Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Ayah Rudi


__ADS_3

Ayah Rudi mengalihkan pandangannya pada Riska. "Berhenti ganggu hubungan Adit dan Amel. Adit sudah menikah, jika kamu wanita yang masih punya harga diri, kamu tidak akan merebut milik orang lain" ucap Ayah Rudi tanpa basa basi.


Riska yang merasa terpojokkan pura-pura bersedih. "Om kami saling mencintai jauh sebelum Amel menikah dengan Adit. Bahkan om tau itu!" ucap Riska.


"Cinta seperti apa yang mau kau katakan padaku, aku pernah muda, aku tau wanita sepertimu tidak mencintai Adit dengan tulus. Jika kamu mencintai Adit harusnya kamu tau apa yang Adit butuhkan" ucap Ayah Rudi menatap sinis.


"Om aku siap menjadi istri kedua Adit, tolong restui hubungan kami" ucap Riska pura-pura menangis.


"Simpan air matamu itu, aku bukan Adit yang bisa kau tipu dengan air mata palsumu. Sebaiknya kamu tinggalkan Adit dan enyahlah dari hidup Adit. Jangan pernah berani muncul lagi di depanku kalau kau masih mau hidup dengan tenang" ucap Ayah Rudi pada Riska setelah Itu Ayah Rudi berlalu meninggalkan Adit dan Riska.


Setelah kepergian Ayah Rudi, Riska menangis dalam pelukan Adit. "Aku mencintaimu ,,, hiks hiks ,, aku tidak mau kamu jauh dariku" ucap Riska masih dalam pelukan Adit. Riska memang jago berakting.


Adit menenangkan Riska, di elusnya rambut Riska. "Tidak ada yang akan memisahkan kita walaupun itu Ayah sekalipun" ucap Adit meyakinkan.


"Tapi Ayahmu tidak merestui kita, kamu pasti akan meninggalkan ku. Buktinya kamu menikah dengan Amel karena Ayahmu" ucap Riska masih menangis.


"Menikahi Amel adalah kesalahan terbesarku, harusnya waktu itu aku menolaknya. Sudahlah berhenti menangis" Adit melepaskan pelukannya, di tatapnya wajah Riska, jari tangannya menghapus air mata Riska. "Sebaiknya aku antar kamu pulang, jangan pikirkan semuanya, aku janji sama kamu semua akan baik-baik saja" ucapnya lalu mencium kening Riska.


"Hahahahaahha dasar Adit bodoh, dengan mudahnya kamu percaya padaku padahal Ayahmu sudah menyuruhku pergi. Baiklah Rudi Raharja kita lihat apa yang bisa kau lakukan padaku" bathin Riska.


---------------- Setelah satu jam perjalanan akhirnya Adit telah sampai d kediaman Riska. Setelah Riska masuk kedalam rumahnya Adit meninggalkan halaman rumah Riska. Di dalam rumah Riska tertawa bahagia karena Adit masuk dalam cinta palsunya.

__ADS_1


Adit kembali ke Rumah Sakit dimana Amel di rawat. Amel telah di pindahkan karena selama beberapa hari ia akan di rawat inap. Adit masuk kedalam Ruangan Amel tanpa mengetuk pintu, di lihatnya Amel telah duduk bersandar di sandaran ranjang rumah sakit.


"Sebenarnya apa yang mau kau tunjukkan padaku, apa yang kau lakukan pada anakku?" ucap Adit yang berdiri di samping ranjang Amel.


"Mas tadi perutku sakit" ucap Amel sudah mulai menangis namun ia mencoba untuk menahannya.


"Kamu hanya perlu menjaga anak yang kau kandung dan lahirkan dia dengan selamat. Jika dia lelaki maka aku akan menyayanginya, tapi jika dia perempuan maka pergilah dari hidupku!" ucap Adit tegas lalu berlalu keluar tanpa melihat raut wajah Amel.


"Anakku malanganya nasipmu, kamu sudah di benci Ayahmu bahkan sebelum kamu lahir kedunia ini" bathin Amel.


Amel menangis mencoba menguatkan diri, ia terus mencoba masa bodoh dengan apa yang ia alami demi anak yang ia kandung. Karena sebelumnya dokter telah memperingatkannya agar tidak setres.


"Kamu sudah pulang Nak?" tanya Bu Maryam yang melihat Adit hendak melewati ruang tamu.


Adit berhenti ketika mendengar suara Ibunya.


"Bu, selama ini aku tidak menginginkan Amel menjadi istriku. Aku dan Riska saling mencintai, tapi kenapa Ayah tidak menyukainya?" ucap Adit pada Ibunya, ia berusaha meminta pembelaan dari Ibunya.


"Sabarlah Nak, Ibu akan membuat wanita itu pergi dari rumah ini, tunggulah sebentar saja" ucap Bu Maryam menenangkan Adit.


"Tolong bujuk Ayah agar mau merestui hubunganku dengan Riska Bu" ucapnya lagi.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari Ayah Rudi mendengar pembicaraan mereka.


"Wanita yang mana mau kamu buat pergi dari rumah ini Bu?" tanya Ayah Rudi.


Adit dan Bu Maryam kaget mendengar suara siapa yang bicara.


"A-ayah ,, mungkin Ayah salah dengar, aku tidak pernah menyebutkan kata wanita dari tadi" ucap Bu Maryam terbata-bata karena rencananya ketahuan oleh Suaminya.


"Aku tidak tuli dan telingaku masih berpungsi dengan baik, bahkan aku bisa mendengar kata hatimu" ucap Ayah Rudi sambil duduk bersandar di sofa.


"Ayah aku ingin mandi dan istirahat dulu" ucap Adit hendak berlalu menyelamatkan diri.


"Jika kamu masih berhubungan dengan wanita itu, maka lihatlah apa yang bisa Ayah lakukan pada kalian" ucap Ayah Rudi meraih secangkir kopi yang sebelumnya telah di buatkan Bi Inah.


"Ayah berhentilah ikut campur urusanku, aku sudah dewasa, aku ingin hidup seperti yang ku inginkan" ucap Adit membantah, Bu Maryam yang mendengar Adit membantah Ayahnya segera menggenggam tangan Adit agar berhenti bicara.


"Jia kamu ingin hidup seperti apa yang kamu inginkan" Ayah Rudi menaruh cangkir kopinya di atas meja. "Pergilah dari rumah ini tanpa sehelai benangpun, karena apa yang kamu nikmati adalah hartaku" ucapnya tanpa melihat ekspresi Adit dan Bu Maryam.


***Bersambung.......


HAY HAY JANGA LUPA KOMEN DAN LIKE NYA YA. TERIMAKASIH🙏🙏🙏🙏🙏***

__ADS_1


__ADS_2