AKU JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA

AKU JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA
Episode 18


__ADS_3

Kyrion berdecak risih. Semenjak memasuki wilayah Kerajaan Asyre Barat, mata menyala para devoile terus mengikutinya dan rombongannya seperti menatap onggokan sampah yang sangat menjijikkan. Entah sudah berapa macam kosa kata sumpah serapah yang ia dengar di sepanjang jalan. Fyriel itu hanya berusaha mendinginkan kepala dan mengunci mulutnya rapat-rapat, walaupun sebenarnya ia sangat ingin menguji coba senjata Escudonya yang belum pernah menggores kulit satu devoile pun selama ini.


Ia dan enam fyriel lainnya, termasuk utusan Raja Atlura, kini telah tiba di istana Raja Zodic. Dengan wajah terlipat dua, pengawal devoile itu memandu jalan mereka menuju ruang singgahsana. Hawa kegelapan yang begitu pekat membuat rombongan fyriel itu merasa gerah dan tidak nyaman. Tentu saja, perasaan apa lagi yang akan muncul jika mereka memasuki wilayah musuh?


"Hormat pada Yang Mulia Zodic, sang kegelapan terpekat", dua pengawal itu menyembah raja mereka begituq memasuki ruangan. "Kami membawa tamu, utusan dari Kerajaan Asyre Timur."


Dua pengawal itu langsung pergi dan menutup pintu setelah Raja Zodic mengangguk. Tinggallah Raja Zodic di atas singgahsana tulang belulangnya, seorang devoile berjenggot merah di sisi sang raja terlihat sangat licik, beberapa pelayan, dan juga pengawal yang berjaga di sisi-sisi ruangan besar ini. Fyriel tua utusan Raja Atlura maju ke depan, yang lainnya perlahan membentuk formasi yang memungkinkan perlindungan dari segala sisi.


Kyrion menegakkan punggung, memasang mata keemasannya lebih waspada. Tangannya bersiaga di dekat sarung pedang yang ia letakkan di sisi pinggang.


"Kami datang ke sini atas titah Raja Atlura sang cahaya tertinggi, untuk menyampaikan sebuah peringatan bagi kerajaan ini," sang utusan angkat bicara dengan suara tua namun lantang.


"Wow..., wow...." Raja Zodic tertawa geli. "Ada apa ini? Apa aku melakukan kesalahan?"


"Devoile telah melanggar batas wilayah dan membunuh enam orang dari bangsa kami, keduanya melanggar perjanjian yang telah di sepakati," jawab si utusan tak gentar. "Raja kami telah berbaik hati, hanya memberikan sebuah peringatan agar tidak perlu terjadi lagi kesalahan seperti ini."


Raja Zodic tertawa terbahak-bahak. "Atlura yang baik hati....." Ia beranjak dari singgahsananya, membuat enam fyriel yang menjaga sang utusan sedikit menegang.


"Jadi kalian benar-benar menuduhku bersalah?" Raja devoile itu menyeringai tajam. Warna merah di matanya terlihat berkilat. "Apa kalian tidak tahu tentang apa yang sebenarnya telahl terjadi?"


Kening utusan itu berkerut. Raja Zodic melangkah, mendekati rombongan fyriel itu. Dengan sigap Kyrion segera menghalangi jalan sang raja devoile itu.

__ADS_1


"Oh, warna emas di mata itu. Ada hubungan apa kau dengan si kuda hitam Atlura?" tanya Raja Zodic ringan, seolah mereka bertemu di jalan dan melakukan obrolan ringan.


"Aku Kyrion, putra Emerio," jawab Kyrion singkat dengan nada dingin.


"Oh, pemuda yang sempat membuat putra bodohku itu merasa gelisah." Otomatis Kyrion mengingat pertemuannya dengan Eugene di bagian terlarang Deep Forest dulu.


"Kuberi tahu, Nak...," Raja Zodic menatap Kyrion tajam, "Devoile yang memasuki wilayah kalian itu adalah Eugene, putraku sendiri."


"Apa?" Kyrion mendesis. "Apa yang kalian inginkan? Tambang Escudo? Karena itu ia pergi ke rumah penjaga Escudo kami?"


Raja Zodic tertawa sinis. "Bukan."


Rahang Kyrion mengeras. "Faye...?"


