Aku Jadi Anak Raja?

Aku Jadi Anak Raja?
BAB 8


__ADS_3

~Kembali ke taman Kerajaan Xia~


Liliana a.k.a Xiao Hui


Kami berdua keluar dari portal cahaya putih dan kembali ke taman. Tubuhku pun juga sudah kembali lagi jadi laki-laki dengan pakaian kuno tentunya.


"Wah ternyata efeknya sudah hilang. Tapi tepat waktu." Dewa Reinkarnasi berkata sambil menatap diriku yang kini telah berubah.


"Em."Aku hanya menanggapinya dengan gumaman sambil melihat-lihat seluruh tubuhku.


"Apa aku sudah pergi terlalu lama dari sini?." Pasalnya aku sudah pergi agak lama. Jika satu hari disini sama dengan satu menit didunia tempat asalku. Lalu bukankah berarti sudah berhari-hari aku pergi?.


"Tentu saja tidak, aku sudah mengatur semuanya. Termasuk waktu, jadi waktu kita kembali kesini juga sudah kuatur seperti waktu saat kita pergi dari tempat ini. Artinya seperti kau tidak pergi kemana-kemana."


"Kenapa ini rumit sekali."


"Karna kau pintar jadi semua ini dipersulit. Jika kau bodoh maka tidak mungkin akan seperti ini. Lagipula kau bisa menggunakan sedikit otakmu untuk memahami semuanya."


Kami bercakap-cakap sambil duduk di bawah pohon.


"Inilah kehidupan, tidak selalu berjalan mulus seperti yang kau harapkan. Tapi ingatlah semua yang terjadi juga akan ada hikmahnya." Ocehnya padaku.


"Aku tahu. Lalu bagaimana dengan hadiah ketigaku?. Tapi, aku merasakan firasat yang tidak enak tentang ini."


"Hahaha.. Kau ini peka sekali." Dia malah tertawa.


"Apa ada yang lucu dari kata-kataku?." Aku menatapnya bosan. Bagaimana dia bisa jadi Dewa dengan kelakuannya ini?.


"Seperti dugaanmu. Hadiah ketiga ini memang akan menguras energi dan tenaga dalammu. Tapi hanya untuk sementara waktu." Jelasnya yang membuatku menghela nafas, ternyata firasatku memang benar.


"Kalau seperti itu lebih baik tidak usah." Aku berkata cuek.


"Kau yakin?. Kau akan membutuhkannya nanti?."


"Memangnya apa yang ingin kau berikan padaku?." Sebelah alisku terangkat karna rasa penasaran.


"Kekuatan untuk melindungimu di tempat ini. Dan juga tugasmu itu mungkin sangat berbahaya, jika kau lakukan tanpa mempunyai kekuatan apapun."


"Jadi karna itu aku harus punya kekuatan?."


"Ya." Dia pun berdiri di didepanku. Sebuah sinar kembali keluar dari tangan Dewa Reinkarnasi. Sinar berwarna biru muda dikumpulkannya dalam telapak tangan. Dan dengan ajaibnya sinar yang banyak itu terbang ke tubuhku.


Aku ikut berdiri dan tubuhku kini telah dimasuki sinar itu. Tiba-tiba aku terduduk ditanah. Tubuhku terasa sangat lemas dan tak bertenaga.


"Apakah kau tidak bisa mengembalikan tenagaku?. Aku merasa sangat lemas sekarang?." Aku bertanya pada Dewa, masih dengan posisi duduk.


"Itu tidak akan bertahan lama, hanya dalam beberapa hari saja tenagamu juga akan pulih kembali. Dan jangan menggunakan tenaga dalammu dulu selama 3 hari ini. Sepertinya kekuatan ini lebih banyak menguras tenaga dalammu daripada energimu."


"Bersabarlah.. Aku sebenarnya hanya memindahkan kekuatan asli dari Putra Raja itu pada dirimu. Jadi akan lebih baik jika membiarkannya memasuki dirimu secara alami." Lanjutnya.


"Kenapa kau memindahkannya?"


"Kenapa?. Dia tidak membutuhkannya sekarang. Tapi kau lebih membutuhkannya saat ini."


"Apa yang kau lakukan pada orang itu?."


