Aku Wanita Hina

Aku Wanita Hina
Awal Kehancuran


__ADS_3

Pagi harinya di kediaman keluarga Raharja.


Adit sedang bersiap-siap, ia tergopoh-gopoh setelah mendapat telpon dari asisten pribadinya. Adit keluar kamar setelah merasa penampilannya sudah rapi.


"Sarapan dulu Nak!" ajak Bu Maryam yang sudah siap menyantap sarapan nya.


"Aku sarapan di kantor saja Bu, ada urusan mendadak" tolak Adit.


"Hati-hati di jalan Nak!" teriak Bu Maryam pada Adit yang sudah mulai menjauh.


"Ada apa dengan anak itu?" gumam Bu Maryam merasa aneh dengan tingkah Adit yang tak biasanya buru-buru ke kantor.


Setelah tiga puluh menit dalam perjalanan akhirnya Adit tiba di depan halaman perusahaan Raharja, perjalanan yang biasanya memakan waktu satu jam menjadi setengah jam karena Adit mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Adit turun dari mobil nya. "Pak tolong parkirkan mobilku" ucap Adit pada pak satpam sambil menyerahkan konci mobilnya.


Adit berjalan sedikit berlari menuju lift, ia menekan tombol yang langsung membawanya menuju lantai tertinggi dimana ruangan nya berada.


Ting!.


Pintu lift terbuka. Adit berjalan sedikit berlari melewati lorong kantor agar lebih cepat sampai ruangan nya.

__ADS_1


Di dalam ruangan nya, "Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Adit pada asisten nya.


"Kerja sama yang kita ajukan di tolak Tuan, dan sekarang para investor ingin menarik saham yang mereka miliki Tuan" lapor sang asisten yang bernama Roby.


"Siapkan ruang rapat, kumpulkan semuanya, aku ingin rapat satu jam lagi" perintah Adit.


"Brengsekkk" teriak Adit setelah kepergian Roby. "Siapa sebenarnya dalang di balik ini semua" Teriaknya lagi.


-------------------- Sementara itu di NegaraXX, seorang Bos yang ketampanan nya hampir sempurna sedang tertawa menyaksikan sebuah video yang masih berputar di layar ponselnya.


"Ha ha ha ha ha ha" Aron tertawa keras.


"Kita lihat bagaimana kau berusaha untuk bangkit Adit Raharja" ucapnya kemudian.


"Baik Tuan" jawab yang di seberang telpon.


Tanpa Aron sadari perbuatan nya saat ini akan menghancurkan kehidupan Amel.


Amel akan semakin sengsara di tambah dengan keadaannya saat ini yang tengah berbadan dua.


--------------- Sementara itu di Rumah sakit, Amel sedang di periksa oleh dokter dan beberapa perawat.

__ADS_1


"Alhamdulillah keadaan anda semakin membaik, jika keadaan anda tetap stabil, besok anda sudah boleh pulang" ucap dokter sambil tersenyum.


"Terimakasih dok. Dokter sudah menyelamatkan nyawa anak saya" ucap Amel pada dokter sambil meraba perutnya yang sudah mulai sedikit ada perubahan karena usia kandungan Amel sudah menginjak bulan ke empat.


Dokter dan perawat pun keluar dari ruangan Amel. Amel yang sekarang sering merasa lapar karena masa mual-mualnya sudah hilang, sudah tak sabar ingin sarapan.


Beberapa kali Amel melihat kearah pintu, berharap sarapan yang di sediakan di rumah sakit datang, walaupun Amel tidak ingin memakan makanan rumah sakit namun karena terpaksa ia harus memakan nya.


Akhirnya Amel menyerah dengan penantiannya, padahal baru beberapa menit ia menunggu, rasanya sudah tak sabar ingin mengisi perutnya. Ia meraih ponselnya, menekan nomor ruangan instalasi gizi untuk memesan makanan dan minuman, berhubung Amel adalah pasien VIP jadi ia bebas memesan apapun yang ia inginkan di rumah sakit ini.


"Halo, mba tolong buatkan jus apel sedikit gula dan pakai susu kental manis putih" ucap Amel setelah sambungan telpon terhubung.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya jus pesanan Amel datang bersamaan dengan sarapannya.


Saat sedang asik sarapan tiba-tiba ia teringat suaminya, selera makannya pun hilang.


"Mas semoga Mas baik-baik saja, kenapa perasaanku tidak enak begini" bathin Amel.


***Bersambung..........


MAAF YA UPNYA DIKIT DOANG, AKU LAGI SAKIT, AKU MAKIN DROF MOHON LIKE DAN KOMENNYA YA ,, TERIMAKASIH...🙏🙏🙏🙏***

__ADS_1



__ADS_2