"Aku tidak tahu apa yang sedang anak itu pikirkan. Eugene dan gadis itu menjalin hubungan yang aneh, kau tahu? Dan malam itu, putraku membunuh enam penjaga kalian demi menemui gadis fyriel itu." Raja Zodic berbalik, membelakangi Kyrion. Seulas senyum picik terkembang di bibirnya. "Jadi..., kau masih berkata bahwa itu hanya kesalahan kami saja?"


Para fyriel itu saling bertukar pandang, sulit untuk mempercayai apa yang baru saja mereka dengar.


"Jangan bergurau, Zodic...."


Bahu Raja Zodic berguncang, menahan tawa saat mendengar gertakan Kyrion di balik punggungnya. Tiba-tiba, secepat kilat tangan devoile itu melemparkan sebilah belati berwarna hitam ke arah salah seorang fyriel yang mengawal utusan Raja Atlura. Mata Kyrion melebar, ia sangat terkejut. Belati Raja Zodic membawa hawa kegelapan yang pekat, menusuk korbannya tepat di jantung. Jeritan penuh penderitaan segera terdengar memenuhi ruangan, bercampur dengan tawa membahana Raja Zodic. Fyriel yang lain terlihat sangat panik saat melihat pendar cahaya temannya musnah dan akhirnya tubuh fyriel itu hancur lebur menjadi abu.

__ADS_1


Kyrion menggeram. Saat yang lain masih terlihat sangat panik, pemuda itu segera menarik pedang Escudo miliknya dan berupaya untuk membalas serangan Raja Zodic. Suara benturan yang sangat keras terdengar saat sang raja devoile menahan serangan Kyrion dengan armor batu kegelapan yang melindungi lengannya.


"Ini masih terlalu cepat untuk melawanku, Anak muda."


Satu sentakan lengan Raja Zodic menyingkirkan pedang Kyrion, memaksa fyriel itu mundur hingga beberapa kaki ke belakang.


"Pergilah dan sampaikan pesanku ini, cukup satu korban saja sebagai peringatan balikku untuk Atlura," geram raja Zodic sambil menyibak ekor jubah kebesarannya. "Singkirkan tangan gadis aneh itu dari putraku, atau aku akan menghancurkan kerajaan kalian hingga habis tak bersisa!!!"


Kyrion masih bersikeras untuk membalas dengan pedang, namun sang utusan meraih lengan pemuda itu, menahannya untuk berbuat lebih jauh. Mengedepankan rasa hormat, dengan terpaksa Kyrion menurunkan pedangnya. Wajah fyriel yang biasanya terlihat lembut itu kini terlihat tegang dan penuh emosi.


Raja Zodic mendengus geli sepeninggal rombongan utusan fyriel itu di ruangannya. Pemandangan barusan sungguh lucu baginya, seperti rombongan sirkus yang konyol dan sangat bodoh. Devoile berjenggot merah yang sedari tadi duduk di sisi singgahsana raja berwajah seperti menahan tawa.


"Tertawalah, Venom. Aku tahu kau menahannya dari tadi." Venom sang Penasihat Kerajaan Asyre Barat segera menyemburkan tawa sambil memukul-mukul pahanya sendiri. "Bagaimana bisa Atlura mengirim fyriel selemah itu untuk mengawal utusannya?"


"Atlura tidak bermaksud seperti itu, hanya saja kekuatan pengawal terbaik mereka memang masih jauh di bawah kemampuan kita," jawab Raja Zodic dengan nada meremehkan. "Ah, dan sepertinya aku harus berterima kasih pada putrimu, Venom. Jika ia tidak membunuh fyriel-fyriel itu semalam, pintu kesempatan untuk menyerang seperti ini tak akan terbuka untuk kita." Hidung besar Venom mengembang bangga. "Tentu, Yang Mulia. Scarlet memang kebanggaan saya."


"Info dari Scarlet itu akan mengacau seisi Kerajaan Asyre Timur. Mereka akan lengah, saat itulah yang kita nanti untuk merebut wilayah mereka dan memperluas kekuasaan kerajaan kita."


Raja Zodic tersenyum penuh rencana. Bibir pucatnya mendesis kemudian.


"Dan Eugene..., aku juga punya rencana khusus untukmu, Putraku bodohku...."

__ADS_1


__ADS_2