
Setelah kejadian itu, aku dan Lia menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Mungkin sangat tidak cocok denganku yang bahkan tidak pernah memiliki pacar, tapi aku akan melakukan yang terbaik untuk Lia- maksudku, dalam hal... ah, sudahlah!
Kami sering bersama, meski sekarang dia seperti sedang menjaga jarak dariku. Menurutku, itu wajar saja karena ini juga adalah pertama kalinya dia memiliki pacar. Karena aku juga merasakan hal yang sama.
Hari ini, kami juga berlatih bersama, tepatnya aku yang sedang Lia latih. Aku sekarang sudah menguasai kekuatan milik Yuri, tapi aku masih belum bisa mengontrol sihirku. Jika tidak berlatih sekarang, aku pasti akan kesulitan untuk kedepannya.
Untuk awalnya, dia menyuruhku untuk mengeluarkan sihir semampuku. Sebenarnya, bagaimana cara menggunakannya saja aku tidak mengetahuinya, apa lagi mengontrolnya. Tapi aku mencoba untuk berkonsentrasi, kemudian membayangkan bahwa di sekitarku ada semacam energi dan sepertinya berhasil.
"Luar biasa!!!"
Lia terlihat sangat terkejut, apa karenaku? Sebenarnya hanya ini yang kubisa. Selebihnya aku tidak mengetahui apapun.
"Rei! Bolehkah aku melihat semua kemampuanmu yang tertulis di kertas itu?"
Kenapa tiba-tiba? Meskipun setelah dia menintanya aku langsung mengeluarkan kertas tersebut dan memberikannya kepada Lia. Setelah membacanya dia mengatakkan bahwa kemampuan yang kumiliki sangatlah sedikit untuk seorang Raja Iblis.
Sebenarnya, menurutku empat kemampuan itu adalah kemampuanku dalam bentuk manusia, sedangkan kemampuanku sebagai Raja Iblis tidak diketahui. Itulah pikirku, karena memang begitu yang tertulis disitu. Tapi mungkin saja aku bisa menggunakan semuanya dalam bentuk tubuh yang berbeda sekalipun.
"Maukah kau mencoba salah satunya?"
Hah?! Mencobanya?! Jangan bercanda! Semua kemampuan itu benar-benar bersifat menghancurkan, kecuali [Resurrection], kurasa?
"Maaf, tapi semua kemampuan itu sangat bersifat menghancurkan!"
"Apakah kau tidak bisa mengontrol pengeluarannya?"
Heh... aku sungguh terkejut karena dia bertanya seperti itu. Dia mengetahui bahwa aku tidak bisa mengendalikan sihir, tapi memintaku untuk mengontrol pengeluarannya? Tidakkah itu seperti menghinaku?
"Tidak! Pokoknya tidak!"
"Eehhh..."
Dia terlihat kecewa, meski begitu aku tetap tidak ingin menggunakannya untuk sekarang. Aku akan benar-benar menggunakannya jika sudah tidak ada pilihan lagi, atau sedang berada disituasi antara hidup dan mati.
Dan kemungkinan besar aku akan menggunakan kemampuan tersebut jika itu bersangkutan dengan Lia. Namun jika dia terbunuh, aku akan langsung menggunakan [Resurrection], sekalipun nyawaku yang menjadi bayarannya. Ah, tunggu, kurasa itu sedikit berlebihan.
__ADS_1
Tapi, untuk kali ini saja, aku tidak ingin kehilangan seseorang yang sangat berharga lagi bagiku. Jadi, aku akan melindunginya, meski harus mengotori tanganku secara langsung ataupun memberikan nyawaku.
"Aku mencintaimu, Lia."
"Heh!? Ada apa tiba\-tiba?!"
Wajahnya tiba-tiba memerah dan menundukkan wajahnya. Apa itu sudah menjadi kebiasaanya ketika merasa malu?
"A\-... aku juga.... Selain itu...kitakan memang sudah ber...pacaran."
Bisa kau hentikan itu? Itu bisa membuatku merasakan malu yang luar biasa dan sekaligus sangat senang! Apa Shin sering merasakan ini? Jika memang benar, aku akan sangat iri kepadanya. Setelah itu, aku hanya bisa mennjukkan senyumku padanya.
