
Adit buru-buru menyudahi pembicaraannya, ia meninggalkan ruang tamu masuk kedalam kamarnya. "Apa-apaan Ayah main usir saja, selama ini aku juga lelah bekerja" Adit menggrutu setelah masuk kedalam kamarnya, ia melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri agar lebih fresh karena hari ini cukup melelahkan baginya.
Tiga puluh menit kemudian Adit keluar dari kamar mandi, ia meraih satu set pakain santai lalu memakainya setelah itu Adit merebahkan diri, tidak lama ia pun terlelap.
Sementara itu di dalam kamar Ayah Rudi dan Bu Maryam, mereka terlibat adu mulut karena Bu Maryam merasa geram atas apa yang di katakan suaminya pada anaknya Adit.
"Ayah tidak bisa mengusir Adit, dia anak kita satu-satunya, hanya karena wanita itu Ayah berlaku keras pada Adit" ucap Bu Maryam marah.
"Bu ,,, Amel itu gadis baik-baik, coba Ibu mendekatkan diri dengannya, Adit membutuhkan Amel sebagai istrinya bukan Riska" ucap Ayah Rudi pada Bu Maryam.
"Dari awal aku tidak menyukainya, jangan paksa aku untuk dekat dengannya, Ayah bertanggung jawab penuh atas apa yang sekarang di alami Adit, karena Ayah yang telah memaksa dia menikah dengan gadis itu" Bu Maryam menyalahkan suaminya atas apa yang Adit rasakan sekarang.
"Tidak ada yang boleh membantah keputusanku di rumah ini, termasuk kamu" ucap Ayah Rudi lalu meninggalakan kamar, karena jika Ayah Rudi terus saja berada dalam satu ruangan dengan istrinya entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Gara-gara gadis murahan itu aku harus membantah kata-kata suamiku" Bu Maryam semakin membenci Amel karena Bu Maryam menyalahkan Amel dari semua masalah yang terjadi di rumah ini.
--------------- Sementara itu di Rumah sakit tempat Amel di rawat.
"Ya Tuhan aku lapar sekali, kenapa aku sangat ingin memakan surabi" gumam Amel sambil pandangannya melihat ke arah pintu, berharap Ayah mertuanya datang.
__ADS_1
Maklum karena Amel adalah gadis desa jadi ngidamnya kita buat ngidam ala rakyat orang desa.
Amel berguling kesana kemari, waktu terus berjalan tidak ada siapapun yang datang ke ruangannya. Amel sudah tidak tahan dengan rasa lapar yang sedari tadi membuatnya uring-uringan terlebih karena ia ingin sekali memakan surabi.
Amel meraih ponsel yang di simpannya di atas meja samping ranjangnya, ia mencari kontak sahabatnya.
Amel menghubungi Nisa. "Halo Nis!" ucap Amel setelah telponnya tersambung.
"Amel apa kabar?" tanya Nisa.
"Aku di rumah saki Nis, perutku sakit jadi aku harus di rawat selama beberapa hari" jawab Amel.
"Nis kamu sudah kayak emak-emak, cerewet banget" Amel mendesah sebelum melanjutkan kata-katanya. " Aku sekarang lapar dan ingin sekali makan surabi" ucap Amel lagi.
"Kenapa tidak bilang dari tadi, baiklah aku akan segera kesana, bila perlu aku akan membawa pedagangnya. Ha ha ha ha" ucap Nisa yang tertawa sendiri dengan kata-katanya.
Amel memutuskan sambungan telponnya, di simpannya lagi ponselnya di atas meja, ia berbaring mencoba memejamkan mata sambil menuggu teman-temannya datang, tidak lama Amel pun terlelap.
Satu jam kemudian Nisa, Putri, Ainun, Desi, sampai di rumah sakit. Nisa menenteng kantung kresek yang berisikan surabi pesanan Amel. Setelah bertanya pada suster dimana ruangan Amel di rawat, mereka berempat pun berjalan melewati lorong rumah sakit mencari ruangan Amel.
__ADS_1
Setelah sampai di depan pintu, mereka langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, di lihatnya Amel masih tertidur pulas.
"Amel bangunlah, kami sudah datang" Nisa mencoba membangunkan Amel dengan suara yang sangat pelan.
Amel menggeliat. " Hmmmmmmm. Kalian sudah datang?" tanyanya setelah membuka mata.
"Bangunlah, kami membawa banyak surabi buat calon ponakan ku ini" ucap Nisa sambil mengelus perut Amel.
Amel terharu, ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya mempunyai sahabat seperti mereka, Amel menghapus bulir air mata dengan punggung tangannya, air mata kebahagiaan yang menetes tanpa di suruh.
"Terimakasih karena kalian selalu ada untuk ku, terimakasih karena sudah mau menjadi sahabatku" ucap Amel mengulurkan kedua tangannya, Akhirnya mereka berpelukan.
"Tuhan terimakasih telah mengirim sahabat sebaik mereka untuk ku" ***bathin Amel.
Bersambung.........
MAAF UPNYA TELAT, AKU LAGI SAKIT.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA🙏🙏🙏***
__ADS_1