyaan Nadira, wanita itu malah asik memilih-milih tanpa mendengarkannya.


Hingga beberapa menit lamanya, akhirnya Keysa selesai mengambil beberapa gaun yang tengah menumpuk diatas meja. Lalu ia melihat Nadira yang berada di sebelahnya.


"Kamu coba semua pakaian ini".


"Apa?" kaget Nadira membulatkan kedua matanya. "U-untuk apa saya mencoba semua gaun ini nona?".


"Jangan banyak bertanya. Sekarang lakukan apa yang aku perintahkan kepada mu".


"Tapi, gaun ini sangat banyak sekali nona".


Keysa menatapnya tajam, dan pada akhirnya Nadira terpaksa mencoba semua gaun tersebut sampai ia hampir saja pingsan dengan gaun sebanyak ini bergonta-ganti ia coba.


"Sekarang kamu pilih satu gaun dari semua yang sudah kamu coba, setelah itu berikan kepada mereka. Cepat lakukan, kita masih harus ke tempat yang lain".


Tidak ingin berlama-lama, Nadira segera mengambilnya tanpa berpikir terlebih dahulu gaun yang mana yang akan ia ambil karna gaun-gaun tersebut sangatlah bagus.


Setelah itu mereka pergi meninggalkan toko dan kembali memasuki toko yang lain, tetapi kali ini mereka memasuki toko sepatu dan juga toko tas.


"Wah, aku menyukainya" gumam Nadira di dengar oleh Keysa.


Kemudian Keysa menyuruh Nadira memilih apapun yang ia mau. Dengan senang hati, Nadira segera memilih sesuai dengan yang ia suka. Tetapi saat Nadira tengah asik melihat sebuah tas yang selama ini benar-benar sangat ia idam-idamkan, ia melonjak kaget mendengar harga tas tersebut begitu sangat fantastis.


"OMG! Jika harganya seperti ini, aku tidak akan pernah bisa memilikinya hhmmsss".


"Ada apa Dira? Kenapa kamu hanya berdiri saja di depan tas itu? Kamu menyukainya?".


Nadira mengeleng kepala, "Tidak nona, saya akan mencari yang lainnya" ia pun pergi meninggalkan tas tersebut dan berjalan kearah yang lainnya. Sedangkan Keysa yang mengetahui kalau Nadira pasti tertarik melihat tas yang berada di hadapannya itu, ia pun memanggil si pelayan dan menyuruh si pelayan membungkusnya saat itu juga.


"Dira, 10 menit lagi kita akan pergi meninggalkan toko ini. Kemarilah, aku sudah membeli tas itu untuk mu. Ayo, kita tidak punya waktu banyak lagi".


Lagi-lagi Nadira dibuat melonjak kaget saat Keysa memberitahu kalau ia sudah membeli tas yang selama ini ia idam-idamkan.

__ADS_1


"Ya Tuhan, bagaimana bisa nona Keysa tau kalau aku sangat menyukai tas itu? Padahal aku tidak ada bilang apa-apa kepadanya" batin Nadira merasa tidak enak di perlakukan seperti ini oleh majikannya itu.


Hingga mereka pergi meninggalkan toko, Keysa lalu membawa Nadira istirahat memasuki sebuah restoran seafood yang sangat populer di mall tersebut.


"Duduk Dira, kamu pasti sangat lelah sekali".


"Iya nona" Jawab Nadira mendudukkan diri dihadapan Keysa. "Oh iya nona, apa semua belanjaan ini untuk ku? Ini sangat banyak sekali".


"Itu semua untuk mu Dira, karna itu kamu sudah berhutang budi kepada ku. Jadi kamu harus menuruti semua perintah ku".


Tersenyum, "Nona Keysa tenang saja, saya akan menuruti semua perintah nona Keysa dengan baik. Sekarang katakan saja nona, apa yang harus saya lakukan nanti malam?".


