AKU TAK SEPERTI YANG TERLIHAT

AKU TAK SEPERTI YANG TERLIHAT
RAHASIAKU 2


__ADS_3

Sorepun menjelang, setelah selesai membersihkan rumah Budhe, aku duduk santai sambil memperhatikan Mbak Mumun yang menyuapi Ifa.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam" aku dan Mbak Mumun menjawab bersamaan. Ternyata Budhe, Mas Udin dan Pakdhe sudah pulang.


Aku membantu Mas Udin membawa barang bawaan, sedangkan Budhe minta duduk di ruang tamu bosan katanya di dalam kamar.


"Suamimu kemana Mun, tumben ga kelihatan" tanya Pakdhe


"Daritadi di rumah mertua Bi, mungkin lagi istirahat" sahut Mbak Mumun.


"Anak sakit bukan bantuin istri jaga anak, malah lebih milih tidur di rumah orang tuanya agar tidak terganggu" ucap Pakdhe dengan nada kasar


Aku yang daritadi juga bingung larinya kedua orang itu kemana hanya bisa diam. Rasa shock karena ulah mereka masih ada, tetapi aku akan merahasiakannya saja karena aku tidak tau harus bicara kepada siapa dan bagaimana.


"Heh" sentak Mas Udin


"Sekarang kenapa kamu hobi sekali melamun, hah" imbuh Mas Udin


"Ssssttt Gendis lagi bingung" sahutku


"Bingung kenapa ?" tanya Mas Udin


"Perutku sakit tetapi tidak bisa BAB" sahutku asal


"Ish kamu itu" sahut Mas Udin pergi meninggalkanku


'Apa yang kamu sembunyikan dari Mas Dis ? Pasti ada yang kamu sembunyikan kalau tidak, tidak mungkin kamu seperti ini tapi apa ? Kalau masalah dari keluargamu tidak mungkin kamu seperti ini' batin Mas Udin


"Dis, kamu sudah makan ?" tanya Pakdhe


"Sudah Pakdhe, tadi siang di rumah" sahutku


"Dis, Pakdhe belikan bakso ya di tempat biasanya. Ini uangnya, pakek sepeda Mas Udin saja" perintah Pakdhe


"Iya Pakdhe" sahutku

__ADS_1


"Sekalian titip beli buah ya Dis" pinta Mbak Mumun dan aku mengiyakannya


Saat bersepeda menuju ke tempat orang jual buah, aku melihat Mas Edi yang sepertinya mau pulang.


"Mas" sapaku kepada kakakku yang terlihat lelah itu


"Eh Dis, kamu mau kemana" tanyanya


"Disuruh Pakdhe beli bakso, sekalian beli buah titipannya Mbak Mumun" sahutku


"Budhe sudah pulang ?" tanyanya


"Iya, barusan saja pulang" sahutku


"Ya sudah, hati - hati dan langsung pulang. Nanti Mas pulang kerja langsung ke rumah Budhe" ucapnya


"Iya Mas, hati - hati juga pulangnya" sahutku


Aku mencoba melewati jalan tikus, karena takut ada mobil. Betapa terkejutnya aku, saat melihat suami Mbak Mumun yang sedang berboncengan dengan wanita lain. Ternyata, setelah adegan kaleng biskuit tadi, mereka keluar menggunakan motor perempuan itu.


'Pantas saja tadi tiba - tiba menghilang, ternyata mereka keluar bersama. Kasian Mbak Mumun, Ya Allah berikanlah hidayah kepada mereka berdua' batinku


'Kenapa mata Budhe berubah seperti orang yang sangat marah ? Apa yang terjadi dengan Budhe ? Apa Budhe tau masalah skandal itu ?' batinku yang bingung melihat perubahan wajah Budhe yang tidak diperhatikan orang lain.


"Gendis ini taruh dalam" ucap Mbak Mumun memberikan buah kepadaku yang ternyata buah tangan dari iparnya


'Kalau Mbak Mumun tau yang sebenarnya, apa dia akan tersenyum manis kepada wanita itu' batinku sambil meletakkan buah tangan yang diberikan Mbak Mumun


"Eh ada tamu jauh" ucap Mas Abdul, suami Mbak Mumun yang sedang berbasa basi.


