Aku Menjadi Raja Iblis Pembunuh Raja Iblis

Aku Menjadi Raja Iblis Pembunuh Raja Iblis
Chapter 7 : Tanda Pengenal Baru dan Sedikit Mengintip


__ADS_3

Ketika pagi datang dan mengakhiri pesta malam itu, aku baru sadar bahwa aku tidak melihat kelompok Reiga malam itu. Sejujurnya, aku berencana untuk mencari mereka, tapi karena sudah malam, aku memutusan untuk melakukannya saat pagi. Semoga mereka baik-baik saja.


Aku menuju resepsionis unntuk membayar semua yang dipesan orang-orang tadi malam. Aku terkejut karena pesta dalam satu malam akan menghabiskan dua keping emas. Untung saja aku masih memiliki beberapa koin emas, meski sisanya adalah koin mithril.


Setelah membayar semuanya, aku langsung keluar dari Guild untuk mencari mereka. Pertama aku mengelilingi kota, namun tidak menemukan mereka. Kemudian aku memutuskan untuk mendatangi jurang itu.


Setelah sampai di tepi jurang, aku masih belum melihat mereka. Aku memutuskan turun ke bawah jurang sambil mengikuti rute yang sama pada saat membersihkan tempat ini.


Tepat di depan gerbang yang terbuat dari banyak tengkorak, yang sebelumnya adalah ruangan untuk raja goblin- sebenarnya mantan raja goblin karena dia sudah kukalahkan. Aku melihat mereka berempat yang bersandar pada bebatuan di sekitar sana dengan posisi duduk dan mata tertutup.


Aku langsung berlari menghampiri Reiga dan memeriksa keadaannya. Untung saja, ternyata dia hanya tertidur. Aku juga memeriksa yang lainnya, ternyata mereka semua hanya kelelahan. Aku akan menunggu mereka semua bangun terlebih dahulu, tidak baik jika aku membangunkan mereka yang merasa kelelahan.


Tentu saja mereka akan kelelahan untuk mengambil semua barang yang ada di sini. Tapi kenapa mereka ingin mengambil semuanya. Apa sebegitu pentingnya, ya? Kalau memang sangat penting, aku bisa saja memberikan satu keping mithril milikku. Aku juga mudah untuk mendapatkan uang. Yah, tapi kurasa hanya untuk sementara. Aku tidak yakin bisa bertahan dengan semua ini.


Saat melihat wajah Lia yang sedang tertidur, aku merasa jika dia sangat manis ketika tertidur. Entah kenapa aku merasa tenang melihatnya dia baik-baik saja. Ehh!? Jangan-jangan..... apakah aku jatuh hati padanya?? Tidak, aku tidak cocok untuknya. Aku hanyalah seseorang yang selalu berusaha untuk lari dari kenyataan. Meninggalkan kehidupanku yang sebelumnya, bahkan satu-satunya sahabat yang sangat peduli kepada diriku hanya untuk melupakan masa lalu dan rasa bersalahku. Lagipula, mana bisa aku jatuh hati kepada seorang gadis yang bahkan baru kukenal.


Hah... memikirkannya sekarang malah membuatku merasa telah mengambil jalan yang salah. Tapi sudah tidak ada jalan untuk kembali ke dunia itu.


Tak lama kemudian, Lia membuka matanya. Wah... seorang gadis yang terbangun dipagi hari ternyata lebih indah dari bunga mawar yang sedang mekar. Aku hanya bercanda! Melihat bunga mawar saja tidak pernah.


"Selamat pagi!"


Aku menyapanya terlebih dahulu, dia sepertinya masih kebingungan dengan sekitarnya.


"E-eh? ... Rei? Selamat pagi..."


Dia bangun sambil mengusap matanya. Aku melihat Reiga, Neil, dan Rots, ternyata mereka belum bangun. Kenapa perempuan yang lebih dahulu bangun, sedangkan kalian para lelaki masih tertidur.


"Apa tidurmu nyenyak?"



"Y-ya... mungkin. Yah, sebenarnya tidak terlalu."


