Aku Jadi Anak Raja?

Aku Jadi Anak Raja?
BAB 24


__ADS_3

Xiao Hui Pov


Tak terasa mataku terpejam, aku tertidur dengan pulas. Mungkin karna tubuhku sudah sangat lelah membuatku cepat terlelap. Aku berharap semua yang kurasakan ini hanya mimpi meski sesaat. Yah, hanya mimpi aku harap.


Di alam mimpi~


Di sebuah ruangan putih yang luas, aku berjalan. Dari kejauhan aku melihat sebuah piano berwarna hitam dan seorang anak kecil. Dia tersenyum kearahku lalu membungkuk memberi hormat.


Perlahan dia beranjak duduk di belakang piano itu. Dengan cekatan dia menekan not-nots piano. Sebuah alunan musik indah pun terdengar ditelingaku. Mulut kecilnya ikut mengeluarkan suara indahnya.


I see your monsters I see your pain


Tell me your problems I’ll chase them away


I’ll be your lighthouse


I’ll make it okay


When I see your monsters


I’ll stand there so brave


And chase them all away


In the dark we we


We stand apart we we


Never see that the things that we need are staring right at us


You just want to hide hide hide


Hide never show your smile smile


Stand alone when you need someone it’s the hardest thing of all


That you see are the bad bad bad


Bad memories take your time and you’ll find me


I see your monsters I see your pain


Tell me your problems I’ll chase them away


I’ll be your lighthouse I’ll make it okay


When I see your monsters I’ll stand there so brave

__ADS_1


And chase them all away


I could see the sky sky sky


Sky beautiful tonight night


When you breathe why can’t you see the clouds are in your head


I would stay there there there


There’s no need to fear fear


And when you need to talk it out with someone you can trust


What you see are the bad bad bad


Bad memories take your time and you’ll find me


I see your monsters I see your pain


Tell me your problems I’ll chase them away


I’ll be your lighthouse I’ll make it okay


When I see your monsters I’ll stand there so brave


And chase them all away


You’ve got the chance to see the light


Even in the darkest night


And I’ll be here like you were for me


So just let me in..


Cause I see your monsters I see your pain


Tell me your problems I’ll chase them away


I’ll be your lighthouse I’ll make it okay


When I see your monsters I’ll stand there so brave


And chase them all away


I see your monsters I see your pain

__ADS_1


Tell me your problems I’ll chase them away


I’ll be your lighthouse I’ll make it okay


When I see your monsters I’ll stand there so brave


And chase them all away


(Katie Sky-Monsters)


Tes tes... air mata menetes dari sudut mataku. Aku baru ingat, gadis kecil didepan sana adalah diriku. Diriku yang selalu ada disetiap keadaan, situasi dan kondisi. Tak pernah sekalipun meninggalkanku. Tetap menemani apapun yang terjadi. Kerasnya kehidupan yang kujalani membuatku menjadi sekuat ini. Walaupun harus tertatih, aku tetap bertahan.


Gadis kecil itu kembali melihat kearahku. Masih dengan senyumnya, dia berkata "Jangan menyerah dan tetap semangat, apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu".


Setelah mendengar ucapannya, penglihatanku memjadi buram. Sosoknya dengan perlahan menghilang dari pandanganku.


Brukk...


"Akh!!" Pekikku saat kepalaku membentur sesuatu. Kepalaku sepertinya membentur sesuatu yang keras. Dan benar saja, ini kelakuan guruku. Dahiku membentur sebuah kayu. Kubuka mataku dan pemandangan pertama yang kulihat adalah guruku sedang memegang paha ayam didepanku.


"Ah, kau sudah bangun ternyata?" Sapanya.


"Dimana ini?" Aku merasakan ada yang aneh disini.


"Oh, kita sedang di dalam kereta sekarang. Jadi tadi pagi ada sekelomok pedagang yang melewati hutan, dan yah dengan sedikit memberi mereka uang akhirnya kita bisa menumpang" sambil memakan rakus paha ayam itu.


"Lagipula melihatmu terlihat sangat kelelahan membuatku tak tega membangunkanmu. Dan akan lebih baik jika kita menumpang seperti ini. Selain menghemat tenaga, kita juga bisa lebih cepat sampai" lanjutnya sambil terus mengunyah.


'Astaga kenapa kepalaku jadi pusing' sambil memegang kepalaku, aku menyamankan tubuhku untuk duduk. Aku melihat sekeliling, namun hanya ada aku dan guru. Lalu kemana perginya kedua orang yang tadi malam diselamatkan oleh guru.


"Kenapa? apa kepalamu sakit?" Guru Feng Ying mengulurkan tangannya kearahku. Tapi sebelum dia menyentuh dahiku, tanganku lebih dulu menampiknya.


"Aish... kau ini selalu saja seperti ini!. Aku cuma mau memeriksa keadaanmu sekarang" guru sedikit emosi.


"Tidak perlu. Aku baik-baik saja" bohongku sebab aku memang tidak suka disentuh oleh orang lain.


"Kita akan sampai di kerajaan Lin 30 menit lagi. Lebih baik kau istirahat lagi saja. Aku tahu tubuhmu tidak terlalu baik. Lihat wajahmu saja pucat!" Perintahnya padaku.


"Dimana kedua orang tadi malam yang guru selamatkan?" Aku bertanya sambil merebahkan tubuhku.


"Mereka ada dikereta lain. Tidak usah khawatir" tukasnya.


Kupejamkan kembali mataku. Jujur saja entah kenapa tubuhku terasa sangat lelah dan lemah. Bahkan untuk bergerak pun sangat sulit. Kenapa aku menjadi seperti ini sekarang?. Benar-benar menyebalkan. Bagaimanapun caranya aku harus bisa kembali ke duniaku.


Hai para readers.. setelah hampir satu tahun Hiatus cerita ini saya lanjutkan lagi ehehehe...


(Soalnya saya cuti hamil + melahirkan wkwkwk)

__ADS_1


__ADS_2