Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Perjodohan


__ADS_3

"Menikahlah!. Sudah cukup ibu menahan diri selama ini, sudah dua kali suamiku tergoda padamu, apa kamu mau rumah tangga ibu hancur.??" ucap ibu Risma


" Tapi bu, aku tidak mau di jodohkan, lagi pula aku baru umur dua puluh tahun bu." ucap amel, membantah perjodohan yang sudah di setujui ibu amel.


" Cukup Amel. ibu tidak menerima penolakan.


siapkan dirimu, seminggu lagi acara pernikahanmu." ibu risma keluar dari kamar amel, membanting pintu cukup keras.


..."ibu apa ibu pernah bertanya padaku, apa yang aku inginkan?. ...


kenapa ibu selalu memutuskan segalanya tanpa mau mendengarkanku?" batin Amel


...Amel menangis di kamarnya, hatinya pilu membayangkan dirinya akan menikah dengan lelaki yang tidak di cintainya....


ketika Amel masih menangis, bergelut dengan pikirannya sendiri, ponsel amel berdering menandakan ada telpon masuk.


amel meraih benda pipih itu, lalu menerima panggilan.


" Hallooo!!". Amel


" kamu menangis?". penelpon


"Tidak, aku hanya filex, ada apa?" Amel


" apa kamu ada waktu?. q ingin bertemu denganmu di taman, ada yang ingin aku bicarakan". penelpon


"Baiklah, jangan menjemputku, aku akan kesana sendiri". Amel


setelah sambungan telpon terputus, amel menarik nafas dalam. amel bingung, apa yang harus amel katakan pada Aron.


ya Aron adalah kekasih Amel, namun amel tidak mau terlalu berharap lebih pada hubungannya. mengingat orang tua Aron yang tidak setuju akan hubungan mereka, terlebih amel selalu merasa tidak pantas untuk Aron.

__ADS_1


........................................................................


Amel sampai di Taman kota, di lihatnya Aron yang sudah duduk menunggu di salah satu bangku panjang yang ada di taman.


sekali lagi Amel menarik nafasnya, lalu berjalan menghampiri Aron.


" Aron. maaf membuatmu menunggu". Amel


" ekhh. hayy. gak apa-apa sayang, aku juga baru datang". Aron


setelah duduk di bangku yang sama, lama Amel terdiam, hingga tepukan tangan Aron menyadarkannya.


" kamu melamun? apa ada masalah, hmmm?" sambil mengangkat dagu amel dengan jarinya.


" Tidak! Tidak ada masalah. aku baik-baik saja". sambil tersenyum getir.


" Aron. aku ingin mengatakan sesuatu padamu". ucap amel sambil meraih tangan Aron yang di dagunya.


sejenak mata mereka bertemu, saling tatap dalam waktu yang lama, amel hanyut dengan pikirannya sendiri, sedangkan Aron masih menunggu amel yang bicara.


" Sayang! kenapa? ayo bicaralah". ucap Aron karna amel tak kunjung bicara.


" akhhh ya. bukannya tadi kamu bilang mau bicara padaku, lebih baik kamu dulu". amel


" Huh!. Sayang, dua minggu lagi aku akan pergi ke luar negeri, aku akan di sana selama dua tahun, tapi sebelum aku pergi, aku ingin kamu berjanji padaku". amel diam. " berjanjilah padaku, jika kamu akan selalu menungguku kembali". ucap Aron dengan penuh harap. sambil menggenggam tangan Amel erat.


Amel tak kuasa menahan tangis yang sedari tadi di tahannya. tangis Amel pecah lalu memeluk Aron erat.


Aron mengusap kepala amel sambil menenangkannya. setelah amel tenang, dan bisa menguasai diri, amel bicara.


" Aron. maafkan aku, aku akan menikah, ibuku sudah menjodohkanku. carilah wanita yang lebih baik dariku Aron, berjanjilah padaku, jika kamu akan selalu bahagia tanpa aku di sampingmu". air mata amel terus mengalir.

__ADS_1


Deg... wajah Aron pias mendengar kekasih yang sangat di cintainya akan menikah dengan orang lain.


" sayang, katakan kalau kamu sedang bercanda". sambil tersenyum di paksakan. karna Aron tau, Amel tak pernah berbohong.


" aku tidak bercanda Aron, seminggu lagi aku akan menikah dengan pilihan ibuku". sambil melepas genggaman tangan Aron.


" Tapi kenapa Amel?, kamu tau aku sangat mencintaimu". meraih lagi tangan Amel.


" kamu tau hubunganku dengan Ayah tiriku Aron, ibuku menjodohkanku karna dia". mengusap air mata yang terus saja mengalir.


" jika itu alasannya". duduk berlutut di atas rerumputan taman, sambil meraih tangan Amel. " ayo kita Menikah Amel. Menikahlah denganku, aku berjanji padamu, aku akan selalu membahagiakanmu". masih berlutut


" Aron andai kamu tau, betapa inginnya aku mengatakan iya padamu. tapi aku tidak pantas untukmu, aku wanita hina Aron. andai kamu tau segalanya, apa kamu akan masih mau menjadikanku istri?" bathin Amel


amel melepaskan genggaman tangan Aron, lalu berdiri.


" bangunlah Aron, jangan berlutut demi wanita seperti aku, masih banyak wanita yang lebih pantas dariku untuk mendapatkan cintamu". ucap amel sambil menahan air mata yang terus saja ingin mengalir.


Amel berlari menajauh setelah mengatakan tidak akan menolak perjodohan yang sudah di tentukan ibunya.


tanpa menoleh, Amel terus saja berlari, sesekali tangannya mengusap air mata yang terus saja mengalir di pipinya.


Aron masih diam di taman, dengan sejuta perasaannya, Bahagia yang di impikannya telah sirna.


Bersambung.........


Hayyy semua,, maaf ya jika tulisanku masih acakadul, ini novel pertamaku.


cerita ini di angkat dari kisah nyata, tapi sedikit di lebih- lebihkan.... hehehe


mohon dukung karya pertamaku ya ... trimakasih.. lopelope sekebon kopi😘😘

__ADS_1


__ADS_2