Aku Jadi Anak Raja?

Aku Jadi Anak Raja?
BAB 16


__ADS_3

~Pagi hari~


Di aula istana saat ini tengah ramai oleh para pejabat yang sedang mengadakan rapat bersama sang Raja kerajaan ini. Mereka membahas tentang masalah pengiriman bantuan prajurit kepada kerajaan Lin.


Banyak pro dan kontra yang terjadi akibat dari beberapa pendapat yang mereka utarakan tidak sama. Dan ini memang sudah sangat sering terjadi.


Akhirnya setelah beberapa lama perdebatan itu terjadi, kesepakatan pun di dapat. Hasil akhir yang diperoleh membuat salah satu pejabat tersenyum menyeringai senang karna rencananya berjalan dengan mulus tanpa hambatan yang berarti.


~Di kediaman Putra Mahkota~


Liliana a.k.a Xiao Hui


Hari ini aku terbangun kembali dengan tubuh yang telah berubah menjadi seorang laki-laki lagi. Setelah tadi malam aku sempat kembali menjadi perempuan meskipun hanya sebentar.


Saat ini aku sedang mengobati luka dileherku. Akan menjadi masalah yang panjang dan merepotkan jika banyak orang yang tahu aku terluka.


"YANG MULIA!!... YANG MULIA!!" teriakan menggelegar paman Hong Li kembali kudengar. Aku harus segera beradaptasi dengannya, bila tak mau terkena serangan jantung dadakan dan menjadi orang tuli.


Dia berlari menghampiriku. Aku jadi berpikir kenapa diusianya yang sudah tidak muda lagi dia masih bisa berlari seperti itu. Apa dia tidak merasa lelah?. Aku yang melihatnya saja sudah sangat malas apalagi melakukannya. Dan lagi dia selalu begitu jika ada hal penting yang ingin disampaikannya.


Aku masih diam ditempat dudukku sambil memperhatikannya.


"Yang Mulia, putri dari Perdana Menteri datang ingin bertemu dengan anda." Dia tersenyum saat mengatakannya.


"Memangnya ada perlu apa dia ingin bertemu denganku?."


"Entahlah saya juga tidak tahu. Tapi akan lebih baik jika anda menemuinya sekarang Yang Mulia. Ini adalah kesempatan emas untuk anda agar bisa mendapatkan hatinya. Lalu menikah dengannya. Dan memiliki penerus tahta untuk kerajaan ini. Karna cepat atau lambat pasti anda akan menjadi Raja di kerajaan ini. Putri Lien Hua sangat cantik Yang Mulia jangan sampai anda punya saingan untuk memilikinya." paman Hongl Li berucap panjang lebar seperti menjelaskan sebuah rumus fisika.


"Apa kau sudah selesai berbicara paman?. Kalau sudah, katakan padanya untuk segera pulang." Aku berucap acuh.


Apa-apaan itu tadi?. Astaga paman ini benar-benar membuatku pusing. Andai dia tahu aku ini adalah seorang perempuan juga, sama dengan putri Perdana Menteri itu. Tapi ya sudahlah. Aku memutuskan mengacuhnya saja.


Tak kusangka dia malah mendekatiku dan menarik tanganku. Aku memelototkan mataku karna kelakuan pria paruh baya ini. Dia berusaha menyeretku sekarang.


"Yak! paman apa yang kau lakukan?." Aku terkejut saat dia menarik tanganku.

__ADS_1


"Yang Mulia anda harus menemuinya." Ucapnya memelas padaku.


"Aish... Baiklah, baiklah. Sekarang lepaskan tanganku!." Aku menyerah.


Dan paman Hong Li tersenyum penuh kemenangan.


"Putri Lien Hua sekarang sedang berada didepan Yang Mulia mari saya antarkan anda kesana." Senyuman masih tersungging diwajahnya.


Aku pun berjalan dengan malas dibelakang paman Hong Li. Astaga perasaanku selalu saja tidak enak dengan segala hal yang terjadi. Semoga saja tidak akan ada masalah besar yang terjadi setelah ini.


Guru Feng Ying POV


Aku tengah terduduk di atas kasurku dengan wajah nesu dan mata yang sudah seperti panda. Aku tidak bisa nyenyak tidur tadi malam. Pikiranku terus terbayang akan sesuatu yang kemarin malam aku lihat di kediaman Putra Mahkota.


