Aku Jadi Anak Raja?

Aku Jadi Anak Raja?
BAB 17


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Lien Hua aku memutuskan untuk pulang ke kediamanku. Aku masih punya beberapa tugas dari kerajaan yang harus aku kerjakan juga tugas dari Dewa. Omong-omong soal tugas dari Dewa didalam buku biru tua itu, sampai sekarang aku masih belum bisa memecahkannya.


Entah apa maksud dari kalimat 'gajah ditelan ular lidi. Air diminum serasa duri, nasi dimakan rasa sekam. Bagai pungguk merindukan bulan. Namun jauh di mata, dekat di hati. Meskipun sebenarnya bagaikan laksana garam dengan asam.' Kepalaku jadi pusing memikirkannya.


Dalam waktu 7 hari aku harus menyelesaikannya. Tapi bagaimana caranya jika aku tidak tahu apa maksud kalimat itu. Ini sangat menyebalkan.


Aku mencoba mencari di buku hitam yang diberikan Dewa Kematian, namun nihil buku itu tidak menunjukkan tulisan apapun. Hanya lembaran kosong yang terlihat.


"Bagaimana ini?. Waktunya tidaklah cukup banyak. Dan aku belum tahu maksud dari kalimat itu." Gumamku putus asa.


Aku terus berusaha berpikir keras. Mana tahu nanti ada keajaiban yang muncul diotak jeniusku. Dan saat ini aku tengah mondar mandir sambil berpikir.


"YANG MULIA!!... YANG MULIA!!." Suara tinggi melengking milik paman Hong Li kembali terdengar olehku.


"Huh!!... Ada apa lagi sekarang?!." Entah sudah berapa kali aku berkata seperti ini. Paman Hong Li menghampiriku dengan tergesa-gesa.


"Yang Mulia... Besok lusa anda akan dikirim ke kerajaan Lin bersama para prajurit untuk membantu mereka berperang." Paman Hong Li berkata dengan cemas.


"Aku mengerti." Kataku cuek.


"Yang Mulia... Sebenarnya ada apa dengan anda beberapa hari ini. Kenapa anda dengan mudahnya berkata begitu." Tanyanya.


"Aku tidak selemah dulu paman. Jangan khawatir dan cemas, aku akan baik-baik saja karna...." belum sempat aku menyelesaikan kalimatku buru-buru seseorang memotongnya.


"Karna dia akan mulai berlatih denganku hari ini. Dan aku akan mendampinginya saat pergi ke kerajaan Lin." Seorang yang tampak familiar tiba-tiba masuk dan meneruskan ucapanku.


"Guru Feng Ying?." Aku sedikit terkejut karna kedatangannya.


Dia hanya tersenyum kearahku dan juga paman Hong Li.


Flashback Guru Feng Ying POV


Aku membuka mataku karna mendengar seseorang memanggilku. Tapi yang aku lihat adalah kegelapan disekitarku tanpa ada orang lain.


"Guru Feng Ying." Aku mendengar lagi suara orang memanggilku. Dan suara itu terdengar familiar untukku. Aku memutar tubuhku sambil melihat sekeliling mencari asal suara yang kudengar.

__ADS_1


"Dimana kau?." Aku masih mencarinya dengan mengedarkan pandanganku ke segala arah. Namun tetap saja hanya kegelapan yang ada.


"Aku disini guru." Diriku menolehkan kepalaku ketika mendengar suaranya. Ada seseorang yang tengah berjalan menghampiriku.


Aku memfokuskan pandanganku kearahnya dengan perasaan waspada. Orang itu berjalan semakin dekat denganku. Aku melihat wajah yang sangat aku kenal.


"Putra Mahkota?." Kataku saat dia berdiri tepat dihadapanku dengan senyuman khas miliknya.


"Iya ini aku guru, Xiao Hui." Jawabnya.


"Bagaimana bisa kau berada disini?. Dan sebenarnya tempat apa ini?. Mengapa kita berdua bisa berada disini?." Tanyaku bertubi-tubi karna kebingungan.


"Tenangkan dirimu guru." Ucapnya masih dengan senyum yang tersungging diwajahnya.


Aku berusaha menenangkan diriku saat dia menyuruhku. Entah kenapa hatiku juga merasa tenang bisa melihatnya.


"Guru, bisakah aku meminta tolong sesuatu padamu?." Dia berbicara dengan nada serius meskipun wajahnya tetap menatapku lembut.


"Apa yang bisa aku lakukan untukmu?." Langsung saja aku menanyakannya.


"Tolong bantulah reinkarnasi dari diriku guru." Pintanya.