"Aku tidak melakukan apapun padanya. Dewa lain yang sedang menghukumnya."


"Ah satu lagi.. Aku menambahkan kekuatan baru di dalam tubuhmu. Kekuatan itu akan keluar saat kau merasa terdesak dan tidak mempunyai jalan keluar." Sambil mondar-mandir dia memberimu petuah seperti setrikaan baju.


"Kekuatan apa itu?"


Dia tersenyum dan berkata "Itu Rahasia."


"Jangan lupakan buku yang kuberikan tadi. Jangan membuka halaman berikutnya jika kau belum menyelesaikan halaman pertamanya." Ingatnya padaku.


"Baiklah.. Aku mau bertanya satu hal, kenapa aku tidak pernah tau ada sebuah Kerajaan Zia di duniaku, padahal aku sudah hampir membaca seluruh buku sejarah yang ada di masa depan?."


"Kerajaan ini tidak pernah tercatat dalam sejarah."


"Kenapa?. Apa ini bukan di dunia jaman dulu?." Aku heran.


"Tidak semua masa lalu akan ada yang menulisnya, ada banyak kejadian seperti ini juga yang tidak pernah tercatat oleh sejarah. Kau akan tahu potongan dari semua teka-teki pertanyaan yang ada di kepala kecilmu. Jangan terlalu banyak berpikir, itu akan hanya akan membuatmu pusing. Jalani saja semua ini, biarlah waktu yang akan menjawab semua isi pertanyaan yang ada dalam benakmu."


"Baiklah.." Kataku berusaha untuk berdiri.


"Apa aku sudah bisa menggunakan kekuatan ini?."


"Ah.. aku lupa lagi, kekuatan itu bisa kau gunakan jika sudah tujuh hari dari sekarang. Karna kekuatan itu masih menyesuaikan tempatnya ditubuhmu."


'Dasar Dewa tua. Banyak lupanya.' Aku mengatainya dalam hati.


"Apa kau bilang?!." Dia baru saja akan melangkah pergi, namun langkahnya berhenti kala dia mendengar batinku berucap.


"Lupakan saja. Pergilah." Usirku padanya, entahlah aku hanya agak malas mendengarnya berbicara panjang lebar seperti itu.


'Aishh.. Dasar gadis ini benar-benar.' Dewa Reinkarnasi membatin, dia jengkel karna telah dikatai 'tua' oleh seorang gadis yaitu aku.


"Baiklah aku pergi. Dasar tidak tahu terima kasih. Bisa-bisanya kau mengusirku yang notabenenya seorang Dewa. Dasar." Dia mengoceh sepanjang jalan dan menghilang tiba-tiba.


Aku hanya geleng-geleng melihat kelakuannya.


"Terima kasih untuk semuanya." Gumamku pelan pada angin yang lewat, aku tahu dia pasti mendengarnya.


~Di tempat lain, Kediaman Putri Xiao Mei~


"Salam Yang Mulia Putri". Putri dari Perdana Menteri memberimu salam. Saat ini dia tengah mengunjungi Putri Xiao Mei. Putri Xiao Mei sendiri sudah menganggap Lien Hua sebagai sahabatnya.


Lien Hua juga sering berkunjung ke istana karna undangan langsung dari Yang Mulia Raja dan Ratu, untuk menemani Putri Xiao Mei bermain. Meskipun umur Lien Hua lebih tua, namun Putri Xiao Mei sangat menyukainya.


Dia sebenarnya juga menganggap Lien Hua sebagai kakak perempuannya. Karna sifat sabar, ramah dan lembutnya membuat Putri Xiao Mei betah jika harus berlama-lama dengannya.


Mereka berdua selalu bermain bersama tanpa pengawal dan pelayan yang mendampingi. Biasanya mereka akan berkeliling istana dan pergi ke taman.


Seperti saat ini, keduanya tengah bersenda gurau sambil berlari-larian di dekat danau yang ada di taman. Mereka terlihat sangat akrab, gembira juga menggemaskan.


Tapi tak disangka, tak diduga kaki dari Putri Perdana Menteri terpeleset karna tanah lumpur yang licin dipinggiran danau. Dan dia jatuh ke dalam air danau yang bisa dibilang sangat dalam itu.


