
Sial! Belum lama aku berada di dunia dan identitasku sudah akan terbongkar?! Sepertinya aku sudah tidak bisa membohonginya lagi. Apa aku harus mengatakkan yang sesungguhnya? Tapi apa yang akan terjadi jika dia menyebarkannya?! Sial!
"Apa kau bisa berjanji untuk tidak memberitahukan kepada siapapun?"
Dia hanya menganggukkan kepalanya. Aku harap kau tidak akan berbohong kepadaku apapun yang terjadi.
"Baiklah... Aku akan memberitahumu..."
Aku menceritakan semuanya tanpa terkecuali. Dari bagaimana aku bisa ke dunia ini hingga dapat bertemu dengan mereka berempat. Aku sudah benar-benar tidak memiliki rahasia lagi yang harus disembunyikan.
Setelah aku menceritakan tentang semua itu, dia sempat tertawa kecil. Memangnya apa yang lucu?
"Sudah kuduga!"
Heh?! 'sudah kuduga'? apa maksudnya?
"Karena kau sudah menceritakan semuanya, maka aku juga harus memberitahu siapa aku sebenarnya."
Hah!? Apa maksud dari perkataannya? Itu sungguh membuatku bingung!
Dia mendekatkan wajahnya hingga tepat di depan wajahku. Bukankah dia terlalu dekat? Kemudian dia memberitahuku bahwa dia bukanlah manusia.
"Aku bukan manusia. Aku hanyalah makhluk yang tidak sempurna. *Half Elf-Vampire.*"
Setelah memberitahuku, dia memintaku untuk merahasiakannya juga. Aku hanya mengangguk. Tepat setelah itu, dia menyingkir dari atasku kemudian kembali duduk di kursi. Akhirnya aku bisa bergerak.
"Ngomong-ngomong, bagaimana bisa kau menyadarinya?"
"Tentang apa?"
"Tentu saja tentang diriku!"
"Ahh itu... pada saat aku melihat kemampuanmu"
Maksudnya? Bukankah aku tidak memperlihatkannya? Aku mengambil kertas tersebut dari saku belakangku. Kemudian aku kembali bertanya, bagaimana bisa dia mengetahuinya meskipun aku tidak menunjukkan ini kepadanya.
"Pada saat itu, lingkaran sihirnya berwarna hitam pekat bukan?"
Kalu diingat kembali... memang berwarna hitam pekat. Tapi apa hubungannya?
__ADS_1
"Warnanya akan sesuai dengan atribut utama sang pengguna"
Ahh... aku mengerti. Jadi sejak hari pertama di dunia ini, identitasku sudah terbongkar oleh gadis ini. Yah, untuk sekarang aku bisa menerimanya. Tapi, tadi dia mengatakkan bahwa dia Half Elf-Vampire, bukan?
"Bukankah tadi kau bilang bahwa kau adalah Half Elf-Vampire? Lalu, jika kau setengah vampir, kenapa kau tidak apa-apa ketika terkena sinar matahari?"
Jika di duniaku, vampir terkenal karena merupakan makhluk yang nokturnal dan menghisap darah. Apakah didunia ini sama atau tidak, aku akan memastikannya.
"Emh... bisa dibilang bahwa tubuhku elf, tapi kemampuanku vampire dan elf, mungkin?"
Eh? 'mungkin'? Aku tidak mengerti jalan pikir gadis ini!.
"Apa kau juga membutuhkan darah?"
"Terkadang."
Ternyata tidak ada bedanya dengan pengetahuan dari duniaku.
"Baiklah, untuk sekarang kita tidak usah membahas tentang hal ini lagi. Ah, tolong rahasiakan, yah? Aku juga akan merahasiakan rahasiamu. Dan juga, jika kau tidak keberatan, ketika sedang membutuhkan darah, datang saja kepadaku agar tidak melukai orang lain."
Yap! Sekali lagi dia hanya mengangguk.
"Rei, apa kau ingin melihat wujud asliku?"
"Ya, sejujurnya, tubuh ini hanyalah sihir perubahan yang kugunakan."
Ternyata ada sihir seperti itu ya...?
"Tidak, untuk sekarang tidak usah! Ah, ngomong-ngomong, apakah Reiga dan yang lainnya tahu tentang diriku?"
Dia menggelengkan kepalanya setelah aku bertanya itu. Aku bersyukur jika hanya dia yang mengetahuinya. Untuk sekarang, aku bisa bernafas lega.
Kami berdua keluar dari kamarku untuk pergi ke lantai bawah. Untunglah tidak ada seorangpun yang menyadari kami. Jika ada yang melihat, bisa jadi sedikit gawat.
Ketika kami sampai di lantai bawah, aku melihat Paman Zasaki dengan teman-temannya dan di sampingnya terdapat pedang yang pada saat itu kuberikan.
"Yo, Paman!"
Dia melihatku kemudian juga menyapaku. Apa mereka baru saja menyelesaikan quest? Atau hanya duduk saja di Guild ini?
__ADS_1
Aku mendatanginya bersama Lia. Setelah aku tepat di depannya, dia seperti menunjukkan pandangan dan senyuman yang sedikit menyebalkan bagiku.
"Hehh... jadi kau sudah punya pacar?"
"Pa-pacar?! Tentu saja bukan! Dia temanku. Kita teman, bukan?"
Apa yang paman Zasaki katakan!? Aku tidak pernah berharap bahwa Lia akan men... jadi... pacarku... mungkin? Wah... kenapa wajahku menjadi merah?! Ketika aku melihat Lia, dia juga memerah??
"Apa salahnya jika kau memiliki pacar?"
"Tidak, tidak salah. Hanya saja... aku... tidak pernah pacaran ataupun memikirkan hal tentang itu..."
Aku mengatakkan itu sambil menundukkan kepala.
"Heh!! Jadi kau masih perjaka?!"
"Apa yang salah dari perjaka?! Aku perjaka dan aku bangga!"
Ahh!! Entah kenapa hal ini membuatku kesal, benar-benar kesal sekaligus depresi. Apakah ini karena kegelisahanku yang takut tidak akan memiliki pacar?
Kata-kata Paman Zasaki serasa menusuk dadaku.
"Oh ya, paman, untuk bisa pergi ke Guild lain, seorang petualang setidaknya harus mencapai level berapa?"
"Hah? Memangnya kenapa?"
"Sudahlah jawab saja!"
Jujur saja, aku ingin segera menjelajahi dunia ini.
"Setidaknya harus mencapai level 4!"
Level empat, ya? Berarti aku hanya harus mencapai satu level lagi. Tapi... jika aku meninggalkan kota ini, berarti aku akan meninggalkan Lia? Apa aku harus mengajaknya? Tapi jika aku mengajaknya, bagaimana dengan Reiga dan yang lainnya.
Yah, untuk sekarang aku harus fokus untuk menaikkan level terlebih dahulu. Setelah itu, aku akan memikirkannya nanti. Tunggu, kenapa aku sangat menginginkan dia ikut denganku?
Aku mendatangi resepsionis untuk bertanya tentang sekitar kota. Sejujurnya aku bertanya apakah di sekitar kota ada sarang monster atau semacam monster yang sangat kuat dan tidak ada dalam quest.
__ADS_1
Ternyata di sekitar kota hanya ada dua monster yang kuat, Hydra dan Raja Goblin. Tapi aku telah mengalahkan mereka semua. Sepertinya aku hanya bisa mengambil quest yang tersedia di papan permintaan. Untuk hari ini sepertinya aku kurang beruntung.