Apa maksud dari kata 'mungkin' itu? Tapi, syukurlah. Lia mulai berdiri sambil membersihkan pakaian bagian bawah miliknya. Bagaimana mengatakannya, ya. Pakaian yang dia gunakan memiliki model bagian atas hampir tersambung dengan bagian bawah dan menyerupai rok, namun menggunakan stocking hingga bagian paha atas, dengan pelindung di bagian lutut dan di bagian dada. Terdapat pelindung juga dibagian bahu kanan, namun tidak di bagian bahu kiri.


"Apa kalian masih akan mengumpulkan barang-barang di sekitar sini?"


Aku menanyakan itu kerena sedikit khawatir dengan keadaan mereka. Item disini bisa dibilang banyak, maksudku, sangat banyak.


"Kupikir, untuk sekarang sudah sangat cukup untuk kami."


Bukankah sudah bagus? Jika kalian terlalu banyak membawa barang seperti itu, sepertinya akan sedikit kesulitan. Aku jadi teringat ketika aku membawa sekantong emas dan pedang besar itu. Yah, bisa dikatakan bahwa aku memiliki ingatan Azazel, namun tubuhku tetap seperti biasanya. Kurasa aku juga butuh latihan fisik. Jujur saja, aku tidak bisa selalu bergantung pada kekuatan pedang milikku ini.

__ADS_1


Bicara tentang kekuatan pedang, aku penasaran tentang kegunaan dari dua buah belati yang kudapatkan pada saat itu. Tapi kurasa aku bisa menunggu untuk hal semacam itu.


Kami berdua hanya menunggu mereka bertiga bangun tanpa bicara sepatah katapun. Suasana diantara kami masih sangat canggung. Tak lama kemudian Reiga terbangun, kemudian disusul oleh Rots, lalu Neil. Setelah mereka semua bangun, kami berlima langsung pergi ke kota, tepatnya ke Guild untuk menjual semua item yang telah mereka dapatkan.


Mereka mendapatkan sekitar lima keping koin emas dari resepsionis, jika ditambah dengan koin yang mereka dapatkan di jurang itu, aku tidak tahu, lagipula aku tidak menanyakan itu.


Yah, untuk sekarang aku ingin mencoba mengambil quest lagi. Jika bisa, aku ingin mendapatkan quest kelas atas lagi. Tapi ketika aku mencari di di papan permintaan, aku tidak menemukan yang kucari. Semuanya hanya quest tingkat bawah hingga menengah. Sepertinya hari ini aku akan berkeliling kota saja. Oh ya! Aku kepikiran tentang kartu Guild milikku, jika sampai hilang bisa gawat.


Aku mendatangi resepsionis untuk menanyakan sesuatu yang hampir sama seperti kartu Guild, tapi dengan bentuk yang berbeda.


Ternyata ada. Syukurlah... ternyata tidak hanya berbentuk kartu saja, ada yang berbentuk kalung dan juga gelang. Kupikir, gelang lebih bagus kerena mudah untuk dibawa, meski kartu juga mudah untuk dibawa, tapi aku lebih memilih gelang karena selalu melekat pada tubuhku.


Ketika aku mencoba untuk memilih gelang, sang resepsionis menyuruhku untuk menentukan bahan gelang tersebut. Ternyata ada bahannya juga ya? Kalau begitu, aku lebih memilih bahan perak.


Ketika gelang tersebut telah selesai dibuat, dia memintaku untuk memberikan kartu Guild milikku. Ternyata semua status yang awalnya berada di kartu tersebut telah dipindahkan kegelang tersebut. Wah... praktis juga.


Setelah itu, dia memintaku untuk mengulurkan tanganku dan kemudian memasangkan gelang tersebut. Bukankah terlalu besar? Tak lama saat aku sedang berpikir jika gelang itu terlalu besar untukku, gelang tersebut menyesuaikan bentuknya terhadap tangan kananku. Melihat itu, aku sedikit terkejut.


Aku melihat gelang tersebut sambil memutar-mutar pergelangan tanganku. Levelnya tetap level tiga, tapi title 'Goblin Slayer' berubah menjadi gambar sebuah tengkorak goblin yang retak.


Aku bertanya kepada resepsionis tentang harganya. Ternyata hanya seharga sekeping koin emas. Untung saja aku masih memiliki beberapa.


Setelah membayar, aku berencana mendatangi mereka berempat, tapi ketika aku membalikkan badan, mereka menghilang. Aku bertanya kepada salah satu petualang yang berada di sekitar situ, dia mengatakkan bahwa mereka berempat telah pergi kelantai atas. Sepertinya mereka ingin beristirahat.