"Iya dek, baru pulang rupanya" sahut bu Fatima, istri pak RT dengan manisnya.


"Udah daritadi Mbak, cuman tadi istirahat dan disuruh makan di rumah Ibu" sahutnya


"Maaf saya baru jenguk, karena saya juga baru tahu kemarin dari Mumun. Pas saya tanya rumah sepi, ternyata Ibu ada di rumah sakit habis pingsan katanya" imbuhnya


"Iya, Alhamdulilah masih diberi keselamatan sama gusti Allah" sahut Budhe

__ADS_1


'Ih Budhe, kok baik banget sih jadi orang. Kalau aku, sudah aku sambel mulutnya' batinku kesal


"Kamu kenapa Dis ?" tanya Mas Udin, yang selalu memperhatikan gerak gerikku dan curiga karena aku selalu menutupi darinya


"Ga ada Mas" sahutku sambil senyum senyum


"Dis, Mas tau kamu menyembunyikan sesuatu dari Mas. Tetapi Mas harap kamu terbuka sama Mas, ga baik anak sekecil kamu menyimpan luka sendiri. Disini ada Mas, Mbak Mumun, Abi dan Umi, yang siap mendengarkanmu. Mungkin, kamu tidak ingin membebani Umi dengan masalahmu. Tetapi setidaknya kamu bisa cerita dengan Mas, Mbak Mumun atau Pakdhe" ucap Mas Udin


"Iya Mas, Gendis paham" sahutku


'Seandainya Mas tau, yang Gendis simpan adalah rahasia suami Mbak Mumun. Yang akan membuat keluarga ini marah dan membuat Mbak Mumun sedih serta terluka' batinku sedih


Setelah hampir maghrib, tamu sudah tidak ada hanya keluarga saja yang ada disana. Akupun pamitan mau berangkat mengaji kepada Budhe dan yang lainnya.


"Sudah jangan dibahas lagi, itu semua tidak akan terulang lagi percaya sama aku ya sayang dan rahasia ini hanya kita yang tau" sahut si lelaki


"Untung saja wanita tua itu baik - baik saja dan langsung kita ganti bajunya, kalau tidak bisa - bisa berbahaya buat kita Mas, bisa - bisa kita masuk penjara" sahut si wanita


"Kamu tenang saja, ga ada yang tau tentang hal ini makanya kita harus lebih hati - hati. Terutama si Gendis, sekalipun dia masih kecil, tetapi juga berbahaya buat kita" sahut si lelaki


"Terus bagaimana dengan hubungan kita Mas ?" rengek si wanita


"Kamu tenang saja, nanti akan aku coba hasut Ibu Gendis agar dia tidak ke rumah. Agar kita bisa menggunakan kamar kosong itu lagi jadi tidak sembunyi - sembunyi seperti ini" sahut si lelaki


Aku yang tak sengaja mendengar percakapan mereka, saat melewati jalan setapak sebelah rumahpun terkejut dengan percakapan mereka. Jadi, yang selama ini menjadi dalang Ibu tidak mengizinkanku ke rumah Budhe adalah suami Mbak Mumun. Karena kalau aku kesana, selalu ada saja yang aku lakukan di dapur yang sebelahan dengan kamar kosong itu.


'Aku harus buat kamar kosong itu ditempati, tetapi bagaimana caranya. Sedangkan aku tidak mungkin bercerita kepada Pakdhe atau Mas Udin' batinku.


Aku pulang dengan wajah bingung, setelah pulang dan ganti baju untuk siap - siap ke surau untuk mengaji.


"Kamu kenapa Dis ?" tanya Mas Edi kepadaku


"Apanya yang kenapa Mas ?" tanyaku balik


"Kamu itu kenapa ? Dari berangkat mengaji, sampai pulang mukamu seperti orang bingung saja. Kamu ada masalah pelajaran di sekolah ?" tanya Mas Edi lagi


"Gapapa Mas" sahutku

__ADS_1


"Kalau gapapa kenapa, seperti orang bingung gitu ?" tanya Mas Edi


"Jangan main rahasia - rahasiaan sama Mas Dis" ucap Mas Edi lagi.


__ADS_2