"Baiklah, ayo kita berusaha lagi!"
Aku kembali berlatih hingga menjelang malam. Hari ini dia mengajarkan beberapa hal, tidak hanya mengontrol sihir, tapi juga seperti mengendalikan elemen yang kumiliki. Ternyata untuk mengendalikan sihir tidak terlalu sulit, hari ini saja aku sudah bisa mengendalikannya, sedikit. Jika elemen, aku hanya perlu membayangkannya dan harus berbentuk apa.
Selain itu, aku tidak menyangka bahwa Lia bisa mengendalikan empat elemen, yaitu api, air, cahaya, dan kegelapan. Apakah elemen miliknya saling berlawanan? Tapi kurasa itu bukanlah hal yang penting.
Oh iya, selama ini, aku tidak pernah melihat wujudnya yang sebenarnya, meski dia pernah menawarkannya. Kira-kira seperti apa ya? Yah, seperti apapun penampilannya, dia tetaplah Lia.
Setelah kami kembali ke Guild, aku melihat kelompok Reiga. Mereka terlihat seperi sedang seperti merayakan sesuatu. Sebenarnya, aku sudah berpikir untuk menyapanya, tapi ternyata dia yang menyapa kami lebih dahulu.
"Kanezuki Rei, Lia, kemarilah!"
Aku dan Lia saling melihat dan tanpa pikir panjang, kami segera mendatangi mereka. Pada saat aku berada tepat didepannya, mereka semua menunjukkan senyuman mereka padaku. Ada apa? Apa ada sesuatu di wajahku?
Secara bersamaan, mereka semua menunjukkan kartu Guild mereka. Saat kuperhatikan baik-baik, mereka semua berada di level 2. Bukankah itu hebat? Kalau tidak salah, Paman Zasaki pernah berkata bahwa setidaknya membutuhkan waktu satu tahun, bahkan lebih hanya untuk menaikkan level. Tapi mereka bisa naik level 2 dengan mudahnya.
Apa mungkin karena perlengkapan mereka yang bagus dan juga kerja sama mereka yang sudah bagus? Sepertinya ini waktu yang bagus untuk mengajak mereka semua besok.
"Selamat! Kalian semua berhasil naik level. Ah, besok aku akan pergi ke hutan bagian barat untuk menaikkan level lagi. Aku mendapat kabar bahwa ada sesuatu yang sangat kuat disana, apa kalian ingin ikut?"
"Kenapa tidak? Itu akan menjadi pengalaman yang berharga bagi kami semua."
Dengan dipimpin oleh Reiga, mereka semua menerima permintaanku. Aku benar-benar tertolong! Setidaknya ada yang bisa membantuku. Tapi... jika benar kata Yuri, 'sesuatu' yang ada di sana bahkan lebih kuat dariku, kemungkinan aku akan membahayakan mereka semua.
Jika aku harus melindungi mereka semua, itu sepertinya akan sangat merepotkan, dan jika terjadi skenario terburuk, aku akan menggunakan kemampuan milikku atau melakukan perubahan. Tapi mau bagaimana lagi? Lebih banyak akan menjadi lebih baik.
__ADS_1
"Terima kasih atas pertisipasi kalian. Kalau begitu, besok kita semua berkumpul di gerbang kota bagian barat. Kalau begitu, lanjutkan saja apa yang sedang kalian lakukan."
Setelah itu, aku pergi ke kamar sembari meninggalkan mereka dan Lia yang juga ikut bergabung dengan mereka.
Keesokan harinya, aku bersama Lia pergi ke gerbang kota yang berada dibagian barat. Dari kejauhan, kami sudah bisa melihat kelompok Reiga yang sepertinya telah bersiap dari tadi. Sebelum pergi menghampiri mereka, aku memberitahu Lia untuk tetap menutupi segalanya, tapi jika terjadi sesuatu, aku menyuruhnya untuk tidak menahan diri.
Tidak hanya Lia, aku juga memberitahu mereka untuk melarikan diri jika yang akan kami hadapi adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Setelah itu, kami langsung pergi ke hutan yang berada di barat sambil mengikuti arahan dari Yuri.
Meski sambil mengikuti arahan Yuri, kami tetap saja masih bertemu dengan monster. Meski bukanlah monster yang berlevel tinggi, tapi tetap saja melelahkan jika kami selalu bertemu dengan mereka.