"Bukankah guru sudah tahu?. Dia adalah diriku dimasa depan. Tolong jangan melukai dan menyakiti dirinya lagi. Dirinya sudah banyak mengalami penderitaan dan banyak sekali terluka. Dan semua itu karna kesalahan diriku. Dan yang harus menanggung semuanya adalah dia." Dia berkata dengan menolehkan pandangannya kesamping. Putra Mahkota terlihat sedang sedih.


"Tapi bagaimana mungkin kau bereinkarnasi menjadi seorang gadis perempuan?." Aku masih tidak percaya dengan yang dikatakannya.


Dia menoleh kearahku lalu tersenyum sebelum menjawab pertanyaanku.


"Dalam seribu tahun sekali seseorang akan bereinkarnasi menjadi laki-laki jika dia seorang perempuan dan juga sebaliknya. Dan apa yang guru dengar darinya dan Dewa itu adalah benar adanya." Terangnya padaku.


"Lalu, apa yang akan terjadi dengan dirimu?. Dimana kau sekarang?." Aku mencemaskannya. Karna aku sudah menganggap Putra Mahkota sebagai adikku sendiri.


"Aku akan pergi menerima hukumanku guru. Aku tidak ingin menambah penderitaan lagi dikehidupanku selanjutnya. Sudah cukup penderitaannya. Aku akan kembali setelah hukumanku berakhir jadi jangan mengkhawatirkan diriku. Aku akan baik-baik saja. Selama aku pergi tolong jaga dirinya. Aku pergi dulu."


Setelah mengucapkannya tiba-tiba dia menghilang dari hadapanku. Aku yang masih tidak mempercayai semuanya pun berteriak memanggil-manggil namanya berulang kali.

__ADS_1


"Yang Mulia... Yang Mulia Putra Mahkota!!!." Panggilku.


BRRRUUKKKKK


"Aduh..." Ringisku dan ternyata aku malah terjatuh dari kursi yang tadi aku duduki. Ku usap kepalaku yang baru saja mencium lantai yang dingin dengan mesranya.


"Ternyata hanya mimpi." Kemudian aku duduk dan memikirkan mimpiku barusan. Dan pikiranku pun kembali berkecamuk dengan banyak hal.


~Di tempat lain~


"Aku tidak menyangka dia akan mengetahuinya secepat itu. Dia benar-benar pintar ternyata." Seseorang berbaju hitam sedang duduk diatas atap gedung.


"Dan dia juga seorang yang kuat." Sahut orang yang duduk disampingnya.


"Juga tak kusangka dia tahu kegunaan dari buku yang kuberikan. Dia orang pertama yang bisa menggunakannya dengan mudah."


"Tapi kehidupannya dulu tak berpihak padanya. Aku jadi merasa kasihan melihatnya." Dewa Reinkarnasi berucap dengan nada sedih.


"Memang dulu seperti itu, namun semuanya akan berubah kan?." Dewa Kematian menimpali.


"Emm... Ngomong-ngomong apa kau sudah mengurus orang yang saat itu mendengar percakapan kita bertiga?." Dewa Kematian bertanya penasaran pada temannya, Dewa Reinkarnasi.


"Tentu saja sudah. Aku menyuruh anak Raja itu untuk memasuki alam mimpi dari gurunya. Agar dia tidak menjadi penghalang untuk gadis malang itu." Dewa Reinkarnasi menjawab dengan serius.


"Baguslah kalau begitu. Tapi aku tidak habis pikir dia bisa melukai leher muridnya sendiri." Dewa Kematian menimpali kembali.


"Yah... Sebenarnya dia sudah tahu kalau dia bukanlah Putra Mahkota yang asli. Tapi syukurlah gadis itu bukan anak yang lemah." Dewa Reinkarnasi berbicara sambil menerawang.


"Kau benar." Dewa Kematian membenarkan perkataan temannya.


"Apa kau sedang menganggur sekarang?." Dewa Reinkarnasi menatap temannya meminta jawaban.


"Yah... Tidak juga sih. Aku mau beristirahat sebentar saja. Beberapa hari ini aku sangat sibuk dan jadwalku sangat padat. Jadi aku ingin bermalas-malasan sebentar sambil berjemur. Hehe..." Dewa Kematian berkata sambil nyengir kuda.


"Astaga kau ini. Baiklah kalau begitu aku juga mau ikut. Aku juga sedang sangat bosan dan butuh hiburan." Balas Dewa Reinkarnasi.

__ADS_1


Mereka tersenyum sambil melihat langit yang berwarna biru sangat indah.


Hai reader... Jangan lupa Like, vote, komentarnya juga kasih author yang masih baru ini rate 5 ya?.. hehehe biar author lebih semangat lagi untuk Up nya😊 makasih..


__ADS_2