Ketika aku ingin menemui orang yang mirip dengan Putra Mahkota, aku malah melihat hal yang tak wajar.


Aku melihatnya bersama orang dengan pakaian serba putih. Dan yang mengejutkan orang itu mengaku sebagai seorang Dewa.


Dan yang lebih membuatku terkejut dia merubah Putra Mahkota palsu menjadi seorang gadis perempuan yang cantik. Hal itu sukses membuatku tercengang.


Lalu Putra Mahkota asli sedang dihukum oleh orang yang mengaku Dewa itu. Yang entah dimana dia membawanya.


Aku semakin pusing memikirkannya, sebenarnya tadi malam aku ingin menghampiri mereka dan menanyakan semuanya. Aku ingin mereka memberikan penjelasan tentang apa yang mereka bicarakan.


Namun saat diriku akan beranjak pergi dan melangkah menuju kesana, datang lagi seseorang berbaju serba hitam. Dia juga mengklaim dirinya sebagai seorang Dewa.


Aku bertambah pusing dan tidak mengerti dengan semua yang kulihat ini. Setelah lama aku mengamati mereka bertiga, aku memutuskan untuk pergi dan pulang.


Dan berakhir dengan diriku yang sekarang sedang dalam kebingungan luar biasa.


"Apa yang sebenarnya sudah terjadi?. Dan apa yang harus aku lakukan?." monologku pada diriku sendiri sambil mengusap wajahku frustasi.


Liliana a.k.a Xiao Hui


Disinilah aku sekarang bersama dengan Lien Hua, putri bungsu Perdana Menteri. Duduk berdua disebuah kursi yang ada di taman istana. Dia tampak cantik dan manis dengan balutan pakaian berwarna pink.

__ADS_1



[Ilustrasi Lien Hua]


"Yang Mulia terima kasih sudah mau menyelamatkan hamba. Hamba ingin memberikan sesuatu untuk Yang Mulia." Dia menunduk hormat sambil mengatakannya.


Dia menyodorkan sebuah kain di tangannya. Aku hanya melihatnya dan belum menerima kain itu.


"Apa ini?." Aku bertanya penasaran.


"Ini adalah sapu tangan yang saya sulam sendiri Yang Mulia. Hamba ingin memberikannya pada anda sebagai tanda terima kasih pada Yang Mulia karena ada sudah menyelamatkan diri hamba. Semoga anda menyukainya." Dia masih menyodorkan kain itu sambil tersenyum lembut.


Aku mengambil sapu tangan itu darinya. Dan membukanya. Ternyata didalamnya ada sebuah sulaman berbentuk bunga teratai.


"Bunga teratai?." Aku menggumam setelah melihat sulaman yang ada pada sapu tangan ini.



[Ilustrasi bunga teratai yang disulam Lien Hua🙈🙈🙈]


"Iya Yang Mulia. Karna nama hamba Lien Hua yang berarti bunga teratai." Lien Hua mengucapkannya dengan lembut.


Aku kembali menatapnya dan dia tersenyum manis. Aku melihat sulaman yang dia buat pada kain ini. Indah dan rapi. Aku jadi mengingat ibuku yang dulu selalu menyukai bunga teratai.


"Terima kasih. Aku suka dengan bunga ini." Ucapku tulus padanya.


Lien Hua hanya menggangguk sebagai jawaban.


Tanpa aku ketahui juga sadari, ternyata sejak tadi Raja melihat aku dan Lien Hua dari kejauhan. Dan inilah awal mulanya segala hal yang akan menyulitkanku kedepannya.


"Sepertinya kita akan menjadi besan sebentar lagi Perdana Menteri." Raja berujar dengan senyuman diwajahnya lalu menoleh ke belakang.


"Yang Mulia..." Orang yang ditatapnya ternyata adalah ayah Lien Hua, Perdana Menteri. Dia menunduk tidak berani menatap sang Raja.


"Hahahaha... " Raja tertawa dan kemudian melanjutkan kembali perjalanannya yang tertunda karna melihat putranya tengah berdua dengan seorang wanita yang merupakan putri dari salah satu pejabat setianya.

__ADS_1


Hai reader... Jangan lupa Like, vote, komentarnya juga kasih author yang masih baru ini rate 5 ya?.. hehehe biar author lebih semangat lagi untuk Up nya😊 makasih..


__ADS_2