Membutuhkan waktu untuk kami mencapai 'sesuatu' yang dikatakan oleh Yuri. Belum sampai pada tempat tujuan kami, mereka semua sudah terlihat kelelahan. Setelah melewati jurang tempat raja goblin, kami melanjutkan ke hutan seberang. Ditempat itu kami juga menemukan banyak monster, hanya saja, monster disini lebih kuat dan pergerakan mereka lebih teratur.
Setelah beberapa lama disana, kami akhirnya menemukan tempat yang sempurna untuk beristirahat. Sebuah padang rumput yang terbuka dan tidak teralu luas, tapi setidaknya tempat yang cocok untuk menghindari serangan monster yang bersembunyi.
Mereka sungguh terlihat kelelahan hingga untuk menarik nafas saja seperti kesulitan. Apakah tempat ini masih terlalu berat bagi mereka?
"Apakah kalian masih ingin melanjutkannya? Jika memang kalian sudah tidak sanggup, lebih baik kembali saja."
Mereka berunding satu sama lain. Sepertinya memang masih terlalu berat bagi mereka. Jika memang mereka memilih untuk tidak melanjutkannya, aku tidak akan merasa keberatan. Lagipula, aku yang mengajak mereka.
"Tidak apa\-apa Kanezuki Rei. Kami akan tetap berusaha! Selain itu, ini akan menjadi kesempatan bagus bagi kami untuk mengetahui daerah ini."
Bukankah itu hanya menurut kalian. Sejujurnya aku tidak mengetahui apa yang sedang menunggu kita di depan sana. Tapi jika itu adalah keputusan mereka...
"Baiklah jika itu adalah keputusan kalian. Beristirahatlah untuk sekarang. Aku akan berjaga."
Aku akan menunggu hingga mereka kembali pulih. Selain itu, Lia sama sekali tidak terlihat lelah. Meskipun dia berada di belakang untuk memberikan support, tapi dari tadi dia melancarkan serangan sihir untuk memberikan bantuan. Meski dia tidak menggunakan sihir penyembuh untuk mereka, sepertinya begitu saja sudah cukup.
Dia juga menatapku, kemudian memberikan senyuman sambil memiringkan kepalanya. Tentu saja aku juga ikut tersenyum padanya. Entah kenapa itu lucu, meski aku tidak mengetahui alasannya.
Setelah beberapa saat, Reiga memberitahuku bahwa mereka semua sudah pulih kembali. Setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan.
Tidak lama setelah kami melanjutkan perjalanan. Aku mulai merasakan keganjilan terhadap sekitarku.
Pohon-pohon yang awalnya memiliki ukuran sedang dan subur, sekarang mulai berubah menjadi pohon yang sangat besar dan tidak memiliki daun sama sekali. Pohon-pohon kering tersebut terlihat seperti pohon cemara yang kehilangan semua daunnya, hanya saja untuk yang ini ukurannya sangat tinggi dan besar jika dibandingkan dengan pohon cemara yang kukenal.
Di tempat itu kami tidak menemukan monster satupun. Itu membuatku sungguh waspada dan semaki curiga dengan wilayah itu.
"Hah? Kenapa tiba\-tiba mendung?"
Tanpa mendengarkan apa yang sedang Rots bicarakan, aku lebih memperhatikan sekitar. Memang benar cuaca tiba-tiba menjadi gelap, tapi tidak mungkin bisa secepat ini.
"Master! Diatas!!"
Mendengar peringatan Yuri, aku langsung melihat keatas sambil diikuti mereka semua yang juga melihat ke arah langit.
__ADS_1
Apa yang kulihat adalah monster yang berbentuk seperti pterodactylus dengan ukuran tubuh yang sangat-sangat besar sedang terbang tepat diatas kami. Perkiraanku, panjang tubuhnya hampir dua puluh meter tidak termasuk dengan ekornya. Makhluk itu memiliki dua pasang sayap. Satu pasang berukuran sangat besar, mungkin rentang keseluruhannya mencapai 50 meter, dan satu pasang lagi berada di belakang sayap yang lebih besar dan berukuran setengah sayapnya yang besar.
"A-... a-... apa-apaan ukuran makhluk itu?!"