
Marsel kembali mendatangi cafe tempat ia kemarin bertemu dengan Nadira. Ia tengah duduk santai, namun orang yang sedang ia tunggu tak kunjung datang membuat ia akhirnya menghubungi nomor ponsel Keysa.
Namun tidak menunggu beberapa lama lagi, orang tersebut langsung muncul diambang pintu sana. Tetapi orang yang datang bukalah orang yang sedang ia tunggu, melainkan Nadira itu kembali.
"Maaf membuat kamu lama menunggu" Nadira mendudukkan diri.
Sedangkan Marsel, ia langsung dibuat bertanya kenapa harus dia yang datang bukan Keysa Herlambang.
Nadira terdiam.
"Dimana dia? Aku ingin bicara dengannya".
"Maaf, tapi nona Keysa tidak mau bertemu dengan mu. Karna itu aku datang kemari lagi menggantikan nona Keysa".
"Benarkah?".
"Ya".
Marsel kemudian tersenyum sinis, lalu menatap Nadira dengan tajam sampai membuat ia merasa takut di lihat seperti itu.
"Tolong jangan melihat ku seperti itu, aku hanya menjalankan tugas ku saja".
"Tidak, ini bukan masalah wanita itu. Tapi ini, jika dipikir-pikir aku pernah bertemu dengan mu, hanya saja aku tidak mengingatnya".
Nadira tersenyum tipis, "Mungkin kamu salah orang, aku tidak pernah bertemu pria seperti kamu. Dan juga, aku mengucapkan terima kasih banyak".
"Terima kasih untuk apa?".
"Terima kasih sudah membelikan aku makanan yang kemarin".
Marsel lalu membalas dengan gumaman saja, setelah itu ia meminta agar Nadira memberikan nomor ponselnya, tetapi Nadira menolak, ia takut kalau Marsel akan menuntutnya setelah ia menipu dirinya.
"Katakan, berapa nomor ponsel mu".
"Maaf, aku tidak bisa memberikannya kepada mu. Kalau sudah selesai, sebaiknya aku pulang saja dan aku mohon, tolong tolak perjodohan ini. Kalau tidak...
"Kalau tidak kenapa?".
"Nona Keysa akan merasa besar kepada ku. Karna itu, aku memohon agar kamu menolak perjodohan ini".
"Kalau begitu, bagaimana kalau dengan mu saja?".
"Apa? Maksud kamu?".
"Bagaimana kalau dengan mu saja? Karna kamu sudah berani mempermainkan ku, aku mau kita yang menikah".
__ADS_1
DUUUAARRRR...
Bagaikan disambar petir, Nadira membulatkan kedua matanya tidak percaya kalau Marsel akan berkata seperti itu kepadanya.
"Jangan bermain dengan ku, aku bukanlah wanita yang pantas untuk mu. Permisi!".
Marsel menahan pergelangan tangan Nadira.
"Kenapa? Kenapa kamu tidak pantas untuk ku? Aku rasa kita berdua sangat cocok. Mulai hari ini kamu menjadi tunangan ku".
Mendengar hal tersebut, Nadira menghempaskan pergelangan tangan Marsel sedikit kasar sampai genggaman Marsel terlepas.
"Aku tau kamu marah besar dengan ku dan juga dengan nona Keysa. Tapi tolong jangan bersikap seperti ini kepada ku, dan aku benar-benar minta maaf, aku telah melakukan kesalahan besar".
"Karna kesalahan besar mu itu aku mau kita berdua segera menikah. Atau kalau tidak, aku akan membawa ini semua ke jalur hukum. Bagaimana?".
"Apa?".
"Benar, jika kamu menolak ku, maka jangan salahkan aku jika pada akhirnya aku membawa ini semua ke jalur hukum, dan kamu minimal akan di penjara selama 5 tahun lamanya dan juga denda uang 1 milyar".
Nadira pun langsung membisu, ia pikir Marsel adalah pria baik seperti yang ia bayangkan, ternyata pria yang berada di hadapannya itu tidaklah beda dari seorang monster. Lalu ia melihat Marsel tersenyum menyeringai membuat ia semakin ketakutan.
"Maafkan aku" Nadira bersujud di bawah kaki Marsel dengan kedua tangan memohon. "Tolong maafkan aku hiks.. hiks.. Tolong maafkan aku, aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan ini lagi. Aku mohon tolong maafkan aku".
