Aku Ini Milikmu, Bukan Miliknya

Aku Ini Milikmu, Bukan Miliknya
Bab 9


__ADS_3

"La" Nadira memanggil sang sahabat, ia melihat Lala tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi bersama dengan yang lainnya.


"Iya, ada apa Dira? Ayo duduk, sebentar lagi kita akan sarapan".


"Mmmmm, tapi pagi ini aku tidak akan sarapan disini".


"Loh, kenapa Dira?" Lala melihatnya dengan serius. "Dan kamu sepertinya terlihat sedang sedih? Ada apa? Katakan kepada ku, aku akan membantu mu".


Nadira tersenyum, "Aku tidak apa-apa La. Pagi ini aku hanya ingin cepat saja mencari pekerjaan itu. Karna itu aku datang kemari menemui mu, kamu tidak usah ikut bersama ku".


Lala pun langsung mendengus kesal mendengar jawaban Nadira.


"Kenapa? Kenapa kamu ingin pergi sendiri tanpa bantuan ku? Jangan bilang kamu merasa tidak enak lagi. Aku tidak ingin mendengarkan kata-kata itu lagi, cepat katakan alasannya apa selain itu".


"Bukan karna itu La, aku memang hanya ingin pergi sendiri saja mencari pekerjaan itu. Maaf yah, dan sekarang aku harus pergi".


"Kamu yakin Dira? Setidaknya tunggu kamu selesai sarapan pagi dulu baru kamu pergi".


"Tidak usah" Nadira pun segera pergi meninggalkan Lala yang hanya bisa diam saja menatap kepergiannya.


"Dia mau pergi kemana La pagi-pagi seperti ini?" tanya temannya yang lain melihat punggung Nadira yang semakin menjauh.


"Dira pergi mencari pekerjaan baru".


"Pekerjaan baru?" ia sedikit terkejut. "Emang Dira tidak betah lagi tinggal disini La?".


"Mmmmm, sepertinya. Karna itu ia ingin mencari kehidupan yang baru lagi. Terus, apa kamu sudah selesai membawanya dari sana".


"Sudah, aku akan memanggil yang lainnya".


"Iya".


Dan saat ini Nadira yang tengah berada di dalam keramaian, ia tampak sedang mencari warung sarapan pagi untuk mengisi perutnya yang sudah mulai terasa lapar.


"Ternyata pagi-pagi seperti ini pasar begitu sangat ramai sekali. Dan aku belum pernah datang ke tempat seperti ini" Nadira melihat sekitarnya. "Tapi kenapa aku tidak melihat satupun pedagang makanan? Apa aku kesiangan atau.. Tapi kalau ke pagi-an tidak mungkin juga" gumam Nadira melanjutkan langkah kakinya kembali mencari warung makanan hingga akhirnya ia tampa sengaja menabrak tubuh seorang wanita. "Astaga, maaf-maaf. Kamu baik-baik saja?" ia menolongnya.


Kemudian si wanita tersebut tersenyum kepada Nadira sembari menerima bantuannya.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang minta maaf sama kamu karna tidak melihat jalan ku".


"Tidak apa-apa, asalkan kamu baik-baik saja".


"Mmmm, aku baik-baik saja. Tapi barang belanjaan ku, astaga semua sudah tumpah di bawah".


Nadira melihat kebawah, dan saat itu juga ia ikut membantu si wanita tersebut memungut barang belanjaan yang berhamburan di jalan.


Tidak lama setelah mereka berdua selesai menaruh didalam kantong itu kembali, Nadira berkata kalau ia harus pergi. Namun si wanita itu malah menahan Nadira dan berkata.


"Boleh aku meminta bantuan mu?".


"Bantuan apa?" tanya Nadira balik.


"Ini, tolong bantu aku membawa berang-berang ini semua ke dalam mobil ku. Rasanya semua tangan ku sudah sangat pegal sekali, karna itu aku meminta tolong kepada mu".


"Baiklah, aku akan membawa ini semua ke dalam mobil mu. Dimana kamu memarkirkannya?".


"Disana, ikut aku" si wanita tersebut segera membawa Nadira menuju mobilnya yang sedikit jauh dari keramaian sehingga membuat Nadira mulai merasa pegal di kedua tangannya yang sedang membawa barang belanjaan si wanita tersebut. Dan begitu mereka tiba disana, si wanita membuka bagasi mobilnya dan Nadira langsung memasukkan semua ke dalam mobil.