"Lia, apa kau didalam?"


Setelah aku memanggilnya, aku sempat mendengar suaranya, tapi kemudian ada suara yang lumayan keras dari dalam kamarnya, apa dia terjatuh? Tanpa pikir panjang, aku langsung membuka pintu kamarnya.


Ternyata dia benar-benar terjatuh!. Dia terjatuh dengan po..........si..........si......... Huh!!? Aku hanya menunjukkan ekspresi terkejut sekaligus tidak percaya. Ternyata dia sedang mengganti pakaian.....!!!!!!


"......"



"...He?..."


Aku langsung menutup pintu kamar miliknya kembali dengan sangat cepat! Itu....! Bukanlah mimpi, 'kan? Yang kulihat barusan adalah seorang gadis yang sedang mengganti pakaian? Tadi itu...UWAAAA!!!!!!


Tanpa pikir panjang, aku langsung menundukkan kepalaku di depan pintu kamarnya sambil meminta maaf.


"AKU MINTA MAAF!!!"


Aku mengucapkanya dengan sangat lantang dan keras.

__ADS_1


"Ti-tidak apa-apa, itu hanyalah kecelakaan. Tidak usah dipikirkan!"


Aku mendengar suaranya dari balik pintu. Suara yang sungguh pelan, apa dia tidak apa-apa? Aku kemudian meminta maaf kembali, lalu langsung berlari menuju kamarku dan langsung meratapi kesalahan yang kubuat. Ahh... sungguh sial! Tapi, entah kenapa ada bagian dari diriku yang sedikit merasa senang. Apa-apaan ini?!


Aku sungguh merasa bersalah karena lari meninggalkannya tanpa meminta maaf dengan benar. Aku mencoba untuk mendatanginya sekali lagi, namun pada saat aku membuka pintu, Lia berada tepat di depan kamarku dengan kepala yang menunduk dan wajah yang memerah.


"Li-... Lia?"


Aku benar-benar terkejut, mengapa dia yang berada di depan kamarku? Aku langsung menyuruhnya untuk masuk. Sambil mengambil kursi yang berada di sudut ruangan, menyuruhnya duduk, sedangkan aku duduk di atas tempat tidur.


Suasana diantara kami benar-benar menjadi canggung. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan jika ada seorang gadis di dalam kamar, apalagi hanya berdua.


"A-ada apa, Lia?"



"T-tidak, hanya saja.... Tentang tadi...."


Aku langsung sadar arah pembicaraan ini. Tanpa menunggu lama, aku langsung menundukkan kepalaku padanya dan kembali meminta maaf. Ahh, sungguh memalukan apa yang telah kulakukan!


"Sudahlah Rei! Aku ingin mengatakan sesuatu!"


Apa yang dia katakan? Ketika aku mengangkat kepalaku untuk menghadapnya, dia ternyata telah berdiri di depanku sambil memegang kedua bahuku, kemudian mendorongku ke belakang.


Tentu saja itu membuatku terjatuh dengan posisi menghadap kelangit-langit, sedangkan dia berada di atasku.


"Huh? Lia!? Apa yang kau lakukan!?"


'Apa yang dia lakukan?? Tenanglah, tenanglah, tenanglah, tenanglah, tenanglah, tenanglah diriku!!'


"Katakan! Siapa kau sebenarnya. Pahlawan..., atau mungkin..., Raja iblis?"


Mendengar itu, aku sunggu terkejut hingga membuatku melebarkan mata. Apa dia tahu siapa aku sebenarnya?! Tidak mungkin! Aku tidak pernah memberitahu siapapun!!


Aku tersadar. Apa karena belakangan ini aku terlalu menunjukkan kekuatanku?! Sial!! Seharusnya aku lebih menyembunyikannya!


'Kurasa untuk sekarang aku akan bertingkah seperti tidak tahu apapun.'


"A-apa maksudmu Lia? Aku hanyalah seorang petualang biasa!"



"Berhenti membohongiku!"

__ADS_1


Kenapa wajahnya tiba-tiba menjadi serius? Gawat! Benar-banar gawat!! Apa yang harus kukatakan kepadanya?! Sial! Kenapa situasinya menjadi seperti ini?! Aku benar-benar bodoh!


__ADS_2