Marsel melihat samping kiri kanan mereka beberapa mata tertuju kepadanya. Lalu Marsel ikutan berjongkok, ia menarik dagu Nadira dengan tawa mengejek.
"Ya?".
"Pergilah, aku tidak suka mengulangi perkataan ku. Dan satu lagi, katakan juga kepadanya jangan coba-coba berani menghalangi pernikahan kita. Karna ini semua ulah dia sendiri" Marsel pergi meninggalkan Nadira.
Dan Nadira yang ditinggal pergi olehnya, ia pun semakin menangis sesenggukan kalau sampai perkataan Marsel benar-benar akan terjadi kepadanya. Lalu apa yang akan ia katakan kepada Keysa? wanita itu akan marah besar, bahkan Nadira bakalan di usir dari rumahnya dan ia akan kembali ke-kehidupan lamanya lagi.
"Aarrkkhhh hiks.. hiks... Aku sangat bodoh sekali. Kenapa ini semua harus terjadi kepada ku hiks.. hiks.. Aku tidak mau menikah dengannya, aku benar-benar tidak mau menikah".
Tidak lama setelah itu ia mendengar ponselnya berdering, dan panggilan itu berasal dari Keysa. Dengan rasa takut, ia tidak tau ia harus menjawab panggilan tersebut atau tidak.
"Ya Tuhan, sekarang apa yang harus aku lakukan? Kalau sampai dia memberitahu nona Keysa. Sekejap mata hidup ku benar-benar akan hancur".
DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...
Lagi-lagi ponselnya berdering, ia sangat bingung apakah ia harus menjawab panggilan itu atau tidak.
DDDDRRRTTT... DDDDRRRTTT...
"I-iya nona?" akhirnya Nadira menjawab panggilan Keysa dengan nada bergetar.
__ADS_1
Keysa heran, "Ada apa dengan mu? Aku sudah di depan cafe ini. Kalian sudah selesai?".
Nadira terdiam sejenak, "Apakah dia tidak memberitahu nona Keysa? Kenapa nona Keysa malah bertanya seperti ini? Apakah dia tadi hanya becanda saja? Apakah dia hanya menakut-nakuti ku?" Nadira dibuat bingung, tetapi ia merasa sedikit lebih tenang.
"Yah Dira, apa kamu tidak mendengar ku?".
"I-iya nona, saya mendengar nona Keysa. Saya akan segera keluar".
"Dia sudah pergi?".
"Iya nona, dia sudah pergi".
Nadira mematikan ponselnya menghapus air mata, lalu keluar dari dalam cafe menemui Keysa yang tengah menunggunya di dalam mobil. Kemudian masuk ke dalam, "Maaf sudah membuat nona Keysa lama menunggu".
"Tidak apa-apa" jawab Keysa enteng. "Terus bagaimana dengan hasilnya? Kamu berhasilkan membujuk dia agar perjodohan ini batal?".
Diam.
"Kamu berhasil tidak?".
"Aku tidak tau nona ini berhasil atau tidak. Tapi aku berharap kalau ini berhasil".
"Maksud kamu? Emang pria itu tadi berkata seperti apa kepada mu sehingga kamu masih bimbang?".
"Aku juga tidak mengerti dengan dia nona. Dan sebenarnya, dia ingin bertemu dengan nona".
"Terus?".
"Aku jawab kalau nona tidak mau bertemu dengan dia".
"Terus, dia jawab apa?".
"Dia marah besar nona, dia sangat marah besar telah di permainan seperti ini".
"Itu saja?".
"Tidak nona" Nadira menggeleng kepala dengan air mata menetes. "Dia.. Dia malah mengancam ku".
"Apa? Mengancam mu seperti apa?".
"Dia meminta aku untuk segera menikahinya nona hiks.. hiks..".
"Apa?" Keysa semakin terkejut. "Apa dia sudah gila malah meminta kamu menikahinya? Aarrkkhhh, pria kurang ajar itu benar-benar harus di hajar yah. Terus, kamu bilang apa lagi?".
"Saya tidak terima nona, saya tidak bisa menikahinya. Karna itu tolong saya nona, saya tidak mau menikahi pria yang tidak aku kenal dan juga pria yang tidak aku cintai".
__ADS_1
"Baiklah, nanti aku akan pikirkan. Sekarang kita sebaiknya pulang saja".