"Nadira".


"Oh, kalau aku kamu panggil saja Keysa. Terus, kamu mau kemana dengan pakaian seperti ini berada di dalam pasar? Sepertinya kamu sedang mencari pekerjaan".


Nadira mengangguk tertawa kecil, "Iya, aku sedang mencari pekerjaan. Tapi aku datang kemari mencari sarapan pagi, hanya saja aku sedari tadi tidak menemukannya".


"Oh, seharusnya kalau kamu mencari sarapan pagi disini kamu lewat sana. Nanti kamu akan menemukan banyak warung dagang".


"Benarkah? Astaga aku tidak tau itu. Kalau begitu aku pergi dulu yah".


"Ekh tunggu dulu Dira" lagi-lagi Keysa menahan langkah kaki Nadira. "Jangan main pergi begitu saja. Terus, apa kamu sudah menemukan pekerjaan mu? Dan pekerjaan yang seperti apa kamu cari? Kebetulan aku sedang mencari Art dirumah ku".


Mendengar Keysa berkata demikian, kedua mata Nadira langsung berbinar-binar menatap kagum Keysa.


"Tidak, aku belum menemukan pekerjaan ku. Tapi apakah kamu benar-benar sedang membutuhkan Art dirumah mu? Astaga, aku sangat ingin sekali bekerja, tolong terima aku".


Keysa lalu tertawa melihat kesenangan di wajah Nadira yang begitu benar-benar sangat bahagia.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, aku akan menerima kamu sebagai Art dirumah ku. Dan mulai hari ini juga, kalau kamu tidak keberatan kamu bisa langsung bekerja".


"Benarkah?".


"Mmmmm".


"Ya Tuhan, akhirnya kamu mendengarkan doa-doa ku juga hahahhaha... Terima kasih Tuhan, terima kasih banyak".


"Kalau begitu ayo kita pergi" Keysa membawa Nadira masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan parkiran tersebut menuju rumahnya yang berada di kawasan tempat orang-orang kaya disana.


Hingga mereka tiba dirumah Keysa, lalu keduanya turun dari dalam mobil dan saat itu juga mata Nadira tidak menyangka kalau wanita yang bersamanya itu adalah orang kaya besar.



"Ada apa Dira, ayo bantu aku membawa barang-barang ini semua ke dalam rumah".


"Ya" jawab Nadira segera membantunya.


Dan saat mereka masuk ke dalam rumah, lagi-lagi Nadira di buat kagum betapa megahnya rumah tersebut seperti bak istana saja. Kemudian ia melihat salah satu pelayan dirumah Keysa menghampiri mereka.


"Berikan kepada saya nona" ucapnya kepada Keysa dan Nadira menerima barang belanjaan itu. Tetapi Nadira merasa tidak enak kalau hanya wanita itu saja yang membawa semuanya ke dalam dapur, Nadira pun berkata kalau ia akan membawa barang belanjaan yang berada di dalam genggamannya sendiri ke dalam dapur.


"Sudah bi, biarkan dia sendiri yang membawa barang belanjaan di tangan dia. Lagian dia juga pelayan baru dirumah ini, namanya Nadira. Tolong bantu dia ya bi".


Si pelayan tersebut langsung menatap Nadira dari atas sampai bawah merasa tidak percaya kalau Nadira akan menjadi pelayan dirumahnya.


"Ayo" ucap Nadira.


"Ayo" angguk nya si pelayan berjalan duluan membawa Nadira menuju dapur. Dan setelah mereka berada di dapur, si pelayan membantu Nadira meletakkan semua barang belanjaan itu diatas meja sambil bertanya. "Apakah nona benar-benar mau jadi pelayan rumah ini?".


"Mmmm, kenapa bi? Ada yang salah?".


Ia menggeleng kepala, "Tidak, tidak ada yang salah. Saya hanya tidak percaya saja kalau wanita secantik nona mau bekerja jadi pembantu rumah tangga".


"Hehehehe... Tidak apa-apa Bi, aku senang bisa bekerja disini. Oh iya, nama ku Nadira. Bibi panggil saja Dira tidak usah panggil nona, aku merasa tidak enak mendengarnya".


"Panggil bibi Hanum saja".

__ADS_1


__ADS_2