"Baiklah lah, aku akan memberitahu mu" jawab Keysa menatap Nadira dengan serius. "Yang pertama harus kamu lakukan, kamu harus bersikap sombong dan egois di hadapannya. Dan juga, cara kamu bicara dengannya harus benar-benar sangat lantam dan kamu bebas banding-bandingkan dia dengan pria mana pun. Yang penting terserah kamu saja, aku hanya mau acara perjodohan ini harus batal".


"Iya nona, saya akan mengingatnya dengan baik".


"Bagus, dan satu lagi. Katakan kepadanya kalau dia itu bukanlah tipe pria idaman kamu. Kamu bilang saja kalau tipe pria yang kamu suka itu seperti.... Justin Bieber. Atau terserah pria mana yang kamu suka".


"Baiklah nona".


"Nona Keysa jangan khawatir, saya akan melakukannya dengan baik".


"Bagus, terima kasih Dira" senang Keysa menggenggam kedua tangannya dengan erat.


"Sama-sama nona, saya ikhlas membantu nona asalkan nona Keysa senang".


"Mmmm".


.


Di kantor Marsel tengah sibuk dengan pekerjaannya, ia lalu melihat jam telah menunjukkan pukul 4 sore. Kemudian ia menghentikan pekerjaannya, dan beberapa kali menarik nafas panjang sambil memikirkan acara kencan buta yang tengah orang tuanya siapkan untuk dirinya.


"Hhhmmss... Kenapa mereka harus menjodohkan ku? Mereka pikir aku tidak bisa mencari wanita? Ck, ini sangat menyebalkan sekali".


Tok... Tok...

__ADS_1


"Masuk!".


Ceklek!


Sang sekretaris masuk ke dalam ruangannya membawa beberapa dokumen penting yang harus ia tanda tangani secepat mungkin.


"Jam berapa meeting besok?" tanya Marsel.


"Jam 10 pagi tuan".


"Apa kamu sudah menyiapkan semua dokumennya? Saya tidak mau ada yang kurang seperti kesalahan yang kemarin terjadi".


"Tidak tuan, semua sudah saya siapkan".


"Bagus kalau begitu, kamu bisa membawanya pergi" Marsel selesai menandatangani dokumen tersebut. Ia lalu bangkit berdiri, saat itu juga ia mendengar ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk dan orang yang baru saja melakukan panggilan tersebut berasal dari nomor yang tidak ia kenal.


"Hallo!" jawab Marsel dengan suara bass-nya.


"Ini aku Keysa putri dari tuan Herlambang. Apakah saya sedang bicara dengan Marsel?".


Marsel mengernyitkan dahi, "Iya benar, ini saya dengan Marsel. Lalu bagaimana dengan mu? Saya tidak... Keysa Herlambang?".


"Iya, kamu sudah tau aku siapa?".


"Mmmmm, ada apa?".


"Kalau begitu aku langsung ke intinya saja. Malam ini aku mau kita bertemu di cafe resto xx yang ada di jalan xx. Aku akan menunggu mu jam 8 malam, telat dari situ aku akan pergi dari sana dan menganggap perjodohan ini batal. Kamu mengerti?".


Marsel tersenyum menyeringai, "Baiklah, aku akan menemui disana".


Setelah itu panggilan mereka terputus, dan Marsel kembali tersenyum menyeringai sembari mengumpat dalam hati kalau ia juga sangat berharap sekali kalau perjodohan mereka batal.


Kemudian ia melihat jam menunjukkan pukul 6 sore, tidak terasa waktu begitu sangat cepat berlalu. Ia pun segera bersiap-siap kembali pulang, dan tidak lupa menyuruh sang sekretaris untuk membereskan meja kerjanya yang berantakan.


"Tuan, tunggu" Marsel melihat sekretarisnya itu. "Ini tuan, ada pesan untuk tuan Marsel dari orang yang tertera di lembar kertas ini. Dia seorang wanita tuan, katanya dia mengenal tuan".

__ADS_1


Marsel menerimanya, tetapi ia tidak tau dari siapa surat tersebut, namun ia tetap membawanya pergi meninggalkan ruang kerjanya.


__ADS_2