Putri Xiao Mei yang melihat itu terkejut dan membulatkan matanya. Dan berteriak keras memanggil nama Lien Hua. Dia tahu jika Lien Hua tidak bisa berenang seperti dirinya. Lagipula dengan tubuhnya yang kecil tidak akan bisa menyelam di danau yang dalam itu.


"Kak Lien Hua... KAK LIEN HUA!!" teriaknya keras dan berulang berharap Lien Hua mendengarnya.


Putri Xiao Mei bingung harus berbuat apa air matanya sudah jatuh entah sejak kapan. Dia terisak sambil terus berteriak.


"KAK LIEN HUA... Hiks.. KAKAK.." Dia berdiri di dekat danau dengan teriakan yang terus keluar dari mulut kecilnya.


Dia melihat sekeliling mencari seseorang yang mungkin bisa membantunya menyelamatkan Putri Lien Hua. Jika tidak dia pasti akan dimarahi dan juga yang paling ditakutinya, Bila Lien Huanya tidak selamat. Dia sangat takut terjadi apa-apa dengan Lien Hua.


Putri Xiao Mei ingin menyeburkan dirinya sendiri, saking paniknya dia. Dia tidak bisa berpikir jernih lagi, saat tak melihat pergerakan apapun dari dalam air danau.


Saat tinggal selangkah lagi dia akan menyeburkan diri, tiba-tiba sebuah tangan mengenggam tangannya dan menariknya dari sana.


Lien Hua POV


Kakiku terpeleset saat berlarian dengan Yang Mulia Putri. Aku terjatuh ke dalam danau yang sangat dalam. Bahkan aku tidak yakin ada orang dewasa yang bisa berenang disini. Sekarang aku berada di dalam air. Aku tidak bisa berenang. Aku hanya diam sambil memegang dadaku yang semakin lama terasa sesak.


Aku semakin dalam terjatuh. Aku hanya berharap Yang Mulia Putri tidak menyeburkan dirinya sendiri karna ingin menolongku. Dia pasti sangat panik sekarang, semoga saja dia tidak melakukan tindakan yang membuatnya dalam masalah.


Aku dan Yang Mulia Putri sudah lama sekali bersahabat. Kami mengetahui sifat dan kelakuan masing-masing. Bahkan kami juga tahu jika kami berdua tidak bisa berenang.


Semakin lama pandanganku juga semakin tak jelas. Aku menutup mataku perlahan agar rasa sesak ini bisa berkurang. Aku pasrah dengan keadaanku sekarang. Tidak ada orang yang akan menolongku.


Saat aku sudah putus asa dengan nasibku tiba-tiba di atas sana aku mendengar seseorang menyeburkan dirinya. BYURRR...

__ADS_1


Aku yang sebelumnya menutup mata, dengan perlahan membuka pandanganku. Aku melihat seseorang yang tengah berenang menuju diriku.


'Siapa dia?' Pikirku dalam hati.


Dia semakin lama semakin mendekat dan berusaha menggapai diriku. Dengan bersusah payah juga aku mengulurkan tangan kananku dengan tanganku yang lain memegang dadaku yang sudah sangat sesak.


Akhirnya dia bisa menyentuh tanganku. Dia menarikku perlahan. Aku penasaran dengan orang yang saat ini tengah menolongku. Aku semakin dekat dengan dirinya ketika dia memelukku. Aku melihat wajahnya meski tidaklah jelas.


Aku berusaha melihatnya dengan jelas. Dia terlihat sangat familiar meskipun aku belum terlalu jelas melihatnya. Aku tidak bisa menahan rasa sesak ini lagi dan setelahnya kesadaranku pun mulai hilang.


