Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Bimbang


__ADS_3

Setelah selesai makan siang Adit dan Riska kembali melangkahkan kakinya menuju pantai, di lihatnya pemandangan pantai yang begitu indah di mata.


Sambil menggandeng tangan Adit. "Sayang kesana yuk" ajak Riska menunjuk tempat yang ingin di datanginya.


Adit yang di tarik tangannya mengikuti langkah kaki Riska. "Sayang mau sampai kapan kamu disini?" tanya Adit.


Riska menatap wajah Adit, " Maksud kamu apa?"


"Sampai kapan kamu mau menemaniku disini, aku akan pulang sebulan lagi, apa selama itu kamu mau disini?" tanya Adit lagi.


"Aku gak mau jauh dari kamu sayang, makanya aku lebih baik disini sama kamu" ucap Riska sambil bergelayut manja.


"Ya sudah kalau itu mau kamu, ayo kesana" ajak Adit lalu mereka melangkah berjalan di bibir pantai sesekali kaki mereka basah di terpa air ombak pantai.


"Sayang kapan kamu mau nikahin aku, apa kamu mau nunggu aku hamil dulu?" tanya Riska.


"Sayang kamu tahu aku sudah menikah tidak mungkin aku menikah lagi" jawab Adit.


"Apa maksud kamu, kamu tidak akan menikahiku?


"Kamu tahu posisiku, jadi aku tidak mungkin menikah denganmu, apalagi sekarang Amel mengandung darah dagingku"


Riska yang begitu kaget mendengar penuturan Adit tak kuasa menahan dirinya.


"Jadi selama ini kamu anggap aku apa!, kita tidur bersama kamu nikmati tubuhku kamu anggap aku apa ... bagaimana kalau aku hamil?" teriak Riska kencang.


"Aku mencintaimu tapi aku tidak mungkin menceraikan Amel. Amel sedang hamil dan Ayahku sangat menyayangi Amel" jawab Adit.


"Kalau kamu tidak mau menikahiku lebih baik aku mati" lalu Riska berlari ke tengah air laut sambil menangis. Tidak perduli Adit teriak memanggil namanya Riska terus saja berlari.


Adit mengejar Riska yang hampir saja tenggelam lalu menarik paksa tangan Riska.


"Apa kamu sudah gila hakkhhhh!" teriak Adit kencang sambil menggoyang bahu Riska.


"Untuk apa aku hidup Dit, untuk apa? jawab aku. Aku sangat mencintai kamu tapi kamu sendiri seperti ini" tangis Riska pecah.

__ADS_1


Adit memeluk Riska menenangkan gadis yang selama ini selalu menemaninya. Gadis yang lebih dulu menyentuh kedalaman hati Adit.


"Baiklah aku akan mencari cara agar bisa menikahimu, aku mohon kamu bersabar" ucap Adit pelan.


Riska mendongak kan kepala di dalam pelukan Adit, "Apa aku bisa pegang kata-katamu?"


Adit hanya mengangguk karna tidak ingin bicara lebih banyak lagi. Pikiran Adit bercabang, Adit kasihan sama Amel tapi juga tidak mungkin membiarkan Riska hancur.


Setelah sama-sama melihat matahari terbenam Adit dan Riska memutuskan kembali ke hotel tempat mereka menginap. Sebelum berangkat pulang mereka memutuskan makan malam terlebih dahulu.


----------------------- Sementara itu di kediaman keluarga Raharja.


"Kenapa aku tidak bisa tidur begini" gumam Amel sambil berguling kesana kemari.


Amel yang baru merasakan rasanya hamil dan tidak paham apa itu ngidam hanya uring-uringan di dalam kamarnya. Rasa ingin sekali memakan sesuatu membuatnya tidak bisa tidur namun Amel tidak mengerti kenapa.


Amel keluar kamar berjalan ke dapur.


"Kenapa aku sangat ingin makan stroberi" bathin Amel.


Amel kembali ke dalam kamarnya meraih benda pipih yang sedari tadi di atas nakas, di carinya kontak Adit.


"Halo Mas"


"Ada apa?"


"Mas aku sangat ingin makan strobery" ucap Amel manja.


"Memang kamu pikir aku dimana kenapa kamu meminta stroberi padaku malam-malam begini dan jangan menghubungiku lagi" ucap Adit memutuskan sambungan telponnya.


Amel yang sangat menginginkan stroberi hanya bisa menelan rasa kecewa, tadinya Amel berpikir dengan kehamilannya Adit akan merubah sikapanya tapi ternyata tidak.


"Sabar ya Nak" ucap Amel sambil meraba perutnya yang masih rata.


Amel kembali naik ke tempat tidur, mencoba memejamkan mata, sampai akhirnya Amel merasa ngantuk dan Amel tertidur.

__ADS_1


---------------- Pagi harinya Amel terbangun, sebelum keluar kamar Amel membersihkan diri terlebih dahulu.


Satu jam kemudian Amel keluar kamar.


"Mau kemana Nak?"


"Aku ingin keluar Ayah, aku ingin membeli sesuatu" jawab Amel.


"Apa kamu ingin makan sesuatu?"


Amel hanya mengangguk menundukkan kepala.


Ayah Rudi tersenyum melihat tingkah menantunya. Sejak saat Amel hamil sifat kekanakan Amel muncul begitu saja.


"Kamu mau makan apa Nak?"


"Stroberi Ayah"


"Baiklah ayo kita beli stroberi" Ajak Ayah Rudi.


Amel yang dari semalam menekuk wajahnya sekarang kembai tersenyum ceria.


Di dalam mobil.


"Kalau kamu ingin makan sesuatu katakan saja pada Ayah, Ibu hamil memang sering ingin makan" ucap Ayah sesekali melihat Amel sambil tersenyum.


Amel merasa sangat bersyukur punya mertua seperti Ayah Rudi.


"Tuhan terimakasih telah memberikanku Ayah mertua sebaik dia. Aku merasa hidupku paling menderita sehingga aku lupa bersyukur" ***bathin Amel.


Bersambung***..................


Semenjak putus cinta author sering sakit kepala jadi maaf kemarin tidak up.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMEN NYA YA, TERIMAKASIH🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2