[BACK SONG]


저 멀리 달아나


(jeo meolli dar-ana)


내가 널 볼 수 없게


(naega neol *** su eobge)


한번도 꿈꾼 적 없어


(hanbeondo kkumkkun jeog eobs-eo)


내 앞에 너란 사람


(nae ap-e neoran saram)


다치게 하지마


(dachige hajima)


더는 다가오지마


(deoneun daga-ojima)


얼어붙어버린 가슴이


(eor-eobut-eobeorin gaseum-i)


너를 안을 수가 없어


(neoreur an-eul suga eobs-eo)


꽃비가 내려와


(kkotbiga naeryeowa)


검은 눈물 덮어


(geom-eun nunmul deop-eo)


붉어진 두 눈에


(bulg-eojin du nun-e)


널 담았어


(neol dam-***-eo)


시간을 되돌려


(sigan-eul dwedollyeo)


아름다운 그때


(areumda-un geuttae)


(dasi dor-agago sip-eunde)


거센 바람처럼


(Geo-sen baramcheoreom)


스쳐 지나가는


(seuchyeo jinaganeun)


흔한 사랑이라고


(heunhan sarang-irago)


난 그렇게 눈 감을래


(nan geureohge nun gam-eullae)


슬픈 꿈을 꾸듯


(seulpeun kkum-eul kkudeut)


깊은 잠에 빠져서


(gip-eun jam-e ppajyeoseo)


너를 지우고 나면


(neoreul jiugo namyeon)


가슴 시린 눈물만이 남아


(gaseum sirin nunmulman-i nam-a)


같은 하늘 아래


(gat-eun haneul are)


같은 시간 속에


(gat-eun sigan sog-e)


얼마나 울어야


(eolmana ur-eoya)


널 잊을까


(neor ij-eulkka)


멈출 수가 없어


(meomchul suga eobs-eo)


숨 쉴 수도 없어


(sum swil sudo eobs-eo)


너를 사랑하고 싶은데


(neoreul saranghago sip-eunde)


거센 바람처럼


(Geo-sen baramcheoreom)

__ADS_1


스쳐 지나가는


(seuchyeo jinaganeun)


흔한 사랑이라고


(heunhan sarang-irago)


난 그렇게 눈 감을래


(nan geureohge nun gam-eullae)


슬픈 꿈을 꾸듯


(seulpeun kkum-eul kkudeut)


깊은 잠에 빠져서


(gip-eun jam-e ppajyeoseo)


너를 지우고 나면


(neoreul jiugo namyeon)


가슴 시린 눈물만이


(gaseum sirin nunmulman-i)


얼어버린


(eor-eobeorin)


내 심장에


(nae simjang-e)


오직 한 사람


(ojig han saram)


너를 지우고 나면


(neoreul jiugo namyeon)


가슴 아픈 눈물만이


(gaseum apeun nunmulman-i)


흘러


(heulleo)


Terjemah


Kau berada jauh di sana


Sehingga aku tak bisa melihatmu


Sekalipun aku tak pernah bermimpi


Seseorang sepertimu yang sekarang ada di depanku


Jangan melukaiku


Dan jangan mendekatiku


Hatiku yang membeku


Tak bisa memelukmu


Bunga-bunga berjatuhan


Menutupi hitam air mata


dan menutupi dua matamu yang memerah


Seandainya aku bisa memutar kembali waktu


Aku ingin kembali ke saat-saat terindah itu


Seperti angin yang berhembus dengan kencang


Dan cinta yang biasa


Aku tetap menutup rapat mataku


Mimpi buruk yang seperti biasanya


Jatuh ke dalam tidur yang nyenyak


Jika aku menghapusmu (melupakan)


Maka hanya akan menyisakan kepedihan dan air mata


Kita di bawah langit yang sama


Di waktu yang sama


Seberapa banyak air mataku


jika aku melupakanmu ?


Aku tak bisa berhenti


bahkan aku ta bisa bernapas


Aku ingin mencintaimu


Seperti angin yang berhembus dengan kencang


Dan cinta yang biasa


Aku tetap menutup rapat mataku


Mimpi buruk yang seperti biasanya


Jatuh ke dalam tidur yang nyenyak


Jika aku menghapusmu (melupakan)


Maka hanya akan menyisakan kepedihan dan air mata


Di dalam hatiku yang beku


Hanya ada kau seorang


Jika aku menghapusmu (melupakan)


Maka hanya akan menyisakan kepedihan dan air mata


[Bolbbalgan4] (볼빨간 사춘기) – Dream (드림)]


Hai reader... Jangan lupa Like, vote, komentarnya juga kasih author yang masih baru ini rate 5 ya?.. hehehe biar author lebih semangat lagi untuk Up nya😊 makasih..

__ADS_1


__ADS_2